Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis IT Risk Management Pada Bagian Umum LPP TVRI Jabar Dengan Framework ISO/IEC 27005:2022 Wagge, Al Ferdaus Leon; Nurtrisha, Widyatasya Agustika; Hanafi, Ridha
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak LPP TVRI Jabar belum menerapkan proses IT Risk Management yang terstruktur dengan bantuan framework, proses IT Risk Management di Bagian Umum pada LPP TVRI Jabar masih terbatas pada sistem pelaporan kepada person in charge (PIC) yang berada di Bagian Umum. Metode yang digunakan di penelitian dilakukan dengan menggabungkan metodologi pendekatan framework ISO/IEC 27005:2022 dan framework COBIT 2019. Framework ISO/IEC 27005:2022 berfokus pada proses IT Risk Management di Bagian Umum LPP TVRI Jabar, melalui analisis pengelolaan risiko IT yang tahapannya terdiri dari Risk Identification, Risk Analysis, Risk Evaluation, dan Risk Treatment. Sementara framework COBIT 2019 berfokus pada proses penetapan kontrol dan prioritas rekomendasi yang didasarkan pada hasil analisis pengelolaan risiko IT yang telah dilakukan melalui ISO/IEC 27005:2022. Selain itu framework COBIT 2019 juga digunakan sebagai alat bantu dalam mengidentifikasi risiko berdasarkan kategori risk profile, melalui Figure 2.7—Risk Profile Design Factor (IT Risk Categories) [1]. Berdasarkan penelitian, terdapat 25 daftar risiko dengan satu (1) risiko level High, sebelas (11) risiko level Medium, dan tiga belas (13) risiko dengan level Low. Berdasarkan 25 daftar risiko yang telah diidentifikasi, risiko-risiko IT tersebut selanjutnya diberikan penanganan risiko serta penetapan kontrol yang mengacu pada framework COBIT 2019. Pada jurnal ini, untuk bagian Hasil dan Pembahasan hanya mencakup tahapan Risk Analysis, Risk Treatment, dan Penetapan Kontrol Risiko Kata kunci — IT Risk Management, ISO/IEC 27005:2022, COBIT 2019, LPP TVRI Jabar
Analisis Manajemen Risiko TI Pada Bagian Konten Media Digital LPP TVRI Jabar Dengan framework ISO/IEC 27005:2022 Ichsan, Fairuz; Nurtrisha, Widyatasya Agustika; Hanafi, Ridha
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi informasi (TI) telah mengubah pola konsumsi informasi dan hiburan dari media konvensional ke digital. Sebagai media publik, LPP TVRI Jawa Barat perlu beradaptasi dengan perubahan ini, terutama dalam pengelolaan konten digital yang cepat, aman, dan andal. Namun, belum adanya kerangka manajemen risiko TI yang menyeluruh menunjukkan perlunya evaluasi dan pembenahan. Penelitian ini menggunakan framework ISO/IEC 27005:2022 untuk menganalisis manajemen risiko melalui tahapan identifikasi, analisis, evaluasi, dan penanganan. Selain itu, COBIT 2019 dan ISO/IEC 27001:2022 Annex A digunakan untuk menetapkan kontrol dan prioritas mitigasi berdasarkan klasifikasi risiko. Hasil studi mengidentifikasi 18 risiko TI: 1 risiko tinggi, 8 sedang, dan 9 rendah, yang masing-masing diberikan kontrol sesuai framework. Temuan ini diharapkan memperkuat sistem pengelolaan risiko LPP TVRI Jabar dan menjadi referensi bagi penerapan manajemen risiko TI di organisasi penyiaran dan digital lainnya. Kata kunci — manajemen risiko, teknologi informasi, ISO/IEC 27005:2022, COBIT 2019, ISO/IEC 27001:2022 Annex A
Analisis Manajemen Risiko Teknologi Informasi Pada Bagian Teknik di Lembaga Penyiaran Publik Tvri Jawa Barat Dengan Framework Iso/Iec 27005:2022 Narayana, Gede Dipta; Nurtrisha, Widyatasya Agustika; Hanafi, Ridha
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Jawa Barat sangat bergantung pada keandalan infrastruktur teknologi informasi (TI) yang dikelola oleh Bagian Teknik untuk menjaga kontinuitas operasional di tengah era disrupsi digital. Namun, observasi internal menunjukkan bahwa Bagian Teknik belum memiliki proses manajemen risiko TI yang terstruktur dan masih mengandalkan mekanisme pelaporan manual kepada PIC (person in charge) yang bersifat reaktif. Kondisi ini dinilai tidak ideal dalam menghadapi ancaman siber dan teknis yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah panduan manajemen risiko TI yang sistematis dengan mengadopsi pendekatan kualitatif yang mengintegrasikan framework ISO/IEC 27005:2022 untuk proses utama manajemen risiko, serta COBIT 2019 untuk identifikasi profil risiko dan penetapan kontrol. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi 20 risiko TI potensial, yang setelah melalui proses analisis diklasifikasikan menjadi satu (1) risiko dengan level High, sembilan (9) risiko dengan level Medium, dan sepuluh (10) risiko dengan level Low. Berdasarkan evaluasi, ditetapkan 10 risiko prioritas yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Untuk risiko-risiko tersebut, dirumuskan respon risiko berupa modification (9 risiko) dan sharing (1 risiko), serta penetapan kontrol relevan yang mengacu pada COBIT 2019 dan Annex A ISO/IEC 27001:2022, yang dikelompokkan ke dalam aspek People, Process, dan Technology. Kata kunci — Manajemen Risiko TI, TVRI Jawa Barat, ISO/IEC 27005:2022, COBIT 2019
Analisis Manajemen Risiko Teknologi Informasi Pada Bagian Teknik di Lembaga Penyiaran Publik Tvri Jawa Barat Dengan Framework Iso/Iec 27005:2022 Narayana , Gede Dipta; Nurtrisha, Widyatasya Agustika; Hanafi, Ridha
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Jawa Barat sangat bergantung pada keandalan infrastruktur teknologi informasi (TI) yang dikelola oleh Bagian Teknik untuk menjaga kontinuitas operasional di tengah era disrupsi digital. Namun, observasi internal menunjukkan bahwa Bagian Teknik belum memiliki proses manajemen risiko TI yang terstruktur dan masih mengandalkan mekanisme pelaporan manual kepada PIC (person in charge) yang bersifat reaktif. Kondisi ini dinilai tidak ideal dalam menghadapi ancaman siber dan teknis yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah panduan manajemen risiko TI yang sistematis dengan mengadopsi pendekatan kualitatif yang mengintegrasikan framework ISO/IEC 27005:2022 untuk proses utama manajemen risiko, serta COBIT 2019 untuk identifikasi profil risiko dan penetapan kontrol. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi 20 risiko TI potensial, yang setelah melalui proses analisis diklasifikasikan menjadi satu (1) risiko dengan level High, sembilan (9) risiko dengan level Medium, dan sepuluh (10) risiko dengan level Low. Berdasarkan evaluasi, ditetapkan 10 risiko prioritas yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Untuk risiko-risiko tersebut, dirumuskan respon risiko berupa modification (9 risiko) dan sharing (1 risiko), serta penetapan kontrol relevan yang mengacu pada COBIT 2019 dan Annex A ISO/IEC 27001:2022, yang dikelompokkan ke dalam aspek People, Process, dan Technology. Kata kunci — Manajemen Risiko TI, TVRI Jawa Barat, ISO/IEC 27005:2022, COBIT 2019
Pelatihan Pemrograman untuk Siswa Sekolah Menengah dalam Rangka Meningkatkan Keterampilan Teknis dan Kompetitif Digital di SMK IT Baitul Aziz Nurtrisha, Widyatasya Agustika; Thohiroh, Elvira Lailatuth; Ardianti, Mifta
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 7, No 2 (2025): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Oktober)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v7i2.25639

