Claim Missing Document
Check
Articles

Enterprise Architecture Sebagai Strategi Pengembangan Smart Village (Economic Services) Menggunakan TOGAF 9.2 Gustriandita, Tiara Shalsabilla; Fajrillah, Asti Amalia Nur; Nurtrisha, Widyatasya Agustika
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 12, No 3: Desember 2023
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v12i3.1440

Abstract

Smart Village is a concept that adopts elements from the smart city concept, leveraging information technology. One of the Indonesian government's initiatives is to foster the development of Indonesia by empowering rural areas in pursuit of sustainable development. The selection of target areas is based on the classification of the Developing Village Index, with a focus on villages categorized as "Advanced." Tanjung Lalang Village is an "Advanced" village, making it suitable for implementing the smart village concept to address challenges and harness the village's resources and potential. The research methodology employed in this study is a literature review, which delivers an Enterprise Architecture design solution utilizing the TOGAF 9.2 framework tailored to meet organizational requirements. The findings of this study consist of an EA blueprint and an IT Roadmap for Tanjung Lalang Village, serving as a guide for the smart village development.Keywords: Enterprise Architecture; Smart Village; Economic Services; TOGAF 9.2; Sustainable Development Goals AbstrakSmart Village adalah suatu konsep yang mengambil komponen dari konsep smart city yang memanfaatkan teknologi informasi. Salah satu program nawacita pemerintah Indonesia adalah meningkatkan pembangunan Indonesia melalui penguatan daerah-daerah perdesaan untuk upaya pembangunan berkelanjutan. Pemilihan obyek penelitian berdasarkan klasifikasi dari Indeks Desa Membangun dengan status desa “Maju”. Desa Tanjung Lalang merupakan desa berstatus “Maju” yang mampu menerapkan konsep smart village untuk membantu menyelesaikan permasalahan dengan memanfaatkan sumber daya dan potensi desa. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk menyediakan solusi perancangan Arsitektur Enterprise dengan menggunakan framework TOGAF 9.2 yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. Hasil dari penelitian ini berupa blueprint EA dan IT Roadmap di Desa Tanjung Lalang sebagai acuan pengembangan smart village.
Perancangan Arsitektur Enterprise Sebagai Peningkatan Proses Pencatatan Sipil Menggunakan TOGAF 9.2 Hilal Arqaan Pratama; Asti Amalia Nur Fajrillah; Widyatasya Agustika Nurtrisha
Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Asia Vol 17 No 2 (2023): Volume 17 Nomor 2 (8)
Publisher : LP2M INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS ASIA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jitika.v17i2.934

Abstract

Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan umum diketahui sebagai e-Government sedang gencar dilaksanakan guna mendukung percepatan teknologi digital pada pemerintahan daerah. Pengembangan SPBE bertujuan guna merancang jaringan informasi terhadap layanan publik, salah satunya adalah peningkatan pelayanan administrasi pencatatan sipil untuk mewujudkan misi ketiga Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan meningkatkan indeks nilai SPBE. Salah satu penyelenggaraan SPBE merujuk dari Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 terkait Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2020-2024 adalah SPBE Nasional yang tersusun oleh domain arsitektur keamanan SPBE, domain arsitektur data serta informasi, domain arsitektur layanan SPBE, domain arsitektur infrastruktur SPBE, domain arsitektur aplikasi SPBE, serta domain arsitektur proses bisnis. Perancangan SPBE ini dilakukan dengan menerapkan framework TOGAF ADM 9.2 yang tersusun atas 7 (tujuh) fase untuk menghasilkan blueprint Enterprise Architecture. Output yang dihasilkan pada penelitian ini yaitu Blueprint Enterprise Architecture yang bisa diaplikasikan sebagai pedoman atau rencana strategis dalam pengembangan enterprise architecture.
Perencanaan Arsitektur Enterprise Desa Cerdas dengan Togaf 10: Dimensi Hidup Cerdas Pasaribu, Magdalena Edelways Enjelina; Fajrillah, Asti Amalia Nur; Nurtrisha, Widyatasya Agustika
Jurasik (Jurnal Riset Sistem Informasi dan Teknik Informatika) Vol 10, No 1 (2025): Edisi Februari
Publisher : STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/jurasik.v10i1.846

