Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PERAN SOSIO DEMOGRAFI SEBAGAI FAKTOR UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS: TINJAUAN NARATIF Mubarok, Mubarok; Galistiani, Githa Fungie; Hapsari, Indri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47122

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) masih menjadi permasalahan kesehatan global dengan angka insidensi dan mortalitas yang tinggi, termasuk di Indonesia. Faktor sosiodemografi diketahui berperan penting dalam menentukan keberhasilan pengobatan TB. Tujuan: Kajian ini bertujuan untuk meninjau secara naratif tentang pengaruh berbagai faktor sosiodemografi terhadap tingkat kepatuhan dan keberhasilan pengobatan tuberkulosis. Metode: Tinjauan ini dilakukan dengan menelusuri artikel ilmiah dari database PubMed menggunakan kata kunci "tuberculosis" dan "socioeconomic factors", dengan periode publikasi tahun 2021–2025. Total tujuh artikel yang sesuai kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan status ekonomi memiliki pengaruh signifikan terhadap kepatuhan pasien dalam menjalani terapi TB. Pasien dengan tingkat pendidikan rendah, pekerjaan tidak tetap, serta penghasilan minim cenderung tidak patuh terhadap pengobatan. Selain itu, pengetahuan yang kurang tentang penyakit TB serta lamanya durasi pengobatan turut menjadi faktor penyebab putus terapi. Simpulan: Faktor sosiodemografi memiliki kontribusi besar dalam keberhasilan pengobatan TB. Pasien dengan tingkat pendidikan rendah, pekerjaan tidak tetap, serta penghasilan minim cenderung tidak patuh. Selain itu juga perlu adanya penelusuran lebih lanjut tentang metode peningkatan kepatuhan pasien di era digital. Kata Kunci: Tuberkulosis, Sosiodemografi, Kepatuhan, Pengobatan
KEPATUHAN PENGOBATAN ANTIRETROVIRAL PADA PASIEN HIV/AIDS DI RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Galistiani, Githa Fungie; Mulyaningsih, Lia
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 10 No. 2: September 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v10i2.1176

Abstract

Kepatuhan pengobatan anti retro viral pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) merupakan hal yang esensial selama pengobatan HIV/AIDS. Terapi anti retro viral dapat memperpanjang hidup ODHA, meskipun tidak dapat menyembuhkan infeksi HIV. Terapi anti retro viral dapat menekan jumlah virus di tubuh ODHA dengan pemakaian secara terus-menerus. Kelalaian meminum obat bisa menyebabkan resistensi. Oleh karena itu, kepatuhan minum obat menjadi sangat penting.Penelitian dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan terapi anti retro viral pada pasien ODHA di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner yang diadaptasi dari kombinasi antara AIDS Clinical Trials Group (ACTG) Adherence Questionnaire dan Morisky 8-Item Medication Adherence Questionnaire yang meliputi faktor pengetahuan, faktor keyakinan, faktor sarana, faktor jarak dan biaya, faktor dukungan sosial, faktor psikologis yang dialami pasien selama seminggu terakhir, faktor psikologis pasien yang dialami selama sebulan terakhir serta faktor efek samping obat yang dirasakan pasien. Penelitian dilakukan pada 31 pasien ODHA di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan bahwa faktor psikologis yang dialami pasien selama seminggu terakhir (ρ=0,408), faktor psikologis yang dialami pasien selama sebulan terakhir (ρ=0,524) serta faktor efek samping obat (ρ=0,449) yang mempengaruhi secara signifikan terhadap tingkat kepatuhan terapi anti retro viral pada pasien ODHA di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Pengaruh Short Message Service Terhadap Kepatuhan Pengobatan Dan Gaya Hidup Pasien Diabetes Melitus di RSUD Dr. M. Ashari Pemalang Rahmah, Pradnya Aulia; Galistiani, Githa Fungie; Kusuma, Anjar Mahardian
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 13 No. 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v13i1.5746