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang menuntut keterampilan digital yang semakin kompleks, terutama dalam bidang pemrograman. Python merupakan salah satu bahasa pemrograman yang populer karena sintaksisnya yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga cocok untuk pemula, termasuk siswa sekolah menengah. Namun, keterbatasan kurikulum dalam pengajaran pemrograman di sekolah menyebabkan rendahnya tingkat pemahaman siswa terhadap konsep pemrograman. Oleh karena itu, program peningkatan kompetensi siswa dalam melatih siswa agar lebih terampil dalam pemrograman menggunakan Bahasa Python ini dirancang untuk memberikan solusi tersebut melalui pelatihan intensif. Pelatihan ini akan dilakukan dengan metode pembelajaran interaktif, pendampingan mentor, dan evaluasi berbasis proyek/studi kasus. Dengan adanya program ini, diharapkan siswa dapat mengembangkan keterampilan pemrograman yang lebih baik juga dapat meningkatkan daya saing mereka di era digital, serta membuka peluang bagi mereka untuk mengakses berbagai bidang teknologi informasi seperti data science, kecerdasan buatan, dan pengembangan perangkat lunak.
MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI UNTUK TRANSFORMASI DIGITAL INSURCO BERBASIS COBIT 2019 FOCUS AREA INFORMATION SECURITY Andyas, Muhammad Anugerah; Mulyana, Rahmat; Nurtrisha, Widyatasya Agustika
ZONAsi: Jurnal Sistem Informasi Vol. 5 No. 3 (2023): Publikasi artikel ZONAsi: Jurnal Sistem Informasi Periode September 2023
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/zn.v5i3.15275