Abstract

The application of the smart village concept is an adaptation of smart cities designed to improve the quality of life in rural areas by adjusting local needs and characteristics. Smart Village development aims to transform villages through information technology with an active community role approach and cooperation to improve the quality of village development according to the six pillars of Smart Village and accelerate the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs). The research focuses on designing enterprise architecture for the smart village concept in the smart living dimension focusing on SDGs Village Goal 2 (Zero Hunger Village) in Sindangpanon Village. The assessment of the achievement of SDGs Village Goal 2 (Zero Hunger Village) is still quite low at 33.33. Overcoming this problem requires designing enterprise architecture using the TOGAF 10 framework which consists of Preliminary Phase, Architecture Vision, Business Architecture, Data Architecture, Application Architecture, Technology Architecture, Opportunities and Solutions, and Migration Planning. The output of this research, namely Enterprise Architecture blueprint, will help the government improve the effectiveness and efficiency of village services and support community welfare.
Penilaian Kapabilitas Tata Kelola Teknologi Informasi Menggunakan Kerangka Kerja Cobit 2019 dengan Fokus Domain APO pada RSPAU Dr. Suhardi Hardjolukito Arimurti, Nurfadhilah Azzahra; Nurtrisha, Widyatasya Agustika; Falahah, Falahah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Informatika Vol. 10 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmi.v10i1.10939

Abstract

The development of information technology has had a significant impact on human life. Currently, information technology has become an important thing for an organization. This is because the existence of IT helps increase the effectiveness of an organization's business processes. RSPAU dr. S. Hardjolukito is the Air Force Central Hospital located in Yogyakarta. RSPAU Hardjolukito utilizes IT to support health service activities. In implementing IT in hospitals, IT governance performance must be evaluated so that every IT management runs well. The problem that RSPAU Hardjolukito has is that IT management has not been fully implemented in the hospital. This research aims to evaluate gaps and provide recommendations for potential improvements in IT governance to improve hospital quality. The research method used is a qualitative method approach by conducting interviews. The research was conducted using the COBIT 2019 framework with a focus on the APO11 and APO12 domains. The recommendation based on the results of the capability assessment in the Managed Quality APO11 process is to ensure that the quality of hospital quality management can be managed and identified well. Meanwhile, the recommendation in the Manage Risk APO12 process is to ensure that the risks faced by the hospital can be managed and identified properly and to create a risk profile document according to hospital regulations. With these recommendations, it is hoped that RSPAU Dr. S. Hardjolukito will be able to improve the quality of IT quality management and manage risk profiles.
Penyusunan Arsitektur SPBE di Pemerintah Daerah Kota Cimahi pada Fungsi Tata Lingkungan Menggunakan TOGAF ADM dan Framework Arsitektur SPBE Nasional Danindra, Muhammad; Hanafi, Ridha; Nurtrisha , Widyatasya Agustika
Jurnal Ilmiah Komputasi Vol. 24 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Komputasi : Vol. 24 No 1, Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32409/jikstik.24.1.3675

Abstract

Pesatnya perkembangan Teknologi Informasi (TIK) mendorong instansi pemerintah menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) guna menciptakan pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Pemerintah Kota Cimahi telah menerapkan SPBE dengan nilai indeks 4,02 dan predikat “Sangat Baik”, namun masih menghadapi tantangan dalam integrasi layanan publik yang belum optimal. Fungsi Tata Lingkungan di Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi membutuhkan peningkatan dan belum terintegrasi dengan sistem portal layanan kota, yang menghambat efisiensi layanan. Penelitian ini merancang SPBE untuk Fungsi Tata Lingkungan dengan metode TOGAF hingga fase Arsitektur Teknologi dan menggunakan Arsitektur SPBE Nasional untuk memastikan kesesuaian dengan kebijakan. Rancangan ini diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan arsitektur SPBE di fungsi lain dan meningkatkan kualitas layanan publik.
Penyusunan Arsitektur Spbe Menggunakan Togaf Adm Dan Kerangka Kerja Arsitektur Spbe Nasional Di Pemerintahan Kota Cimahi Pada Fungsi Kearsipan Azuraliyawan, Tiara; Hanafi, Ridha; Nurtrisha , Widyatasya Agustika
Jurnal Ilmiah Komputasi Vol. 24 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Komputasi : Vol. 24 No 1, Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32409/jikstik.24.1.3677

