Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Etanol dari Daun Sembukan (Paederia foetida L) Sebagai Inhibitor Korosi Logam Besi padaLarutan HCl 1M dan Air Laut Novitaningrum, Elis; Setiawan, Mohammad Arfi; Trisnawati, Ade
Eksergi Vol 20, No 3 (2023)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v20i3.10163

Abstract

The massive development of industry creates human using various of metal which available in the nature for being contruction, for example a Iron metal. The iron is a transition metal on periodic table which often used on industry and building construction, however iron is a corrodiable metal. The metal  corrotion must be solved cause create many of loss.  Therefore, the study aimed to examine sembukan leaf extract in various consentration, 0%, 2%, 4%, 6%, 8% to seawater and HCl 1M during 7 days of contact moment. The correlation strenght between variable using regression linier method. Based on study that  the higher consentration inhibitor and the corrotion rate decreases. He highest efficiency using seawater is 89,9% and using HCl 1 is 68,9%. The highest correlation between variable is 93,2% using seawater. Th e conclution  is sembukan leaf extract effective  to protect iron corrotion of seawater
Efektivitas Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban ) terhadap Pertumbuhan Jamur Aspergillus flavus Habibi, Mohammad Wildan; Setiawan, Mohammad Arfi; Ulfa, Risa Munika; Istiqomah, Lin
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.631 KB) | DOI: 10.25273/cheesa.v1i2.3168

Abstract

Aspergillus flavus merupakan jamur yang bersifat aerobik karena memiliki kemampuan untuk tetap hidup jika kondisi medianya dipenuhi oksigen. Jamur mikroskopis ini dapat menghasilkan satu zat tertentu bernama aflatoxin. Ini adalah mikotoksin yang memiliki tingkat dampak toksik yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun dari Centella asiatica (L.) Urban terhadap pertumbuhan Aspergillus flavus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian diperoleh bahwa ekstrak daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur Aspergillus flavusdengan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) pada konsentrasi 0,8%.
Pengaruh Ukuran Bahan terhadap Yield pada Proses Ekstraksi Minyak Kayu Putih dengan Metode Microwave Hydrodiffusion and Gravity Nisa, Nur Ihda Farikhatin; Setiawan, Mohammad Arfi; Ardista, Syahlum Alvina; Maritha, Vevi
Journal of Research and Technology Vol. 10 No. 2 (2024): JRT Volume 10 No 2 Des 2024
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jrt.v10i2.1468

Abstract

Tumbuhan kayu putih (Melaleuca leucadendra Linn.) termasuk dalam keluarga Myrtaceae. Minyak kayu putih biasanya dihasilkan dari penyulingan tradisional (konvensional) yang proses ekstraksinya memerlukan waktu dan energi yang cukup banyak. Bukan hanya itu penyulingan secara konvensional memerlukan pelarut kimia yang cukup banyak dengan harga yang mahal. Sehingga pada penelitian ini dilakukan pengembangan dari metode konvensional yaitu metode microwave hydrodiffusion gravity (MHG) yang tidak membutuhkan pelarut. Tujuan dari penelitian ini adalah menetapkan ukuran bahan yang paling optimal pada ekstraksi menggunakan metode MHG. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah daun kayu putih pada kondisi bahan tanpa pengeringan dan dengan pengeringan. Variabel ukuran daun yang digunakan adalah 1 cm; 1,5 cm; dan 2 cm. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kondisi operasi yang optimal untuk ekstraksi minyak kayu putih menggunakan metode MHG pada bahan kering dengan ukuran 1 cm menghasilkan yield sebesar 2,96%. Pada bahan tanpa pengeringan dengan bentuk daun cacah menghasilkan yield sebesar 1,79%.
PELATIHAN IDENTIFIKASI BORAKS DAN FORMALIN PADA MAKANAN DI DESA BARENG, BABADAN, PONOROGO Trisnawati, Ade; Setiawan, Mohammad Arfi
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.278 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v8i1.16024

