Istiko Agus Wicaksono
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo

Published : 41 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI USAHATANI PADI (Oryza sativa L.)JAJAR LEGOWO DI KECAMATAN KUTOWINANGUN KABUPATEN KEBUMEN Pancer - Widodo; Zulfanita - -; Istiko Agus Wicaksono
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 4, No 1 (2015): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.003 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) faktor-faktor produksi yang mempengaruhi usahatani padi jajar legowo di Desa Pekunden, 2) biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan petani dari usahatani padi jajar legowo di Desa Pekunden, dan 3) kelayakan usahatani padi jajar legowo di Desa Pekunden, dan 4) efisiensi alokatif usahatani padi jajar legowo di Desa Pekunden. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan lokasi penelitian dipilih Desa Pekunden Kecamatan Kutowinangun karena Desa tersebut merupakan Desa yang memproduksi Padi jajar legowo terbesar di Kecamatan Kutowinangun. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode stratified propotional random sampling sehingga diperoleh 35 petani sampel. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi padi jajar legowo adalah luas lahan dan pupuk urea. Sedangkan faktor produksi yang tidak berpengaruh nyata terhadap produksi padi jajar legowo adalah benih, tenaga kerja, pupuk SP 36, pupuk phonska dan pestisida. Usahatani padi jajar legowo di Desa Pekunden dengan luas lahan 0,55 ha, total  biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 4.051.945,26, penerimaan total sebesar Rp 16.639.000, pendapatan sebesar Rp 14.067.925,43, keuntungan sebesar Rp 12.587.054,74 per musim tanam. Hasil analisis efisiensi alokatif, diketahui luas lahan, benih,pupuk urea, pupuk SP 36, pupuk phonska penggunaannya belum efisien. Benih dan tenaga kerja penggunaannya tidak efisien.   Kata Kunci : Padi Jajar Legowo, Faktor Produksi, Efisiensi
ANALISIS RISIKO USAHATANI PADI DI DAERAH PERBUKITAN DI DESA KRAGILAN KECAMATAN GEBANG KABUPATEN PURWOREJO Rio Saputra; Istiko Agus Wicaksono; Didik Widiyantono
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 6, No 2 (2017): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.115 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) risiko yang dihadapi petani padi di sekitar daerah perbukitan di desa Kragilan, dan bagaimana risikonya terhadap harga, produksi dan pendapatan petani, 2) persepsi petani padi terhadap risiko usahatani padi di sekitar daerah perbukitan di desa Kragilan, 3) cara petani padi dalam menghadapi risiko usahatani di daerah perbukitan di desa Kragilan.Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan lokasi penelitian dipilih di desa Kragilan kecamatan Gebang karena desa tersebut salah satu desa penghasil padi dengan produktifitas tinggi di daerah perbukitan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampel kuota sehingga di peroleh 36 petani sampel.Hasil penelitian diketahui bahwa (1) Macam-macam risiko yang dihadapi petani padi di sekitar daerah perbukitan adalah a) bencana alam (seperti longsor dan kekeringan), b) perubahan cuaca dan iklim (seperti lebih lamanya musim kemarau daripada musim hujan), c) gangguan OPT (serangan hama wereng), d) kesulitan pengolahan lahan karena tidak bisa dilalui oleh traktor, e) mencari pinjaman modal yang sulit. analisis risiko menunjukkan risiko produksi, biaya dan pendapatan risikonya rendah (2) Petani mempunyai persepsi buruk terhadap risiko Karena menganggap risiko merupakan suatu kejadian yang sangat mengganggu jalannya usahatani padi, walaupun masih ada sebagian risiko bisa dicegah dan diatasi. (3) cara yang dipilih oleh petani dalam mengendalikan risiko; a) sebelum melakukan usahatani padi petani atau mengalami risiko, petani terlebih dahulu membuat perencanaan bersama kelompok tani dan penyuluh pertanian, b) pada saat masa produksi apabila terserang hama dan penyakit petani lebih banyak memilih untuk membasmi hama dengan menggunkan pestisida yang lebih cepat dan terbukti, walaupun petani sudah mengetahui dampaknya dan c) setelah mengalami risiko, petani tetap melakukan/menyelesaikan usahataninya walaupun produksi padi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kata Kunci: Padi, Risiko Usahatani, Usahatani di Daerah Pebukitan
PARTISIPASI WANITA TANI DALAM PENGOLAHAN GULA SEMUT DI DESA HARGOROJO KECAMATAN BAGELEN KABUPATEN PURWOREJO Niken Imroatun; Istiko Agus Wicaksono; Arta Kusumaningrum