Abstract

Teknologi informasi kini menjadi elemen penting bagi organisasi, termasuk sektor publik, untuk meningkatkan pelayanan masyarakat. Dinas Arsip Daerah Kota Cimahi belum memiliki perancangan arsitektur enterprise yang sesuai dengan pedoman SPBE. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah kurangnya kesesuaian arsitektur SPBE yang diterapkan dengan kebutuhan Fungsi Kearsipan, serta belum adanya rancangan yang terstruktur untuk mendukung optimalisasi layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai arsitektur SPBE saat ini dan merancang model baru yang dapat mengoptimalkan layanan kearsipan, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat integrasi antar OPD di Kota Cimahi. Pendekatan yang digunakan adalah kerangka kerja TOGAF ADM untuk menyusun arsitektur yang lebih efektif. Hasil dari penelitian ini diharapkan memberikan rancangan arsitektur enterprise yang dapat menjadi acuan dalam pengembangan sistem informasi, sehingga meningkatkan kualitas layanan dan pengelolaan arsip secara lebih terintegrasi dan sesuai standar nasional.
Enterprise Architecture sebagai Strategi Pengembangan Smart Village pada Dimensi Health Services Khaerunisa Nur Ikrima; Asti Amalia Nur Fajrillah; Widyatasya Agustika Nurtrisha
JITSI : Jurnal Ilmiah Teknologi Sistem Informasi Vol 4 No 3 (2023)
Publisher : SOTVI - Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/jitsi.4.3.166

Abstract

The information technology utilization in the healthcare industry is crucial, considering that health is fundamental to the implementation of Sustainable Development Goals (SDGs). One aspect that needs improvement is the provision of public services at the village government level, using the concept of a smart village in healthcare services to enhance the SDGs value of the village. This research method utilizes the TOGAF ADM 9.2 framework, which consists of seven phases: Preliminary, Architecture Vision, Business Architecture, Information System Architecture, Technology Architecture, Opportunities and Solution, also Migration Planning. The design of the Smart Village Enterprise Architecture helps village governments improve their quality of life while achieving sustainable development in accordance with the Presidential Regulation of the Republic of Indonesia Number 111 of 2012.
Transformasi Digital InsurCo dengan Merancang Pengelolaan Layanan TI Menggunakan COBIT 2019 Governance and Management Objectives Sujadi, Salma Andini; Mulyana, Rahmat; Nurtrisha, Widyatasya Agustika
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 6, No 2.1 (2023)
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v6i2.5481