Abstract

Zat aditif makanan hingga kini diketahui banyak macamnya dan beberapa diantaranya memiliki efek berbahaya bagi kesehatan manusia. Boraks dan formalin merupakan contoh zat aditif berbahaya yang peredarannya kini sudah dilarang. Namun, tidak menutup kemungkinan zat tersebut masih digunakan oleh sebagian masyarakat guna untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Oleh karena itu, perlu adanya upaya agar masyarakat dapat mencegah paparan zat aditif berbahaya ini pada makanan. Deteksi adanya kandungan boraks dan formalin dapat dilakukan sendiri oleh masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga dengan metode sederhana berbantuan bahan alami yang terdapat di lingkungan sekitar. Kegiatan ini berupa penyuluhan mengenai bahaya boraks dan formalin yang dimaksudkan untuk menghimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi makanan yang mengandung zat tersebut. Kemudian dilakukan pelatihan pembuatan kit pendeteksi kandungan boraks dan formalin dengan bahan-bahan alami seperti kunyit dan getah papaya sehingga dapat dilakukan sendiri oleh masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga. Kegiatan pengabdian masyarakat oleh Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Teknik Kimia Universitas PGRI Madiun dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi sehingga mampu meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK di desa Bareng Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo mengenai bahaya boraks dan formalin bagi kesehatan. Ibu-ibu PKK mengetahui cara deteksi adanya boraks dan formalin dalam makanan dengan menggunakan alat deteksi sederhana yang telah dibuat.
Profile of flavonoid bioactive compounds in moringa leaves (Moringa oleifera) as phytoestrogens Primiani, Cicilia Novi; Pujiati , Pujiati; Prayitno, Trio Ageng; Setiawan, Mohammad Arfi; Rivera, Alice Tonido
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol. 10 No. 01 (2025): Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan
Publisher : Biology Education Department, Universitas Insan Budi Utomo, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ebio.v10i01.1446

Abstract

Moringa oleifera with the local name moringa, is widely used for health, as a medicinal plant. However, its potential as a natural estrogenic is not yet known. The study aimed to analyse and identify flavonoid compounds of moringa leaves and to analyse the estrogenic potential of moringa leaves on 17β-estradiol levels of female rats. Research with an experimental approach includes: 1) Metabolite profiling of moringa leaf extract using 95% methanol solvent, with stages including extract dilution, protein precipitation, and extract purification with SPE. Extract purification using solid phase extraction using C18 Sep-Pak; 2) Induction to 4-5 months female Wistar rats, 240 - 280 g, 24 heads, grouped into 3 treatment groups, namely control (P0), administration of 17β-estradiol (P1) and administration of 1.5 ml moringa leaf feeling water (P2), treatment for 25 days. Data collection techniques include LCMS chromatogram data and data on 17β-estradiol levels taken from rat tail veins. Descriptive data analysis techniques include: 1) Chromatogram result data of flavonoid compound groups and 2) Data on 17β-estradiol levels using ELIZA on day 26. The conclusion of the results showed that the flavonoid compounds of moringa leaves were 29 compounds, including isoflavone and coumestan groups. Giving moringa leaf juice can increase 17β-estradiol levels in rats by 524.346 mg/dl.
Peningkatan Mutu Produk Jamu Home Industry pada Kelompok Jamu Gendong Desa Karangrejo Kabupaten Magetan di Masa Pandemi Covid-19 Cicilia Novi Primiani; Pujiati Pujiati; Mohammad Arfi Setiawan
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 2 No. 2 (2021): November
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v2i2.4128

Abstract

The purpose of this community service activity is to improve the quality of jamu gendong products at the home industry of jamu gendong in Karangrejo village, Magetan Regency. The method of service is carried out by training, including procedures for pre-survey activities, surveys, socialization, training, and evaluation. The target of the service activity is the women of the jamu gendong group. The evaluation results showed an increase in participant understanding of 56% about the technique of selecting rhizomes for herbal medicine, an increase in participant understanding of 44% about equipment selection techniques for herbal medicine, an increase in participant understanding of 72% about the hygienic process of making herbal medicine, an increase in participant understanding of 66% about the hygienic packaging process of herbal medicine. The results of monitoring and evaluation showed that 100% of participants were satisfied in participating in the activities, 100% of participants took an active role in participating in the training, 100% of participants were enthusiastic in participating in the activities.
Edukasi Gizi Seimbang dan Penyakit Degeneratif bagi Lansia Desa Kenongrejo Kabupaten Madiun Lukas Susanto; Andri Wahyu Utomo; Puri Ratna Kartini; Roy Putra; Desi Kusumawati; Mohammad Arfi Setiawan; Cicilia Novi Primiani
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 4 No. 3 (2023): August
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v4i3.8343

