Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ana Bulava Jurnal Pendidikan Anak

PERANAN METODE PEMBERIAN TUGAS DALAM PENGEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK DI TK PGRI GUNTARO KECAMATAN TANTOVEA KABUPATEN DONGGALA Wahyuni, Sri; Fitri Rahayu; Marwany
Ana' Bulava: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD), Instutut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/abulava.Vol5.Iss1.151

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Peranan Metode Pemberian Tugas dalam Pengembangan Motorik Halus Anak di TK PGRI Guntarano Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dengan prosedur pengambilan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dengan bentuk teks naratif dan penarikan kesimpulan. Sedangkan pengecekan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini adalah (1) Pelaksanaan metode pemberian tugas dalam pengembangan motorik halus anak terdiri dari (a) konsep pelaksanaan yaitu melihat kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan mencoret-coret kertas, meremas kertas atau membuat garis lurus dan lengkung. (b) Hal-hal yang mesti diperhatikan adalah sarana dan prasarana yang berguna dalam mendorong anak untuk bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. (c) Upaya yang dilakukan untuk mengefektifkan metode pemberian tugas yaitu bimbingan dan memperhatikan perkembangan motorik halus anak. (d) Langkah-langkah yang dilakukan yaitu persiapan sarana dan prasarana, perhatian tenaga pendidik dan bimbingan secara terus-menerus. (e) Manfaat dan tujuan yaitu motorik halus anak dapat berkembang dan meningkatkan kreativitas anak. (2) Implikasi pelaksanaan metode pemberian tugas dalam pengembangan motorik halus anak terdiri dari: (1) anak dapat bebas dalam berekspresi melalui tugas yang diberikan, sedangkan tenaga pendidik hanya sebatas membimbing sampai anak dapat mengerjakan tugasnya sendiri. (2) Implikasi tahapan belajar dari peranan metode pemberian tugas dalam pengembangan motorik halus anak yaitu bersifat berkesinambungan dikarenakan setiap tahapan akan saling berhubungan satu sama lain.
PEMBIASAAN SALAT DUHA DALAM MENGEMBANGKAN NILAI AGAMA DAN MORAL ANAK USIA DINI DI TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 1 PALU Isna Nur Hidayati; Retoliah; Fitri Rahayu
Ana' Bulava: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD), Instutut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/abulava.Vol6.Iss2.216

Abstract

Pembiasaan ibadah sejak usia dini memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pembentukan karakter dan nilai moral anak. Salah satu bentuk kegiatan pembiasaan yang dilakukan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Palu adalah pembiasaan salat duha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembiasaan salat duha serta dampaknya dalam mengembangkan nilai agama dan moral peserta didik usia dini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembiasaan salat duha di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Palu memberikan dampak yang signifikan terhadap pengembangan nilai-nilai agama dan moral pada anak usia dini. Melalui pelaksanaan yang konsisten setiap hari, peserta didik mengalami perkembangan dalam berbagai aspek, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, serta keterampilan sosial seperti empati, kerja sama, dan sikap saling menghargai. Faktor pendukung utama dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah dukungan orang tua dan tersedianya sarana prasarana yang memadai. Namun demikian, terdapat hambatan seperti kurangnya keterlibatan peserta didik serta keterbatasan waktu pelaksanaan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembiasaan salat duha secara rutin di TK dapat menjadi metode efektif dalam menanamkan nilai-nilai agama dan moral pada anak usia dini. Oleh karena itu, kegiatan serupa layak dijadikan program tetap dalam kurikulum PAUD untuk mendukung penguatan pendidikan karakter berbasis spiritual. Selain itu, implikasi ini menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga, serta perlunya pelatihan bagi guru dan penyediaan sarana ibadah yang memadai agar proses penanaman nilai-nilai agama dan moral dapat berjalan optimal.