Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

UJI ORGANOLEPTIK, DAYA TERIMA DAN KANDUNGAN GIZI SORBET KELOPAK BUNGA ROSELLA Tri Marta Fadhilah
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 5 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.9 KB) | DOI: 10.20884/1.jgipas.2021.5.1.3849

Abstract

Abstract Sorbet is a frozen product that is broadly consumed as a dessert. The appearance is likely ice cream, however, it used different ingredients. This product is made from a mixture of fresh fruit and sweeteners through crushed, stirred, and frozen processes. Generally, high-quality sorbet has a soft texture, does not melt quickly, has a uniform appearance, and has attractive colors, flavorful. This study investigates the characteristics, acceptability, and nutrition content of sorbet. An experimental study with a Randomized Block Design (RBD) was used in this study with two factors, stevia (1%, 2%, 3%) and Carboxyl Methyl Cellulose (CMC) (0.5%, 1%, 1.5%). The data were analyzed using ANOVA for continuous variables followed by LSD test for these show significant differences. The study revealed that taste, color, the texture was significantly different between the group, but the aroma was not significantly different. The hedonic test results in the highest value in a sample of 586 (66.7%) with the use of 3% stevia and 1.5% CMC. The Kruskal-Wallis test showed no significant difference in anthocyanin levels, however, vitamin C levels were significant differences between groups. The conclusion is that rosella sorbets can be accepted by the public and contain anthocyanin and vitamin C. Keywords: Organoleptic Test, Acceptability, Nutritional Content, Rosella sorbet ABSTRAK Sorbet merupakan produk pangan beku yang umumnya dikonsumsi sebagai dessert atau makanan penutup. Sorbet memiliki penampakan seperti es krim namun menggunakan bahan baku berbeda, karena produk ini terbuat dari campuran buah segar dan pemanis yang dihancurkan, diaduk lalu dibekukan. Kualitas sorbet yang baik pada umumnya yaitu tekstur yang lembut, tidak cepat meleleh, kenampakan seragam, serta warna menarik, citarasa dan aroma yang lezat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik, daya terima dan kandungan antosianin dan vitamin C sorbet rosella. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian experimental design yang membandingkan dua kelompok dengan membandingkan penambahan stevia (1%, 2%, 3%) dan CMC (0,5%, 1%, 1,5%). Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK). Hasil uji statistik menggunakan analisis ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT didapatkan hasil adanya beda nyata pada indikator rasa, warna, tekstur sedangkan pada indikator aroma tidak ada beda nyata. Hasil uji hedonik didapatkan nilai tertinggi pada sampel 586 (66,7%) dengan penggunaan stevia 3% dan cmc 1,5%. Hasil Uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar antosianin dan untuk kadar vitamin C pada sorbet rosella terdapat perbedaan yang signifikan. Kesimpulannya sorbet rosella dapat diterima oleh masyarakat dan mengandung antosianin serta vitamin C. Kata Kunci: Uji Organoleptik, Daya Terima, Kandungan Gizi, Rosella sorbet
PEMBUATAN ROTI TAWAR SUBTITUSI TEPUNG UBI UNGU Tri Marta Fadhilah
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v1i1.9

Abstract

Pendahuluan: Roti Tawar merupakan roti yang terbuat dari adonan tepung terigu tanpa menggunakan telur dengan gula sedikit. Pemanfaatan bahan lokal ubi ungu pada pembuatan roti tawar bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas, tingkat kesukaan dan mengetahui kandungan antosianin. Metode: Desain eksperimen yang digunakan desain acak sempurna dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode penilaian subjektif dan objektif. Analisisi deskriptif prosentasi digunukan untuk menganalisis kesukaan dari roti tawar subtitusi tepung ubi ungu. Hasil: Roti tawar yang dihasilkan terdapat adanya perbedaan kualitas yang ditinjau dari aspek warna (dalam dan luar), aroma, rasa dan tekstur. Hasil yang banyak disukai yaitu roti tawar subtitusi tepung ubi ungu 10%. Kandungan zat anthosianin dan serat paling tinggi terdapat pada roti tawar subtitusi tepung ubi ungu 30% yaitu 235,89 mg zat anthosianin dan 2,34% serat. Kesimpulan: Kesimpulan bahwa semakin banyak pemberian tepung ubi ungu pada pembuatan roti tawar maka akan mempengaruhi kualitas hasil roti tawar dan semakin tinggi kandungan zat antosianin dan serat pada roti tawar.
PERBEDAAN POLA ASUH DAN STATUS GIZI ANAK BALITA SEBELUM DAN SETELAH PENYULUHAN POLA ASUH Tri Marta Fadhilah
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v2i1.25

