p-Index From 2021 - 2026
7.892
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Psikologika : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Jurnal Psikologi Journal of Educational, Health and Community Psychology Persona: Jurnal Psikologi Indonesia Jurnal Psikologi Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I) INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Jurnal Ecopsy Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia JURNAL DIVERSITA JEMA: Jurnal Ilmiah Bidang Akuntansi dan Manajemen Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Psychopolytan (Jurnal Psikologi) Psikostudia : Jurnal Psikologi Journal Psikogenesis Jurnal Psikologi : Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan Psychocentrum Review ANIMA Indonesian Psychological Journal Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Psyche 165 Journal Jurnal Transformasi Administrasi Annals of Human Resource Management Research Jurnal Humaniora dan Ilmu Pendidikan Psycho Idea Makara Human Behavior Studies in Asia Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Jurnal Indonesia Sosial Sains Eduvest - Journal of Universal Studies EcoProfit : Sustainable and Environtment Business
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL DIVERSITA

PERAN GAYA PEMECAHAN MASALAH DALAM HUBUNGAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DENGAN PERILAKU KERJA INOVATIF Setyowati, Setyowati; Etikariena, Arum
JURNAL DIVERSITA Vol 5, No 2 (2019): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.44 KB) | DOI: 10.31289/diversita.v5i2.2857

Abstract

Inovasi merupakan aspek yang memperkuat sebuah organisasi bertahan di tengah maraknya persaingan bisnis dalam menarik perhatian dan menjaga kesetiaan masyarakat. Perilaku kerja inovatif yang ditampilkan anggota organisasi inilah yang memberikan kekuatan bagi organisasi untuk terus memberikan inovasi yang terbaik. Perilaku kerja inovatif ini tidak dapat lepas dari peranan pemimpin di dalam nya. Pemimpin dengan tipe kepemimpinan transformasional memberikan ketertarikan tersendiri dalam kemampuannya mewujudkan perilaku kerja inovatif. Pemahaman kemampuan kepemimpinan transformasional dalam menumbuhkan perilaku kerja inovatif perlu memperhatikan gaya pemecahan masalah yang dimiliki anggota organisasi. Penelitian ini akan melihat apakah gaya pemecahan masalah memoderasi hubungan kepemimpinan transformasional dengan perilaku kerja inovatif. Metode penelitian menggunakan survei melalui kuesioner. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah analisis moderasi. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan di Indonesia dengan pengambilan sampel secara non-probability sampling. Jumlah sampel penelitian ini adalah 173 orang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa gaya pemecahan masalah asosiatif dan bisosiatif tidak memoderasi hubungan kepemimpinan transformasional dengan perilaku kerja inovatif. Kemungkinan penyebab menjadi diskusi dalam penelitian ini.
Hubungan Antara Sikap Pengembangan Diri Kompetitif dan Perilaku Kerja Inovatif Vina Amelia Yulianti; Arum Etikariena
Jurnal Diversita Vol 7, No 1 (2021): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v7i1.4474

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara sikap pengembangan diri kompetitif yang merupakan sikap kompetitif yang memandang kompetisi sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan diri (Ryckman, 1996) dan perilaku kerja inovatif yang didefinisikan sebagai kesatuan proses inovasi kompleks yang terdiri dari berbagai tahapan (Janssen, 2000). Untuk dapat menjadi perusahaan yang kompetitif dan inovatif, keterlibatan individu merupakan faktor yang tidak dapat dipisahkan. Sampel diambil dari 75 karyawan dari berbagai unit kerja dan jabatan di perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan dan minuman. Skala Sikap Pengembangan Diri Kompetitif ( = 0.89) yang dikembangkan oleh Ersilia (2018) digunakan untuk mengukur sikap pengembangan diri kompetitif, sedangkan Skala Perilaku Inovatif = 0.80) dari Janssen (2000) digunakan untuk mengukur perilaku kerja inovatif. Hasil analisa korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap pengembangan diri kompetitif dan perilaku kerja inovatif (r=0,60; p>0,05). Implikasi teoritis dan praktis dari hasil studi ini akan menjadi bahan diskusi selanjutnya.
Hubungan antara Sikap Kompetitif Berlebihan dan Perilaku Kerja Inovatif Dania Agusta Dwiastuti; Arum Etikariena
Jurnal Diversita Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v6i1.2734

Abstract

Globalisasi yang pesat menimbulkan dampak terhadap ketatnya persaingan yang terjadi antar perusahaan di dunia. Inovasi menjadi hal yang penting untuk dilakukan oleh perusahaan. Inovasi perusahaan dapat dilakukan oleh karyawan sehingga karyawan yang dapat melakukan inovasi menjadi sumber daya yang penting bagi organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara sikap kompetitif berlebihan dan perilaku kerja inovatif karyawan. Pengambilan data akan dilakukan kepada karyawan tetap dari perusahaan yang mengedepankan inovasi. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 53 orang yang telah menjadi karyawan tetap. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang meminta partisipan untuk mengisi kuesioner Skala Perilaku Kerja Inovatif  (α = .92) dan Skala Sikap kompetitif berlebihan (α = .74). Analisa korelasi menunjukkan bahwa sikap kompetitif berlebihan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku kerja inovatif (r=,04 n= 53, p> ,05, two-tailed). Penelitian ini mendiskusikan alasan teoritis dan metodologis yang menyebabkan hasil tersebut dan kemungkinan pengembangan riset di kemudian hari. Hasil penelitian didiskusikan sesuai tujuan penelitian. Keterbatasan dan saran diberikan untuk studi selanjutnya.
Peran Moderasi Budaya Hirarki pada Hubungan Komitmen Afektif dan Kepuasan Kerja di Institusi Pemerintahan Indonesia Madhani, Alya Aqilah; Etikariena, Arum; Maeshade, Sheila
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v11i2.15460

Abstract

Sumber daya manusia dalam sebuah organisasi salah satunya pada institusi pemerintahan, yakni Aparatur Sipil Negara (ASN) penting guna diperhatikan karena pada tingkat nasional karena termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan. Riset ini bertujuan guna mengetahui peran moderasi budaya hierarki pada hubungan komitmen afektif dan kepuasan kerja pada institusi pemerintahan. Partisipan pada riset ini ialah Aparatur Sipil Negara dengan jumlah 203 partisipan. Riset dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan pengambilan data dilakukan self-report. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik statistik PROCESS Macro Model 1 yang dikembangkan oleh Hayes. Hasil riset menunjukkan bahwasanya komitmen afektif memiliki hubungan positif dengan kepuasan kerja karyawan. Budaya Hirarki pada organisasi juga berperan signifikan sebagai moderator dalam hubungan antara komitmen afektif dan kepuasan kerja. Hasil riset menunjukkan bahwasanya budaya hirarki melemahkan hubungan positif tersebut. Hasil riset ini dapat memberi manfaat bagi praktisi psikologi dan institusi pemerintah di Indonesia mengenai budaya hierarki yang ada pada institusi tersebut dengan memberikan sumber daya lain yang dapat meningkatkan kepuasan kerja pada ASN di Indonesia.