Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) DITINJAU DARI PERSPEKTIF ISLAM (PENDEKATAN SURAT AL JUMUAH (62) AYAT 10 – 11) Saepudin, Encep; Syah, Wage F
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku I Bidang Ilmu Ekonomi dan Pertanian, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 September
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang dilakukan dengan membedah surat Al Jumuah (73) ayat 10 dan 11 dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bertujuan untuk mencari kaitan antara isu implementasi MEA ditinjau dari perspektif surat Al Jumuah (73) ayat 10 dan 11. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada surat Al Jumuah ayat 10 dan 11 memang kita akan menemukan kata al farasy (hamparan), ardha (bumi), rizqi (rezeki), tabtaghu (supaya kamu mencari), min fadhillah (rezeki dari Allah), dan fantasyiru (maka bertebaranlah kamu). Secara umum, Allah SWT  menggambarkan pada manusia bahwa bumi itu adalah hamparan yang sangat luas dan disanalah terdapat karunia Allah SWT yang dapat digali dan dikelola untuk kemaslahatan manusia dan makhluk hidup lainnya.  Berkaitan dengan isu implementasi MEA pada Desember 2015 bukan sesuatu yang perlu ditakuti bagi umat Islam di Asia Tenggara karena ini suatu keniscayaan. Sebab pergeseran geopolitik dan geoekonomi sebenarnya sudah diingatkan Allah SWT dalam gambaran al farasy (hamparan) di bumi. Bahwa bentuk hamparan itu adalah MEA seperti yang terjadi pada akhir 2015.  Kata Kunci : MEA, Karunia, Rezeki
Pelatihan Peningkatan Kompetensi Diri Hadapi Mea Bagi Siswa Smk Muhammadiyah 1 Ajibarang Encep Saepudin; Putri Dwi Cahyani; Makhrus M
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 17, No. 1, Maret 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.227 KB) | DOI: 10.30595/islamadina.v0i0.1818

Abstract

Penerapan ipteks bagi masyarakat dengan judul ”Pelatihan Peningkatan Kompetensi Diri Hadapi MEA Bagi Siswa SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang” mempunyai tujuan : 1) memberikan pemahaman dan wawasan yang komprehensif mengenai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA); 2) memberikan pemahaman dan wawasan mengenai peluang dan tantangan MEA; 3) memberikan pemahaman dan wawasan mengenai keterampilan yang dibutuhkan untuk memenangkan persaingan saat menghadapi peluang dan tantangan MEA; 4) mengubah persepsi para siswa mengenai mengenai cita-cita pekerjaan bahwa peluang mendapatkan pekerjaan terhampar luas sehingga tidak perlu dibatasi.Kegiatan ini diikuti oleh 960 peserta yang merupakan siswa kelas X, XI, dan XII SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang. Kegiatan ini diselenggarakan dengan cara memberikan materi dilanjutkan dengan tanya jawab dan kiat-kiat meningkatkan potensi diri sesuai dengan bakat dan minat (Bakmi) siswa.Kegiatan ini menghasilkan hasil yang positif karena peserta akan bertambah pengetahuan dan wawasannya mengenai MEA, hal tersebut dibuktikan dari hasil wawancara dengan sebagian peserta sehingga mereka menyatakan siap untuk menghadapi MEA pada awal tahun 2016 nanti sesuai dengan bakat dan minatnya. 
Model Produktivitas Kerja Ditinjau dari Perspektif Al Quran Encep Saepudin; Mintaraga Eman Surya
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 18, No. 1, Maret 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.583 KB) | DOI: 10.30595/islamadina.v0i0.1529

Abstract

Produktivitas adalah faktor mendasar yang mempengaruhi kemampuan bersaing dalam industri. Salah satu ukuran pencapaian produktivitas dan elemen paling strategis pada suatu organisasi adalah produktivitas tenaga kerja. Dengan demikian, tenaga kerja merupakan faktor penting dalam mengukur produktivitas karena tenaga kerja menyerap biaya produksi paling besar dan nominal modal. Beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas adalah pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), kemampuan (abilities), sikap (attitudes), dan tingkah laku (behaviour).Penelitian ini mengungkapkan bahwa dunia ini sudah menyiapkan sumberdaya yang dibutuhkan makhluk hidup (manusia, hewan, dan tumbuhan) dalam bentuk potensi sehingga harus diolah dulu sebelum dapat dipetik manfaatnya. Manusia adalah makhluk berpikir sehingga mampu mengolah sumberdaya itu dengan baik, dimana kuantitas dan kualitas olahannya sangat bergantung dari produktivitasnya. Dalam penelitian ini mempergunakan pendekatan makna yang terkandung dalam QS An Nahl : 65-69, bagaimana lebah menghasilkan madu yang berguna bagi makhluk hidup dengan sumberdaya yang berasal dari sumber yang baik
Strategi Pemasaran Perbankan Syariah di Banyumas Encep Saepudin; Safitri Mukarromah
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 19, No. 2, September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.936 KB) | DOI: 10.30595/islamadina.v19i2.3449

