Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PERAN SOSIO DEMOGRAFI SEBAGAI FAKTOR UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS: TINJAUAN NARATIF Mubarok, Mubarok; Galistiani, Githa Fungie; Hapsari, Indri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47122

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) masih menjadi permasalahan kesehatan global dengan angka insidensi dan mortalitas yang tinggi, termasuk di Indonesia. Faktor sosiodemografi diketahui berperan penting dalam menentukan keberhasilan pengobatan TB. Tujuan: Kajian ini bertujuan untuk meninjau secara naratif tentang pengaruh berbagai faktor sosiodemografi terhadap tingkat kepatuhan dan keberhasilan pengobatan tuberkulosis. Metode: Tinjauan ini dilakukan dengan menelusuri artikel ilmiah dari database PubMed menggunakan kata kunci "tuberculosis" dan "socioeconomic factors", dengan periode publikasi tahun 2021–2025. Total tujuh artikel yang sesuai kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan status ekonomi memiliki pengaruh signifikan terhadap kepatuhan pasien dalam menjalani terapi TB. Pasien dengan tingkat pendidikan rendah, pekerjaan tidak tetap, serta penghasilan minim cenderung tidak patuh terhadap pengobatan. Selain itu, pengetahuan yang kurang tentang penyakit TB serta lamanya durasi pengobatan turut menjadi faktor penyebab putus terapi. Simpulan: Faktor sosiodemografi memiliki kontribusi besar dalam keberhasilan pengobatan TB. Pasien dengan tingkat pendidikan rendah, pekerjaan tidak tetap, serta penghasilan minim cenderung tidak patuh. Selain itu juga perlu adanya penelusuran lebih lanjut tentang metode peningkatan kepatuhan pasien di era digital. Kata Kunci: Tuberkulosis, Sosiodemografi, Kepatuhan, Pengobatan
KEPATUHAN PENGOBATAN ANTIRETROVIRAL PADA PASIEN HIV/AIDS DI RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Galistiani, Githa Fungie; Mulyaningsih, Lia
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 10 No. 2: September 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v10i2.1176

Abstract

Kepatuhan pengobatan anti retro viral pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) merupakan hal yang esensial selama pengobatan HIV/AIDS. Terapi anti retro viral dapat memperpanjang hidup ODHA, meskipun tidak dapat menyembuhkan infeksi HIV. Terapi anti retro viral dapat menekan jumlah virus di tubuh ODHA dengan pemakaian secara terus-menerus. Kelalaian meminum obat bisa menyebabkan resistensi. Oleh karena itu, kepatuhan minum obat menjadi sangat penting.Penelitian dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan terapi anti retro viral pada pasien ODHA di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner yang diadaptasi dari kombinasi antara AIDS Clinical Trials Group (ACTG) Adherence Questionnaire dan Morisky 8-Item Medication Adherence Questionnaire yang meliputi faktor pengetahuan, faktor keyakinan, faktor sarana, faktor jarak dan biaya, faktor dukungan sosial, faktor psikologis yang dialami pasien selama seminggu terakhir, faktor psikologis pasien yang dialami selama sebulan terakhir serta faktor efek samping obat yang dirasakan pasien. Penelitian dilakukan pada 31 pasien ODHA di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan bahwa faktor psikologis yang dialami pasien selama seminggu terakhir (ρ=0,408), faktor psikologis yang dialami pasien selama sebulan terakhir (ρ=0,524) serta faktor efek samping obat (ρ=0,449) yang mempengaruhi secara signifikan terhadap tingkat kepatuhan terapi anti retro viral pada pasien ODHA di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Pengaruh Short Message Service Terhadap Kepatuhan Pengobatan Dan Gaya Hidup Pasien Diabetes Melitus di RSUD Dr. M. Ashari Pemalang Rahmah, Pradnya Aulia; Galistiani, Githa Fungie; Kusuma, Anjar Mahardian
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 13 No. 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v13i1.5746

