Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN KARBON AKTIF CANGKANG BIJI PALA (Myristica fragrans H.) DAN PASIR KUARSA TERHADAP PENURUNAN KADAR LOGAM TEMBAGA (Cu) Bhernama, Bhayu Gita; Arfi, Febrina; Mardiana, Diana
AMINA Vol. 6 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v6i1.4359

Abstract

Penelitian ini menggunaan karbon aktif dari cangkang biji pala yang diaktivasi HCl, dikombinasikan dengan pasir kuarsa, untuk efisiensi penurunan kadar logam tembaga dalam air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kombinasi karbon aktif dan pasir kuarsa berdasarkan variasi massa yang digunakan sebagai adsorben dalam penurunan kadar logam tembaga (Cu). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis kualitatif dan kuantitatif. Karbon aktif diperoleh dari proses karbonisasi pada suhu 250℃ yang diaktivasi dengan asam klorida (HCl) 1 M dan pasir kuarsa diaktivasi dengan natrium hidroksida (NaOH) 0,5 M. Massa adsorben yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 0,5 g, 1 g dan 1,5 g, dengan waktu pengadukan 30 menit dan kecepatan pengadukannya 200 rpm. Hasil menunjukkan bahwa karbon aktif dari cangkang biji pala efektif menyerap logam Cu, dengan tingkat penyerapan optimal pada massa 1,5 g (45,28%). Adsorben pasir menunjukkan daya serap tertinggi pada massa 0,5 g (57,63%), sementara kombinasi kedua adsorben pada massa 1: 1,5 g mencapai 32,52%, menunjukkan kinerja optimum. Jadi, karbon aktif dari cangkang biji pala dapat digunakan karena efektif untuk menurunkan kadar logam Cu dalam larutan.
A REVIEW: SEAWEEDS POTENTIAL AS METAL ABSORPTION AGENTS IN AQUATIC ENVIRONMENTS Bhernama, Bhayu Gita
Indonesian Journal of Environmental Sustainability Vol. 3 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Center for Environmental Studies, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ijes.v3i1.7783

Abstract

Heavy metal pollution in aquatic environments is an issue that threatens aquatic ecosystems. One natural solution to overcome this problem is to utilize seaweed as a heavy metal absorbing agent. Seaweed is capable of absorbing heavy metals such as cadmium (Cd), lead (Pb), arsenic (As), copper (Cu), and zinc (Zn) through interactions on their cell walls. Types of seaweed that have been studied by many researchers such as Gracilaria sp., Caulerpa racemosa, Ulva sp., Pandina australis, Kappaphycus alvarezii, Codium fragile and Eucheuma spinosum have demonstrated varying but significant effectiveness in absorbing heavy metals. It can be concluded that seaweed has great potential to be used as an environmentally friendly absorbing agent and can serve as a bioindicator of aquatic environment quality.
PERBANDINGAN RENDEMEN, VISKOSITAS, KEKUATAN GEL GELATIN DARI IKAN AIR LAUT DAN IKAN AIR TAWAR Hayyun; Yulian, Muammar; Bhernama, Bhayu Gita
AMINA Vol. 3 No. 3 (2021): December 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gelatin merupakan bahan tambahan pangan yang diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen yang banyak ditemukan pada tulang dan kulit hewan seperti ikan, sapi dan babi. Kolagen merupakan protein berupa serat yang terdapat pada jaringan ikan. Gelatin yang diperoleh dari bahan baku ikan biasanya diekstraksi dengan menggunakan perendaman dalam larutan asam. Proses asam biasanya memerlukan waktu yang relatif lebih singkat dibandingkan dengan proses perendaman basa/alkali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik (rendemen, viskositas, dan kekuatan gel) gelatin dari ikan air laut dan air tawar. Metode penelitian yang digunakan yaitu Literature Review dengan pengumpulan dan skrining data yang memiliki kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil yang diperoleh yaitu berbagai informasi mengenai karakteristik gelatin yang paling bagus terdapat pada ikan air tawar (patin) dengan menghasilkan rendemen 6,14%, viskositas 3,83 cP, dan kekuatan gel 364,19 bloom. Sedangkan ikan air laut (kakap merah) mendapatkan rendemen 4,93%, viskositas 17,4 cP, kekuatan gel 312,5 bloom.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK (GREY WATER) MENGGUNAKAN CANGKANG TIRAM (Saccostrea echinata) SEBAGAI BIOKOAGULAN Bhernama, Bhayu Gita; Erawati; Yahya, Husnawati
AMINA Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v4i1.2471