Abstract

Kesimpulan dari penelitian ini adalah Bank Muamalat Indonesia (BMI), Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank Jateng Syariah, Bank BRI Syariah, dan Bank BNI Syariah tidak memasang iklan di koran Radar Banyumas dan Satelit Post selama periode November 2016 sampai dengan Februari 2017. Penelitian menemukan berita Bank BSM, Bank BRI Syariah, Bank BNI Syariah, dan Bank Jateng Syariah selama bulan Februari 2017. Pemberitaan ini cukup mendukung publikasi bank-bank syariah bersangkutan pada masyarakat. Disarankan bank-bank syariah yang beroperasi di Banyumas menjalin kerjasama untuk memasang iklan bersama di koran agar makin dikenal masyarakat Banyumas. 
DAMPAK PELAKSANAAN MEA TERHADAP KOPERASI DI INDONESIA Encep Saepudin
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume XIII, Nomor 2, Juli 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.303 KB) | DOI: 10.30595/islamadina.v0i0.1676

Abstract

Kawasan Asia Tenggara  akan  memberlakukan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau Economic Asean Community (AEC) pada tahun 2015. Pembentukan kawasan ini bertujuan membuka pasar bagi negara-negara anggota Asean berbasis produksi dengan pembebasan pada arus barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil, dan modal.Koperasi di Indonesia merupakan salah satu badan usaha yang akan memasuki iklim kompetisi yang sangat ketat itu.  Jumlah koperasi sebanyak 203.701 unit dengan 35 juta anggota.  Secara kualitas, koperasi masih menyimpan banyak permasalahan  pada beberapa aspek, yaitu aspek organisasi, aspek manajemen, aspek produktivitas, dan aspek manfaat dan dampak.  Bila ini dibiarkan terus maka keberadaannya akan menjadi pelaku usaha pinggiran (marginal) dalam MEA nanti.Pembenahannya perlu dirintis sejak sekarang dengan penuh komitmen dan berkesinambungan dengan merujuk pada  Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia Nomor 06/Per/M.KUKM/V/2006 tanggal 1 Mei 2006 tentang Pedoman Penilaian Koperasi Berprestasi/Koperasi Award. Peraturan ini sudah cukup menjadi acuan apa yang harus koperasi lakukan akan dapat eksis di era perdagangan bebas tingkat kawasan Asia Tenggara.
Implementasi Pembiayaan Akad Salam kepada Petani Kacang Tanah dan Ubi Kayu di Banyumas Encep Saepudin
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 22, No. 2, September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/islamadina.v22i2.9726

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyaluran pembiayaan pada usahatani kacang tanah dan ubi kayu dengan mempergunakan akad salam. Metode penelitiannya menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan cara wawancara bersama bank syariah, petani kacang tanah dan ubi, serta tenaga penyuluh pertanian dengan lokasi penelitian di Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian adalah usahatani kacang tanah dan ubi kayu masih dalam bentuk usahatani keluarga karena pengelolaannya masih tradisional, belum berbadan hukum, modal terbatas, dan pemanfaatan hasil masih untuk pemenuhan kebutuhan keluarga. Usahatani mengandung risiko sangat tinggi karena masih mengandalkan alam, harga komoditas yang fluktuatif. Perbankan syariah di Banyumas Raya belum menyalurkan pembiayan dengan akad salam karena belum memahami tataniaganya dan sebagian bank syariah sedang melakukan kajian pembiayaan akad salam.
Strategi Mempersempit Ruang Gerak Rentenir Melalui Kelompok Masyarakat Berbasis Modal Sosial (Studi Kasus di Kampung Rahayu Purwokerto) Encep Saepudin; Putri Dwi Cahyani
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 17, No. 2, Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.762 KB) | DOI: 10.30595/islamadina.v0i0.1326

