Istiko Agus Wicaksono
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo

Published : 41 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI PETANI TERHADAP BUDIDAYA PADI SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) DI DESA RINGGIT KECAMATAN NGOMBOL KABUPATEN PURWOREJO Priyo Utomo; Dyah Panuntun Utami; Istiko Agus Wicaksono
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 1, No 2 (2012): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.586 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah : 1) mengetahui gambaran karakteristik internal dan eksternal petani, 2) mengetahui persepsi petani terhadap metode SRI, 3) menganalisis hubungan karakteristik internal dan eksternal petani dengan persepsi petani terhadap budidaya padi sawah dengan metode SRI. Populasi penelitian adalah petani yang menerapkan metode SRI dan petani yang pernah menerapkan metode SRI dan kembali ke metode konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan sampel sebanyak 30 orang, dan menggunakan metode proportional stratified random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah rataan skor dan korelasi rank Spearman. Menurut petani yang menerapkan SRI, metode SRI memberikan keuntungan relatif, sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan petani, mudah dilihat hasilnya, namun kurang praktis.Menurut petani yang kembali ke konvensional metode SRI memberikan keuntungan relatif, tidak sesuai dengan kondisi lingkungan, kebiasaan dan kebutuhan petani, kurang praktis, dan mudah dilihat hasilnya.Hasil uji korelasi rank Spearman untuk petani yang menerapkan SRImenunjukkan bahwa karakteristik internal yang berkorelasi dengan persepsiadalah umur dengan keuntungan relatif dan tingkat kerumitan, serta pendapatan dengan tingkat kerumitan. Karakteristik eksternal yang berkorelasi dengan persepsi adalah luas lahan dengan tingkat kerumitan, dan intensitas mengikuti pelatihan dengan tingkat kesesuaian.Hasil uji korelasi rank Spearman untuk petani yang kembali kekonvensional menunjukkan bahwa karakteristik internal petani yang berkorelasi dengan persepsi adalah pendapatan dengan tingkat keuntungan relatif. Karakteristik eksternal yang berkorelasi dengan persepsi adalah luas lahan dengan keuntungan relatif.Kata Kunci : Persepsi, SRI, Karakteristik Internal dan Eksternal.
ANALISIS USAHA INDUSTRI KECIL LANTING DI KECAMATAN LOANO KABUPATEN PURWOREJO Iwan Riyanto; Istiko Agus Wicaksono; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 1 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.504 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Besarnya biaya, penerimaan, dan keuntungan industri kecil lanting di kecamatan Loano kabupaten Purworejo, 2) Kelayakan usaha industri kecil lanting di kecamatan Loano kabupaten Purworejo. Metode analisis data yang digunakan yaitu: 1) Analisis usaha untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan dan keuntungan usaha industri kecil lanting di kecamatan Loano kabupaten Purworejo.  2) Analisis kelayakan usaha untuk mengetahui layak atau tidaknya industri kecil lanting di kecamatan Loano Kabupaten Purworejo. Hasil analisis penelitian ini diketahui rata-rata biaya yang dikeluarkan industri kecil lanting di kecamatan Loano kabupaten Purworejo selama periode bulan Juni 2015 sebesar Rp18.367.240,95, penerimaan sebesar Rp20.854.519,75 dan  keuntungan sebesar Rp2.487.277,80. Penerimaan dan keuntungan usaha yang diterima tiap pemilik industri kecil lanting di kecamatan Loano berbeda-beda. Besar kecilnya penerimaan dan keuntungan usaha tersebut ditentukan oleh, besar kecilnya biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan produksi, harga jual produk, dan jumlah produk lanting yang diproduksi setiap harinya. Hasil analisis penelitian ini juga menunjukkan bahwa nilai R/C ratio pada industri kecil lanting periode bulan Juni 2015 di kecamatan Loano kabupaten Purworejo yaitu sebesar Rp 1,14. Hasil nilai R/C ratio sebesar Rp 1,14  menunjukkan bahwa usaha industri kecil lanting  di kecamatan Loano menguntungkan karena, setiap penggunaan modal sebesar Rp 1,00 akan memperoleh penerimaan sebesar Rp 1,14. Keadaan tersebut dapat diartikan juga bahwa, usaha industri kecil lanting yang ada di kecamatan Loano layak untuk diusahakan karena nilai R/C ratio >1. 
KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA KERAJINAN KESET SABUT KELAPA TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA PETANI DI KECAMATAN KLIRONG KABUPATEN KEBUMEN Slamet Saeful; Istiko Agus Wicaksono; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 1 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.385 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:, 1) faktor-faktor produksi yang mempengaruhi usaha kerajinan keset, 2) besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan usaha kerajinan keset, 3) kontribusi pendapatan usaha kerajinan keset terhadap pendapatan keluarga petani. Penelitian ini dilakukan di Desa Pandan Lor dan Desa Jeruk Agung Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Sampel penelitian ini berjumlah 26 orang yang didapat dengan menggunakan rumus Yamane dan metode proposional sampling, pengambilan sampel menggunakan teknik Snowball Sampling.  Hasil analisis diketahui bahwa faktor produksi yang terdiri dari sabut panjang, sabut pendek, tambang, ijuk, jam kerja orang, usia dan pengalaman berproduksi secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap produksi usaha kerajinan keset. Faktor produksi yang secara individu berpengaruh signifikan terhadap produksi usaha kerajinan keset adalah sabut panjang, sabut pendek, tambang, jam kerja orang, dan pengalaman sedangkan faktor produksi yang tidak signifikan secara individu adalah usia. Hasil analisis kontribusi rata-rata pendapatan usaha kerajinan keset terhadap pendapatan petani di Desa Pandan Lor dan Desa Jeruk Agung Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen terhadapa total pendapatan petani dikategorikan rendah dengan persentase (28,01%).
KEPUTUSAN PETANI MELAKUKAN BUDIDAYA PEPAYA CALIFORNIA (Carica papaya L.) DI DATARAN TINGGI DESA CEPEDAK KECAMATAN BRUNO KABUPATEN PURWOREJO Teguh Wibowo; Istiko Agus Wicaksono; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 2 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.403 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) menggambarkan karakteristik internal dan eksternal petani dalam melakukan usahatani pepaya california, 2) menganalisis hubungan karakteristik internal dan eksternal petani dengan keputusan petani untuk melakukan budidaya pepaya california, dan 3) mengetahui faktor internal dan eksternal petani yang berpengaruh terhadap keputusan petani dalam melakukan budidaya pepaya california.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan lokasi penelitian dipilih Desa Cepedak Kecamatan Bruno. Jumlah sampel penelitian 48 orang petani yang membudidayakan pepaya california.Faktor internal petani yang tidak berkorelasi dengan keputusan petani adalah umur, pendidikan non formal, pendapatan, jumlah tanaman dan biaya usaha tani. Faktor internal yang memiliki korelasi dengan keputusan petani adalah pendidikan formal dan pengalaman. Faktor eksternal yang tidak berkorelasi adalah ketersediaan sarana dan prasarana. Faktor eksternal yang berkorelasi dengan keputusan petani adalah kesesuaian dengan kondisi alam, kemudahan untuk diterapkan petani dan dukungan kelompok tani.Hasil analisis regresi menunjukkan secara bersama-sama variabel pendidikan formal, pengalaman, kesesuaian dengan alam, kemudahan diterapkan petani dan dukungan kelompok tani memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam melakukan usahatani pepaya california.
EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHA TERNAK AYAM BROILER (Gallus domesticus) DI KECAMATAN WADASLINTANG KABUPATEN WONOSOBO - - Mukhsin; Istiko Agus Wicaksono; Uswatun - Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 4, No 1 (2015): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Besarnya biaya, pendapatan, keuntungan, dan produktifitas modal dari usaha ternak ayam broiler di Kecamatan Wadaslintang, 2) Kelayakan usaha ternak ayam broiler di Kecamatan Wadaslintang berdasarkan produktivitas modalnya, 3) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi daging, dan 4) Tingkat efisiensi secara alokatif pada usaha ayam broiler di Kecamatan Wadaslintang. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan lokasi penelitian Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo karena Kecamatan Wadaslintang merupakan salah satu Kecamatan dengan jumlah ayam broiler terbanyak di Kabupaten Wonosobo. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sensus atau total sampling sehingga diperoleh 43 peternak sampel. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi daging ayam broiler adalah jumlah ternak, vaksin, dan pakan dedak. Sedangkan faktor produksi yang tidak berpengaruh nyata terhadap produksi daging ayam broiler adalah kepadatan kandang, tenaga kerja dalam keluarga, tenaga kerja luar keluarga, vitamin, obat-obatan, pakan jagung, dan pakan lain-lain. Usaha ternak ayam broiler di Kecamatan Wadaslintang rata-rata total  biaya yang dibutuhkan sebesar Rp. 8.927.929,77 dengan rata-rata penerimaan total sebesar Rp 20.653.290,70, rata-rata pendapatan sebesar Rp. 13.487.185,60, rata-rata keuntungan sebesar Rp. 11.725.360,93. Produktifitas modal π/C ratio sebesar 131,33 % artinya usaha ternak ayam broiler di Kecamatan Wadaslintang layak untuk diusahakan karena nilai π/C ratio lebih besar dari suku bunga KUR Bank BRI sebesar 1,025 %. Hasil analisis efisiensi alokatif, diketahui tenaga dalam keluarga, jumlah ayam, obat, kepadatan kandang, dan pakan lain-lain sudah efisien. Sedangkan tenaga kerja luar keluarga, vaksin, pakan dedak, dan pakan jagung  tidak efisien.     Kata Kunci : Ayam Broiler, Efisiensi, Kelayakan, Efisiensi Alokatif
ANALISIS SIKAP KONSUMEN DALAM MENGKONSUMSI SUSU KEDELAI MEREK ABC DAN SUSU SAPI MEREK FRISIAN FLAG DI KABUPATEN PURWOREJO Aviyanie Ayu N; Dyah Panuntun Utami; Istiko Agus Wicaksono
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 4, No 1 (2015): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.924 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) deskripsi konsumen dalam mengkonsumsi susu kedelai merek ABC dan susu sapi merek FRISIAN FLAG, 2) atribut produk susu kedelai merek ABC dan susu sapi merek FRISIAN FLAG yang memenuhi sifat ideal bagi konsumen, 3) sikap konsumen terhadap berbagai atribut produk susu kedelai merek ABC dan susu sapi merek FRISIAN FLAG, dan 4) faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam mengkonsumsi susu kedelai merek ABC dan susu sapi merek FRISIAN FLAG. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan lokasi penelitian dipilih karena Pasar Swalayan Laris adalah yang terbesar di Kabupaten Purworejo. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling, dengan jumlah responden 120 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang memenuhi sifat ideal menurut konsumen susu kedelai merek ABC adalah rasa dan susu sapi merek FRISIAN FLAG adalah atribut kemasan. Nilai 5,98 untuk susu kedelai dan nilai 16,65 untuk susu sapi tersebut berada pada range sangat baik. Model analisis regresi susu kedelai merek ABC LN Y = -8139Y + 0,023X1 + 0,018X2 + 0,177X3 + 0,938X4 + 0,101X5 dan Model analisis regresi susu sapi merek LN Y = -7,729Y+0,045X1+0,009X2+0,113X3+0,915X4+0,022X5. Hasil uji F susu kedelai diketahui bahwa Fhitung > Ftabel (192,150 > 2,8661) dan hasil uji F susu sapi diketahui bahwa Fhitung > Ftabel (81,785 > 2,8661). Hasil uji t pada faktor pengeluaran diketahui nilai thitung > ttabel (5,450 > 2,861) dan pada faktor pengambil keputusan nilai thitung > ttabel (2,132 > 0,688). Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap konsumsi susu kedelai merek ABC adalah pengeluaran dan pengambil keputusan. Hasil uji t pada faktor pengeluaran diketahui nilai thitung > ttabel (5,011 > 2,861). Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap konsumsi susu sapi merek FRISIAN FLAG adalah pengeluaran.   Kata Kunci : Sikap Konsumen, Susu Kedelai, Susu Sapi
