Claim Missing Document
Check
Articles

Perbedaan Solusi Masalah Instalasi Jaringan Multi Tahap Dalam Proses Koneksi Menggunakan Algoritma Modifikasi Prim dan GNU Octave Wamiliana Wamiliana; Warsono Warsono; Mas Dafri Maulana
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 2 (2017): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 2
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.083 KB)

Abstract

Desain jaringan merupakan salah satu bidang yang banyak terapannya dalam optimisasi kombinatorik. Masalah Instalasi Jaringan Multi Tahap atau Multiperiod Degree Constrained Minimum Spanning Tree (MPDCMST) merupakan salah satu masalah desain jaringan dimana akan ditentukan biaya minimum untuk menghubungkan titik-titik yang dipertimbangkan pada tahap-tahap tertentu, dan tidak melanggar syarat atau kendala yang diberikan . Kendala yang diberikan adalah interkoneksi pada tiap titik tidak melebihi b, b= integer nonnegatif. Selain itu, ada skala prioritas titik-titik yang harus terhubung pada tahap tahap tertentu. Pada penelitian ini akan didiskusikan proses instalasi/koneksi tiap titik pada masing-masing tahap yang menggunakan Modifikasi Algoritma Prim untuk menyelesaikannya. Ada dua algoritma (WWM1 dan WWM2) yang akan dibandingkan proses instalasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma WWM2 memberikan solusi yang lebih baik dari algoritma WWM1.
Penentuan Banyaknya Graf Tak Terhubung Berlabel Titik Berorde Tujuh Tanpa Loop Loop Karina Sylfia Dewi; Wamiliana Wamiliana; Muslim Ansori
Jurnal Siger Matematika Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Siger Matematika
Publisher : FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.491 KB) | DOI: 10.23960/jsm.v2i2.2931

Abstract

Graf G disebut graf terhubung jika untuk setiap dua titik yang berbeda di G, terdapat suatu path yang menghubungkan dua titik tersebut, jika tidak ada path yang menghubungannya maka disebut graf tidak terhubung. Graf berlabel adalah graf yang setiap titik atau garisnya diberi nilai atau label.  Suatu garis pada graf yang memiliki titik awal dan titik akhir sama disebut loop, sedangkan dua garis atau lebih disebut garis paralel jika dua garis tersebut menghubungkan dua titik yang sama. Jika diberikan n titik dan m garis maka banyak graf tak terhubung yang dapat dibentuk. Pada artikel ini telah diperoleh rumus untuk menentukan banyaknya graf tak terhubung berlabel titik berorde tujuh tanpa loop dengan m garis dan t garis yang menghubungkan pasangan titik yang berbeda dimana untuk garis-garis yang menghubungkan pasangan titik yang sama dihitung satu.
Enumerate the Number of Vertices Labeled Connected Graph of Order Seven Containing No Parallel Edges Muslim Ansori; Wamiliana; Fitriani; Yudi Antoni; Desiana Putri
Science and Technology Indonesia Vol. 7 No. 3 (2022): July
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.732 KB) | DOI: 10.26554/sti.2022.7.3.392-399

Abstract

A graph that is connected G(V,E) is a graph in which there is at least one path connecting every two vertices in G; otherwise, it is called a disconnected graph. Labels or values can be assigned to the vertices or edges of a graph. A vertex-labeled graph is one in which only the vertices are labeled, and an edges-labeled graph is one in which only edges are assigned values or labels. If both vertices and edges are labeled, the graph is referred to as total labeling. If given n vertices and m edges, numerous graphs can be made, either connected or disconnected. This study will be discussed the number of disconnected vertices labeled graphs of order seven containing no parallel edges and may contain loops. The results show that number of vertices labeled connected graph of order seven with no parallel edges is N(G7,m, g)l= 6,727×Cm6; while for 7≤g≤ 21, N(G7,m, g)l= kg C(m−(g−6))g−1, where k7 =30,160, k8 = 30,765, k9=21,000, k10 =28,364, k11= 26,880, k12=26,460 , k13 = 20,790, k14 =10,290, k15 = 8,022, k16 = 2,940, k17 =4,417, k18 = 2,835, k19 =210, k20 = 21, k21= 1.
Penerapan Algoritma Bellman-Ford dalam Menentukan Rute Terpendek Objek Wisata Kabupaten Lampung Timur Silvi Fitriani; Notiragayu Notiragayu; Wamiliana Wamiliana; Ahmad Faisol
Jurnal Siger Matematika Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Siger Matematika
Publisher : FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsm.v3i2.3151

