Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS ALAM SEBAGAI ALTERNATIF PENGEMBANGAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN Betty Yulia Wulansari
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.616 KB) | DOI: 10.24269/dpp.v5i2.575

Abstract

Kerusakan lingkungan akibat perkembangan ekonomi di Indonesia semakin memprihatinkan. Jutaan hektar hutan dibuka untuk kepentingan lahan perkebunan, Polutan pekat hasil pembakaran hutan membayangi masyarakat Sumatera dan Kalimantan bahkan sampai negara tetangga. Pembukaan lahan perkebunan membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat. Adanya MEA  penyerapan tenaga kerja di Indonesia akan semakin meningkat, tetapi apabila para pengusaha tidak memperhatikan lingkungan akan memperparah alam Indonesia. Kerugian tidak hanya tentang polusi asap. Beberapa binatang endemik kehilangan tempat tinggal dan rawan punah, pemanasan global yang sudah mulai dirasakan masyarakat dan bencana tanah longsor mengintai pemukiman. Maka dari itu perlu penanaman karakter peduli lingkungan sejak anak dini. Hal ini bertujuan agar anak memiliki dasar bahwa prinsip ekonomi juga harus diimbangi dengan prinsip kelestarian lingkungan. Salah satu cara menanamkan anak dengan karakter peduli lingkungan dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Alam. Model Pembelajaran Berbasis Alam berusaha mendekatkan anak dengan alam, peduli kelestarian lingkungan, dan belajar menjaga lingkungan alam mereka.
IMPLEMENTING CHARACTER VALUES FOR AUD THROUGH ACTIVITIESLOCAL WISDOM OUTING CLASS AT EDUTOURISM NDALEM KERTO Ayu Pujiati; Betty Yulia Wulansari
Bunayya Vol 9, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/bunayya.v9i2.19313

Abstract

Outing class is a learning activity that can help children develop their various potentials, which can be used to adapt to their environment. This article aims to determine the cultivation of AUD character values through activities outing class local wisdom at Eduwisata Ndalem Kerto. This article uses a qualitative descriptive research method. The data collection techniques used in this research are direct communication and observation techniques. The data collection tools used in data collection are interview guidelines and observation guidelines. This research shows that based on the research results described above, local wisdom outing class activities can instill character values in young children. Learning outside the classroom with the system using class, which involves students directly with the natural surroundings, can support the development of aspects of learning outcomes such as aspects of social-emotional development and other elements so that children can have character values that match expectations. Learning through activities outing class Local wisdom in instilling character values provides opportunities for young children to increase awareness of protecting the environment, independence and understanding of the surrounding environment, increase children's knowledge about the surrounding environment, especially in recognizing animals and plants, and increase students' love and care for the environment.
OUTING CLASS UNTUK MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DIEDUWISATA NDALEM KERTO Cahya Mutiara Anisa; Betty Yulia Wulansari
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 1 No. 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi outing class untuk mengembangkan kemandirian anak usia 5-6 tahun dieduwisata ndalem kerto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang diperoleh menggunakan teknik observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian bahwa outing class dapat memberikan pengalaman positif terkait kemandirian pada diri anak yaitu kemandirian mentaati peraturan, kemandirian belajar anak, dan kemandirian menyelesaikan masalah.
Materi Modul Projek Kurikulum Merdeka PAUD Berbasis Budaya Kearifan Lokal Melalui Pengenalan Alat Musik Gong Gumbeng Ponorogo Fifi Ari Santi; Betty Yulia Wulansari; Muhammad ‘Azam Muttaqin
Jurnal Kajian Anak (J-Sanak) Vol. 5 No. 01 (2023): Jurnal Kajian Anak (J-Sanak)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/j-sanak.v5i01.5052