Abstract

Pendahuluan: Pola asuh anak berupa pengetahuan sikap dan perilaku ibu dalam kedekatannya dengan anak, seperti: pola pemberikan makanan sehat, praktek kebersihan dan sanitasi lingkungan, serta perawatan balita sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan sebelum dan setelah penyuluhan pola asuh (pola pemberian makanan sehat, praktek kebersihan dan sanitasi lingkungan, perawatan balita sakit) dan status gizi balita. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre dan post tes dengan uji paired t-test dan uji bivariate correlatian. Hasil: Hasil dari penelitian ini didapat sebelum penyuluhan pola asuh, pola pemberian makanan sehat memiliki poin sebesar 52.4, praktek kebersihan dan sanitai lingkungan memiliki poin sebesar 62.73, serta perawatan balita sakit memiliki poin sebesar 55.27. Nilai Z-skor BB/TB adalah 1.30. Setelah diberikan penyuluhan pola asuh selama 3 bulan terjadi peningkatan dalam pola pemberian makanan sehat menjadi 89.8 poin, praktek kebersihan dan sanitasi lingkungan menjadi 85.42 poin, serta perawatan balita sakit menjadi 82.84 poin. Nilai Z-skor BB/TB adalah 0.43 poin. Kesimpulan: Penyuluhan pola asuh dalam pola pemberian makanan sehat, praktek kebersihan dan sanitasi lingkungan, serta perawatan balita sakit memiliki hubungan positif dengan status gizi  balita.
Diet Diversity to Assess Diet Quality of Pre-Conception Women in Bekasi, West Java Arindah Nur Sartika; Tri Marta Fadhilah
Journal of Global Nutrition Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (ISAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.656 KB)

Abstract

Pre-conception women have important role to determine children nutritional status. Children with good nutritional status are born from mothers who have good diet. Diversified diet also can prevent woman to suffer from chronic energy malnutrition and anemia during pregnancy. This study aims to assess diet quality of pre-conception women in Kota Bekasi, West Java. The study conducted as observational study design, specifically using cross sectional approach. About 105 “bride to be” from 8 Religious Affairs Office in Kota Bekasi, West Java, Indonesia was joined the study. Respondents were interviewed with structured questionnaire consist of social economic characteristics and dietary intake. Dietary assessment was done using 24-h food recall to fill Minimum Dietary Diversity for Women of reproductive Age (MDD-W) questionnaire. The result showed out of 10 food groups, median consumption of food groups consumed by respondents was 4 food groups, also as the highest proportion of total food group (36.19%), followed by 5 food groups (25.71%), and 3 food groups (21.90%). Maximum score of dietary diversity is 8 (0.95%), and minimun score is 2 (3.81%). Meanwhile, most consumed food group was staple foods (99.05%). Nuts and seeds were the least proportion of food group (3.81%) consumed by respondents. There was around one-third (38.10%) of the respondents consumed total food group below recommended score (<5). Diet diversity of pre-conception women should be improved. To prevent from malnutrition, pre-conception women are suggested to vary their diet. Nutrition education during premarital class/ consultation is recommended.
HUBUNGAN ASUPAN GIZI DAN STUNTING DENGAN PRESTASI AKADEMIK PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI SDSN JATI RAHAYU V KOTA BEKASI Tri Pertiwi Amalia; Tri Marta Fadhilah; Arindah Nur Sartika
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 3 No 2 (2019): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.398 KB) | DOI: 10.20884/1.jgps.2019.3.2.1652

Abstract

Prestasi akademik merupakan ciri siswa yang berkualitas dalam sumber daya manusia (SDM). Nilai rata – rata kualitas SDM Indonesia berada dibawah negara ASEAN lainnya. Rendahnya kualitas SDM dapat merugikan bangsa, sehingga perlu dicegah sedini mungkin. Faktor yang mempengaruhi prestasi akademik adalah stunting dan asupan gizi. Asupan gizi yang tidak seimbang membuat anak sulit menerima informasi. Stunting dapat menurunkan perkembangan otak, sehingga prestasi akademiknya menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan gizi (energi, karbohidrat, protein, dan lemak) dan stunting dengan prestasi akademik pada anak usia sekolah dasar di SDSN Jati Rahayu V Kota Bekasi. Penelitian menggunakan rancangan cross sectional. Variabel independen penelitian adalah asupan gizi dan stunting, variabel dependen adalah prestasi akademik. Subjek penelitian adalah siswa kelas 4 dan 5 SDSN Jati Rahayu V, Kota Bekasi dengan total sampel 122 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Food Recall 2x24 jam, pengukuran antropometri, dan rapor. Dianalisa menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara asupan gizi dan stunting dengan prestasi akademik pada anak usia sekolah dasar di SDSN Jati Rahayu V Kota Bekasi.
OPTIMALISASI PEMBUATAN BROWNIES IKAN GABUS Tri Marta Fadhilah
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 4 No 1 (2020): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jgps.2020.4.1.2575

