Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Menelususi Grit Mahasiswa Berdasarkan Pola Asuh dan Jenis Kelamin Setianingrum, Margaretta Erna; Kelly, Estalita; Aulia, Lailatuzzahro Al-Akhda
ILMU PSIKOLOGI Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v12i1.6134

Abstract

Grit sangat penting untuk keberhasilan akademik dan pengembangan diri karena membantu mahasiswa tetap fokus dan bertahan menghadapi tantangan, seperti tekanan akademik, ujian sulit, dan kegagalan. Kurangnya grit dapat berdampak serius, seperti mudah putus asa, stres, kehilangan motivasi, penurunan prestasi akademik, hingga berisiko putus kuliah. Tingkat grit seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola asuh dan jenis kelamin. Penelitian tentang grit mahasiswa berdasarkan pola asuh dan jenis kelamin penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan akademik dan keberhasilan mahasiswa. Tujuan penelitian untuk menyelidiki pengaruh pola asuh dan jenis kelamin terhadap grit mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel sebanyak 250 orang, diambil dengan teknik sampling stratified. Pengumpulan data menggunakan skala grit dan skala pola asuh. Data dianalisis dengan two-way anova. Hasil penelitian menemukan bahwa ada pengaruh pola asuh terhadap grit, kemudian ada pengaruh jenis kelamin terhadap grit, dan selanjutnya ada pengaruh interaksi pola asuh dan jenis kelamin terhadap grit mahasiswa.
Prososialitas Efisien: Manifestasi Norma Sosial dalam Interaksi Mikro Transportasi Publik di Asia Tenggara Arinal Chusnah; Estalita Kelly; Lailatuzzahro Al-Akhda Aulia
Sultan Idris Journal of Psychology and Education Vol. 5 No. 2 (2026): Sultan Idris Journal of Psychology and Education
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/sijope.v5i2.13223

Abstract

This study aims to investigate how social norms and prosocial behaviors are manifested in microinteractions in urban transit spaces in Southeast Asia. The study used a naturalistic observational qualitative approach in Jakarta, Kuala Lumpur, and Singapore, focusing on interactions in GrabCar, conventional taxis, and MRT modes. Data were obtained through observation records of 13 episodes of micro-interactions and analyzed using Reflexive Thematic Analysis (RTA). The research findings identify efficient prosociality as a category of data-driven analytics, rather than a new stand-alone theory. This concept refers to the specific form of helping behavior in urban transit spaces, namely fast, concise, function-oriented assistance, minimal verbal affective elaboration, and sensitive to time pressure and public space norms. The results showed that assistance in transit space emerged through greetings, brief conversations, navigational assistance, offers of photo assistance, and instrumental responses to situational needs. These findings show that the lack of verbal interaction does not necessarily reflect low social awareness, but can be a form of prosocial adaptation to the rhythm of urban mobility. This research emphasizes the role of civil inattention, social norms, and infrastructure design in shaping prosociality dynamics in contemporary public mobility spaces.
The Moderating Role of Self-Regulation in the Relationship between Social Support and Academic Resilience among Indonesian Students Estalita Kelly; Lailatuzzahro Al-Akhda Aulia; Aizun Riski Safitri
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 15 No. 01 (2026): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v15i01.1879

Abstract

Academic resilience among Indonesian students remains low to moderate, and social support is widely recognized as an important protective resource. However, the strength of its association with academic resilience may vary depending on students’ internal capacities. Prior work has largely cast self-regulation as a mediator, leaving its potential moderating role in the social support–academic resilience link underexamined, particularly in Indonesian samples. This study examined that association and tested whether self-regulation moderates it. Using an explanatory correlational design, we surveyed 220 students in Pasuruan, East Java, recruited through purposive sampling, with data collected online via three adapted instruments: the Academic Resilience Scale (ARS-30; α = .80), the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS; α = .82), and the Self-Regulated Learning Questionnaire (SRLQ; α = .85). Data were analyzed using moderated regression analysis with mean-centered predictors. Social support was a significant positive predictor of academic resilience (R² = .525, p < .001). Self-regulation added a small independent contribution (ΔR² = .025, p = .001), whereas the social support × self-regulation interaction added a substantially larger one (ΔR² = .095, p < .001). Simple slopes analysis revealed that the positive association between social support and academic resilience was strongest among students with low self-regulation and became weaker as self-regulation increased. These findings indicate that self-regulation functions as a compensatory internal resource that reduces students’ reliance on social support in maintaining academic resilience. The study highlights the importance of strengthening both supportive educational environments and students’ self-regulatory capacities to promote academic resilience in higher education
Pengaruh Cognitive Appraisal Terhadap Regulasi Emosi Pada Santri Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan Chusnul Khotimah; Estalita Kelly
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.1966