Abstract

Penelitian ini berfokus dalam merancang pengelolaan layanan Teknologi Informasi (TI) untuk melanjutkan penelitian sebelumnya yang membahas mekanisme Tata Kelola Teknologi Informasi (TKTI) yang mempengaruhi kesuksesan Transformasi Digital (TD). Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Design Science Research (DSR) dan kerangka kerja COBIT 2019 Governance and Management Objectives (GMO) dengan studi kasus perusahaan asuransi yang menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) sesuai arahan Permen BUMN Nomor: PER-02-MBU-03-2023 dan akselerasi digital pada Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia 2021-2025. Pengumpulan dan analisis data dilakukan dengan wawancara semi-terstruktur dan triangulasi dokumen. Berdasarkan analisis prioritas berbasis faktor desain dan studi pengaruh TKTI terhadap TD didapatkan tiga GMO yaitu DSS05-Managed Security Service, DSS04-Managed Continuity, dan APO04-Managed Innovation. Kemudian dilakukan perancangan tujuh komponen GMO berdasarkan temuan kesenjangan, yang diestimasi dapat meningkatkan nilai kapabilitas proses sebesar 0,17 atau 6,64%. Penelitian ini berkontribusi terhadap knowledge base penelitian, serta bermanfaat praktis bagi InsurCo secara khusus, dan industri asuransi pada umumnya. Kata Kunci: Transformasi Digital, Design Science Research, Pengelolaan Layanan TI, COBIT 2019 GMO, Asuransi.
Analisis Manajemen Risiko Teknologi Informasi Pada Pt. Xyz Menggunakan Framework Cobit 2019 Pada Risk Profile Pramoedya, Rydho Helmy; Nurtrisha, Widyatasya Agustika; Praditya, Dhata
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— PT. XYZ sudah mempunyai divisi ERM (Enterprise Risk Management) untuk mengelola manajemenrisiko secara umum dan belum melakukan manajemen risiko TI secara khusus. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasirisiko yang mungkin akan muncul dalam operasional divisi IT PT. XYZ karena pada divisi IT tersebut belum menerapkanmanajemen risiko TI. Penelitian ini menggunakan framework ISO 27005 sebagai panduan utama dalam pengelolaan risiko,dan untuk COBIT 2019 digunakan sebagai identifikasi risiko dan sumber risiko yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitimengumpulkan data melalui penyebaran kuesioner yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dari Expert Headunit TI dan Staff unit TI mengenai pandangan dan pengalaman terkait pengelolaan risiko dan melakukan wawancaramendalam untuk memvalidasi hasil dari kuesioner. Hasil dari identifikasi yang peneliti dapatkan 4 risk profile yang sudahdilakukan penentuan oleh PT. XYZ dengan total 21 risiko yang telah diidentifikasi bahwa Divisi IT memerlukan manajemenrisiko yang menyeluruh untuk mengantisipasi berbagaiancaman dan kelemahan yang dapat mempengaruhi IToperasional dan keberlangsungan Perusahaan. Kata kunci— Manajemen Risiko, Teknologi Informasi, ISO/IEC 27005, COBIT 2019
Analisis Perancangan Tata Kelola Teknologi Informasi Berdasarkan Kerangka Kerja Cobit 2019 Domain Mea03 Dan Mea04 : Studi Kasus Pada Pt Xyz Hidayah, Sabrina; Nurtrisha, Widyatasya Agustika; Praditya, Dhata
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— PT XYZ merupakan perusahaan dibawahnaungan BUMN yang bergerak di bidang produksi Alat UtamaSistem Persenjataan (ALUTSISTA) untuk kebutuhan TentaraNasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara RepublikIndonesia (POLRI). PT XYZ berkomitmen untuk menyediakanproduk – produk berkualitas tinggi guna mengurangiketergantungan pada pihak luar. Sebagai perusahaan BUMN,PT XYZ harus memastikan kepatuhan terhadap persyarataneksternal serta pengelolaan jaminannya telah dilaksanakandengan baik. Oleh karena itu diperlukan analisis kepatuhanterhadap persyaratan eksternal serta pengelolaan jaminannya.Dalam rangka menentukan area yang perlu diperbaiki, prosesMEA03 dan MEA04 pada kerangka kerja COBIT 2019menyediakan panduan yang komprehensif untuk menganalisiskondisi tata kelola TI perusahaan saat ini. Penelitian inibertujuan untuk menilai kondisi eksisting tata kelola TI di PTXYZ dan menentukan tingkat kapabilitas proses MEA03 danMEA04, sehingga dapat diidentifikasi kesenjangan yang perludiperbaiki melalui rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkanbahwa pada MEA03 terdapat satu kesenjangan, yaitu padaaktivitas MEA03.03. Sedangkan pada MEA04 terdapat 1 prosesyang sudah dilakukan namun baru sebagian, yaitu pada prosesMEA04.06. Kata kunci— COBIT 2019, Tata Kelola TI, MEA03, dan MEA04