Abstract

Previous research has shown the contribution of IT governance to digital transformation. However, further exploration is needed regarding the role of information security management in overseeing such changes through a case study of InsurCo insurance company. This is necessary in line with the latest guidance provided by PER-2/MBU/03/2023 on corporate governance and the Indonesian Financial Services Sector Master Plan 2021–2025 regarding the acceleration of digital transformation. This research method utilizes Design Science Research based on interview data. DSS05 Managed Security Service, APO13 Managed Security, and APO12 Managed Risk were selected as the priority implementation areas of the COBIT 2019 Information Security Focus Area. Capability assessments, gap analysis, recommendation development, solution design, and roadmap have been conducted on the seven related governance components. An estimated average maturity improvement of 0,8 (30,77%) was observed in these three processes. This study contributes to the knowledge base on the concept of prioritizing information security management to support organizational digital transformation, and it is particularly beneficial for InsurCo in ensuring the success of its strategic programs, as well as for the insurance industry in general.
Asesmen Standar Pembelajaran Jarak Jauh Universitas Berdasarkan ISO 29994:2021 Santosa, Iqbal; Nurtrisha, Widyatasya Agustika
MULTINETICS Vol. 9 No. 1 (2023): MULTINETICS Mei (2023)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.v9i1.5349

Abstract

The ISO standard 29994:2021 provides requirements for Distance Learning (PJJ) services that are not yet covered in ISO 29993:2017 which focus on learning services outside of formal education. PJJ at Telkom University has been implemented in the Informatics Distance Education Undergraduate Study Program since 2019, with the Technical Implementation Unit (UPT), namely the Postgraduate and Advanced Learning (PSAL) Directorate. This Study Program has not implemented any standards including ISO 29994:2021 in its learning services. Using the five phases of COBIT 2019 Implementation, an overview of the current conditions of the implementation of PJJ management, the gaps with the requirements of ISO 29994:2021 and recommendations for improvement are obtained. The result was that there were 4 clauses in ISO 29994:2021 which had not been fully met by Distance Learning Service Providers and were given recommendations for 18 points of improvement, namely 8 aspects of people, 4 aspects of process, and 6 aspects of technology. This recommendation is expected to be a reference for improving PJJ services at Telkom University and other Distance Learning Service Providers so they can compete internationally according to ISO 29994:2021 standards.
ENTERPRISE ARCHITECTURE DESIGN ON IMPROVING DISKOMINFO SERVICES IN CENTRAL LOMBOK REGENCY USING TOGAF 9.2 Suhita, Baiq Vidisasca; Fajrillah, Asti Amalia Nur; Nurtrisha, Widyatasya Agustika
JURTEKSI (jurnal Teknologi dan Sistem Informasi) Vol. 9 No. 4 (2023): September 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Royal Kisaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurteksi.v9i4.2535