Abstract

Cork fish contains a lot of albumin compared to other freshwater fish, male cork fish albumin content of 6,7%, lower than female cork fish that have albumin 8,2%, are general brownies are made from flour, however, some have added fish to making brownies such as catfish and tilapia, but no one has added cork fish to make brownies, this study aims to determine to difference in sensory characteristics, the quality and content of albumin as well as the community's acceptance of brownie products. The design of this research is descriptive experimental design consisting of 2 factors: the proportion of the addition of cork fish consisting of 3 levels (60 grams, 80 grams, 100 grams), with the cork steaming process and the process without steaming cork fish. The results of this study are the average characteristics of brown, not fish-scented, not fishy and soft-textured. Brownie products that have significant differences both in terms of color, aroma, taste and texture are brownie samples with the addition of 100 grams of raw and 100 grams of steamed. The albumin content test for the addition of cork fish brownies which had the highest albumin content was found in the 100 gram raw cork fish addition brownie sample that was equal to 459.29% w / w. The results of the quality of brownie products are in accordance with SNI with the quality of water content <40% and ash content <3%. The acceptance of brownie products is that most people choose brownies with the addition of steamed cork 60 grams. The conclusion is cork fish brownies are acceptable to the public and contain high albumin.
UJI ORGANOLEPTIK, DAYA TERIMA DAN KANDUNGAN GIZI SORBET KELOPAK BUNGA ROSELLA Tri Marta Fadhilah
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 5 No 1 (2021): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jgipas.2021.5.1.3849

Abstract

Abstract Sorbet is a frozen product that is broadly consumed as a dessert. The appearance is likely ice cream, however, it used different ingredients. This product is made from a mixture of fresh fruit and sweeteners through crushed, stirred, and frozen processes. Generally, high-quality sorbet has a soft texture, does not melt quickly, has a uniform appearance, and has attractive colors, flavorful. This study investigates the characteristics, acceptability, and nutrition content of sorbet. An experimental study with a Randomized Block Design (RBD) was used in this study with two factors, stevia (1%, 2%, 3%) and Carboxyl Methyl Cellulose (CMC) (0.5%, 1%, 1.5%). The data were analyzed using ANOVA for continuous variables followed by LSD test for these show significant differences. The study revealed that taste, color, the texture was significantly different between the group, but the aroma was not significantly different. The hedonic test results in the highest value in a sample of 586 (66.7%) with the use of 3% stevia and 1.5% CMC. The Kruskal-Wallis test showed no significant difference in anthocyanin levels, however, vitamin C levels were significant differences between groups. The conclusion is that rosella sorbets can be accepted by the public and contain anthocyanin and vitamin C. Keywords: Organoleptic Test, Acceptability, Nutritional Content, Rosella sorbet ABSTRAK Sorbet merupakan produk pangan beku yang umumnya dikonsumsi sebagai dessert atau makanan penutup. Sorbet memiliki penampakan seperti es krim namun menggunakan bahan baku berbeda, karena produk ini terbuat dari campuran buah segar dan pemanis yang dihancurkan, diaduk lalu dibekukan. Kualitas sorbet yang baik pada umumnya yaitu tekstur yang lembut, tidak cepat meleleh, kenampakan seragam, serta warna menarik, citarasa dan aroma yang lezat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik, daya terima dan kandungan antosianin dan vitamin C sorbet rosella. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian experimental design yang membandingkan dua kelompok dengan membandingkan penambahan stevia (1%, 2%, 3%) dan CMC (0,5%, 1%, 1,5%). Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK). Hasil uji statistik menggunakan analisis ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT didapatkan hasil adanya beda nyata pada indikator rasa, warna, tekstur sedangkan pada indikator aroma tidak ada beda nyata. Hasil uji hedonik didapatkan nilai tertinggi pada sampel 586 (66,7%) dengan penggunaan stevia 3% dan cmc 1,5%. Hasil Uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar antosianin dan untuk kadar vitamin C pada sorbet rosella terdapat perbedaan yang signifikan. Kesimpulannya sorbet rosella dapat diterima oleh masyarakat dan mengandung antosianin serta vitamin C. Kata Kunci: Uji Organoleptik, Daya Terima, Kandungan Gizi, Rosella sorbet
The Effect Of Nutrition Education On Adolescent Knowledge About The Importance Of Breakfast Tri Marta Fadhilah
Jurnal Masyarakat Religius dan Berwawasan Vol 2, No 1 (2023): Masyarakat Religius dan Berwawasan
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/mrw.v2i1.8656

