Philipus Nugroho Hari Wibowo
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PANGGUNG TEATER DAN HEGEMONI VIRTUAL PENYESUAIAN ATAU PENCAPAIAN ESTETIK Philipus Nugroho Hari Wibowo
TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema Vol 22, No 1: Maret 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/tnl.v22i1.13810

Abstract

Kajian ini membicarakan tentang fenomena teater Virtual yang kembali marak di era covid-19. Apakah ini suatu bentuk penyesuaian, atau murni sebuah pencapaian estetis. Sebagian pelaku teater masih merasa bahwa teater virtual bukan merupakan pertunjukan teater. Karena teater virtual yang dihadirkan tidak menghadirkan pertunjukan secara live/langsung seperti halnya teater di panggung dengan sudut pandang penoton yang bisa melihat ke seluruh penjuru panggung. Metode yang digunakan dalam melakukan kajian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan- catatan, dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan. Konvensi-konvensi pada pemanggungan teater dari tradisional, modern, kontemporer hingga virtual terus mengalami pergeseran, dalam pandangan Pierre Bourdieu yang disebut doxa kemudian bergeser menjadi heterodoxa. Penggunaan kamera 360 pada pertunjukan virtual live menjadi sebuah tawaran solutif untuk menghadirkan pertunjukan virtual yang estetis.