Abstract

Rute terpendek dapat mengefisienkan jarak yang harus ditempuh seseorang untuk mencapai lokasi tujuan, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya.  Pada skripsi ini untuk mencari rute terpendek menuju objek wisata di Kabupaten Lampung Timur akan digunakan algoritma Bellman-Ford, dimana algoritma ini dapat menghitung jarak terpendek dari satu sumber pada sebuah graf berbobot dan berarah.  Maksud dari satu sumber ialah dapat dihitung semua jarak terpendek yang berawal dari satu titik.  Pada skripsi ini dapat ditentukan rute terpendek untuk menuju objek wisata di Kabupaten Lampung Timur.  Lokasi objek wisata di Kabupaten Lampung Timur yang terdiri dari 28 objek wisata direpresentasikan menjadi satu model graf, dan juga dari 28 objek wisata dikelompokkan dan direpresentasikan menjadi tiga model graf berbobot dan berarah.
Peningkatan Kompetensi Guru Matematika dan Pemahaman Siswa SMPN 1 Baradatu dalam Penguasaan Materi Olimpiade Matematika Muslim Ansori; Wamiliana; Amanto; Siti Laelatul Chasanah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpkmt.v3i3.90

Abstract

Olimpiade matematika menjadi topik yang hangat dibicarakan oleh kalangan siswa maupun pendidik mulai tahun 2003. Akan tetapi, kurangnya pengetahuan guru dan siswa mengenai soal olimpiade matematika mengakibatkan minimnya prestasi yang diperoleh siswa SMP Negeri 1 Baradatu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kemampuan guru dan siswa di SMPN 1 Baradatu dalam penguasaan materi olimpiade matematika. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi, dan simulasi. Kegiatan pembinaan berjalan dengan baik. Guru dan siswa antusias dalam memberikan pertanyaan saat diskusi. Kegiatan ini juga mampu meningkatkan kemampuan guru matematika dan siswa. Hal ini terlihat dari rata-rata peningkatan nilai post-test dibandingkan dengan nilai pretest yaitu sebesar 26,24% untuk guru dan 32,40% untuk siswa.
Pelatihan Canva Dalam Pembuatan Media Pembelajaran Bagi Guru-Guru SMK Di Bandar Lampung Fitriani Fitriani; Ahmad Faisol; Wamiliana Wamiliana; Notiragayu; Siti Laelatul Chasanah; Dian Kurniasari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpkmt.v3i3.96

Abstract

Canva merupakan suatu tools desain grafis untuk membantu dalam pembuatan desain kreatif yang mudah digunakan. Dalam kegiatan ini, dilaksanakan pelatihan pembuatan media pembelajaran menggunakan Canva bagi guru-guru SMK di Bandar Lampung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam pembuatan media pembelajaran menggunakan Canva. Kegiatan ini terdiri dari 3 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi dan pelaporan. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan metode ceramah interaktif dan praktik. Pemaparan materi dilanjutkan dengan praktik pembuatan media pembelajaran. Kegiatan ini diikuti oleh 31 guru-guru SMK se-Bandar Lampung. Setelah pelatihan, semua peserta mampu membuat media pembelajaran. Berdasarkan survei, 16.13% sangat setuju, 45.16% peserta setuju, 29.03% kurang setuju dan 9.68% tidak setuju menggunakan Canva dalam pembuatan media pembelajaran. Kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan peserta dalam pembuatan media pembelajaran.
The Diameter and Maximum Link of the Minimum Routing Cost Spanning Tree Problem Reni Permata Sari; Wamiliana; Akmal Junaidi; Wiwin Susanty
Science and Technology Indonesia Vol. 7 No. 4 (2022): October
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.521 KB) | DOI: 10.26554/sti.2022.7.4.481-485

