Claim Missing Document
Check
Articles

AKTIVITAS ANTIBAKTERI SABUN PADAT YANG MENGANDUNG EKSTRAK ETANOL RUMPUT LAUT GRACILARIA, SP TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUEREUS Bhayu Gita Bhernama
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 19, No 1 (2020): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/penaakuatika.v19i1.1060

Abstract

Kulit merupakan organ manusia yang paling penting guna melindungi tubuh dan organ dalam dari gangguan dan ancaman dari luar. Salah satu bahaya dari luar adalah bakteri pantogen dan kotoran lainnya sehingga dibutuhkan perlindungan. Salah satu cara melindungi kulit dari bakteri dengan menggunakan sabun. Sabun merupakan salah satu jenis pembersih kulit berguna untuk mengangkat berbagai jenis kotoran dan bakteri yang menempel dikulit. Oleh karena itu, dilakukan pengembangan sebuah produk sabun padat dengan memanfaatkan penambahan ekstrak etanol rumput laut merah Gracilaria, sp. Penelitian dilakukan dengan proses ekstrasi, uji fitokimia, proses pembuatan sabun, uji antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Hasil yang didapat dimana aktivitas antibakteri dari sabun padat yang mengandung ekstrak etanol dari rumput laut Gracilaria, sp memiliki daya hambat yang sedang pada penambahan ekstrak etanol 15 mL sebesar 11,67 mm. Selain itu, sabun padat ini efektif terhadap antibakteri. Hal ini dapat dilihat dari analisis One Way Anova yang didapatkan Fhitung>Ftabel. Hasil skrining fitokimia didapatkan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etanol rumput laut Gracilaria, sp  ini adalah senyawa flavonoid, saponin dan terpenoid
LITERATURE REVIEW: PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK TUMBUHAN SEBAGAI PENGAWET ALAMI IKAN, TOMAT DAN DAGING AYAM Nur Huda; Bhayu Gita Bhernama; Febrina Arfi
AMINA Vol 2 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v2i1.636

Abstract

Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, dan perairan yang sangat mudah rusak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivitas ekstrak tumbuhan sebagai pengawet alami tomat, ikan dan daging ayam berdasarkan waktu penyimpanan. Penelitian ini menggunakan metode literature review menggunakan database dari artikel-artikel dalam bentuk jurnal. Berdasarkan dari artikel yang dikumpulkan, didapatkan hasil dari beberapa tumbuhan yang diteliti, ekstrak yang paling efektif untuk dijadikan sebagai pengawet alami untuk ikan ekstrak daun mangga dengan lama penyimpanan selama 13 hari. Sedangkan ekstrak daun kemangi masih kurang efektif untuk pengawetan ikan yang hanya mampu menyimpan ikan selama 60 menit. Ekstrak tumbuhan yang paling efektif untuk mengawetkan buah tomat adalah ekstrak tanaman putri malu dengan waktu penyimpanan 11 hari. Ekstrak tumbuhan yang paling efektif untuk mengawetkan daging ayam adalah ekstrak daun salam dan biji pinang dengan penyimpanan selama 6 hari dan ekstrak yang kurang efektif untuk mengawetkan daging ayam adalah ekstrak dari daun salam dengan lama penyimpanan selama 18 jam.
PENENTUAN KADAR LOGAM Pb DAN Cd PADA RUMPUT LAUT Sargassum Polycystum Bhayu Gita Bhernama; Isru Ulfa Zuliana; Cut Nuzlia
AMINA Vol 3 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i1.1963

Abstract

Rumput laut Sargassum Polycistum termasuk dalam golongan alga coklat (Phaeophyceae) yang memiliki potensi dalam mengakumulasi logam berat Pb dan Cd. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar logam berat Pb dan Cd yang terakumulasi pada rumput laut Sargassum Polycistum. Metode yang digunakan adalah proses destruksi basah dengan pelarut berupa HNO3 : H2O2 (6:2) sebanyak 30 mL: 10 mL. Larutan hasil destruksi yang diperoleh dianalisis konsentrasinya menggunakan SSA (Spektrofotometer Serapan Atom). Hasil yang didapatkan dalam penelitian kadar logam Pb dan Cd pada rumput laut Sargassum Polycistum, sebesar <0,0001 mg/Kg dan 0,0004 mg/Kg. Logam Pb dan Cd pada rumput laut Sargassum Polycistum tidak melebihi batas standar yang telah ditetapkan
PENENTUAN KANDUNGAN NITRIT, BESI, KROMIUM, DAN KEKERUHAN DALAM AIR BERSIH KAPAL Ade Wahida Paradila; Bhayu Gita Bhernama; Yuli Fitriana
AMINA Vol 3 No 2 (2021): August 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i2.1996

