Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pemetaan Objek Wisata Desa Pandanrejo Kota Batu Berbasis Geographic Information System (GIS) Nila Restu Wardani; Achmad Maulana Malik Jamil
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 5 No. 2 (2020): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v5i2.4794

Abstract

Abstrak: Desa Pandanrejo merupakan desa wisata di Kecamatan Bumiaji Kota Wisata Batu. Tujuan penelitian yaitu memetakan sembilan objek wisata menggunakan aplikasi Arc. GIS 3.3. Pemetaan ini berguna untuk memberikan informasi kepada wisatawan tentang data spasial objek dan daya tarik wisata. Metode yang digunakan adalah survei dengan menetukan titik koordinat setiap objek wisata. Selanjutnya titik koordinat dijadikan input data pada aplikasi Arc.GIS 3.3. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara observasi langsung ke objek wisata. Pengumpulan data sekunder meliputi Citra Quickbird Desa Pandanrejo, serta Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI). Analisis data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil pemetaan objek wisata di Desa Pandanrejo, maka ada sembilan objek wisata diantaranya: enam objek wisata alam dan tiga objek wisata budaya. Kesembilan objek wisata ini tersebar di empat dusun. Masing-masing objek wisata memiliki daya tarik wisata tersendiri berupa keindahan alam dan keunikan budaya. Abstract: Pandanrejo Village is a tourism village in Bumiaji District, Batu Tourism City. The purpose of this study is to map nine tourism destination using the Arc. GIS 3.3 application. This mapping is useful to provide information to tourists about the spatial data of tourism destination. The study used survey method by determining the coordinates of each tourism destination. Furthermore, the coordinates are used as input data in the Arc.GIS 3.3 application. Primary data collection by direct observation to tourism destination. Secondary data collection are the Quickbird Image of Pandanrejo Village, as well as the Rupa Bumi Indonesia(RBI) map. Data analysis was performed descriptively. Based on the results of the mapping of attractions in the village of Pandanrejo, there are nine tourism destination: six natural tourism destination and three cultural tourism destination. These nine attractions are scattered in four hamlets. The tourism destination has its own tourist of natural beauty and cultural uniqueness.
PERANAN PRODUK DUPA SETENGAH JADI KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG BAGI MASYARAKAT PULAU BALI Ninik Indawati; Mohammad Ahsan; Sri Umi Mintarti; Nila Restu Wardani
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2018 "Inovasi IPTEKS untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.933 KB)

Abstract

Mata pencarian masyarakat desa Dalisodo sebagai pelaku usaha perlu ditingkatkan. Jumlah penduduk desa Dalisodo 2065 KK terdapat 654 KK pengrajin biting dupa dan 10 pelaku usaha dupa, hasil identifikasi kependudukan dan monitoring terhadap permasalahan yang ada oleh tim pengabdi di tahun kedua (2017), bahwa volume pengiriman dupa semakin pesat, setidaknya sekali pengiriman sebanyak 6 ton dan seminggu dua kali pengiriman. Pengiriman yang utama adalah kota Bali karena masyarakat Bali selalu menggunakan dupa sebagai ritualnya, dan kota Bali sangat tergantung dengan dupa setengah jadi dari kota Malang, karena ketika pengiriman terhambat maka akan terganggu kebutuhan dupa untuk kegiatan ritualnya. Dupa yang dikirim ke kota Bali adalah dupa setengah jadi yang belum harum, sehingga dupa sesampai di kota Bali diberi pewangi agar harum, dikemas dan selanjutnya siap untuk dipasarkan.  Sesuai temuan masalah yang ada, maka hal tersebut menjadi program kerja tim pengabdi Pada tahun 2017. Metode yang diterapkan dalam pelaksanaan program peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai temuan adalah : 1) pelatihan pengembangan produk jadi dupa wangi, 2) penataan label, 3) pendampingan hak cipta loga dupa wangi, 4) pelatihan pemasaran online dan offline, dan 5) pembuatan company profile. Hasil yang dicapai pada program yang telah berjalan menunjukkan peningkatan pengetahuan pelaku usaha sangat tinggi. Pemahaman khalayak sasaran terhadap proses pelaksanaan kegiatan pelatihan khususnya saat pewangian dupa sangat meningkat.  Penerapan percontohan ipteks telah berhasil dilakukan oleh alah satu pelaku usaha dengan melakukan produksi dupa wangi dan dipasarkan. Program Kemitraan Wilayah ini telah berjalan dengan baik, sesuai program yang telah ditetapkan.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS BITING DAN DUPA DI KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG Ninik Indawati; Nila Restu Wardani; Yuli Ifana Sari
SNHRP Vol. 3 (2021): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 3 Tahun 2021
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.232 KB)