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 7, No 1 (2018): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini antara lain: (1) mengetahui tingkat partisipasi wanita tani dalam proses pengolahan gula semut, (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi wanita tani dalam proses pengolahan gula semut, (3) mengetahui pembagian kerja wanita tani dalam pengolahan gula semut. Populasi penelitian semua pengrajin gula semut di Desa Hargorojo Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo berjumlah 214 wanita tani. Sampel responden yang diteliti berjumlah 68 wanita tani yang ditentukan menggunakan tingkat kesalahan 10%. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis menggunakan regresi linier berganda dan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi wanita tani dalam pengolahan gula semut dikategorikan tinggi dengan rata-rata 46,88 atau sebanyak 57, 35%. Hal ini dikarenakan kegiatan pengolahan gula semut lebih banyak dilakukan di dapur yang merupakan tugas seorang istri/wanita tani. Faktor-faktor yang secara signifikan mempengaruhi partisipasi wanita tani dalam pengolahan gula semut adalah jumlah anggota keluarga, alokasi waktu dan perusahaan. Faktor-faktor yang tidak mempengaruhi partisipasi wanita tani dalam pengolahan gula semut adalah umur, tingkat pendidikan, motivasi, pengalaman, penyuluh pertanian dan koperasi. Pembagian kerja antara wanita tani dan petani dalam pengolahan gula semut didominasi oleh wanita tani. Kegiatan yang dilakukan wanita tani antara lain pembuatan atau pencarian kayu bakar, pemasakan nira hingga pembuatan butiran, pencucian alat produksi dan penjualan, sedangkan kegiatan yang dilakukan oleh petani adalah pencarian kayu bakar, pengambilan nira, dan penjualan. Kata kunci : gula semut, partisipasi wanita, pembagian kerja wanita.
ANALISIS PROFITABILITAS MENGGUNAKAN PENDEKATAN BREAK EVEN POINT PADA INDUSTRI TAHU (Studi Kasus Pada Industri Tahu di Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang) Elinaningsih Elinaningsih; Istiko Agus Wicaksono; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 1 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.079 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk megetahui: 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tahu, 2) Besarnya biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan dari industri tahu, 3) Kelayakan usaha dari industri tahu, 4) Nilai titik impas atau break even point dari industri tahu, 5) Profitabilitas industri tahu menggunakan analisis titik impas atau break even point, 6) Nilai tambah kedelai menjadi tahu.  Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan sampel sebanyak 29 pengrajin. Pengambilan sampel pengrajin tahu menggunakan metode simple random sampling dan sensus. Metode analisis yang digunakan adalah uji regresi linier berganda, kelayakan produksi, profitabilitas menggunakan pendekatan break even point dan nilai tambah dengan metode Hayami.   Hasil analisis faktor produksi tahu putih dan tahu kulit yang berpengaruh nyata terhadap produksi adalah jumlah kedelai, jumlah air, jumlah solar, jumlah grajen, jumlah minyak, curahan tenaga kerja, pengalaman berusaha, sedangkan jumlah manyon tidak berpengaruh secara signifikan. Rata-rata biaya total produksi tahu perbulan yaitu Rp 119.204.834,10. Rata-rata total penerimaan yaitu sebesar Rp 121.413.105,50 dan keuntungan perbulan Rp 2.208.269,32. Nilai produktivitas tenaga kerja Rp 693.402,97 lebih besar dari upah tenaga kerja, nilai produktivitas modal (    ratio) 1,87% lebih besar dari suku bunga simpanan (simpedes), nilai R/C ratio sebesar 1,02 lebih besar dari 1 sehingga industri tahu di Kecamatan Candimulyo layak diusahakan. Nilai titik impas totalitas industri tahu di kecamatan Candimulyo kabupaten Magelang sebesar Rp 103.169.684,20. Nilai BEP penerimaan tahu putih sebesar Rp 47.936.661.68 dan nilai BEP penerimaan tahu kulit yaitu Rp 55.173.072,56. Nilai margin of safety tahu putih sebesar 0,15 dan nilai margin income ratio sebesar 19,68, dengan tingkat profitabilitas dari tahu putih sebesar 2,967%. Nilai margin of safety tahu kulit yaitu sebesar 0,15 dan nilai margin income ratio sebesar 10,32, tingkat profitabilitas dari tahu kulit sebesar 1,55%. Nilai tambah produksi tahu putih yaitu Rp 3298,12. Nilai tambah untuk produksi tahu kulit sebesar Rp 3.242,59.
ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI KEDELAI DI DESA TERSIDI LOR KECAMATAN PITURUH KABUPATEN PURWOREJO Wahyu Aji Pamungkas; Istiko Agus Wicaksono; Didik Widiyantono
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 7, No 1 (2018): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.066 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) berapa biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani kedelai di Desa Tersidi Lor Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo, 2) apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani kedelai di Desa Tersidi Lor Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo. Sampel penelitian berjumlah 37 orang, ditentukan dengan mengaplikasikan rumus Yamane dengan presisi 15%. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling. Analisis data menggunakan biaya produksi dan fungsi produksi. Hasil Analisis diketahui bahwa usahatani kedelai di Desa Tersidi Lor Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo per 0,8100 ha membutuhkan rata-rata total biaya yang dikelurkan sebesar Rp 3.623.680,12 dengan penerimaan rata-rata sebesar Rp 10.473.648,65, rata-rata pendapatan sebesar Rp 8.601.160,03 dan rata-rata keuntungan sebesar Rp 6.845.385,45 per musim tanam. Faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap usahatani kedelai adalah luas lahan, benih, tenaga kerja luar keluarga, pupuk ZA dan pupuk NPK. Faktor produksi yang tidak berpengaruh nyata terhadap usahatani kedelai adalah pupuk organik dan tenaga kerja dalam keluarga. Kata Kunci : Usahatani Kedelai, Pendapatan, Faktor Produksi
ANALISIS PENGARUH EKUITAS MEREK, PROMOSI PENJUALAN DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN GETUK MAREM DI KOTA MAGELANG Mei Lestari; Istiko Agus Wicaksono; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 1 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.241 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:1) Proses produksi Getuk Marem di Kota Magelang, 2) Sistem distribusi Getuk Marem di Kota Magelang, 3) Pengaruh brand awareness, brand assosiation, brand loyalty, perceived quality, promosi dan harga secara parsial terhadap keputusan pembelian pada produk Getuk Marem di Kota Magelang,            4) Mengetahui pengaruh brand awareness, brand assosiation, brand loyalty, perceived quality, promosi penjualan, dan harga secara simultan terhadap keputusan pembelian pada produk Getuk Marem di Kota Magelang. Sampel penelitian berjumlah 100 orang, ditentukan dengan mengaplikasikan rumus Leme show dengan presisi sebesar 0,10. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan Uji kuantitatif, Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Hipotesis, Uji Penyimpangan Asumsi Klasik dan AdjustedR². Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda, ditemukan bahwa variabel brand awareness, brand assosiation, brand loyalty, persepsi kualitas, harga dan promosi penjualan dan frekuensi pembelian yaitu promosi secara bersama-sama (simultan) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda, ditemukan bahwa secara parsial atau individu, variable brand awareness, brand assosiation, brand loyalty, persepsi kualitas, harga dan frekuensi pembelian berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan variabel promosi penjualan tidak berpengaruh.
STUDI KOMPARATIF TEMPE MENGGUNAKAN KEMASAN PLASTIK DAN KEMASAN DAUN PISANG PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA TEMPE DI KABUPATEN PURWOREJO Ridha Wulan Lestari; Istiko Agus Wicaksono; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 2 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.118 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Menganalisis dan membandingkan biaya, industri rumah tangga tempe menggunakan kemasan plastik dan kemasan daun pisang (2) Menganalisis dan membandingkan pendapatan industri rumah tangga tempe menggunakan kemasan plastik dan kemasan daun pisang (3) Menganalisis dan membandingkan keuntungan industri rumah tangga tempe menggunakan kemasan plastik dan kemasan daun pisang.Hasil penelitian menunjukan: (1) terdapat perbedaan biaya industri rumah tangga tempe kemasan plastik dan daun pisang dengan thitung = 2.345 pada taraf signifikansi 10% nilai ttabel adalah 1.663. Nilai thitung> ttabel (2.345>1.663) atau p > 0,10, (2) terdapat perbedaan pendapatan industri rumah tangga tempe kemasan plastik dan daun pisang dengan thitung = 11.903 pada taraf signifikansi 10%, Nilai ttabel adalah 1.663. Nilai thitung > ttabel (11.903>1.663) atau p>0,10, (3) terdapat perbedaan keuntungan industri rumah tangga tempe kemasan plastik dan kemasan daun pisang dengan thitung = 11.097 pada taraf signifikansi 10%, Nilai ttabel adalah 1.663. Nilai thitung> ttabel (11.097>1.663) atau p>0,10.