Abstract

Keberhasilan terapi diabetes dipengaruhi oleh pengobatan dan gaya hidup pasien. Ketidakpatuhan menjadi salah satu penyebab dari hasil pengobatan yang buruk, berkembangnya gejala penyakit, serta komplikasi. Perlu adanya perlakuan untuk mencapai hasil terapi yang optimal, salah satunya dengan pemberian Short Message Service (SMS) terkait pengobatan diabetes dan gaya hidup yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh SMS terhadap kepatuhan pengobatan dan gaya hidup pasien diabetes melitus di RSUD dr. M. Ashari Pemalang. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimental dengan metode pengambilan sampel accidental sampling. Kepatuhan pengobatan diukur dengan kuesioner Medical Prescription Knowledge (MPK) sedangkan gaya hidup dinilai dengan kuesioner Summary of Diabetes Self care Activities (SDSCA). Responden yang berjumlah 81 orang dikelompokan menjadi kelompok kontrol dan intervensi. Sejumlah 41 responden kelompok intervensi diberikan perlakuan berupa SMS untuk mengonsumsi obat diabetes, serta anjuran untuk mematuhi pengobatan dan menjalankan gaya hidup yang baik. Sebanyak 40 pasien dalam kelompok kontrol tidak menerima SMS selama penelitian. Kepatuhan dan gaya hidup diukur sebelum dan setelah perlakuan. Pada penilaian gaya hidup terdapat pengaruh SMS yang diberikan, dilihat dari signifikansi perbedaan skor yang diperoleh pasien pada kedua kelompok. Pada variabel kepatuhan pengobatan belum terdapat pengaruh dari SMS yang diberikan selama penelitian. Kata kunci: Diabetes, kepatuhan pengobatan, gaya hidup, SMS 
Gambaran Nilai Utilitas Kesehatan Anak dengan Malnutrisi : Studi pada Kasus Stunting, Wasting, dan Underweight di Indonesia Bahar, Muh. Akbar; Galistiani, Githa Fungie; Eliyanti, Uzma; Mohi, Abdul Rafik
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.656

Abstract

Kondisi malnutrisi seperti stunting, wasting, dan underweight tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup anak secara keseluruhan, termasuk perkembangan kognitif, sosial, dan emosional. Namun, data mengenai nilai utilitas kesehatan anak dengan malnutrisi di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai nilai utilitas kesehatan pada anak-anak di Indonesia yang mengalami stunting, wasting, dan underweight yang dibandingkan dengan anak sehat. Desain penelitian adalah cross sectional yang dilakukan di Kota Makassar dan Kabupaten Banyumas dari bulan Juli 2024 hingga Agustus 2024 pada anak usia > 2 hingga 5 tahun dengan atau tanpa malnutrisi (stunting, wasting atau underweight). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner EQ-5D-5L yang diisi melalui wawancara langsung (face-to-face interview) ke orang tua atau wali dari anak. Hasil pengukuran kuesioner EQ5D-5L dikonversi menjadi nilai utilitas menggunakan value-set EQ5D-5L untuk populasi Indonesia. Data dari 174 anak balita berhasil dikumpulkan dan dibagi menjadi empat kelompok: anak sehat (n=36), stunting (n=55), wasting (n=30), dan underweight (n=53).  Hasil analisis menunjukkan bahwa anak balita sehat memiliki nilai utilitas yang signifikan lebih tinggi (0,85 ± 0,11) dibandingkan dengan anak stunting (0,76 ± 0,13), underweight (0,74 ± 0,18), dan wasting (0,72 ± 0,17), dengan nilai p = 0,003. Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan antara kelompok anak dengan gangguan gizi (p > 0,05). Anak balita dengan malnutrisi cenderung memiliki nilai utilitas kesehatan yang lebih rendah dibandingkan anak sehat. Namun, tidak didapatkan perbedaan yang bermakna pada nilai utilitas kesehatan antar kelompok anak yang mengalami malnutrisi.
Kepatuhan Pasien Hipertensi dan Polifarmasi Anggraeni, Dina; Hapsari, Indri; Galistiani, Githa Fungie
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i5.59095