Abstract

Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air, sehingga pengadaan air bersih harus memenuhi standar mutu kualitasnya. Air bersih kapal pada umumnya didapatkan dari pengisian air tawar di pelabuhan pada saat kapal berhenti di pelabuhan. Pengujian ini perlu dilakukan karena sumber air bersih yang didapatkan kapal dipelabuhan tidak diketahui sumber airnya. Parameter fisika dan kimia yang dilakukan pengujian terhadap 5 sampel air bersih kapal (KP1; KP2; KP3; KP4; KP5) yaitu pada senyawa nitrit, logam besi, ion kromium, dan kekeruhan. Pengujian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan menggunakan alat spektrofotometer SpectroDirect Lovibond. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada pengujian kromium tidak memenuhi syarat baku mutu air bersih yang layak digunakan yaitu pada kapal KP 5 diperoleh kadar kromium sebesar 0,11 mg/L akan tetapi pada pengujian kekeruhan, nitrit dan besi memenuhi Standar mutu Permenkes nomor 32 tahun 2017 (mg/L) .
ANALISIS AIR BOILER DENGAN PARAMETER pH, ALKALINITAS, TDS, HARDNESS DAN SILIKA DI PT. BEURATA SUBUR PERSADA Husnawati; Bhayu Gita Bhernama; Tarmizi
AMINA Vol 3 No 2 (2021): August 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i2.2002

