Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Kualitas Pelayanan Wisata Kuliner Berbasis Komunitas di Pasar Sisi Walungan Cika-Cika Dago Muhammad Yazid Fauzidan Andraputra; Any Ariani Noor; Bintari Pangesti Putri
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i2.12431

Abstract

Pasar Sisi Walungan Cika-Cika Dago merupakan destinasi wisata kuliner berbasis komunitas di bantaran Sungai Cikapundung, Bandung, yang dikelola oleh Komunitas Cika-Cika. Berdasarkan studi pendahuluan melalui Google Maps Review, ditemukan keluhan terkait kualitas pelayanan, terutama aspek bukti fisik, akses, dan daya tanggap pengelola. Namun, belum terdapat kajian yang secara khusus mendeskripsikan kualitas pelayanan pada destinasi wisata kuliner berbasis komunitas ini berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan berdasarkan dimensi Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan SERVPERF yang mengukur persepsi terhadap kinerja aktual pelayanan. Data diperoleh melalui kuesioner kepada 120 responden berusia minimal 17 tahun yang pernah berkunjung dalam satu tahun terakhir dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kualitas pelayanan secara keseluruhan berada pada kategori Sangat Baik dengan rata-rata 4,23. Dimensi Reliability memperoleh nilai tertinggi sebesar 4,38, sedangkan Tangibles memperoleh nilai terendah sebesar 3,81 dan menjadi aspek yang paling memerlukan perbaikan. Keterbatasan penelitian terletak pada objek penelitian yang hanya berfokus pada satu destinasi dan pengukuran yang terbatas pada persepsi aktual pengunjung. Pengelola disarankan meningkatkan fasilitas fisik secara bertahap serta mempertahankan pelayanan yang ramah, sopan, dan personal. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji loyalitas pengunjung, khususnya niat berkunjung kembali dan merekomendasikan destinasi.
Developing Community-Based Tourism Governance in a Peri-Urban Village: A Participatory Approach in Ciwaruga Village Tomy Andrianto; Eko Susanto; Marceilla Suryana; Deisy Christina Andih; Rikantini Widiyanti; Any Ariani Noor; Rivan Sutrisno; Mohammad Rizal Gaffar; Gundur Leo
Masyarakat Pariwisata : Journal of Community Services in Tourism Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/mp.v7i1.2288

Abstract

This community service program was designed to initiate and develop a sustainable, community-based tourism governance model in Ciwaruga Village, a peri-urban area located on the border of Bandung City and West Bandung Regency. The initiative adopted a participatory, three-phase approach: planning, implementation, and evaluation. In the planning phase, a comprehensive mapping of tourism potential—covering natural landscapes, cultural assets, and creative industries—was carried out using participatory tools such as stakeholder mapping, field observations, and community dialogues. The implementation phase focused on strengthening local capacity through a tiered training model that included basic tourism literacy, experiential workshops, and digital marketing sessions. A total of 18 local participants, including youth, women entrepreneurs, and Pokdarwis members, actively engaged in these activities. The program culminated in co-creating and piloting three thematic tourism packages: a craft and creativity tour, a culinary heritage experience, and a suburban nature and cultural walk. These packages reflect local identity, promote sustainable tourism practices, and enhance community participation. The evaluation phase revealed increased awareness, strengthened local collaboration, and a growing sense of stakeholder ownership. Key recommendations include integrating tourism development into the village's formal planning instruments and establishing partnerships with external actors for continuity. This initiative presents a replicable model for activating community-based tourism in underdeveloped peri-urban areas.