Abstract

Pencemaran lingkungan diakibatkan oleh limbah domestik tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Oleh karena itu, perlu dikembangkan metode dalam pengolahan limbah domestik Telah banyak metode yang digunakan dalam mengatasi pencemaran lingkungan akibat limbah domestik, salah satunya metode koagulasi-flokulasi. Metode koagulasi-flokulasi menggunakan cangkang tiram sebagai bioakulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi massa koagulan dan kecepatan serta waktu pengendapan terhadap BOD dan COD. Koagulan yang digunakan adalah limbah cangkang tiram. Variasi massa koagulan yang digunakan yaitu 0 g/L; 10 g/L; 30 g/L; 50 g/L; dan 70 g/L. Variasi pengadukan cepat yaitu 100, 125 dan 150 rpm selama 30 menit, dengan pengendapan 30, 60 dan 90 menit. Penurunan BOD yang optimum dengan massa koagulan 50 g/L dengan kecepatan 125 rpm sebesar 82,4 %. Penurunan COD yang optimum dengan massa koagulan 50 g/L pada kecepatan 150 rpm sebesar 83,75 %. Dapat dilihat bahwa proses koagulasi-flokulasi menggunakan koagulan dari cangkang tiram mampu menurunkan kadar pencemar yang ada pada limbah cair domestik, sehingga dapat menjadi salah satu solusi dalam pengolahan limbah cair domestik.
UJI FISIKOKIMIA PADA SEDIAAN LIP BALM DARI MINYAK PALA (Myristica fragrans Houtt) Bhernama, Bhayu Gita; Nasution, Reni Silvia; Nst, Rizqiena Alfajriah
AMINA Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v4i1.2473

Abstract

Penelitian tentang uji fisikokimia sediaan lip balm dari minyak pala telah dilakukan untuk melembabkan bibir agar tidak mudah kering dan pecah-pecah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hasil dari pengujian fisikokimia pada sediaan lip balm dari minyak pala (Myristica fragrans Houtt) sesuai dengan standar BPOM NO. 12 Tahun 2019. Metode pada penelitian ini dilakukan dengan eksperimental. Sediaan lip balm dengan variasi konsentrasi minyak pala yaitu 10%, 15%, 20%, blanko digunakan formula dasar dalam pembuatan sediaan lip balm tanpa minyak pala. Pembuatan lip balm dilakukan dengan menimbang semua bahan kemudian dilakukan uji organoleptis, homogenitas, pH, titik lebur, iritasi, dan cemaran mikroba. Hasil uji organoleptis pada lip balm dengan variasi konsentrasi 10%, 15% dan 20% didapat tekstur yang padat, berwarna putih dan memiliki bau khas pala, dan blanko memiliki bau coklat. Lip balm memiliki tekstur yang homogen. Hasil pengujian pH pada blanko adalah 6,1, pH lip balm dengan konsentrasi 10%, 15% dan 20% berturut-turut adalah 6,3; 6,4; 6,6. Hasil uji cemaran mikroba dengan variasi konsentrasi minyak pala sudah sesuai dengan standar BPOM No. 12 tahun 2019 kecuali pada sediaan lip balm tanpa penambahan minyak pala terdapat pertumbuhan bakteri S.aureus 2.0x101. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil uji fisikokimia (uji organoleptis, homogenitas, pH dan titik lebur dan cemaran mikroba) pada lip balm dengan variasi konsentrasi 10%, 15% dan 20% sesuai dengan standar BPOM NO. 12 tahun 2019. Lip balm dengan konsentrasi 10% memiliki hasil yang lebih optimal dibandingkan pada konsentrasi 15% dan 20%.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL ASAM SUNTI DARI BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP Salmonella Spp. DAN Staphylococcus aureus Yulian, Muammar; Bhernama, Bhayu Gita; Maisarah, Siti
AMINA Vol. 4 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v4i2.5474

Abstract

Asam sunti merupakan buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) segar yang difermentasi dengan cara penjemuran di bawah sinar matahari dan penggaraman kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etanol asam sunti dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% asam sunti terhadap bakteri Salmonella Spp. dan Staphylococcus aures. Metode uji aktivitas antibakteri yang digunakan adalah metode cakram disk (Kirby-Bauer). Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol asam sunti mengandung alkaloid, triterpenoid, flavonoid, dan tanin. Berdasarkan hasil rata-rata diameter zona hambat ekstrak etanol asam sunti pada Salmonella Spp. dengan konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100% yaitu 6.08 mm; 7.03 mm; 7.11 mm; dan 8.25 mm. Sedangkan pada Stapylococcus aureus dengan konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100% yaitu 6.29 mm; 9.52 mm; 9.64 mm; dan 11.72 mm. Berdasarkan hasil uji ekstrak etanol asam sunti memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Gram negatif dan Gram positif. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuan daya hambat lemah ekstrak ini terhadap bakteri Salmonella Spp. dan daya hambat kuat terhadap Stapylococcus aureus.
UTILIZATION OF ARECA NUT (Areca catechu L.) SHELL WASTE FOR CELLULOSE ACETATE MEMBRANES Bhernama, Bhayu Gita; Hulwah Nadhila; Jihan Amalia; Febrina Arfi; Muammar Yulian
Indonesian Journal of Environmental Sustainability Vol. 2 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Center for Environmental Studies, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ijes.v2i2.5788

Abstract

The skin of the betel nut contains 65.8% cellulose, the seeds of the fruit contain 53.20% cellulose fiber. The aim of the research is to synthesize cellulose acetate membranes from betel nut shell waste. The research method was cellulose isolation using soxhletation, bleaching, delignification and hydrolysis methods, synthesis of cellulose acetate and cellulose acetate membranes with variations of 9 and 10% PEG. The cellulose content of banana peel is 28.09% with β cellulose type and monoclinic crystal form. The tensile test results for PEG 9% were 1.4437 Mpa and PEG 10% were 1.2429 Mpa. The swelling test results of PEG 9% were 150.7% and PEG 10% were 196%. It was concluded that betel nut shell waste can be synthesized into cellulose acetate membranes.