Claim Missing Document
Check
Articles

Kontribusi Antara Daya Ledak Tungkai Kaki Terhadap Hasil Belajar Praktek Tolak Peluru Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang Fauza, Yusra; Syampurma, Hilmainur; Sepdanius, Endang
Ilmu Olahraga Vol 19 No 2 (2019): Sport Science: Jurnal Sains Olahraga dan Pendidikan Jasmani
Publisher : Pusat Studi Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.063 KB) | DOI: 10.24036/jss.v19i2.27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang kontribusi antara “daya ledak tungkai kaki sebagai variabel bebas dan hasil belajar praktek tolak peluru sebagai varibel terikat, penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Keolahragaan UNP. Teknik pengambilan sampel dengan teknik Random Sampling dan didapat sampel sebanyak 60 orang mahasiswa. Pengambilan data daya ledak tungkai kaki dengan cara melakukan vertical jump. Untuk hasil belajar praktek tolak peluru dengan melakukan perlakuan / tolak peluru. Analisis data dan pengujian hipotesis penelitian menggunakan teknik analisis korelasi product moment dengan taraf signifikan α = 0,05, Dari analisis data dapat diperoleh hasil : 1) Terdapat kontribusi yang berarti antara daya ledak tungkai kaki terhadap hasil belajar praktek tolak peluru dengan perolehan rhitung 0,550 > rtabel 0,250. 2) terdapat kontribusi yang berarti antara daya ledak tungkai kaki terhadap hasil belajar praktek tolak peluru dalam hal ini tingkat hubungan daya ledak tungkai kaki dengan hasil belajar praktek tolak peluru sebesar 30,2%, maksudnya semakin bagus daya ledak tungkai kaki seseorang maka semakin baik pula hasil belajar praktek tolak peluru.
Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus Pusat Layanan Fisioterapi Olahraga Dan Kebugaran Sepdanius, Endang Sepdanius; Donal Syafrianto
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 5 No 01 (2021): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol5.no01.a3685

Abstract

PPM ini merupakan program yang bertujuan utama untuk dalam program PPUPIK pusat layanan fisioterapi olahraga dan kebugaran ini adalah untuk mendorong Fakultas Ilmu Keolahragaan menghasilkan produk jasa berupa penatalaksanaan fisioterapi dan kebugaran olahraga bagi semua kalangan. Pada pelaksanaanya dikelola oleh kelompok dosen yang tegabung dalam laboratorium sport medicine dari Fakultas Ilmu Keolahragaan. Didirikannya pusat layanan ini diharapkan nantinya dapat berkembang secara baik dengan menampung instansi olahraga dan kalangan umum yang ingin berkonsultasi dan menggunakan layanan fisioterapi olaraga dan kebugaran serta menjadi satu-satunya pusat layanan fisioterapi olahraga dan kebugaran di Sumatera Barat. Target utama dari klien yang akan menggunakan jasa dari fisioterapi olahraga adalah atlet seluruh cabang olahraga yang nantinya disosialisasikan dalam program kegiatan berjalan. Kegiatan yang dikembangkan adalah kegiatan berupa jasa konsultasi dan penanganan khusus fisioterapi olahraga dan kebugaran terdiri dari: a) fisioterapi olahraga, b) masase kebugaran, c) tes kebugaran fisik, d) program kebugaran fisik.
EVALUASI PELAKSANAAN OUTBOUND TRAINING OLEH PROVIDER OUTBOUND DI SUMATERA BARAT Endang Sepdanius; Ahmad Chaeroni
Jurnal Sporta Saintika Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Sporta Saintika September
Publisher : Jurusan Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sporta.v2i2.51