Abstract

Permasalahan utama dalam pengelolaan hipertensi adalah rendahnya kepatuhan pasien terhadap terapi, terutama pada pasien dengan polifarmasi, yang disebabkan oleh kompleksitas regimen obat, risiko interaksi, efek samping, serta kurangnya pengetahuan dan dukungan sosial yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien hipertensi dalam konteks polifarmasi dan merumuskan strategi intervensi yang efektif untuk meningkatkan kepatuhan dan hasil terapi. Metode narrative review digunakan dengan menganalisis penelitian relevan selama lima tahun terakhir dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik, dukungan keluarga, komunikasi efektif dengan tenaga kesehatan, penyederhanaan regimen melalui fixed-dose combination, dan pemanfaatan teknologi seperti aplikasi pengingat obat dapat meningkatkan kepatuhan pasien. Meski polifarmasi menimbulkan hambatan akibat efek samping dan kompleksitas, intervensi edukasi dan monitoring farmasis terbukti mengoptimalkan pengelolaan terapi. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan multidisipliner dan penggunaan teknologi digital serta peran aktif farmasis dan dukungan keluarga untuk meningkatkan efektivitas pengobatan dan kualitas hidup pasien hipertensi dengan polifarmasi.
Integrasi Riwayat Digital Untuk Swamedikasi di Apotek Ahmad, Rihan Basyiruddin; Wahyono, Djoko; Galistiani, Githa Fungie
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60165

Abstract

Swamedikasi adalah tindakan pengobatan yang dilakukan oleh individu untuk mengatasi gejala dan masalah kesehatan secara mandiri di apotek. Hal ini menjadi pilihan utama bagi banyak orang di seluruh dunia karena dianggap efisien, terjangkau, cepat, dan memudahkan akses terhadap obat-obatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi riwayat digital dalam swamedikasi di apotek untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan penggunaan obat tanpa resep. Swamedikasi, yang semakin populer di kalangan masyarakat karena kemudahan akses dan biaya rendah, menghadapi tantangan terkait pemahaman pasien serta keterbatasan pencatatan riwayat pengobatan. Integrasi aplikasi digital diharapkan dapat memfasilitasi pasien dalam melacak penggunaan obat, mengurangi risiko interaksi obat, serta meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi perkembangan pelayanan swamedikasi oleh apoteker di berbagai negara, dengan fokus pada peran teknologi digital dalam pengelolaan kesehatan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan riwayat digital dapat membantu apotek dalam memberikan pelayanan yang lebih aman dan efisien, serta mendorong pengelolaan pengobatan yang lebih baik. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama dalam konteks swamedikasi, serta perlunya regulasi yang mendukung integrasi sistem digital dalam praktik farmasi.
Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Covid-19: Studi Kuantitatif Pada Rumah Sakit Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Suseno, Akhmad Haris; Kusuma, Anjar Mahardian; Galistiani, Githa Fungie; Harima, Gangga
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54350/jkr.v14i2.443

Abstract

Covid-19 is a problem for the world and Indonesia. Pneumonia is one of the most common comorbid diseases of Covid-19. The management of Covid-19 pneumonia is using empirical antibiotics. Inappropriate use of antibiotics can lead to antibiotic resistance so it is very necessary to evaluate the use of antibiotics. The purpose of this study was to determine the quantity of antibiotic use in patients with Covid-19 pneumonia at Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Hospital. This study used a cross sectional research design using retrospective data with observational research. The method of evaluating antibiotic use uses the ATC/DDD methods. Based on the evaluation using the ATC/DDD method, The DDD/100 patient-days value of antibiotic use was intravenous Azithromicin (52,860 DDD/100 patient-days), Ceftriaxone (42,412 DDD/100 patient-days), peroral Azithromicin (8,582 DDD/100 patient-days), Levofloxacin (6,529 DDD/100 patient-days), Cefixime (2,985 DDD/100 patient-days), Ciprofloxacin (1,243 DDD/100 patient-days), Cefotaxime (2,798 DDD/100 patient-days) and Metronidazole (1,119 DDD/100 patient-days). There are 2 types of antibiotics that meet WHO standards and 6 types of antibiotics that do not meet WHO standards.
TANTANGAN DAN PELUANG PERBAIKAN TENTANG PRAKTIK PERESEPAN OBAT ANTITUBERKULOSIS DI INDONESIA : TINJAUAN NARATIF Kautsarul Aziz; Githa Fungie Galistiani; Elza Sundhani
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 9 No 2 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/txv19455