Abstract

Desa Dalisodo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang sangat potensial dalam mengembangkan usaha biting dan dupa, yang mayoritas masih diproduksi secara manual. Permintaan terhadap produk biting dan dupa dari Bali dan Lombok sangat tinggi. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan produktivitas dupa dengan menggunakan mesin gesek dan mesin mixer. Metode pelaksanaan melalui tahapan identifikasi dan klasifikasi jenis usaha, pelatihan, serta monitoring dan pendampingan yang dilakukan setelah pelaksanaan pelatihan. Hasil kegiatan pengabdian bahwa produktivitas biting sebagai bahan pembuatan dupa meningkat setelah menggunakan mesin gesek yaitu 140%, sebelum menggunakan mesin gesek hanya 5 kg/hari dan setelah menggunakan mesin gesek meningkat menjadi 12 kg/hari. Produktivitas dupa secara manual hanya 7 kg/hari dan setelah menggunakan mesin mixer meningkat menjadi 20 kg/hari. Sasaran kegiatan pengabdian tercapai dengan adanya teknologi, pelatihan dan pendampingan, pendapatan masyarakat mengalami peningkatan secara kuantitas dan kualitas produk untuk dipasarkan.
Peningkatan Produktivitas Biting, Dupa, Dan Sayur Organik Di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang Ninik Indawati; Endi Sarwoko; Sri Umi Mintarti W; Nila Restu Wardani
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.273 KB) | DOI: 10.33366/japi.v3i1.714

Abstract

Desa Dalisodo dan Pandanrejo berada di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang sangat potensial dalam mengembangkan usaha biting dan dupa, yang mayoritas masih diproduksi secara manual. Permintaan terhadap produk biting dan dupa dari Pulau Bali dan Lombok sangat tinggi. Metode pelaksanaan melalui tahapan identifikasi dan pengelompokan jenis usaha di desa Dalisodo dan desa Pandanrejo, manajemen usaha, pengemasan, pemasaran, administrasi keuangan, dan perpajakan, sosialisasi kebersihan lingkungan, serta pelatihan pertanian organik bagi masyarakat petani, praktik menanam tanaman sayur organik sampai pada panennya, serta monitoring dan pendampingan yang dilakukan setelah pelaksanaan pelatihan. Hasil disampaikan bahwa produktivitas biting sebagai bahan pembuatan dupa meningkat setelah menggunakan mesin gesek yaitu 140 %, sebelum menggunakan mesin gesek hanya 5 kg/hari dan setelah menggunakan mesin gesek meningkat menjadi 12 kg/hari. Produktivitas dupa secara manual hanya 7 kg/hari dan setelah menggunakan mesin mixer meningkat menjadi 20 kg/hari. Sayur organik yang dikembangkan yaitu bayam merah, bayam hijau, selat, kecai, cabai, tomat, terong, sawi. Tim pengabdi telah berkoordinasi dengan perangkat desa, kantor dinas koperasi, usaha mikro kabupaten Malang, sasaran program tim pengabdi tercapai, pendapatan masyarakat mengalami peningkatan kuantitas dan kualitas produk untuk dipasarkan serta tanaman organik menjadi salah satu budidaya masyarakat untuk dikonsumsi sebagai makanan sehat dalam keluarga, dan nantinya menjadi desa wisata.
Penerapan Good Agriculture Practices (GAP) dalam Pascapanen Kopi di Desa Giripurno Kecamatan Bumiaji Kota Batu Dwi Fauzia Putra; Agung Suprianto; Nila Restu Wardani
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v6i1.1006

Abstract

Desa Giripurno merupakan daerah pengahasil produksi kopi di Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Tepatnya berada di lereng Gunung Arjuno dan Gunung Welirang. Petani kopi di Desa Giripurno pada umumnya belum memahami penanganan dan pengolahan kopi pascapanen dengan baik dan benar. Program Abdimas ini menekankan pada pelatihan pengolahan kopi saat panen dan pascapanen berdasarkan Good Agriculture Practices/GAP On Coffee. Sasaran pelatihan ini adalah petani kopi di Desa Giripurno. Melalui pelatihan ini diharapkan petani kopi mampu mengolah kopi saat panen dan pascapanen dengan baik dan benar. Sehingga petani kopi dapat menghasilkan biji kopi dengan mutu kualitas terbaik. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode pelatihan dan pendampingan. Kegiatan pelatihan adalah: 1) panen, pemetikan buah yang masak melalui sortasi cerry; 2) pascapanen, mulai dari pengupasan, pencucian, penjemuran, sortasi biji kopi sampai penggudangan (proses semi basah). Sedangkang untuk proses kering mulai dari penjemuran, pengupasan, sortasi sampai dengan penggudangan; dan 3) pengenalan dan penggunaan alat/teknologi tepat guna dalam pengolahan kopi. Pendampingan dilakukan dengan tujuan agar terserapnya hasil panen biji kualitas baik di daerah hilir. Keberhasilan progam dapat dilihat dari meningkatnya pengetahuan petani terkait pengelolaan pascapanen kopi sesuai GAP dan meningkatnya harga jual biji kopi hingga 70% dari harga sebelumnya.
STRATEGI PENGHIDUPAN BERKELANJUTAN MASYARAKAT PETANI KOPI DI DESA GADUNGSARI KECAMATAN TIRTOYUDO Febiola Alif Syahputri; Nila Restu Wardani; Yuli Ifana Sari
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 2 No 3 (2023): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v2i3.5733

