Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul fisika pada pokok bahasan pengukuran berbasis Problem Based Learning (PBL), menguji kelayakan, serta untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas X SMA NWDI Pancor. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis (Analisys), perancangan (Design), pengembangan (Development), implementasi (Implementation), dan evaluasi (Evaluation). Instrumen penelitian terdiri atas lembar validasi ahli materi dan ahli media, angket respon peserta didik, serta tes keterampilan berpikir kritis berdasarkan indikator. Subjek uji coba penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA NWDI Pancor. Teknik analisis data menggunakan analisis persentase untuk menilai kelayakan produk dari ahli dan respon peserta didik, serta uji N-Gain untuk mengukur peningkatan keterampilan berpikir kritis. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan bahwa produk sangat valid sehingga layak digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Kelayakan tersebut dapat dilihat dari perolehan skor rata-rata ahli materi 88,02%, ahli media 90,47%, dan respon peserta didik 91,88%. Selain itu, hasil uji menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik dengan perolehan nilai N-Gain sebesar 56,25%, yang termasuk kategori cukup efektif. Dengan demikian, e-modul berbasis Problem Based Learning ini dapat dijadikan alternatif bahan ajar fisika dan direkomendasikan untuk dikembangkan lebih lanjut pada materi maupun konteks pembelajaran yang berbeda