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu bagian dari permasalahan kesehatan terbesar didunia dan Indonesia menjadi salah satu negara yang memilki jumlah kasus TB tertinggi. Obat Anti Tuberkulosis (OAT) merupakan komponen utama dalam terapi TB, namun praktik peresepan di lapangan seringkali belum sesuai dengan pedoman nasional yang berlaku. Tinjauan naratif ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan utama dalam praktik peresepan OAT serta mengeksplorasi peluang perbaikan yang dapat dilakukan di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan menelaah literatur ilmiah yang relevan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir  melalui pencarian di Google Scholar. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi ketidaksesuaian resep dengan pedoman, keterbatasan pelatihan bagi tenaga kesehatan, rendahnya kepatuhan pasien, fragmentasi layanan antara sektor publik dan swasta, serta keterbatasan akses terhadap obat dan fasilitas. Meskipun demikian, terdapat sejumlah peluang perbaikan seperti penguatan implementasi pedoman terapi, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan, integrasi layanan kesehatan, serta pemanfaatan teknologi digital seperti sistem resep elektronik dan Video Observed Treatment (VOT). Studi ini menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dan sistematis untuk mewujudkan praktik peresepan OAT yang rasional, efektif, dan berkelanjutan dalam rangka mencapai target eliminasi TB di Indonesia.
Pengaruh Intervensi Edukasi Kesehatan Terhadap Kepatuhan Minum Obat dan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi: Tinjauan Naratif Susanti, Aprilia Diah; Wahyono, Djoko; Galistiani, Githa Fungie
Majalah Farmaseutik Vol 22, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v22i1.115544

Abstract

Hipertensi merupakan suatu penyakit kronis yang tidak menular yang memerlukan terapi jangka Panjang, untuk mencegah terjadinya komplikasi terhadap penyakit yaitu dengan meningkatkan kepatuhan pengobatan dan kualitas hidup pasien hipertensi. Ketidakpatuhan dalam dalam meminum obat antihipertensi masih menjadi tantangan utama. Narrative review ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi edukasi kesehatan terhadap kepatuhan minum obat dan kualitas hidup pasien hipertensi. Metode yang digunakan adalah narrative review dengan pencarian literatur melalui database PubMed dan Google Scholar. Pemilihan artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sebanyak 6 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa intervensi edukasi kesehatan berupa konseling dan edukasi oleh apoteker, pemberian leaflet, dan edukasi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan jangka waktu selama    6 bulan efektif dalam meningkatkan kepatuhan minum obat dan kualitas hidup pasien hipertensi. Kesimpulannya edukasi kesehatan dapat memberikan peran penting dalam meningkatkan kepatuhan minum obat dan kualitas hidup pasien hipertensi menjadi lebih baik, sehingga diperlukan program edukasi kesehatan yang komunikatif guna mendukung pengelolaan hipertensi secara optimal.
Using Antibiotic Game In Improving Antibiotics Knowledge: A Pilot Study In Banyumas District Women Githa Fungie Galistiani; Alda Argyanti; Muhamad Iqbal Dikri Fadillah; Feisal Aziez; Anjar Mahardian Kusuma
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 20 No. 02 Desember 2023
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v20i2.21122

Abstract

Background: The lack of antibiotic knowledge is identified as one of major problems in combating antimicrobial resistance (AMR) in Indonesia. More interactive ways added to educational tools may be more effective. Objective: This study aims to determine the impact of Focus Group Discussion (FGD) and Antibiotic Game (AG) as educational interventions in improving antibiotics knowledge among women in Banyumas District, Central Java Province, Indonesia. Methods: A quasi-experimental study with pre-/post-test design method was conducted between June–July 2023. Results: There was statistically significant difference between FGD and AG groups in improving knowledge of antibiotics in Indonesian women (p value = 0.034). Conclusion: The findings of our study will be useful for Indonesian policymakers to develop future educational interventions in improving knowledge and promoting rational antibiotic use, especially in Indonesian housewives.