Abstract

Sebuah industri khususnya Pabrik Kelapa Sawit sangat membutuhkan air. Pada pabrik kelapa sawit air dibutuhkan untuk proses pengolahan serta untuk pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan uap dari boiler. Boiler adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk steam. Sehingga boiler merupakan peralatan yang harus dijaga dan dikelola dengan sangat baik. Air yang disuplai ke boiler untuk dirubah menjadi steam disebut air umpan. Air yang akan digunakan sebagai air umpan boiler adalah air yang tidak mengandung unsur yang dapat menyebabkan terjadinya endapan yang dapat membentuk kerak dan yang dapat menyebabkan korosi terhadap boiler. Dengan demikian untuk mencegah hal tersebut air sangat perlu diolah sebelum digunakan pada boiler. Untuk meyakinkan tidak ada zat terlarut yang terbawa dalam uap maka perlu dilakukan nya monitoring pada air boiler. Oleh karena itu perlu diperhatikan kualitas air dengan menjaga parameter nya agar memenuhi standar parameter yang telah ditetapkan, salah satunya yaitu parameter pH, Alkalinitas, Hardness, TDS dan Silika. Berdasarkan hasil penelitian didapat parameter pH, Alkalinitas, TDS, Hardness dan Silika pada air boiler di PT. Beurata Subur Persada sudah memenuhi standar parameter yang telah ditetapkan, tetapi pada tanggal 18 januari parameter silika melebihi standar yang ditetapkan yaitu 187,5 ppm.
PERBANDINGAN RENDEMEN, VISKOSITAS, KEKUATAN GEL GELATIN DARI IKAN AIR LAUT DAN IKAN AIR TAWAR Hayyun; Muammar Yulian; Bhayu Gita Bhernama
AMINA Vol 3 No 3 (2021): December 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gelatin merupakan bahan tambahan pangan yang diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen yang banyak ditemukan pada tulang dan kulit hewan seperti ikan, sapi dan babi. Kolagen merupakan protein berupa serat yang terdapat pada jaringan ikan. Gelatin yang diperoleh dari bahan baku ikan biasanya diekstraksi dengan menggunakan perendaman dalam larutan asam. Proses asam biasanya memerlukan waktu yang relatif lebih singkat dibandingkan dengan proses perendaman basa/alkali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik (rendemen, viskositas, dan kekuatan gel) gelatin dari ikan air laut dan air tawar. Metode penelitian yang digunakan yaitu Literature Review dengan pengumpulan dan skrining data yang memiliki kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil yang diperoleh yaitu berbagai informasi mengenai karakteristik gelatin yang paling bagus terdapat pada ikan air tawar (patin) dengan menghasilkan rendemen 6,14%, viskositas 3,83 cP, dan kekuatan gel 364,19 bloom. Sedangkan ikan air laut (kakap merah) mendapatkan rendemen 4,93%, viskositas 17,4 cP, kekuatan gel 312,5 bloom.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK (GREY WATER) MENGGUNAKAN CANGKANG TIRAM (Saccostrea echinata) SEBAGAI BIOKOAGULAN Bhayu Gita Bhernama; Erawati; Husnawati Yahya
AMINA Vol 4 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran lingkungan diakibatkan oleh limbah domestik tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Oleh karena itu, perlu dikembangkan metode dalam pengolahan limbah domestik Telah banyak metode yang digunakan dalam mengatasi pencemaran lingkungan akibat limbah domestik, salah satunya metode koagulasi-flokulasi. Metode koagulasi-flokulasi menggunakan cangkang tiram sebagai bioakulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi massa koagulan dan kecepatan serta waktu pengendapan terhadap BOD dan COD. Koagulan yang digunakan adalah limbah cangkang tiram. Variasi massa koagulan yang digunakan yaitu 0 g/L; 10 g/L; 30 g/L; 50 g/L; dan 70 g/L. Variasi pengadukan cepat yaitu 100, 125 dan 150 rpm selama 30 menit, dengan pengendapan 30, 60 dan 90 menit. Penurunan BOD yang optimum dengan massa koagulan 50 g/L dengan kecepatan 125 rpm sebesar 82,4 %. Penurunan COD yang optimum dengan massa koagulan 50 g/L pada kecepatan 150 rpm sebesar 83,75 %. Dapat dilihat bahwa proses koagulasi-flokulasi menggunakan koagulan dari cangkang tiram mampu menurunkan kadar pencemar yang ada pada limbah cair domestik, sehingga dapat menjadi salah satu solusi dalam pengolahan limbah cair domestik.
UJI FISIKOKIMIA PADA SEDIAAN LIP BALM DARI MINYAK PALA (Myristica fragrans Houtt) Bhayu Gita Bhernama; Reni Silvia Nasution; Rizqiena Alfajriah Nst
AMINA Vol 4 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang uji fisikokimia sediaan lip balm dari minyak pala telah dilakukan untuk melembabkan bibir agar tidak mudah kering dan pecah-pecah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hasil dari pengujian fisikokimia pada sediaan lip balm dari minyak pala (Myristica fragrans Houtt) sesuai dengan standar BPOM NO. 12 Tahun 2019. Metode pada penelitian ini dilakukan dengan eksperimental. Sediaan lip balm dengan variasi konsentrasi minyak pala yaitu 10%, 15%, 20%, blanko digunakan formula dasar dalam pembuatan sediaan lip balm tanpa minyak pala. Pembuatan lip balm dilakukan dengan menimbang semua bahan kemudian dilakukan uji organoleptis, homogenitas, pH, titik lebur, iritasi, dan cemaran mikroba. Hasil uji organoleptis pada lip balm dengan variasi konsentrasi 10%, 15% dan 20% didapat tekstur yang padat, berwarna putih dan memiliki bau khas pala, dan blanko memiliki bau coklat. Lip balm memiliki tekstur yang homogen. Hasil pengujian pH pada blanko adalah 6,1, pH lip balm dengan konsentrasi 10%, 15% dan 20% berturut-turut adalah 6,3; 6,4; 6,6. Hasil uji cemaran mikroba dengan variasi konsentrasi minyak pala sudah sesuai dengan standar BPOM No. 12 tahun 2019 kecuali pada sediaan lip balm tanpa penambahan minyak pala terdapat pertumbuhan bakteri S.aureus 2.0x101. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil uji fisikokimia (uji organoleptis, homogenitas, pH dan titik lebur dan cemaran mikroba) pada lip balm dengan variasi konsentrasi 10%, 15% dan 20% sesuai dengan standar BPOM NO. 12 tahun 2019. Lip balm dengan konsentrasi 10% memiliki hasil yang lebih optimal dibandingkan pada konsentrasi 15% dan 20%.
Karakterisasi Selulosa dan Selulosa Asetat dari Limbah Cangkang Biji Pala (Myristica Fragransi) Aceh Selatan Bhayu Gita Bhernama; Nurhayati; Surya Adi Saputra; Jihan Amalia
Jurnal Riset Kimia Vol. 14 No. 1 (2023): March
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v14i1.579