Abstract

Abstract: Currently, the increasing needs of the community to obtain efficient, effective, transparent and accountable public services. Various applications are designed in order to realize a transparent work system of accountable funds and an increase in work processes that are fast, precise, and accurate. Therefore, local governments are now developing e-Government or in the Indonesian government known as the Electronic-Based Government System (SPBE). In running SPBE, the Central Lombok Regency Government, especially the Department of Communication and Informatics, participates in developing SPBE, one of which is in the Informatics Application Division which has an Informatics Application Management Program. This research aims to support SPBE-based informatics application management services for OPDs in Central Lombok Regency and the public. This SPBE design adopts the TOGAF 9.2 approach, and is also adjusted to the Presidential Regulation on Electronic-Based Government Systems in designing. This research focuses on the Informatics Application Management Program with business process architecture domain, service architecture domain, data and information architecture domain, application architecture domain, and technology (infrastructure) architecture domain. The result of this research is a blueprint that will be used as a solution or support for the running of SPBE in the Informatics Application Management Program. Keywords: electronic-based government system, department of communication and informatics, informatics application management program, togaf 9.2 Abstrak Saat ini, meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan publik yang efisien, efektif, transparan dan akuntabel publik. Berbagai aplikasi di rancang agar dapat mewujudkan sistem kerja yang transparan dana akuntabel serta adanya peningkatan proses kerja yang cepat, tepat, dan akurat. Maka dari itu, Pemerintah daerah kini mengembangkan e-Government atau di pemerintahan Indonesia dikenal sebagai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dalam menjalankan SPBE Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika ikut serta mengembangkan SPBE salah satunya pada Bidang Aplikasi Informatika yang memiliki Program Pengelolaan Aplikasi Informatika. Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk menunjang layanan pengelolaan aplikasi informatika berbasis SPBE bagi OPD yang ada di Kab. Lombok Tengah dan juga publik. Perancangan SPBE ini mengadopsi pendekatan TOGAF 9.2, dan juga di sesuaikan dengan Peraturan Presiden tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dalam melakukan perancangan. Penelitian ini berfokus pada Program Pengelolaan Aplikasi Informatika dengan domain arsitektur proses bisnis, domain arsitektur layanan, domain arsitektur data dan informasi, domain arsitektur ap-likasi, dan domain arsitektur teknologi (infrastruktur). Hasil dari penelitian ini yaitu suatu blueprint yang nantinya akan dijadikan solusi ataupun penunjang berjalannya SPBE dalam Program Pengelolaan Aplikasi Informatika. Kata kunci: aplikasi informatika, program pengelolaan aplikasi informatika, enterprise architecture, togaf 9.2
ENTERPRISE ARCHITECTURE: STRATEGY OF SMART VILLAGE DEVELOPMENT (VILLAGE SERVICES) USING TOGAF 9.2 Yusriyahti, Raden Roro Hanin Ramadhan; Nur Fajrillah, Asti Amalia; Nurtrisha, Widyatasya Agustika
JURTEKSI (jurnal Teknologi dan Sistem Informasi) Vol. 10 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Royal Kisaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurteksi.v10i1.2542

