Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Ketersediaan dan Kebutuhan Air Daerah Irigasi Ameroro Kabupaten Konawe Haydir Haydir; Abdul Aman Ega; Iksan Saputra; Ahmad Syarif Sukri; Hasddin Hasddin
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 9 No. 3 (2023): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v9i3.3096

Abstract

In general, sources of agricultural irrigation in Indonesia still rely on rainwater, so the productivity of wetland agriculture, especially rice, is highly dependent on rainwater as an agricultural input. In this position, irrigation (weirs) is important in maintaining the availability of water for agricultural irrigation needs. This study aims to analyze water availability and water demand from Ameroro Irrigation. Both of these results provide information (pattern) of farmer planting. Research data comes from primary and secondary. Comparative analysis of the supply and demand for irrigation water using the Penman method and the F.J. Mock method to determine the amount of water flow from rainfall data, the hydrological characteristics of the catchment area, and evapotranspiration. The results of this study position that the construction of the Ameroro Dam has a vital role in maintaining the balance of irrigation (inflow and outflow). Maintaining this balance is at the same time the basis for irrigation engineering management efforts for agricultural activities. For farmers, those who live on or cultivate functional agricultural land A, B, and C start the planting season in May or in another month taking into account that the maximum plant growth period does not occur in the October period.
Potential Erosion in Mining, Oil Palm Plantations, and Watersheds Reforestation Areas Ahmad Syarif Sukri; M. Saripuddin; . Nasrul; Romy Talanipa
Civil Engineering Journal Vol 9, No 9 (2023): September
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2023-09-09-07

Abstract

Erosion forecasting is a complex issue generated by numerous causes, the extent of which varies based on the unique area and conditions. Changes in rainfall, land cover, and watershed function are the primary causes of increased erosion. This study aims to scrutinize the actual and potential erosion in the mining area (MA), oil palm plantations (OPP), and watersheds reforestation (WR) in Asoloe, South Konawe, Indonesia. We utilized qualitative research methods and surveys with the USLE model. MA shares the highest actual erosion with 332.30 tons/ha/year, with an average erosion of 27.69 tons/ha/year from 2011 to 2022. Meanwhile, the potential erosion is 4747.19 tons/ha/year, with an average of 395.60 tons/ha/year. In terms of current conditions, 44.6% of rainfall engenders erosion with more than 0.5 t/ha and 33.9% with more than 1 t/ha. This study successfully demonstrates that for given location and area characteristics, high amounts of rainfall and changes in land function eminently affect soil erosion and that the potential erosion changes that occur in the Asoloe watershed every year are exceptionally influenced by changes in land use and land function. Therefore, some mitigation strategies and policies must be taken to reduce the risk of future erosion. Doi: 10.28991/CEJ-2023-09-09-07 Full Text: PDF
PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT PESISIR TERHADAP DAMPAK PERUBAHAN IKLIM MELALUI MODEL ‘KAMPUNG IKLIM’ DI DESA BAJO INDAH Rudi Balaka; Edward Ngii; Adris Ade Putra; Agustan Agustan; Laode M. Golok Jaya; Sitti Nurjannah Ahmad; Tahir Azikin; Ahmad Syarif Sukri; Triantini. S. Putri; Fitriah.S Fitriah.S
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpmit.v5i1.41207

Abstract

The most obvious phenomenon of the impact of climate change in the coastal area of Bajo Indah village is seen in sea level rise, so that during high tide, sea water enters through the drainage towards the lowlands. Apart from that, another phenomenon is an increase in air temperature, strong winds, high waves and extreme rainfall. In addition, an increase in air temperature causes a decrease in the quantity of clean water, which results in a clean water crisis experienced by the coastal communities of Bajo Indah village. The dominant processes of coastal abrasion and erosion occur along the coast. This coastal area is an area that has a high vulnerability to climate change. One result is the concentration of settlements that are close to the coastline. The purpose of this service is for the community to gain knowledge about the phenomenon of climate change that is occurring so that the community knows and is able to make the necessary adaptations and mitigations to minimize the negative impacts of climate change.
PENDAMPINGAN SURVEY DAN ASESSMENT KERUSAKAN DRAINASE PADA SISI JALAN BELIMBING DAN JALAN DURIAN KELURAHAN ANDUONOHU-KOTA KENDARI Ahmad Syarif Sukri; La Ode Muhamad Nurrakhmad Arsyad; Siti Nurjanah Ahmad; Nasrul Nasrul; Muh. Thahir Azikin; Sulha Sulha; Try Sugiyarto Soepariyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpmit.v5i1.43161