Abstract

Nutmeg seed shell waste contains 21.34% cellulose, 12.93% lignin, 53.67% crude fiber, 6.16% ash, 0.11% phenol, and 0.38% carbonyl. The content of cellulose and lignin in the nutmeg shell waste is quite large, so it can be used as something of value. Cellulose can be synthesized into cellulose acetate. The use of cellulose acetate is very diverse, such as in the film industry, biodegradable plastics, paper coatings, metals, and glass, as an adhesive for topographic films as the main raw material in membrane synthesis processes. Therefore, it is necessary to characterize cellulose and cellulose acetate from nutmeg shell waste (Myristica fragrance) in South Aceh. The method used is in the form of cellulose isolation using the soxhletation process, then bleaching and hydrolysis processes are carried out, then it is synthesized into cellulose acetate. Characterization of cellulose by determining % yield, cellulose content, ash content, moisture content, FTIR, XRD. Characterization of cellulose acetate by determining the acetyl content and FTIR. The characterization results obtained ash content of 3.04%, moisture content of 15.55%, yield of 35.36% and 5.29% cellulose content. XRD characterization obtained a diffractogram peak at an angle of 2θ = 22.2111o, a crystallinity of 96% and a crystal size of 0.5292 nm. Characterization of the functional groups of cellulose in the form of stretching O-H, C-H and C-O groups which are at wave numbers 3331.04 cm-1, 2871.29 cm-1 and 1024.96 cm-1. Functional groups of cellulose acetate in the form of O-H, C=O, acetyl C-O, bent C-H and C-O groups are at wave numbers 3348.82 cm-1, 1719.61 cm-1, 1227.23 cm-1, 1369.50 cm-1 and 1028.62. The acetyl content is 39.18% and the degree of substitution is 2.65%.
Characterization of Cellulose Acetate Membrane from Nutmeg Shells Bhayu Gita Bhernama; Nurhayati; Surya Adi Saputra; Jihan Amalia
JURNAL SAINS NATURAL Vol. 13 No. 3 (2023): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jsn.v13i3.465

Abstract

The membrane is a semipermeable selective thin layer that is used as a barrier between two phases, the feed phase and the permeate phase. Several studies have been carried out on the synthesis of cellulose acetate membranes, but research on cellulose acetate membranes from nutmeg shell waste is still rare. Therefore, the characterization of cellulose acetate membrane from a nutmeg shell was conducted. This study aims to characterize cellulose acetate membranes from nutmeg shells using the phase inversion method with variations in the weight of cellulose acetate 0.1 and 0.2 grams. The plasticizers used are polyvinyl chloride (PVC) and dope solution. Characterization was carried out in thickness, tensile strength, morphology by Scanning Electron Microscope (SEM), functional groups, membrane permeability, rejection value, degree of swelling, and membrane standards. The results obtained for good morphological characterization were found in membranes number 2 and 4, the value of rejection and flux on membrane number 2 (t = 1 minute) was 31.1%, and the flux value was 4.6 L/m2.h for membrane number 3 (t) (t = 3 minutes) 31.6% and the flux value was 0.3 L/m2 per hour. The good thickness and strength of the membrane are found in the number 1 membrane, with a thickness of 0.11 mm and tensile strength of 3.06 MPa. Swelling degree and suitable membranes are found in membrane number 1, 59.52%, and 32.2%, respectively. The functional groups contained in the FTIR spectrum include the C – H group, which is located in the wave number range of 2959.79 cm-1, C = O is located at 1722.06 cm-1, C –O acetyl is located at 1271.04 cm-1 and C – O stretching is located at 1072.13 cm-1, and the presence of a PVC group is located at 742.12 cm-1. The conclusion is that membrane number 1 is good for further application.