Abstract

Rentenir menjadi sumber meminjam uang bagi kelompok masyarakat miskin, termasuk di Desa Karanglesem, Purwokerto, atau yang dikenal dengan Kampung Rahayu. Pinjaman tersebut dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan memenuhi gaya hidupnya, seperti memiliki televisi, telepon selular, dan motor. Guna mendapatkan uang untuk mencicil pinjaman itu, mereka memperolehnya dari hasil ‘bekerja’ sebagai pekerja jalanan, yaitu pengemis dan pengamen jalanan. Mereka mengerahkan anak-anaknya untuk turut bekerja dan melarangnya sekolah sehingga mereka terperangkap pada kemiskinan. Kemiskinan ini membuatnya ketergantungan pada rentenir. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ketergantungan mereka pada rentenir bukan sekadar faktor ekonomi, namun pola pikir (mindset) yang hedonistik turut melanggengkan ketergantunganya pada rentenir. Karena itu, pola pelepasannya dari ketergantungan itu harus melibatkan banyak pihak dan bersatu dalam satu kelompok masyarakat. Kelompok ini bertugas memberikan pelatihan keterampilan, mengubah pola pikir, mengembalikan fungsi keluarga, serta memutus rantai rentenir.
ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAN PREDIKSI TINGKAT KESEHATAN BANK PADA BERBAGAI BANK UMUM SYARIAH DEVISA DI INDONESIA (DENGAN PENDEKATAN PBI NO.9/1/PBI/2007) Putri Dwi Cahyani; Encep Saepudin
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume XIV, Nomor 1, Maret 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.589 KB) | DOI: 10.30595/islamadina.v0i0.1667

Abstract

Jumlah bank umum syariah (BUS) dalam industri perbankan syariah bertambah pesat dalam dua dekade terakhir. Penambahan ini akan membuat persaingan makin ketat dan akan berpengaruh pada kinerjanya.  Hasil penelitian kinerja BMI, BSM, Bank BNI  Syariah, dan Bank Mega Syariah berdasarkan  rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) ditemukan bahwa  rata-rata modal  BMI,  BSM, Bank BNI Syariah, dan Bank Mega Syariahberada lebih tinggi dari ketentuan sehingga nasabah merasa aman untuk menitipkan dananya di keempat bank tersebut.  Berdasarkan rasio KAP,  Bank BNI Syariah dan BMI memiliki peringkat 3  yang berarti kualitas aset cukup baik, tapi harus terus ditingkatkan agar tidak mengalami penurunan.  BSM dan Bank Mega Syariah dalam peringkat 4 yang mencerminkan bank memiliki kualitas aset kurang baik dan diperkirakan akan mengancam kelangsungan hidup bank bila tidak dilakukan perbaikan secara mendasar.  Berdasarkan rasio  NOM, maka  Bank Mega Syariah, BNISyariah, BSM dan BMI naik dari tahun ke tahun dengan peringkat 1. Kemampuan Bank BNI syariah, BSM, BMI dan Bank Mega Syariah berdasarkan rasio MR mengindikasikan  ke empat bank syariah tersebut mencerminkan risiko sangat rendah, dan penerapan manajemen risiko pasar efektif dan konsisten.Dari rasio keuangan selama tiga periode pengamatan ini mencerminkan bahwa kondisi keuangan Bank BNI Syariah, BSM, BMI, dan Bank Mega Syariah tergolong baik dan sehat dalam mendukung perkembangan usaha dan mampu mengantisipasi perubahan kondisi perekonomian dan industri keuangan
Ekosistem Industri Halal Encep Saepudin
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 5 (2022): Proceedings of Sharia Economic Law Faculty of Islamic Religion Universitas Muhammadiy
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v5i.420

Abstract

Ekosistem Industri Halal
Pandangan Hukum Islam Terhadap Ganti Rugi dalam Pengadaan Tanah yang Dipergunakan untuk Kepentingan Umum Lidia Fathaniyah; Istianah Istianah; Wage Wage; Encep Saepudin
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 5 (2022): Proceedings of Sharia Economic Law Faculty of Islamic Religion Universitas Muhammadiy
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v5i.424

Abstract

This article examines the view of Islamic law on compensation in land acquisition for the public interest. This research was conducted to find out how Islamic law views compensation in land acquisition for the public interest. The method used is literature research method with a normative juridical approach, namely by examining Islamic law related to the theme and examining various literatures that have a relationship with the theme under study. Compensation in land acquisition is an important thing because usually other parties will force their will to continue to carry out land acquisition even though the land authority does not agree with it on the grounds that the compensation is not equal to the value of the land and sometimes there is no agreement between the parties concerned and the matter it will create a loss problem. The result of this study based on the Qur’an, the prophet’s message and the MUI fatwa are that the view of Islamic law on compensation in land acquisition for the public interest is permissible on the condition that it is in accordance with Islamic law by way of deliberation and determining an appropriate and reasonable price. After an agreement is made, then the transfer of property rights, this transfer is through the process of buying and selling, waqf, and exchange.