Abstract

Kondisi ruas jalan Belimbing dan jalan Durian di Kelurahan Anduonohohu secara keseluruhan berada di daerah dataran dekat dengan lapangan dan perumahan, kondisi drainasenya dipengaruhi oleh faktor lingkungan setempat seperti aliran drainase, topografi, kondisi tanah, kondisi material dan kondisi beban kendaraan yang melintasi ruas jalan tersebut. Drainase jalan yang baik harus mampu mengatur debit air yang masuk kedalam saluran, sehingga laju air dapat terkendali. Untuk mengendalikan air saluran samping jalan, kemiringan melintang dan memanjang sangat berpengaruh. penampang memanjang dari saluran drainase air dapat diatur pendistribusian air dan kemana arah air dibuang. Kemudian saluran samping berfungsi untuk menampung debit air untuk didistribusikan. Tujuan dari Pendampingan survei dan assessment ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan drainase (saluran samping) di sepanjang Jalan Belimbing dan jalan Durian Kelurahan Anduonohu, juga untuk mengkaji sistem pembuangan air hujan dan air limbah masyarakat yang langsung masuk ke drainase samping jalan untuk menunjang pengembangan kebijakan tata kelola sistem drainase yang bersih dan berkesinambungan serta merekomendasikan sistem Pengelolaan dan bangunan/konstruksi drainase yang kuat, berfungsi dengan baik efektif dan efisien. Pendampingan ini menghasilkan data survey kerusakan drainase dan assessment pada sisi ruas jalan Belimbing dan jalan Durian Kelurahan Anduonohu dengan dimensi saluran drainase yang tidak seragam, konstruksi bangunan tidak sesuai dengan standar SNI dan Dep PU, kemiringan saluran drainase tidak sesuai lagi karena banyak terdapat sedimen kemudian Saluran drainase sebagian besar tersumbat yang cukup parah akibat sampah dan sedimen serta saluran drainase dibawah trotoar yang tidak memiliki inlet sehingga air menggenangi pada badan jalan.
Analisis Analisis Tingkat Pencemaran Logam Berat Nikel (Ni) Dan Seng (Zn) Di Teluk Kendari Muhammad Sulaiman; Ahmad Syarif Sukri; Fitriah
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 9 No. 3 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/medkons.v9i3.57

Abstract

Teluk Kendari, yang berdekatan dengan kawasan permukiman penduduk, menerima beban pencemaran yang terus meningkat akibat limbah rumah tangga seiring dengan pesatnya perkembangan Kota Kendari. Polutan dari limbah domestik dan industri, yang terbawa aliran sungai serta drainase perkotaan, berpotensi menyebabkan akumulasi logam berat seperti nikel (Ni) di Teluk Kendari. Penelitian ini bertujuan mengkaji tingkat pencemaran logam berat nikel (Ni) dan seng (Zn) serta dampaknya terhadap kesehatan manusia di kawasan tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kumulatif, mencakup observasi, pengumpulan sampel, pengujian laboratorium, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar seng (Zn) di dua dari tiga lokasi sampel melebihi baku mutu yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut. Konsentrasi Zn tercatat sebesar 0,0662 mg/l pada titik sampel 1 dan 0,0732 mg/l pada titik sampel 3. Sementara itu, konsentrasi nikel (Ni) di ketiga lokasi masih berada di bawah ambang batas. Dampak kesehatan dari konsentrasi logam berat Ni dan Zn tidak langsung dirasakan karena manusia tidak mengonsumsi air laut secara langsung. Namun, bioakumulasi dalam makanan laut seperti ikan dan kerang dapat menjadi perhatian jika konsentrasi logam berat meningkat seiring waktu. Paparan jangka panjang dapat memicu gangguan kesehatan kronis, termasuk gangguan sistem kekebalan tubuh, kerusakan hati dan ginjal, serta gangguan reproduksi.