Abstract

Breakfast is an eating activity that is carried out from waking up to 9 in the morning to meet some of the daily nutritional needs. Breakfast is one of the factors that affect the concentration of learning. the research objective was to determine the effect of nutrition education on adolescent knowledge regarding the importance of breakfast. The method used is nutrition counseling using questionnaires, PowerPoint, Food Models, Standing Banners, and e-Books. The results of the pre-test and post-test analysis show that there is a significant difference between the level of knowledge of adolescents before and after education. The results showed that the average pre-test score was 76.04 and the post-test average score was 81.676. The percentage increase in pre-test and post-test scores is 7.4%. After the Wilcoxon test was carried out, a p-value of 0.0001 (α; 0.05) was obtained. Based on the results of the analysis, it shows that there is a significant difference, which means that there is an increase in adolescent knowledge regarding the importance of breakfast and its relation to academic achievement.
EDUKASI PENDIDIKAN GIZI TERKAIT BAHAYA JAJAN DI LUAR PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI PEDESAAN DAN PERKOTAAN Tri Marta Fadhilah; Alda Oktarina; Alfiyah Mumtazah Firmansyah; Sherly Fitri Ayuningsih; Sonia Aprilia; Stri Elsa Sabitsa
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.19194

Abstract

Primary schoolers are children aged 6-12 years, and the school-aged is the final childhood. Snack food consumed by school children occasionally causes problems for their health; they often snack carelessly because not all of the healthy snacks found by primary schoolers contain various ingredients that are good for the body. This study aimed to determine the effect of nutrition education on the dangers of outside snacking on the knowledge and behavior of school children. This activity is a quasi-experiment one group pre-test and post-test design. The collection tool is a questionnaire developed by researchers and indirect communication or online via video calling software and posters. Data analysis was conducted using the paired t-test method. The results of statistical calculations of the knowledge and behavior of the dangers of snacking outside for primary schoolers show that the pre-test and post-test have increased significantly with a p-value < 0.05. This activity concludes that there is an increase in knowledge and behavior of the dangers of outside snacks for primary school students. --- Anak sekolah merupakan anak yang berusia 6-12 tahun, usia sekolah sebagai masa kanak-kanak akhir. Makanan ringan dikonsumsi anak sekolah terkadang menimbulkan masalah bagi kesehatan mereka yang sering jajan sembarangan karena tidak semua jajanan sehat yang ditemukan anak sekolah mengandung beraneka ragam bahan yang baik untuk tubuh. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan gizi tentang bahaya jajan di luar terhadap pengetahuan dan perilaku anak sekolah. Kegiatan ini menggunakan kuasi eksperimen dengan desain one group pre-test dan post-test. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti dan menggunakan komunikasi tidak langsung atau daring dengan media video dan poster. Analisis data menggunakan metode uji paired t-test. Hasil perhitungan statistik pengetahuan dan perilaku bahaya jajan di luar pada anak sekolah menunjukkan bahwa pre-test dan post-test mengalami peningkatan yang signifikan dengan p-value < 0.05. Kesimpulan kegiatan ini ada peningkatan pengetahuan dan perilaku terkait bahaya jajan di luar pada anak sekolah dasar.
Pengaruh video pendidikan gizi terhadap pengetahuan dan sikap penerapan gizi seimbang pada wanita usia subur Tri Marta Fadhilah; Noerfitri Noerfitri
Ilmu Gizi Indonesia Vol 6, No 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v6i2.313

Abstract

Latar Belakang: Asupan gizi yang tidak seimbang berisiko menimbulkan permasalah gizi pada wanita usia subur, termasuk anemia, kurang energi kronis, maupun obesitas. Upaya edukasi gizi seimbang dengan media audiovisual mempunyai kelebihan memberikan gambaran yang lebih nyata serta meningkatkan retensi memori karena lebih menarik dan mudah diingat.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan gizi melalui video film pendek terhadap pengetahuan dan sikap penerapan gizi seimbang pada wanita usia subur di wilayah Kantor Urusan Agama Kota Bekasi. Metode: Penelitian ini termasuk jenis kuasi eksperimen dengan rancangan two control group, pretest dan post test. Sampel sebanyak 60 wanita usia subur diambil secara consecutive sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap penerapan gizi seimbang sebelum dan sesudah intervensi dan uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan antara kelompok intervensi dan kontrol. Hasil: Terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap penerapan gizi seimbang yang signifikan (p<0,05) sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan gizi melalui video film pendek pada kelompok intervensi. Terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap penerapan gizi seimbang signifikan (p<0,005) antara kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan: media pendidikan gizi menggunakan video film pendek dapat memengaruhi pengetahuan dan sikap penerapan gizi seimbang pada wanita usia subur.