Abstract

This service aims to increase the knowledge of the elderly in Kenongrejo Village regarding balanced nutrition and degenerative diseases. The method of implementing this service was socialization and mentoring. The evaluation instrument for this activity was the help of an evaluation rubric which was then analyzed descriptively. The results of this service showed that the knowledge of the elderly regarding food menu arrangements for the elderly increased by 45%; participants' understanding of various degenerative diseases that occurred in the elderly increased by 30%; awareness of the importance of routine health control for the elderly increased by 42%; participants' motivation in participating in outreach/counseling increased 30%; and implementation of socialization/counseling programs increased 100%. Based on the service activities that had been carried out, socialization and mentoring activities were going well and could provide changes in behavior patterns for the elderly in Kenongrejo Village.
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Kimia Chem Bio Draw dan Hyperchem Untuk Membangun Dasar Pemahaman Visual Struktur Senyawa Kimia Kepada Mahasiswa Universitas PGRI Madiun Trisnawati, Ade; Ayu Sudarni, Dyan Hatining; Kurniawan, Ahmad Misfa; Setiawan, Mohammad Arfi; Sani, Nabila Mutiara
Abdimas Awang Long Vol. 9 No. 1 (2026): Januari, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v9i1.1885

Abstract

Materi ikatan kimia merupakan salah satu materi yang penting untuk dipelajari oleh mahasiswa Teknik Kimia. Namun, mahasiswa seringkali menghadapi kesulitan dalam memahami struktur senyawa kimia. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan dalam menggambar struktur dan reaksi kimia, serta memprediksi sifat dan reaktivitas molekul. Selain itu, kurangnya keterampilan berbasis teknologi dalam bidang ini juga menjadi masalah. Aplikasi kimia seperti Chem Bio Draw dan Hyperchem sangat penting untuk memvisualisasikan, memanipulasi, dan menganalisis struktur senyawa kimia dengan presisi tinggi, namun banyak mahasiswa belum familiar dengan penggunaannya. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman visual mahasiswa terhadap struktur senyawa kimia dan membekali mereka dengan keterampilan menggunakan aplikasi Chem Bio Draw dan Hyperchem. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan mahasiswa Teknik Kimia dan Pendidikan Fisika yang telah menempuh mata kuliah Kimia Dasar. Pelatihan ini mencakup lima tahapan utama yaitu identifikasi masalah melalui pre-test, pengumpulan data, pengumpulan bahan materi, pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan, serta evaluasi dengan post-test dan monitoring. Hasil pre-test menunjukkan bahwa hanya 15,3% peserta yang memiliki pemahaman awal tentang aplikasi Chem Bio Draw dan Hyperchem. Setelah sosialisasi dan pelatihan, terjadi peningkatan signifikan pada hasil post-test, di mana 71% peserta menunjukkan pemahaman yang baik mengenai aplikasi dan cara penggunaannya untuk mengolah data serta membuat permodelan molekul. Peningkatan pemahaman sebesar 56,5% dari pre-test ke post-test ini mengindikasikan bahwa kegiatan pelatihan efektif dalam meningkatkan wawasan dan kemampuan mahasiswa dalam penggunaan aplikasi kimia tersebut. Secara keseluruhan, pelatihan ini dapat membantu mahasiswa mengatasi kesulitan dalam pemahaman struktur senyawa kimia dan meningkatkan keterampilan mereka dalam menggambar, memprediksi sifat molekul, serta memanfaatkan teknologi dalam kimia. Kegiatan ini dapat menjadi model dasar untuk kegiatan serupa di masa mendatang.