Abstract

The minimum routing cost spanning tree (MRCST) is a spanning tree that minimizes the sum of pairwise distances between its vertices given a weighted graph. In this study, we use Campos Algorithm with slight modifications on the coefficient of spanning potential. Those algorithms were implemented on a random table problem data of complete graphs of order 10 to 100 in increments of 10. The goal is to find the diameter (the largest shortest path distance) and the maximum link (the maximum number of edges connecting two vertices) in the spanning tree solution of MRCST. The result shows that a slight modification of the spanning potential coefficients gives better solutions.
Enumerating the Number of Connected Vertices Labeled Graph of Order Six with Maximum Ten Loops and Containing No Parallel Edges Wamiliana Wamiliana; Amanto Amanto; Mustofa Usman; Muslim Ansori; Fadila Cahya Puri
Science and Technology Indonesia Vol. 5 No. 4 (2020): October
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2285.683 KB) | DOI: 10.26554/sti.2020.5.4.131-135

Abstract

A Graph G (V, E) is said to be a connected graph if for every two vertices on the graph there exist at least a path connecting them, otherwise, the graph is disconnected. Two edges or more that connect the same pair of vertices are called parallel edges, and an edge that starts and ends at the same vertex is called a loop. A graph is called simple if it containing no loops nor parallel edges. Given n vertices and m edges, m ≥ 1, there are many graphs that can be formed, either connected or disconnected. In this research, we will discuss how to calculate the number of connected vertices labeled graphs of order six (isomorphism graphs are counted as one), with a maximum loop of ten without parallel edges.
Determining The Number of Connected Vertex Labeled Graphs of Order Seven without Loops by Observing The Patterns of Formula for Lower Order Graphs with Similar Property Muslim Ansori; Wamiliana; Fadila Cahya Puri
Science and Technology Indonesia Vol. 6 No. 4 (2021): October
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2021.6.4.328-336

Abstract

Given n vertices and m edges, m ≥ 1, and for every vertex is given a label, there are lots of graphs that can be obtained. The graphs obtained may be simple or not simple, connected or disconnected. A graph G(V,E) is called simple if G(V,E) not containing loops nor paralel edges. An edge which has the same end vertex is called a loop, and paralel edges are two or more edges which connect the same set of vertices. Let N(G7,m,t) as the number of connected vertex labeled graphs of order seven with m vertices and t (t is the number edges that connect different pair of vertices). The result shows that N(G7,m,t) = ct C (m−1) t−1, with c6=6727, c7=30160 , c8=30765, c9=21000, c10=28364, c11=26880, c12=26460, c13=20790, c14=10290, c15= 8022, c16=2940, c17=4417, c18=2835, c19=210, c20= 21, c21=1.
Dynamic Modeling and Forecasting Data Energy Used and Carbon Dioxide (CO2) Edwin Russel; Wamiliana; Nairobi Saibi; Warsono; Mustofa Usman; Jamal I. Daoud
Science and Technology Indonesia Vol. 7 No. 2 (2022): April
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1425.261 KB) | DOI: 10.26554/sti.2022.7.2.228-237

Abstract

The model of Vector Autoregressive (VAR) with cointegration is able to be modified by Vector Error Correction Model (VECM). Because of its simpilicity and less restrictions the VECM is applied in many studies. The correlation among variables of multivariate time series also can be explained by VECM model, which can explain the effect of a variable or set of variables on others using Granger Causality, Impulse Response Function (IRF), and Forecasting. In this study, the relationship of Energy Used and CO2 will be discussed. The data used here were collected over the year 1971 to 2018. Based on the comparison of some criteria: Akaike Information Criterion Corrected (AICC), Hannan-Quin Information Criterion (HQC), Akaike Information Criterion (AIC) and Schwarz Bayesian Criterion (SBC) for some VAR(p) model with p= 1,2,3,4,5, the best model with smallest values of AICC, HQC, AIC and SBC is at lag 2 (p= 2). Then the best model found is VECM (2) and further analysis such as Granger Causality, IRF, and Forecasting will be based on this model.