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah melihat pelaksanaan kegaitan outbound yang dilaksanakan oleh provider outbound di Sumatera Barat. Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket. Sampel berjumlah 20 orang terdiri dari 4 provider dan jumlah responden sebanyak 168 responden. Penelitian menemukan 1) Outbound di Sumatera Barat dari sumber daya fasilitator 95% masih belum memiliki sertifikat profesi yang dikeluarkan BNSP, namun secara keilmuan dan pengalaman fasilitator sudah melaksanakan kegiatan dengan dengan baik, hal ini terlihat dari hasil kepuasan responden menunjukan 89% responden memberikan objektivitas kegiatan termasuk dalam kategori baik, 84% responden menilai fasilitas yang disipakan oleh provider sudah termasuk kategori baik. Standar keselamatan yang disediakan oleh provider 85% responden menilai baik. Dari hasil tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan outbound di Sumatera Barat sudah termasuk kategori baik, namun masih terdapat kelemahan dari sisi fasilitator. Oleh sebab itu, perlu dilakukan uji kompetensi untuk menyamakan fungsi dan persepsi yang berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
PENGETAHUAN GURU PENJASORKES TENTANG KETERKAITAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP GANGGUAN MENSTRUASI DI KOTA PADANG Pudia M Indika; Endang Sepdanius
Jurnal Sporta Saintika Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Sporta Saintika September
Publisher : Jurusan Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sporta.v2i2.53

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran pengetahuan guru Penjasorkes tentang keterkaitan aktivitas fisik terhadap gangguan menstruasi di kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan responden 52 orang sampel menggunakan teknik porpusive sampling dengan criteria tertentu yaitu guru yang mengajar pada tingkat sekolah menengah pertama dan bersedia mengisi angket. Data diolah menggunakan rumus persentasi dan pengkategorian. Hasil dari penelitian ini didapat 34 (65%) responden memiliki pengetahuan kategori baik, 16 (31%) responden memiliki pengetahuan dalam kategori cukup dan ada 2 (4%) responden termasuk dalam kategori rendah
TINGKAT KEBERTERIMAAN SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KECAMATAN PADANG UTARA KOTA PADANG TERHADAP PERMAINAN VOLSCERT Alfio Restu Fernando; M. Sazeli Rifki; Endang Sepdanius
Jurnal Sporta Saintika Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Sporta Saintika Maret
Publisher : Jurusan Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sporta.v3i1.64

Abstract

Permainan volscert merupakan permainan bola besar yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sebagai permainan dalam kegiatan rekreasi. Sebagai sarana rekreasi permaian volscert perlu diperkenalkan dikalangan sekolah. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat keberterimaan siswa Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Padang Utara Kota Padang terhadap permainan volscert. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah tujuh sekolah dengan jumlah siswa 3251 siswa. Sampel dalam penelitan ini diambil dengan teknik random sampling berjumlah 118 orang siswa dari dua sekolah menengah atas. Angket yang digunakan untuk mengumpulkan data menggunakan skala likert. Data dianalisis menggunakan rumus distribusi frekuensi dalam bentuk persentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat keberterimaan siswa sekolah menengah atas di Kecamatan Padang Utara Kota Padang terhadap permainan volscert adalah baik. Hal ini ditunjukan dari data hasil penelitian dengan skor rata-rata 318.49 atau 82.72% termasuk dalam kategori baik.
PENYULUHAN DAN LATIHAN SENAM LANSIA DI PUSKESMAS BATU BASA DAN PUSKESMAS SUNGAI GERINGGING KAB. PADANG PARIAMAN apri agus; Endang Sepdanius
Jurnal Sporta Saintika Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Sporta Saintika September
Publisher : Jurusan Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sporta.v3i2.73