Abstract

Keberhasilan terapi diabetes dipengaruhi oleh pengobatan dan gaya hidup pasien. Ketidakpatuhan menjadi salah satu penyebab dari hasil pengobatan yang buruk, berkembangnya gejala penyakit, serta komplikasi. Perlu adanya perlakuan untuk mencapai hasil terapi yang optimal, salah satunya dengan pemberian Short Message Service (SMS) terkait pengobatan diabetes dan gaya hidup yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh SMS terhadap kepatuhan pengobatan dan gaya hidup pasien diabetes melitus di RSUD dr. M. Ashari Pemalang. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimental dengan metode pengambilan sampel accidental sampling. Kepatuhan pengobatan diukur dengan kuesioner Medical Prescription Knowledge (MPK) sedangkan gaya hidup dinilai dengan kuesioner Summary of Diabetes Self care Activities (SDSCA). Responden yang berjumlah 81 orang dikelompokan menjadi kelompok kontrol dan intervensi. Sejumlah 41 responden kelompok intervensi diberikan perlakuan berupa SMS untuk mengonsumsi obat diabetes, serta anjuran untuk mematuhi pengobatan dan menjalankan gaya hidup yang baik. Sebanyak 40 pasien dalam kelompok kontrol tidak menerima SMS selama penelitian. Kepatuhan dan gaya hidup diukur sebelum dan setelah perlakuan. Pada penilaian gaya hidup terdapat pengaruh SMS yang diberikan, dilihat dari signifikansi perbedaan skor yang diperoleh pasien pada kedua kelompok. Pada variabel kepatuhan pengobatan belum terdapat pengaruh dari SMS yang diberikan selama penelitian. Kata kunci: Diabetes, kepatuhan pengobatan, gaya hidup, SMS 
Gambaran Nilai Utilitas Kesehatan Anak dengan Malnutrisi : Studi pada Kasus Stunting, Wasting, dan Underweight di Indonesia Bahar, Muh. Akbar; Galistiani, Githa Fungie; Eliyanti, Uzma; Mohi, Abdul Rafik
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.656

Abstract

Kondisi malnutrisi seperti stunting, wasting, dan underweight tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup anak secara keseluruhan, termasuk perkembangan kognitif, sosial, dan emosional. Namun, data mengenai nilai utilitas kesehatan anak dengan malnutrisi di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai nilai utilitas kesehatan pada anak-anak di Indonesia yang mengalami stunting, wasting, dan underweight yang dibandingkan dengan anak sehat. Desain penelitian adalah cross sectional yang dilakukan di Kota Makassar dan Kabupaten Banyumas dari bulan Juli 2024 hingga Agustus 2024 pada anak usia > 2 hingga 5 tahun dengan atau tanpa malnutrisi (stunting, wasting atau underweight). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner EQ-5D-5L yang diisi melalui wawancara langsung (face-to-face interview) ke orang tua atau wali dari anak. Hasil pengukuran kuesioner EQ5D-5L dikonversi menjadi nilai utilitas menggunakan value-set EQ5D-5L untuk populasi Indonesia. Data dari 174 anak balita berhasil dikumpulkan dan dibagi menjadi empat kelompok: anak sehat (n=36), stunting (n=55), wasting (n=30), dan underweight (n=53).  Hasil analisis menunjukkan bahwa anak balita sehat memiliki nilai utilitas yang signifikan lebih tinggi (0,85 ± 0,11) dibandingkan dengan anak stunting (0,76 ± 0,13), underweight (0,74 ± 0,18), dan wasting (0,72 ± 0,17), dengan nilai p = 0,003. Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan antara kelompok anak dengan gangguan gizi (p > 0,05). Anak balita dengan malnutrisi cenderung memiliki nilai utilitas kesehatan yang lebih rendah dibandingkan anak sehat. Namun, tidak didapatkan perbedaan yang bermakna pada nilai utilitas kesehatan antar kelompok anak yang mengalami malnutrisi.
Pre–Post Evaluation of a Rural Indonesian Posbindu Cadre-Led Health Promotion Program on Cardiovascular Knowledge, Physical Health, and Mental Well-Being Dewi, Pramitha Esha Nirmala; Tasminatun, Sri; Kurniawan, Nanang; Putri, Hikma Yulia; Galistiani, Githa Fungie; Syaifabila, Imania Afidatus; Ghozali, Muhammad Thesa
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 11: NOVEMBER 2025 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i11.8484

Abstract

Introduction: This study aimed to evaluate the impact of a cadre-led intervention on physical health, cardiovascular knowledge, and mental well-being in rural Indonesian communities. Cardiovascular disease remains a leading cause of mortality in Indonesia, particularly in rural areas with limited healthcare access and low health literacy. With a growing burden of non-communicable diseases in low-resource settings, the objective was to assess a community-based approach addressing early detection and lifestyle modification gaps in the existing literature. Methods: This quasi-experimental one-group pre-post study was conducted over six weeks in a rural Indonesian setting. A total of 91 adult participants were enrolled, and data were collected through anthropometric measurements, biochemical tests, a 15-item cardiovascular knowledge questionnaire, and the Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) for mental health screening. Ethical approval was obtained from the Medical and Health Research Ethics Committee of the Faculty of Medicine and Health Sciences, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia. Results: The primary outcome of the study was the change in cardiovascular risk indicators and knowledge. Findings showed a significant reduction in BMI (mean change = -0.56 kg/m², 95% CI: -0.83 to -0.29, p < 0.001, Cohen’s d = 0.47) and waist circumference (mean change = -0.91 cm, 95% CI: -1.80 to -0.02, p = 0.044, Cohen’s d = 0.28), along with a significant improvement in cardiovascular knowledge scores (mean change = +9.00, 95% CI: +3.44 to +14.56, p = 0.002, Cohen’s d = 0.68). Additionally, PHQ-9 screening showed that 76.9% of participants reported minimal depressive symptoms at the time of assessment. Statistical analyses indicated the effectiveness of the intervention in improving physical and knowledge-related health outcomes. Conclusion: This study contributes to the understanding of health promotion in low-resource rural settings by demonstrating the effectiveness of cadre-led interventions for cardiovascular contexts and the feasibility of integrating mental health screening into community programs. Future studies should explore long-term sustainability and scalability, advancing knowledge in the field of international health.
Kepatuhan Pasien Hipertensi dan Polifarmasi Anggraeni, Dina; Hapsari, Indri; Galistiani, Githa Fungie
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i5.59095