Abstract

The independent PAUD curriculum has been implemented since 2020 and is used to introduce material for the Strengthening Pancasila Student Profile Project. There are 2 scopes of the Merdeka Curriculum, namely Teaching Modules and Project Modules. This curriculum is used in accordance with the local wisdom context of each region, especially in Ponorogo and the implementation of this project module aims to analyze the material of the Merdeka PAUD Curriculum project module based on local wisdom culture through the introduction of the Ponoragan Gong Gumbeng musical instrument. The research method used is through a qualitative approach. descriptive. From the results of the analysis, the researchers found material for the Ponorogo Gong Gumbeng Project Module which included: (1) outing class to see a performance in Wringinanom village, (2) STEAM activity where we carried out painting gong gumbeng art tools from bamboo, (3) a book with a series of pictures of related activities with gong gumbeng, (4) exhibition of exhibition works related to gong gumbeng performances at schools.
ANALISIS REYOG MINI “JOYO KLIPO MUDHO” SEBAGAI PENERAPAN DIMENSI PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM TEMA AKU CINTA INDONESIA DI PAUD DESA BEKARE: ANALYSIS OF REYOG MINI "JOYO KLIPO MUDHO" AS AN APPLICATION OF PANCASILA STUDENT PROFILE DIMENSIONS IN THE THEME I LOVE INDONESIA IN PAUD VILLAGE BEKARE Dwi Rahayu Sri Wulandari; Betty Yulia Wulansari; Nurtina Irsad Rusdiana
Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO Vol. 7 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profil Pelajar Pancasila merupakan salah satu komponen utama Kurikulum Merdeka termasuk Kurikulum Merdeka PAUD. PAUD Desa Bekare memiliki proyek implementasi P5 dalam pembelajaran, dalam bentuk Reyog Joyo Klipo Mudho. Penelitian ini bertujuan untuk membahas implementasi dimensi Profil Pelajar Pancasila dalam kegiatan seni Reyog Joyo Klipo Mudho di PAUD Desa Bekare. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil yang diperoleh adalah keenam dimensi tersebut, yang meliputi beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif, diterapkan secara holistik dalam seni Reyog Joyo Klipo Mudho melalui pembiasaan sikap selama kegiatan berlangsung.
ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAUD DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA DI BRIGHT KIDDIE SCHOOL PONOROGO: ANALYSIS OF PEDAGOGIC COMPETENCE OF EARLY CHILDHOOD EDUCATION TEACHERS IN IMPLEMENTING THE INDEPENDENT CURRICULUM AT BRIGHT KIDDIE SCHOOL PONOROGO Aisah Nurul Jannah; Betty Yulia Wulansari; Nurtina Irsad Rusdianai
Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO Vol. 7 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dibutuhkan untuk mengeksplorasi sejauh mana guru PAUD memiliki pemahaman dan keterampilan dalam menerapkan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka, seperti pembelajaran berbasis proyek, pengembangan karakter, dan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak. Banyak guru PAUD mungkin masih terbiasa dengan cara evaluasi yang lebih tradisional, sehingga penelitian mengenai bagaimana mereka menyesuaikan metode evaluasi untuk mendukung pembelajaran yang berbasis pada Kurikulum Merdeka akan sangat relevan. Tujuan penelitian ini membahas bagaimana kompetensi pedagogik guru Bright Kiddie School Ponorogo dalam pelaksanaan kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti yakni metode deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Bright Kiddie School Ponorogo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan meningkatkan kompetensi pedagogik, pendidik dapat lebih baik merancang strategi pembelajaran yang relevan, memilih metode mengajar yang tepat, dan mengevaluasi hasil pembelajaran siswa sesuai dengan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Kurikulum Merdeka. Kegiatan yang mendukung peningkatan kompetensi pedagogik guru yakni pelatihan, seminar, workshop, pertemuan MGMP, serta percobaan tes UKG.
Developing Project-Based Learning Modules on Ponoragan Culture in the Merdeka Curriculum for Early Childhood Education Betty Yulia Wulansari; Ardhana Januar Mahardhani; Nurtina Irsad Rusdiani; Siti Khoirul Bariyah; Ryan Juppenny
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.7711

Abstract

Preserving local culture through early childhood education is a strategic step in sustaining national identity. The Merdeka Curriculum emphasizes project-based learning (PjBL) through the Strengthening Pancasila Student Profile (P5) framework, offering opportunities to integrate cultural heritage into early learning. However, cultural representation in ECE, particularly of Ponoragan traditions, remains limited. This study employed a Research and Development (RD) design to create PjBL modules rooted in Ponoragan culture for Early Childhood Education (ECE). The development process included a preliminary cultural and curriculum review, module design aligned with P5 principles, and expert validation by ECE practitioners, cultural experts, and curriculum specialists. Data were collected through interviews, observations, and validation questionnaires, then analyzed descriptively. Four thematic modules were developed: Wonderful of Reyog Ponorogo, Gajah Wengker Cultural Heritage, Keling Guno Joyo Dance, and Gong Gumbeng Wringinanom. Each module included structured activities such as outings, STEAM-based projects, visual literacy, and performance exhibitions. Expert validation confirmed their cultural relevance, feasibility, and alignment with curriculum goals, including development of children's moral values, identity, creativity, and collaboration. The modules demonstrate potential in fostering cultural literacy and Pancasila values from an early age. Despite successful validation, broader implementation and empirical impact assessments remain areas for further study. This research contributes a culturally responsive curriculum model for ECE, supporting both educational development and cultural preservation under the Merdeka Curriculum framework.
Actualization of Indonesian Language and Culture for Teachers at San Fabian Elementary School Philippines Ida Yeni Rahmawati; Betty Yulia Wulansari; Nurtina Irsad Rusdiana; Ayu Pujiati; Rizqia Putri Aziza; Siti Khoirul Bariyah; Febie Blas
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v8i2.35112

Abstract

Acculturation of Indonesian culture and language into Filipino education is a crucial step in expanding cross-cultural awareness and strengthening international relations between the two countries. By introducing Indonesian culture and language to Filipino educators, it can enhance cultural ties between both nations. This research aims to actualize Indonesian language and culture among educators at San Fabian Elementary School. The study employs a descriptive qualitative research approach, with data sources consisting of 10 teachers from San Fabian Elementary School. Data collection techniques include a combination of observation and documentation. Data analysis follows Miles Huberman's approach, involving data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity is ensured through triangulation techniques.The findings of this research indicate that the acculturation of Indonesian language and culture into the Philippines can strengthen international relations through understanding and appreciation of each other's cultures and languages. The approach taken at San Fabian Elementary School could serve as a concrete step in building a strong foundation for cross-border educational collaboration, which in turn can contribute to broader peace and international cooperation.   Akumulasi budaya dan bahasa Indonesia ke dalam pendidik Filipina merupakan langkah penting dalam memperluas kesadaran lintas budaya dan memperkuat hubungan internasional kedua negara. Dengan mengenalkan budaya dan bahasa Indonesia kepada para pendidik Filipina dapat mempererat ikatan budaya kedua bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengaktualisasikan bahasa dan budaya Indonesia di kalangan pendidik di SD San Fabian. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber datanya adalah para pendidik di SD San Fabian yang berjumlah 10 orang guru. Teknik pengumpulan data meliputi kombinasi observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan Miles Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa akumulasi bahasa dan budaya Indonesia ke Filipina dapat memperkuat hubungan antarbangsa melalui pemahaman dan penghargaan terhadap budaya dan bahasa masing-masing. Pendekatan yang akan dilakukan di Sekolah Dasar San Fabian dapat menjadi langkah konkrit dalam membangun fondasi yang kokoh untuk kolaborasi pendidikan lintas batas, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada perdamaian dan kerja sama internasional secara lebih luas.