Abstract

Senam merupakan merupakan salah satu kegiatan untuk meningkatkan derajat kesehatan untuk semua kalangan. Senam digunakan oleh para kalangan praktisi kesehatan sebagai media preventif untuk mencegah terjadinya penurunan fungsi tubuh bagi lansia. Puskesmas Batu Basa dan puskesmas Sungai Geringging merupakan puskesmas yang aktif dalam melaksanakan kegiatan olahraga bagi para lansia. Namun, kegiatan yang dilakukan kurang bervariasi dan belum ada penekanan khusus bagi partisipan lansia dalam melaksanakan kegiatan senam. Senam lansia merupakan kegiatan olahraga yang dilakukan oleh para lansia. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penyuluhan tentang latihan senam lansia di Puskesmas Batu Basa dan puskesmas Sungai Geringging untuk memberikan pemahaman kepada para pelaksanan program kegiatan olahraga khususnya senam lansia. Metode yang digunakan adalah Training of Trainer (TOT) dengan cara memberikan materi melalui ceramah, kemudian dilanjutkan dengan prkatek lansung. Kegiatan dilakukan selama enam hari. Hasil yang didapat adalah pemahaman terhadap 1) olahraga khususnya senam lansia, 2) pentingnya tes kebugaran, 3) pelaksanaan senam lansia yang baik dan benar.
VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN TES KEMAMPUAN FOOTWORK BERBASIS ANDORID PADA OLAHRAGA BULUTANGKIS Endang Sepdanius; Hadi Pery Fajri; Andri Gemaini
Jurnal Sporta Saintika Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Sporta Saintika September
Publisher : Jurusan Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sporta.v3i2.74

Abstract

Footwork dalam bulutangkis merupakan teknik dasar yang penting dikuasai oleh pemain bulutangkis. Untuk itu pelatih perlu tahu kemampuan footwork atlet masing-msing. Kemampuan footwork tersebut bisa diketahui menggunakan alat ukur yang memiliki klasifikasi penilaian yang valid dan reliabel. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk membuat klasifikasi penilaian alat hitung footwork sebagai instrument test kemampuan footwork bagi atlet bulutangkis yang valid dan reliabel. Komponen dari alat hitung footwork ini terdiri dari aplikasi android, perangkat stimulus dan perangkat respon. Penelitian ini dilaksanakan di Sumatera Barat pada atlet bulutangkis professional dan amatir. Sample diambil pada rentang usia 17-30 tahun. Kriteria sampel adalah memiliki efisiensi gerak footwork dalam permainan bulutangkis sehingga didapat jumlah sampel sebanyka 31 orang. Data dikumpukan dengan test kemampuan footwork based android dan instrument yang digunakan oleh judgment. Criterion Validity untuk menentukan validtas instrument dan Retest Reliability digunakan untuk menentukan reliability instrument. Didapat hasil bahwa instrument memiliki nilai validitas sangat baik dengan niali r= 0,795 dan nilai reliabilitas instrument berada pada kategori lemah sampai cukup dengan nilai r=0,699.
Pelatihan Penyusunan Program Latihan Bagi Penderita Hipertensi Dan Diabetes Di Puskesmas Lapai Kota Padang Sepriadi Sepriadi; Apri Agus; Endang Sepdanius
Jurnal Berkarya Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2019): Berkarya Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Kajian Pendidikan Olahraga, Kesehatan dan Rekreasi Jurusan Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Uiveristas Negeri Padang Jl. Prof. Hamka, Air Tawar Padang 25131 Telp. 0751-7059901

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jba.v1i1.16

Abstract

The risk of injury can occur in all types of sports and is often experienced by athletes. Sports Injury is an injury to the muscular and skeletal system caused by sports activities. First Aid is emergency assistance to accident victims (sick) quickly and precisely at the scene before being evacuated to an expert person. In general, the management of sports injuries uses the principle of RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) which is always applied at the beginning of the injury before further handling. Exercising excessively and ignoring the correct rules of exercise, even bring injury that endangers himself. This wrong activity is due to heating does not meet the requirements, excessive fatigue, especially in the muscles, and wrong in doing sports movements. The most common injury cases, usually too ambitious to complete training targets or want to improve the training phase. A good coach will always pay attention to the state of the athlete from all aspects, one of which is from the physical state of the athlete. This means that the trainer knows how to manage the athlete not to get injured, and if he has an injury quickly know how to help, especially for minor injuries. However, not all coaches understand how the injury and how it helps for athletes. That is why there is a need for training in sports injuries and how to help for coaches who are expected to be used by athletes.
Standarization of Experiential Learning Facilitator in West Sumatera Endang Sepdanius; Anton Komaini; Rini Afriani
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2018, TH.XXXVII, NO.2
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.319 KB) | DOI: 10.21831/cp.v37i2.19745