Abstract

Abstract: The design of Smart Village Enterprise Architecture for village government systems serves to support sustainability in facilitating the creation of Good Governance in a Village Government. One significant role in achieving Good Governance in a village is Education. Education plays a crucial role in enhancing and developing Good Governance and the SDGs values of a village. The conducted research focuses on the design of Enterprise Architecture of the Smart Village concept, with a focus on Village Services' dimension that specifically targets Education Services in a village in the Special Region of Yogyakarta. The research method utilized the TOGAF ADM 9.2 framework. The focus domain in this study includes the preliminary phase, architecture vision, business architecture, data architecture, application architecture, technology architecture, opportunities and solutions, and migration planning for the Education service in the Pagerharjo Village Government. The research result is an Enterprise Architecture blueprint as a solution to the issues that occur in the Education service in the Pagerharjo Village Government, along with an IT Roadmap as a reference for the village government in project development. It is hoped that the recommendations provided can enhance the Education services offered by the Pagerharjo village, thereby aiding the Pagerharjo Village Government in improving its score for the fourth SDGs, Quality Education.            Keywords: Enterprise Architecture, Smart Village, SDGs, TOGAF ADM 9.2. Abstrak: Perancangan Enterprise Architecture Smart Village pada sistem pemerintahan Desa befungsi mendukung sustainability dalam membantu terciptanya Good Governance di suatu Pemerintahan Desa. Salah satu peranan penting terciptanya Good Governance di suatu Desa adalah Pendidikan. Pendidikan memiliki peran penting dalam peningkatan maupun pembangunan Good Governance dan nilai SDGs Desa. Penelitian yang dilakukan berfokus pada perancangan Enterprise Architecture konsep Smart Village dimensi Village Services yang berfokus pada Education Services di Desa Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan framework TOGAF ADM 9.2. Fokus domain yang diambil dalam penelitian ini mencakup fase preliminary phase, architecture vision, arsitektur bisnis, arsitektur data, arsitektur aplikasi, arsitektur teknologi, opportunities and solutions, dan migration planning pada layanan Pendidikan di Pemerintahan Desa Pagerharjo. Hasil dari penelitian yang dilakukan berupa blueprint Enterprise Architecture sebagai solusi dari permasalahan yang terjadi pada layanan Pendidikan di Pemerintahan Desa Pagerharjo serta IT Roadmap sebagai acuan Pemerintah Desa dalam melakukan pengembangan proyek. Diharapkan, rekomendasi yang diberikan dapat meningkatkan layanan Pendidikan yang disediakan oleh Desa Pagerharjo, sehingga mampu membantu Pemerintah Desa Pagerharjo meningkatkan score nilai SDGs ke-empat, Pendidikan yang Berkualitas. Kata kunci: Enterprise Architecture, Smart Village, SDGs, TOGAF ADM 9.2
Penyusunan Arsitektur SPBE di Pemerintah Kota Cimahi pada Fungsi Aplikasi Informatika dan Keamanan Informasi Menggunakan TOGAF ADM dan Framework Arsitektur SPBE Nasional Salman Alfarisi, Dhiaulhaq; Hanafi, Ridha; Nurtrisha, Widyatasya Agustika
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i11.31361

Abstract

Perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang pesat telah mendorong Pemerintah Indonesia untuk menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) atau E-Government guna mendukung transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan. SPBE memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk memberikan layanan yang lebih efektif kepada instansi pemerintah, pegawai negeri, pelaku bisnis, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi, sebagai perangkat daerah yang menangani urusan komunikasi, informatika, persandian, dan statistik, menghadapi sejumlah tantangan meskipun telah mengimplementasikan SPBE. Tantangan tersebut terutama terletak pada optimalisasi aplikasi informatika dan keamanan informasi yang belum berjalan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun arsitektur enterprise menggunakan kerangka kerja TOGAF ADM yang diselaraskan dengan Peraturan Presiden No. 132 Tahun 2022 tentang Arsitektur SPBE Nasional. Fokus utama penelitian ini adalah pada fungsi aplikasi informatika dan keamanan informasi di Pemerintah Kota Cimahi. Melalui metode kualitatif dan sistematis, penelitian ini menganalisis arsitektur yang ada, mengidentifikasi kesenjangan, dan merancang arsitektur SPBE yang lebih optimal. Hasil penelitian berupa rancangan arsitektur targeting yang mencakup langkah-langkah optimalisasi aplikasi informatika dan peningkatan keamanan informasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi arsitektur yang diusulkan dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan transparansi dalam layanan publik serta administrasi pemerintahan. Selain itu, rancangan ini memastikan integrasi yang lebih baik antar perangkat daerah di Kota Cimahi. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kerangka arsitektur enterprise yang terstruktur, seperti TOGAF ADM dan Peraturan Presiden No. 132 Tahun 2022, dapat menjadi pendekatan strategis untuk mengatasi tantangan dalam implementasi SPBE.