Abstract

Regulasi emosi merupakan kemampuan psikologis yang penting bagi santri dalam menghadapi berbagai tuntutan kehidupan di lingkungan pesantren. Kemampuan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah cognitive appraisal, yaitu proses individu dalam menilai dan memaknai suatu situasi sebelum memberikan respons emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cognitive appraisal terhadap regulasi emosi pada santri Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Populasi penelitian berjumlah 350 santri dengan sampel sebanyak 187 responden yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala cognitive appraisal dan skala regulasi emosi yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cognitive appraisal berpengaruh positif dan signifikan terhadap regulasi emosi (R = 0,714; p < 0,001) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,510. Hal ini menunjukkan bahwa cognitive appraisal memberikan kontribusi sebesar 51% terhadap regulasi emosi santri, sedangkan 49% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin adaptif kemampuan santri dalam memaknai suatu situasi, semakin baik pula kemampuan mereka dalam mengelola emosinya.
Dukungan Keluarga dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Lailatuzzahro Al-Akhda Aulia; Estalita Kelly; Ahmad Sarifudin Zuhri
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.8558

Abstract

Education has a very important role for the advancement of a nation. The pandemic period that occurred had an impact on all aspects of life, one of them in education. It is undeniable that the online learning system implemented has an impact on student learning motivation. Learning motivation will provide enthusiasm so the student will be know the direction of learning. The phenomenon of low learning motivation which is increasing during pandemic has finally become important to discuss. The purpose of this research is to determine the role of family support on student’s learning motivation during pandemic. The research method is quantitative method. The research variables were measured using psychological scale, there is learning motivation scale consists of 26  items with a reliability coefficient of  0,743 and family support scale consists of 30 items with a reliability of 0,880. The research subjects were 75 respondents who were taken using the accidental sampling technique. The data obtained were analyzed using simple regression analysis. Data analysis results showed F = 14,339 with p = 0,00 which means that there is a role of family support on students’ learning motivation, with a contribution of 16,4%. Coefficient of regression is positive, so it can be concluded that family support has a positive effect on increasing learning motivation.Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa. Masa pandemi yang terjadi memberikan dampak pada seluruh aspek kehidupan, salah satunya dalam pendidikan. Tidak dapat dipungkiri jika sistem pembelajaran daring yang diterapkan memberikan dampak kepada motivasi belajar siswa. Adanya motivasi akan memberikan semangat sehingga siswa akan mengetahui arah belajar. Fenomena motivasi belajar rendah yang semakin meningkat di masa pandemi ini pada akhirnya menjadi penting untuk dibahas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peran dukungan keluarga terhadap motivasi belajar siswa di masa pademi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Variabel penelitian diukur dengan menggunakan skala psikologi yaitu skala motivasi belajar yang berjumlah 26 aitem dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,743 dan skala dukungan keluarga yang berjumlah 30 aitem dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,880. Subjek penelitian adalah 75 responden yang diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil analisa data menunjukkan F = 14,339 dengan p = 0,000, artinya ada peran dukungan keluarga dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, dengan sumbangan sebesar 16,4%. Koefisien korelasi bernilai positif, dapat disimpulkan jika dukungan keluarga memberikan pengaruh secara positif dalam meningkatkan motivasi belajar.
The Role of Fear of Failure and Self-Efficacy in Student Engagement among Indonesian University Students: A Predictive-Correlational Study Lailatuzzahro A. Aulia; Estalita Kelly; Arinal Chusnah; Aizun Riski Safitri; Indasah Indasah
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 15 No. 02 (2026): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v15i02.2135

Abstract

This study examined the effects of fear of failure and self-efficacy on student engagement among undergraduate students at a private university in East Java, Indonesia. A quantitative predictive-correlational design was employed with 215 undergraduates (155 female, 60 male; age M = 20.4, SD = 1.38) recruited through purposive sampling. Data were collected using three self-report scales: the Student Engagement Scale (28 items; α = .887) based on Fredricks et al. (2004), the Fear of Failure Scale (26 items; α = .891) based on Conroy (2001), and the General Self-Efficacy Scale (Schwarzer & Jerusalem, 1995; 10 items; α = .908). Multiple linear regression analysis revealed that fear of failure had a significant negative effect on student engagement (β = −.757, p < .001) and emerged as the dominant predictor. In contrast, self-efficacy exerted a smaller but statistically significant positive effect (β = .100, p = .023). Together, both predictors accounted for 60.1% of the variance in student engagement (Adjusted R² = .601; F(2, 212) = 163.359, p < .001). Fear of failure was thus the dominant predictor, with a substantially larger standardized coefficient and a considerably greater share of unique variance than self-efficacy. Because the design was cross-sectional and all constructs were measured through self-report at a single time point, these findings should be interpreted as associations rather than causal effects. The results tentatively suggest that, in this context, reducing evaluative threat may warrant as much attention as strengthening confidence when designing academic environments that foster student engagement