Abstract

Gadungsari Village, Tirtoyudo District, has a fairly high coffee productivity. However, these conditions make the productivity of the coffee harvest sometimes not enough to meet the economic needs of the community. This research aims to achieve livelihood sustainability for coffee farmers using five assets by analyzing efforts or strategies that can improve livelihood sustainability. The research method used is quantitative descriptive analysis of the results of observational data and questionnaires. This study used a population of 235 Gadungsari Village coffee farmers with 70 farmers as the sample as respondents. The strategy produced in the research consists of three strategies, namely intensification and extensification, diversification strategy and migration strategy. The livelihood strategy carried out by farmers is highest, namely agriculture (53%), then farmers also depend on their livelihood by being traders and breeders (27%), and a small number of others have jobs outside the area by temporarily migrating (20%) . For the value of the livelihood asset level of the coffee farming community in Gadungsari Village, it includes human and social assets classified as low sustainability, while natural, physical and financial assets are classified as medium sustainability. Thus, efforts are needed to be able to maximize the quality of each livelihood asset for coffee farming communities in order to obtain a high level of sustainability, and achieve sustainable livelihoods for coffee farming communities. Abstrak Desa Gadungsari Kecamatan Tirtoyudo memiliki produktivitas kopi yang cukup tinggi. Namun kondisi tersebut membuat produktivitas hasil panen kopi terkadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat. Adapun penelitian ini memiliki tujuan untuk tercapainnya keberlanjutan penghidupan bagi petani kopi menggunakan lima aset dengan menganalisis upaya ataupun strategi yang dapat meningkatkan keberlanjutan penghidupan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dari hasil data observasi dan kuisioner. Penelitian ini menggunakan populasi petani kopi Desa Gadungsari sejumlah 235 orang dengan responden berjumlah 70 orang petani yang dijadikan sampel. Strategi yang dihasilkan pada penelitian terdiri atas tiga strategi yaitu intensifikasi dan ekstensifikasi, strategi diversifkasi serta strategi migrasi. Adapun strategi penghidupan yang dilakukan oleh petani yang paling tinggi yaitu pada pertanian (53%), kemudian para petani juga menggantungkan hidupnya dengan menjadi pedagang dan peternak (27%), dan sebagian kecil lainnya mempunyai pekerjaan diluar daerah dengan bermigrasi sementara sebanyak (20%). Untuk nilai tingkat aset penghidupan masyarakat petani kopi Desa Gadungsari meliputi aset manusia dan sosial tergolong pada keberlanjutan rendah, sedangkan pada aset alam, fisik, finansial tergolong pada keberlanjutan sedang. Maka, perlunya upaya untuk dapat meningkatkan kualitas setiap aset penghidupan masyarakat petani kopi secara maksimal agar memperoleh pada tingkat keberlanjutan tinggi, dan penghidupan berkelanjutan masyarakat petani kopi tercapai.
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Geografi di SMA Islam Diponegoro Wagir Kabupaten Malang Febrianti Ronga Kaka; Nila Restu Wardani; Dwi Kurniawati; Onik Farida
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i2.1356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran Geografi di SMA Islam Diponegoro Wagir. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain Non-Equivalent Control Group. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran Discovery Learning dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan berpikir kritis siswa, kemudian dianalisis menggunakan uji sampel independen dengan bantuan SPSS 30 untuk Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor n-gain pada kelas eksperimen sebesar 62,07, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 29,83. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05, yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran Geografi.
Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger terhadap Kemampuan Berfikir Kreatif dan Hasil Belajar Siswa Ayu Dewi Halida; Roni Alim Ba’diyah; Dwi Kurniawati; Nila Restu Wardani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i2.1357

Abstract

Model pembelajaran yang inovatif diperlukan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa. Model pembelajaran Treffinger merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan untuk mencapai tujuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa di SMA Islam Diponegoro Wagir. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain non-equivalent control group design. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes berpikir kreatif dan tes hasil belajar yang telah divalidasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pemberian pretest dan posttest kepada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Analisis data dilakukan menggunakan uji independent sample t-test. Berdasarkan hasil uji independent sample t-test diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Maka H0 ditolak dan Ha diterima, yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan dari model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa di SMA Islam Diponegoro Wagir.