Philipus Nugroho Hari Wibowo
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

TEKNIK QUICK CHANGE SEBAGAI DASAR PENCIPTAAN TATA BUSANA NASKAH THE DANCING PRINCESS KARYA CLAUDIA HAAS Milati, Binti Dewi; Prasetiya, Agus; Wibowo, Philipus Nugroho Hari
TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema Vol 19, No 2: September 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/tnl.v19i2.8373

Abstract

Costume is an important part of theatrical performances. Clothing is used as a character's identity and can also reflect the character's character. Quick Change is a method of changing quickly on stage. Quick Change became the basic idea in fashion creation. Script for The Dancing Princess by Claudia Haas is a script that tells the story of the lives of four princesses, who continue to dance because they are magicd by a royal adviser. Analysis of characters and settings is very necessary to create a dress. The Victorian era will be the setting for the place as well as a reference in the creation of fashion with thetechnique Quick Change. Aesthetics will be the basis of theory in the creation of fashion with thetechnique  Quick Change. The choice of shape, color, and fashion that is chosen will lead to an aesthetic value objectively. Thetechnique knock down adopted from the science of architects is also one of the methods to create clothing with thetechnique Quick Change. Quick Change is important in theater to improve productions both visually and technically.Keywords : Costume, Quick Change, Knock Down, Victorian, The Dancing Princess
Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) Sebagai Ide Penciptaan Skenario Film "-repeat." Abdi, Jeanchristy Humaniora; Wibowo, Philipus Nugroho Hari; Yuliadi, Koes
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v18i1.12293

Abstract

“-repeat.” adalah sebuah skenario film yang tercipta berdasar pada pengalaman nyata pengidap post-traumatic stress disorder (PTSD) tentang bagaimana mereka melihat dunia, bagaimana mereka menjalani hidup, dan apa yang akan mereka lakukan ketika mengalami reka ulang memori traumatis masa lalu. Skenario film ini memiliki 2 (dua) capaian kriteria seperti yang disampaikan oleh Seno Gumira Adjidarma dalam buku Layar Kata (2002), yaitu 1) kriteria fungsional, berarti sebuah skenario dapat dijadikan blueprint dalam sebuah produksi film; 2) kriteria substansial, dapat mengandung esensi atau pembelajaran yang dapat disampaikan pada khalayak ramai. Penciptaan ini disandarkan pada perspektif psikologis menggunakan pendekatan Psikoanalisis oleh Sigmund Freud. Selain itu, digunakan juga pendekatan berupa screenplay dan cinematography, dan intertekstualitas. Dengan metode proses kreatif oleh John Livingston Lowes, penulis membangun konsep awal penciptaan skenario dan menyelesaikannya dalam bentuk skenario film yang utuh. Skenario film ini diberi judul “-repeat.”, apabila diterjemahkan menjadi ‘mengulang’. Hal ini pun seiringan dengan salah satu gejala yang dimiliki oleh para pengidap post-traumatic stress disorder (PTSD) yaitu situasi dimana penderita penyakit merasa terjebak dalam trauma dan mengalami reka ulang memori traumatis. Dengan mengangkat tema psikologi, penulis menuang harapan dengan penciptaan ini dapat dimulai sebuah langkah awal bagi masyarakat luas untuk dapat memahami betapa pentingnya menjaga kesehatan jiwa.