Abstract

Permasalahan utama dalam pengelolaan hipertensi adalah rendahnya kepatuhan pasien terhadap terapi, terutama pada pasien dengan polifarmasi, yang disebabkan oleh kompleksitas regimen obat, risiko interaksi, efek samping, serta kurangnya pengetahuan dan dukungan sosial yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien hipertensi dalam konteks polifarmasi dan merumuskan strategi intervensi yang efektif untuk meningkatkan kepatuhan dan hasil terapi. Metode narrative review digunakan dengan menganalisis penelitian relevan selama lima tahun terakhir dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik, dukungan keluarga, komunikasi efektif dengan tenaga kesehatan, penyederhanaan regimen melalui fixed-dose combination, dan pemanfaatan teknologi seperti aplikasi pengingat obat dapat meningkatkan kepatuhan pasien. Meski polifarmasi menimbulkan hambatan akibat efek samping dan kompleksitas, intervensi edukasi dan monitoring farmasis terbukti mengoptimalkan pengelolaan terapi. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan multidisipliner dan penggunaan teknologi digital serta peran aktif farmasis dan dukungan keluarga untuk meningkatkan efektivitas pengobatan dan kualitas hidup pasien hipertensi dengan polifarmasi.
Integrasi Riwayat Digital Untuk Swamedikasi di Apotek Ahmad, Rihan Basyiruddin; Wahyono, Djoko; Galistiani, Githa Fungie
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60165

Abstract

Swamedikasi adalah tindakan pengobatan yang dilakukan oleh individu untuk mengatasi gejala dan masalah kesehatan secara mandiri di apotek. Hal ini menjadi pilihan utama bagi banyak orang di seluruh dunia karena dianggap efisien, terjangkau, cepat, dan memudahkan akses terhadap obat-obatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi riwayat digital dalam swamedikasi di apotek untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan penggunaan obat tanpa resep. Swamedikasi, yang semakin populer di kalangan masyarakat karena kemudahan akses dan biaya rendah, menghadapi tantangan terkait pemahaman pasien serta keterbatasan pencatatan riwayat pengobatan. Integrasi aplikasi digital diharapkan dapat memfasilitasi pasien dalam melacak penggunaan obat, mengurangi risiko interaksi obat, serta meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi perkembangan pelayanan swamedikasi oleh apoteker di berbagai negara, dengan fokus pada peran teknologi digital dalam pengelolaan kesehatan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan riwayat digital dapat membantu apotek dalam memberikan pelayanan yang lebih aman dan efisien, serta mendorong pengelolaan pengobatan yang lebih baik. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama dalam konteks swamedikasi, serta perlunya regulasi yang mendukung integrasi sistem digital dalam praktik farmasi.
Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Covid-19: Studi Kuantitatif Pada Rumah Sakit Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Suseno, Akhmad Haris; Kusuma, Anjar Mahardian; Galistiani, Githa Fungie; Harima, Gangga
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54350/jkr.v14i2.443

Abstract

Covid-19 is a problem for the world and Indonesia. Pneumonia is one of the most common comorbid diseases of Covid-19. The management of Covid-19 pneumonia is using empirical antibiotics. Inappropriate use of antibiotics can lead to antibiotic resistance so it is very necessary to evaluate the use of antibiotics. The purpose of this study was to determine the quantity of antibiotic use in patients with Covid-19 pneumonia at Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Hospital. This study used a cross sectional research design using retrospective data with observational research. The method of evaluating antibiotic use uses the ATC/DDD methods. Based on the evaluation using the ATC/DDD method, The DDD/100 patient-days value of antibiotic use was intravenous Azithromicin (52,860 DDD/100 patient-days), Ceftriaxone (42,412 DDD/100 patient-days), peroral Azithromicin (8,582 DDD/100 patient-days), Levofloxacin (6,529 DDD/100 patient-days), Cefixime (2,985 DDD/100 patient-days), Ciprofloxacin (1,243 DDD/100 patient-days), Cefotaxime (2,798 DDD/100 patient-days) and Metronidazole (1,119 DDD/100 patient-days). There are 2 types of antibiotics that meet WHO standards and 6 types of antibiotics that do not meet WHO standards.