Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Di Kelas VIII SMP: Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Di Kelas VIII SMP Rista Rista; Fitriana Yolanda; Dedek Andrian; Aulia Sthephani
Perspektif Pendidikan dan Keguruan Vol 13 No 2 (2022): Perspektif Pendidikan dan Keguruan Vol 13 No 2 Oktober 2022
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/perspektif.2022.vol13(2).10185

Abstract

This study aims to produce a product of mathematics learning tools in the form of Learning Implementation Plans (RPP) and Student Worksheets (LKPD) with a cooperative learning model of the Two Stay Two Stray (TSTS) type in the material for building flat side spaces for class VIII SMP which has been tested for validity. This research is a development research using the ADDIE development model in the form of Analysis (analysis), Design (design), Development (development), Implementation (implementation), and Evaluation (evaluation). Due to the research being conducted during the Covid-19 pandemic, the researchers limited the development procedure to 3 modified stages, namely Analysis, Design, and Development. The research data collection instruments were in the form of RPP validation sheets and LKPD validation sheets. The data collection technique used is a non-test technique with a data collection instrument in the form of a validation sheet filled out by the validator. The data analysis technique used is descriptive quantitative data analysis. From the results of the analysis of research validation by the three validators, the average validation per-RPP from each validator is 80.88% with a very valid category and for the average validation result per-LKPD from each validator is 84.1% with a very valid category. . Based on the results of the study, it was found that the mathematical learning device with the Two Stay Two Stray (TSTS) type cooperative learning model on the flat-sided building material in class VIII of this junior high school has been tested for validity.
IMPROVING MATHEMATICAL CRITICAL THINKING ABILITY THROUGH AUGMENTED REALITY-BASED LEARNING Lilis Marina Angraini; Alzaber Alzaber; Debby Permata Sari; Fitriana Yolanda; Ilham Muhammad
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.975 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5968

Abstract

Through Augmented Reality-based learning, this study aims to improve mathematical critical thinking skills. Learning with Augmented Reality-based media in Unity 3D can be used both online and offline. This research is quantitative (quasi-experimental), with 30 students from SMPN 34 Pekanbaru class VII participating in the academic year 2022/2023. The research was conducted on triangle and quadrilateral material. The following methods were used to collect data: (1) a mathematical critical thinking ability test; (2) interviews; and (3) documentation. The test result data was statistically processed, whereas the interview and documentation data were processed descriptively. The findings revealed that students who learned using Augmented Reality media with Unity 3D improved their mathematical critical thinking skills.
PENDAMPINGAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU-GURU MGMP MATEMATIKA DI SMP 8 PELALAWAN Lilis Marina Angraini; Fitriana Yolanda; Sari Herlina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.11766