ANALISIS INVESTASI PENGOLAHAN MINYAK NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L.) (Studi Kasus Di Unit Pengolahan Biodiesel Suryo Cipto Mandiri Desa Patutrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo) Tentrem Ridho Rahmanto; Istiko Agus Wicaksono; - - Zulfanita
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 3, No 1 (2014): Surya Agritama
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan investasi minyak nyamplung sebagai bahan baku biodiesel. Penelitian dilakukan dengan studi kasus di Unit Pengolahan Biodiesel Suryo Cipto Mandiri Desa Patutrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo. Penelitian menggunakan dasar deskriptif dengan metode pelaksanaan menggunakan studi kasus. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan pencatatan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan Pay Back Period, NPV dan Gross B/C dengan discount factor 12% dan lama investasi 3 tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pay Back Period belum tercapai, NPV negatif (Rp 432.419.215,4), dan Gross B/C adalah 0,318465463. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa Investasi Pengolahan Minyak Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) sampai tahun 2012 belum layak diusahakan karena investasi yang ditanamkan merupakan tahap percobaan. Berdasarkan asumsi bahwa dengan cost dan benefit dianggap tetap sampai tahun ke 12 Pay Back Period belum tercapai, Nilai NPV negatif                         (Rp 41.465.560,35) dan Nilai Gross B/C 0,938441375. Artinya bahwa pengolahan minyak nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) di Unit Pengolahan Biodiesel Suryo Cipto Mandiri belum layak diusahakan.   Kata Kunci: Investasi, Kelayakan Usaha, Minyak Nyamplung
ANALISIS SIKAP PETANI PADI SAWAH DALAM MENGGUNAKAN PUPUK MEREK PHONSKA DAN PUPUK MEREK PETROGANIK DI DESA BULUSPESANTREN KECAMATAN BULUSPESANTREN KABUPATEN KEBUMEN Elly Eka Wijayanti; Uswatun - Hasanah; Istiko Agus Wicaksono
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 3, No 1 (2014): Surya Agritama
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Bagaimanakah deskripsi petani padi sawah dalam menggunakan pupuk Phonska dan Petroganik. 2) Apakah atribut pupuk Phonska dan Petroganik memenuhi sifat ideal yang  diinginkan petani padi sawah di Desa Buluspesantren Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen. 3). Bagaimana sikap petani padi sawah di Desa Buluspesantren Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen terhadap berbagai atribut pupuk Phonska dan Petroganik. Metode dasar penelitian menggunakan metode deskriptif analitis. Pemilihan lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive sampling) di Desa buluspesantren Kecamatan Buluspesantren  Kabupaten Kebumen. Jumlah petani sampel sebanyak 38 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampel acak sederhana (simple random sampling) dengan cara undian. Berdasarkan hasil analisis sikap petani terhadap pupuk merek Phonska sebesar 5,8 terletak pada posisi kurang dari 13,04 artinya sikap petani terhadap pupuk merek Phonska sangat baik. Semua atribut pada pupuk merek Phonska dapat diterima petani dengan baik. Sikap petani terhadap pupuk merek Petroganik sebesar 26,4 terletak pada posisi kurang dari 33,99 artinya sikap petani terhadap pupuk merek Petroganik cukup baik. Semua atribut pada pupuk merek Petroganik dapat diterima petani dengan baik. Kata Kunci : Padi Sawah, Pupuk, Sikap Petani.
ANALISIS KLASSEN TIPOLOGY DAN SHIFT SHARE SEKTOR DAN SUBSEKTOR PERTANIAN PADA KECAMATAN DI KABUPATEN PURWOREJO Istiko Agus Wicaksono
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 1, No 1 (2012): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.242 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) laju dan tipologi sektor dan subsektor pertanian pada kecamatan-kecamatan di Kabupaten Purworejo; (2) analisis struktur pertumbuhan sektor dan subsektor pertanian pada kecamatan-kecamatan di Kabupaten Purworejo terhadap struktur sektor dan subsektor pertanian Kabupaten Purworejo.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah PDRB kecamatan-kecamatan di Kabupaten Purworejo dan PDRB Kabupaten Purworejo dari tahun 2000-2009 menurut harga konstan tahun 2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pertanian tergolong maju dan tumbuh cepat di 7 kecamatan (43,75%), subsektor tanaman bahan makanan, subsektor tanaman perkebunan, subsektor peternakan, dan subsektor perikanan di 5 kecamatan (31,25%), sedangkan subsektor kehutanan di 6 kecamatan (37,50%). Analisis shift share, sektor dan subsektor pertanian di seluruh kecamatan di Kabupaten Purworejo pergeseran ekonominya didominasi olehkomponen pertumbuhan nasional.Kata Kunci : Tipologi, Pertumbuhan, Perubahan Struktur