Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENANGANAN NYERI DISMINORE PADA REMAJA PUTRI DENGAN JUS ALPUKAT DAN JUS WORTEL RINI, AGENG SEPTA; KARUBUY, MILKA ANGGRENI; HIDAYANI, HIDAYANI
Journal Of Midwifery Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disminore adalah nyeri sewaktu haid, masalah yang sering dialami oleh wanita. Menurut WHO Angka kejadian dismenore rata-rata lebih dari 50% perempuan mengalami dismenore primer. Tujuan asuhan ini untuk mengetahui Penurunan Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Di Klinik Rizky Anugerah Tahun 2023 dengan diberikan Jus Alpukat dan Jus Wortel. Metode dalam studi kasus ini menggunakan manajemen SOAP dan lembar observasi, dengan instrumen NRS. 2 Remaja Putri yang mengalami Disminore Sedang. Remaja 1 diberikan Jus Alpukat dan Remaja 2 diberikan Jus Wortel. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat skor penurunan nyeri disminore sebelum dan sesudah diberikan Jus Alpukat dan Jus Wortel, dengan Skor Pemberian Jus Alpukat dari Nyeri Sedang skor 6 menjadi Nyeri Ringan dengan skor 3, sedangkan Pemberian Jus Wortel dari Nyeri Sedang skor 6 menjadi tidak nyeri dengan skor 0. Dapat disimpulkan bahwa remaja yang mengalami nyeri disminore yang diberikan Jus Alpukat dan Jus Wortel sama-sama mengalami penurunan nyeri, namun, penurunan nyeri yang lebih cepat yaitu remaja yang diberikan Jus Wortel. Saran diharapkan remaja putri dapat menambah pengetahuannya sehingga remaja putri dapat secara mandiri untuk mengatasi nyeri menstruasinya tanpa meminum obat-obatan.
ASUHAN KEBIDANAN PENANGANAN NYERI IBU BERSALIN DENGAN NAFAS DALAM DAN PIJAT OKSITOSIN VIDAYAWATI, VIDAYAWATI; RINI, AGENG SEPTA; PUTRI, RIZKIANA
Journal Of Midwifery Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan merupakan proses pergerakan keluarnya janin, plasenta, dan membran dari dalam rahim melalui jalan lahir. Dilaporkan dari 2.700 ibu bersalin 15 % persalinan yang berlangsung dengan nyeri ringan, 35% dengan nyeri sedang, 30% dengan nyeri hebat dan 20% nyeri sangat hebat. Nyeri persalinan mulai timbul pada kala I fase laten pembukaan serviks sampai 3 cm dan fase aktif pembukaan serviks dari 4 cm sampai 10 cm. Tujuan dalam asuhan ini adalah untuk melihat penurunan nyeri persalinan Kala I dengan relaksasi nafas dalam dan pijat oksitosin. Metode dalam studi kasus ini menggunakan manajemen SOAP dan lembar observasi, dengan instrumen NRS. Asuhan diberikan kepada 2 ibu bersalin pada saat Kala I Fase Aktif. Responden 1 melakukan relaksasi nafas dalam dan responden 2 diberikan pijat oksitosin. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat skor penurunan nyeri persalinan pada Kala I Fase Aktif sebelum dan sesudah diberikan intervensi, dengan Skor metode relaksasi nafas dalam dari Nyeri Berat skor 7 menjadi Nyeri Sedang dengan skor 4, sedangkan yang diberikan pijat oksitosin dari Nyeri berat skor 7 menjadi nyeri ringan dengan skor 2. Dapat disimpulkan bahwa relaksasi nafas dalam dan pijat oksitosin sama-sama bisa menurunkan nyeri persalinan, dan yang lebih efektif adalah pemberian pijat oksitosin. Saran agar Bidan dapat memberikan asuhan kebidanan secara komplementer untuk mengurangi nyeri persalinan terutama dengan Pijat Oksitosin.
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI LEMON DAN MINUMAN JAHE TERHADAP EMESIS GRAVIDARUM DI PUSKESMAS SEKARWANGI TAHUN 2024 Fitri Nur Asniah; Ageng Septa Rini; Apriliya Nency
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 2 (2024): JSRD, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i2.534

Abstract

Emesis gravidarum yang terjadi pada kehamilan bisa menurunnya cairan elektrolit didalam tubuh ibu, sehingga terjadi hemokonsentrasi yang dapat memperlambat peredaran darah, nafsu makan menurun yang mempengaruhi tumbuh kembang janin, gangguan nutrisi, dehidrasi, kelemahan, dan penurunan berat badan. Untuk itu perlu adanya terapi yang dapat membantu untuk menurunkan mual muntah pada ibu hamil untuk mengetahui efektivitas pemberian aromaterapi lemon dengan minuman jahe terhadap mual muntah pada ibu hamil di Puskesmas Sekarwangi 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilaksanakan pada ibu hamil trimester I yang mengalami emesis gravidarum. Pada penelitian ini sampel sebanyak 2 orang dimana 1 sampel menggunakan intervensi pemberian aromaterapi lemon dan 1 sampel dengan air rebusan jahe. Penelitian dilakukan di Puskesmas Sekarwangi dan dilakukan pada bulan Juni Tahun 2024. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara non farmakologi bisa menyembuhkan emesis gravidarum ringan dengan memberikan aromaterapi diffuser lemon dan air rebusan jahe sangat efektif untuk ibu hamil yang sedang hamil pada trimester pertama.
PENGARUH PEMBERIAN PISANG AMBON DAN TABLET FE TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI PMB A KOTA SUKABUMI TAHUN 2024 Ana Yulia Safitri; Agus Santi Br. Ginting; Ageng Septa Rini
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 2 (2024): JSRD, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i2.570

Abstract

Kadar hemoglobin adalah ukuran pigmen respiratorik dalam butiran-butiran darah merah. Kekurangan hemoglobin atau nemia pada kehamilan secara umum disebabkan oleh kekurangan zat besi, vitamin B12, dan asam folat. Upaya yang dilakukan dalam pencegahan anemia ada dua yaitu non-farmakologi dengan pemberian pisang ambon dan farmakologi dengan pemberian tablet FE pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh pemberian pisang ambon dan tablet Fe terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil Trimester III dengan anemia ringan di PMB A Kota Sukabumi Tahun 2024. Metode penelitian ini yaitu Study Case Literatur Review (SCLR). Asuhan kebidanan bahwa pada responden 1 yang di berikan intervensi pisang ambon Hb awal 10,6 gr% (anemia ringan), pada hari ke-7 setelah intervensi kadar Hb mmeningkat jadi 11 gr% (tidak anemia) dan pada hari ke-14 kadar Hb menjadi 11,4gr% (tidak anemia). Responden ke 2 yang diberikan intervensi Fe, Hb awal 10,3 gr% (anemia ringan), hari ke-7 Hb meningkat jadi 10,6 gr% (anemia ringan) dan hari ke-14 mengalami peningkatan lagi menjadi 11,1 gr% (tidak anemia). Ada perbedaan waktu kenaikan kadar Hb antara yang dilakukan intervensi pisang ambon dengan yang diberikan Fe. Dengan demikian ibu hamil yang mengalami anemia ringan memiliki wawasan tentang pentingnya pemberian pisang ambon sebagai terapi tambahan pada ibu hamil dengan anemia dan dapat mengimplementasikannya di rumah. Manfaat bagi bidan dapat mengembangkan variasi menu pemberian pisang ambon dalam pencegahan anemia pada ibu hamil.