Abstract

Abstract: The purpose of this research was to standardize experiential learning (EL) facilitators in outdoor activities in West Sumatera. The result of this research is expected that the EL facilitator is competent with the issuance of professional certificate by the National Agency for Profession Certification (BNSP). This research uses quantitative method with analytic descriptive approachand has been done in two stages. First, Implementation of workshop program for experiential learning facilitators and produce recommendations for workshop participants. Second, conductied a competency test of EL facilitators by the National Agency for Profession Certification (BNSP). The number of respondents was 20 facilitators from 4 providers (n=20). Data were collected using Indonesian national competence standard of tourism sector in the field of outbound / experiential learning facilitator and BNSP test. The data were processed using descriptive statistical analysis technique.  The results of the study showed that 19 participants were declared competent and 1 incompetent participant. The results of the study showed that 19 participants were declared competent and 1 participants declared incompetent by the National Agency for Profession Certification (BNSP). These results indicate that the EL workshop program resulted 19 participants have been declared competent in guiding outdoor activities using experiential learning approach.Keyword: facilitator of experiential learning, standardization, outbound training Standarisasi Pada Fasilitator Experiential Learning di Sumatera Barat Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah melakukan standarisasi pada fasilitator experiential learning (EL) dalam kegiatan outdoor di Sumatera Barat. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan untuk dikeluarkannya sertifikat profesi oleh Badan Nasional Sertifikat Profesi (BNSP) kepada fasilitator EL karena memenuhi syarat kompetensi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik dilakukan dalam dua tahap: (1) melaksanaan program workshop bagi fasilitator EL dan memberikan rekomendasi pada peserta, (2) melakukan uji kompetensi fasilitator EL oleh BNSP. Jumlah responden adalah 20 orang fasilitator dari 4 provider (n=20). Data dikumpulkan menggunakan standar kompetensi kerja nasional Indonesia sektor pariwisata bidang kepemanduan outbound/fasilitator experiential learning dan pelaksanaan test profesi oleh BNSP. Data diolah menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa 19 fasilitator dinyatakan lulus dan 1 orang dinyatakan tidak lulus oleh BNSP. Hasil ini menunjukan bahwa program workshop EL menghasilkan 19 peserta yang kompeten dalam memandu kegiatan outdoor menggunakan pendekatan experiential learning. Kata Kunci: fasilitator experiential learning, standarisasi, outbound training
MODEL AKTIVITAS REKREATIF KOMPETITIF UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN PSIKOSOSIAL DAN MEMELIHARA DAYA INGAT LANSIA Endang Sepdanius dan FX. Sugiyanto
MEDIKORA Vol 14, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.115 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v14i2.7934

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model aktivitas rekreatif kompetitifmelalui aktivitas permainan untuk meningkatkan kesehatan psikososial dan memeliharadaya ingat. Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagaiberikut: (1) tahap studi pendahuluan, (2) validasi ahli, (3) uji coba keberterimaan, (4) ujikemanfaatan. Data dikumpulkan menggunakan instrumen: (1) validasi draf awal, (2)angket observasi untuk peneliti, instruktur, dan respon lansia, (3) pedoman wawancarauntuk pretest dan posttest.Hasil penelitian dikemas dalam bentuk buku dan CD yang terdiri dari tujuh bentukpermainan. Adapun permainan tersebut yaitu: (1) permainan bola estafet, (2) permainanbola pantul, (3) permainan tepuk tangan ceria, (4) permainan lempar kok, (5) permainancocok-mencocokan, (6) permainan lingkaran jebakkan dan, (7) permainan stik berantai.Kata kunci: Pengembangan, aktivitas rekreatif komepetitif, kesehatan psikososial dandaya ingat lansia.