STUDI KOMPARATIF USAHATANI PADI SAWAH IRIGASI DAN USAHATANI PADI SAWAH TADAH HUJAN (Studi Kasus di Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo) Eva Noviani; Uswatun Hasanah; Istiko Agus Wicaksono
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 7, No 1 (2018): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) perbedaan biaya pada usahatani padi sawah irigasi dan padi sawah tadah hujan di kecamatan Grabag kabupaten Purworejo (2) perbedaan penerimaan pada usahatani padi sawah irigasi dan padi sawah tadah hujan di kecamatan Grabag kabupaten Purworejo (3) perbedaan pendapatan pada usahatani padi sawah irigasi dan padi sawah tadah hujan di kecamatan Grabag kabupaten Purworejo (4) perbedaan keuntungan pada usahatani padi sawah irigasi dan padi sawah tadah hujan di kecamatan Grabag kabupaten Purworejo (5) faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani padi sawah irigasi di kecamatan Grabag kabupaten Purworejo (6) faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani padi sawah tadah hujan di kecamatan Grabag kabupaten Purworejo. Pengambilan sampel daerah penelitian ditentukan berdasarkan purposive sampling. Lokasi yang dipilih adalah desa Grabag mewakili usahatani padi sawah irigasi dan desa Pasaranom mewakili usahatani padi sawah tadah hujan. Populasi petani padi sawah irigasi di desa Grabag adalah 418 petani dan populasi petani padi sawah tadah hujan adalah 367 petani. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Yamane dan pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik snowball sampling. Sampel penelitian petani padi sawah irigasi adalah 41 petani dan sampel penelitian petani padi sawah tadah hujan adalah 41 petani. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, program SPSS versi 16.Analisis data menggunakan regresi linier berganda dan uji beda dua buah sampel yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan antara biaya usahatani padi sawah irigasi dan biaya usahatani padi sawah tadah hujan dengan thitung = 1,968 pada taraf signifikan 0,053 (P<0,05) (2) tidak terdapat perbedaan antara penerimaan usahatani padi sawah irigasi dan penerimaan usahatani padi sawah tadah hujan dengan thitung= -0,954 pada taraf signifikan 0,343 (P>0,05) (3) terdapat perbedaan antara pendapatan usahatani padi sawah irigasi dan pendapatan usahatani padi sawah tadah hujan dengan thitung = -1,913 pada taraf signifikan 0,059 (P<0,05) (4) terdapat perbedaan antara keuntungan usahatani padi sawah irigasi dan keuntungan usahatani padi sawah tadah hujan dengan thitung = -2,209 pada taraf signifikan 0,030 (P<0,05) (5) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani padi sawah irigasi adalah luas lahan, pupuk SP36, pupuk urea, dan pestisida antrakol (6) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani padi sawah tadah hujan adalah benih dan luas lahan. Kata Kunci : Padi, Lahan Sawah Irigasi, Lahan Sawah Tadah Hujan.
PERSEPSI PETANI TEBU TERHADAP PROGRAM PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT) (Studi Kasus di Kelompok Tani Santoso Desa Kesidan Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo) - - Admin; Istiko Agus Wicaksono; - - Zulfanita
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 1, No 2 (2012): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.698 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) gambaran karakteristikinternal dan eksternal petani; (2) persepsi petani terhadap program PHT; (3) hubungan karakteristik internal dan eksternal petani dengan persepsi petani terhadap budidaya tebu dengan program PHT. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan survey dengan teknik wawancara dan observasi.Lokasi penelitian ditentukan secara purposive, karena telah menerapkanprogram PHT sejak tahun 1985 dan merupakan salah satu sentra produksi tebu di kabupaten Purworejo. Sampel petani 29 orang diambil dari kelompok tani Santoso.Hasil penelitian menunjukkan (89,66%) petani responden mempunyaipersepsi yang baik terhadap program PHT. Petani responden yang mempunyai persepsi yang sedang sebesar (10,34%). Seluruh responden (100,00%) telah melaksanakan program pengendalian dengan penggunaan pestisida sesuai anjuran. Ada hubungan antara karakteristik internal dan eksternal petani dengan persepsi petani terhadap program PHT.Kata Kunci: Persepsi, Petani Tebu, Program Pengendalian Hama Terpadu
MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU INDUSTRI MINYAK ATSIRI DAUN CENGKEH DI KABUPATEN PURWOREJO Irin Rahmadi; Uswatun Hasanah; Istiko Agus Wicaksono
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 5, No 1 (2016): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.271 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui profil industri minyak atsiri daun cengkeh di Kabupaten Purworejo. 2) mengetahui pelaksanaan (teknik) pengendalian persediaan bahan baku pada industri minyak atsiri daun cengkeh di Kabupaten Purworejo. 3) mengetahui reorder point, frekuensi, dan total biaya persediaan bahan baku bila industri minyak atsiri daun cengkeh di Kabupaten Purworejo menerapakan kebijakan (teknik) pengendalina persediaan bahan baku. 4) perbandingan antara total biaya persediaan menggunakan kebijakan industri dengan kebijakan menggunakan metode EOQ. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengambilan sampel daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 3 industri minyak atsiri di Kabupaten Purworejo. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode EOQ. Hasil penelitian industri minyak atsiri daun cengkeh di Kabupaten Purworejo belum atau tidak mengetahui pelaksanaan (teknik) pengendalian persediaan bahan baku. Besarnya titik pemesanan (ROP) T industri 2 hari T* 7 hari. Kuantitas pemesanan menurut industri sebesar 988,03 kg, menurut metode EOQ sebesar 4316, 10 kg. Frekuensi pemesanan menurut industri sebanyak 103 kali dan berdasarkan metode EOQ sebanyak 24 kali. Total biaya persediaan berdasarkan perhitungan industri sebesar Rp 34.847.196,56 dan berdasarkan metode EOQ sebesar Rp 15.159.924,61. Teknik pengendalian persediaan bahan menggunakan metode ini industri dapat menghemat biaya sebesar Rp 19.687.271,95.
STUDI KOMPARATIF SISTEM PENJUALAN BUAH DURIAN (Durio zibethinus murr) SECARA TEBASAN DAN NON TEBASAN DI DESA SOMONGARI KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PURWOREJO Anggi Prasetyo; Istiko Agus Wicaksono; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 2, No 2 (2013): Surya Agritama
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.127 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui :1) gambaran pendapatan yang diterima petani durian dengan sistem penjualan tebasan dan non tebasan, 2) faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam memilih sistem penjualan tebasan dan non tebasan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan sampel sebanyak 37 orang, Metode pengambilan sampel menggunakan two stage cluster sampling. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear. Hasil analisis menunjukan pendapatan rata-rata petani durian dengan sistem penjualan secara tebasan adalah Rp 9.638.200,00 sedangkan pendapatan rata-rata dengan sistem non tebasan adalah Rp 16.501.039,18. Analisis regresi berganda keputusan petani menjual durian sistem tebasan menunjukkan 64,3% keputusan petani dipengaruhi oleh pengalaman bertani, tenaga kerja dalam keluarga, kebutuhan mendesak, jumlah pohon durian, dan jumlah anggota keluarga. Sisanya 35,7% dipengaruhi variabel yang tidak diteliti. Uji F menunjukkan bahwa variabel pengalaman, tenaga kerja dalam keluarga, kebutuhan mendesak, jumlah pohon dan jumlah anggota keluarga secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan petani durian melakukan penjualan dengan sistem tebasan. Hasil uji t diketahui bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani melakukan penjualan dengan sistem tebasan adalah kebutuhan mendesak, jumlah pohon dan jumlah anggota keluarga Analisis regresi berganda keputusan petani menjual durian sistem non tebasan menunjukkan 94,8% keputusan petani dipengaruhi oleh pengalaman bertani, tenaga kerja dalam keluarga, kebutuhan mendesak, jumlah pohon durian, dan jumlah anggota keluarga. Sisanya 5,2% dipengaruhi variabel yang tidak diteliti. Uji F menunjukkan bahwa pengalaman, tenaga kerja dalam keluarga, kebutuhan mendesak, jumlah pohon dan jumlah keluarga secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan petani durian melakukan penjualan dengan sistem tebasan. Hasil uji t diketahui bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani melakukan penjualan dengan sistem non tebasan adalah pengalaman dan jumlah anggota keluarga. Kata Kunci : Durian, Sistem Penjualan, Tebasan, Non Tebasan