Abstract

Kompetensi profesional adalah salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru, kompetensi profesional berkaitan dengan kemampuan guru dalam membuat karya ilmiah dari hasil penelitian yang mereka lakukan. Kemampuan menulis artikel adalah salah satu kemampuan profesional yang harus dimiliki guru. Pada umumnya guru mengalami kesulitan dalam meningkatkan kemampuan profesional dan akademik dalam bidang penulisan karya ilmiah, karena para guru belum memiliki wawasan tentang karya ilmiah dan keterampilan yang memadai untuk menulis sebuah artikel ilmiah bahkan untuk mempublish artikel ilmiah tersebut. Oleh karena itu diperlukannya Pendampingan Penulisan Artikel Ilmiah untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru-Guru MGMP Matematika di SMP 8 Pangkalan Kuras Pelalawan.Tujuan kegiatan ini adalah: (1) Menambah wawasan dan pemahaman guru-guru tentang penulisan artikel ilmiah; (2) Memotivasi guru dalam menulis artikel ilmiah; (3) Merangsang ide para guru untuk menulis artikel ilmiah; (4) Melatih guru untuk mempublish artikel ilmiah; (5) Membantu guru untuk menentukan sebuah jurnal yang cocok dengan bidang keahliannya; (6) Melatih guru memparafasekan sebuah kalimat; (7) Membimbing guru menulis artikel ilmiah sesuai template jurnal. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilaksanakan secara langsung melalui tatap muka dengan Guru-guru MGMP Matematika di SMP 8 Pangkalan Kuras Pelalawan. Pendampingan secara langsung diberikan kepada guru-guru dalam penulisan artikel ilmiah. Dengan kegiatan pengabdian ini guru-guru termotivasi dalam menulis artikel ilmiah serta dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru-guru untuk tetap berkarya dalam menulis artikel ilmiah.
Pengembangan Media Pembelajaran Pohon Pintar Pada Mata Pelajaran Matematika Materi Pengurangan Kelas I SDN 115 Pekanbaru Dea Monika; Siti Quratul Ain; Fitriana Yolanda
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas media pembelajaran pohon pintar pada mata pelajaran matematika materi pengurangan kelas I SDN 115 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan tiga tahap yaitu, (1) tahap analysis (analisis), yaitu analisis kebutuhan guru, analisis kebutuhan siswa dan analisis kurikulum, (2) tahap design (perancangan), yaitu perancangan pembuatan media pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, (3) tahap development (pengembangan) adalah tahap uji validitas. Namun pada penelitian ini penulis hanya mengambil dan melakukan penelitian terbatas dari tahap analisis (Analysis) sampai tahap pengembangan (Development) karena keterbatasan biaya dan waktu yang penulis miliki. Sumber data yang diperoleh dari data primer yaitu guru, siswa dan validator. Sedangkan data sekunder diperoleh dari artikel, jurnal, buku, perpustakaan atau laporan dan situs-situs resmi di internet. Data yang dikumpulkan melalui teknik wawancara, validasi angket dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian aspek media pohon pintar memperoleh persentase skor 93,75 % dengan kriteria sangat valid dan aspek materi pohon pintar memperoleh persentase 92,5% dengan kriteria sangat valid. Secara keseluruhan validitas media pohon pintar memperoleh nilai rata-rata persentase skor 93,12% sehingga media pohon pintar ini berkriteria sangat layak tanpa revisi.
Development of modules based on project-based learning material on block nets and cubes Aliza Wulandari; Siti Quratul Ain; Fitriana Yolanda
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.69323

Abstract

The project-based module learning model is one learning method that follows current technological developments. This model is an innovative and student-centered learning approach and aims to improve student learning outcomes. The project-based learning module developed aims to improve students' abilities in solving project problems so that students can complete the module containing this project. The research aims to create a project-based learning module for class IV block and cube network materials. This research is research and development using qualitative and quantitative approaches. The method used is Research and Development with a 4D model. The 4D model consists of four main steps. The first step is to define, which involves determining the product to be developed. The second step is design, which involves creating a predetermined product design. The third step is development. Material, design, and language experts are given questionnaires for module testing. Data was evaluated using a Likert scale. The validation results showed that material experts received 82.9 percent of presentations in the very appropriate category, design experts received 81.2 percent, and language experts received 83.1 percent of presentations in the very appropriate category. AbstrakSalah satu metode pembelajaran yang mengikuti perkembangan teknologi saat ini adalah model pembelajaran modul berbasis proyek. Model ini adalah pendekatan pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada peserta didik dan bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian adalah untuk membuat modul pembelajaran berbasis proyek untuk materi jaring balok dan kubus kelas IV. Modul project-based learning yang dikembangkan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah proyek, sehingga modul berisi proyek ini dapat diselesaikan oleh peserta didik. Metode penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Metode yang digunakan ialah Research and Development dengan model 4D. Model 4D terdiri dari empat langkah utama, yaitu: define, yang melibatkan penentuan produk yang akan dikembangkan. Langkah kedua adalah design, yang melibatkan pembuatan desain produk yang telah ditentukan sebelumnya. Langkah ketiga adalah development, angket diberikan kepada ahli materi, ahli desain, dan ahli bahasa untuk pengujian modul. Data dievaluasi dengan skala likert. Hasil validasi menunjukkan bahwa ahli materi mendapatkan presentasi 82,9 persen kategori sangat layak, ahli desain mendapatkan presentasi 81,2 persen kategori sangat layak, dan ahli bahasa mendapatkan presentasi 83,1 persen kategori sangat layak.Kata Kunci: media pembelajaran; modul; pembelajaran berbasis proyek