Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analysis of Students' Errors in Solving Physics Problems Based on Bloom's Cognitive Levels Sigit Sigit; Gustina Gustina
Journal of Innovative Physics Education Research Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Innovative Physics Education Research
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/jiper.v1i1.201

Abstract

This study aims to analyze students' errors in solving physics problems based on Bloom's cognitive levels, particularly at the application level (C3), focusing on the simple machines topic. Conducted at SMP Negeri 11 Palu with Grade VIII students, this qualitative descriptive research involved 20 participants, with six respondents selected through purposive sampling categorized as high, medium, and low achievers. Data were collected using essay tests and interviews, analyzed through error categorization (translation, conceptual, strategic, and computational errors). The findings reveal that translation errors were the most frequent (58.3%), followed by conceptual errors (41.6%), strategic errors (20.8%), and computational errors (16.6%). The study highlights students' difficulty in interpreting problem statements, applying correct formulas, and executing problem-solving steps accurately. These findings emphasize the importance of addressing students' conceptual understanding and problem-solving skills in physics education. Future studies should explore interventions to minimize these errors and enhance learning outcomes.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan E-LKPD Interactive Live Worksheet Terhadap Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Nova Olivia Salatun; Gustina Gustina; Yus’iran Yus’iran
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i4.4069

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan e-LKPD Interactive Live Worksheet terhadap keterampilan proses sains peserta didik di SMA Negeri 1 Sigi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen tipe Non-Equivalent Control Group Design. Subjek penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling. Sampel penelitian terdiri atas peserta didik kelas XI A sebanyak 34 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas XI B sebanyak 33 orang sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan berupa model PBL berbantuan e-LKPD Interactive Live Worksheet, sedangkan kelas kontrol menggunakan model PBL berbantuan LKPD cetak. Nilai rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 50,00 dan kelas kontrol 47,33. Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 76,19 dan kelas kontrol 69,12 dari skor maksimal 100. Hasil uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-test pada taraf signifikansi 5% menunjukkan nilai thitung > ttabel (3,848 > 1,997), sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan e-LKPD Interactive Live Worksheet terhadap keterampilan proses sains peserta didik. Hasil uji effect size Cohen’s sebesar 0,964 termasuk dalam kategori tinggi, sehingga disimpulkan bahwa model pembelajaran tersebut memberikan pengaruh yang kuat terhadap keterampilan proses sains peserta didik.
ANALISIS KOMPARATIF KUALITAS UMPAN BALIK CHATGPT DAN DEEPSEEK TERHADAP JAWABAN KONTEKSTUAL SISWA PADA KONSEP OPTIK FISIKA Siti Faitul Hidayah; Miftah Miftah; I Komang Werdhiana; Gustina Gustina
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 5 No 2 (2026): Al-Irsyad Journal of Physics Education
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v5i2.839

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kualitas umpan balik ChatGPT 5.5 dan DeepSeek V4 terhadap jawaban kontekstual siswa pada konsep optik fisika. Penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan desain explanatory sequential. Data diperoleh dari 20 siswa yang mengerjakan enam soal kontekstual optik fisika. Setiap jawaban siswa diberi umpan balik oleh ChatGPT 5.5 dan DeepSeek V4 sehingga diperoleh 240 unit umpan balik AI. Kualitas umpan balik dinilai berdasarkan empat indikator, yaitu akurasi ilmiah, kedalaman penjelasan, relevansi terhadap konteks jawaban siswa, dan kejelasan bahasa. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, dan Wilcoxon Signed-Rank Test, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui telaah isi umpan balik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT 5.5 memperoleh mean total 15,31 atau 95,68%, sedangkan DeepSeek V4 memperoleh mean total 14,68 atau 91,77%. Keduanya berada pada kategori sangat baik. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan pada akurasi ilmiah, kedalaman penjelasan, relevansi terhadap konteks jawaban siswa, dan total skor, sedangkan kejelasan bahasa tidak berbeda signifikan. Analisis kualitatif menunjukkan bahwa ChatGPT 5.5 lebih stabil dalam memberikan koreksi konseptual yang akurat, mendalam, dan relevan, sedangkan DeepSeek V4 tetap kuat pada kejelasan bahasa tetapi lebih bervariasi pada substansi isi. Dengan demikian, perbedaan utama kedua model terletak pada kualitas isi umpan balik, bukan pada aspek kebahasaan. Temuan ini memberikan bukti empiris bahwa ChatGPT 5.5 lebih unggul dalam menghasilkan umpan balik yang akurat, mendalam, dan sesuai dengan konteks jawaban siswa, sedangkan DeepSeek V4 menunjukkan performa yang kompetitif terutama pada aspek kejelasan bahasa. Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi pendidik dalam memilih dan memanfaatkan AI generatif sebagai pendukung asesmen formatif pada pembelajaran fisika.
Identifikasi Alur Penalaran Siswa Terhadap Hukum III Newton Fadila Septina Al-Mutaher; Jusman Mansyur; Haeruddin Haeruddin; Gustina Gustina; Ketut Alit Adi Untara
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 14 No. 1 (2026): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v14i1.5519

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode deskripstif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas X SMA Negeri 6 Palu Tahun Ajaran 2024/2025. Instrumen yang digunakan yaitu tes essai dan wawancara. Analisis data yang digunakan yaitu mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan alur penalaran siswa terhadap Hukum III Newton. Konteks dalam penelitian ini adalah bagaimana alur penalaran siswa dalam memahami Hukum III Newton yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman konsep fisika. Penalaran kausal merupakan proses kognitif mendasar yang mendukung berbagai kegiatan belajar seperti membuat prediksi, menjelaskan fenomena, dan menarik kesimpulan Berdasarkan hasil analisis tes dan wawancara terhadap siswa kelas X IPA Teratai, disimpulkan bahwa tingkat penalaran kausal siswa dalam memahami materi Hukum Newton III bervariasi dan terbagi dalam tiga kategori: tinggi, sedang, dan rendah. Berdasarkan hasil analisis terhadap jawaban tiga siswa responden dalam lima soal mengenai hukum Newton III, diperoleh gambaran yang bervariasi mengenai kemampuan penalaran kausal mereka dengan untuk kategori tinggi sebesar 80, kategori sedang dengan nilai 60 dan kategori rendah dengan nilai 25. Hasil wawancara dengan tiga responden sejalan dengan temuan penelitian terdahulu, menunjukkan pemahaman siswa terhadap Hukum Newton masih perlu ditingkatkan, terutama dalam aspek mekanisme, kovariasi, dan urutan waktu.
Pengaruh Pembuatan Alat Eksperimen Sederhana dalam Model Discovery Learning terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa SMP Agustina Agustina; Ielda Paramita; Unggul Wahyono; Delthawati Isti Ratnaningtyas; Nurul Kami Sani
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 14 No. 1 (2026): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v14i1.5586

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP sering masih berpusat pada guru, sehingga keterampilan proses sains siswa cenderung rendah. Selain itu, keterbatasan sarana eksperimen membuat siswa sulit melakukan pembelajaran secara aktif dan investigasi ilmiah secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembuatan alat eksperimen sederhana dalam model Discovery Learning terhadap keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari dua kelas yang dipilih melalui purposive sampling, yaitu kelas VII C sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII A sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen melaksanakan pembelajaran dengan kegiatan pembuatan alat eksperimen sederhana, sedangkan kelompok kontrol menggunakan alat eksperimen yang sudah tersedia. Instrumen yang digunakan berupa tes keterampilan proses sains. Hasil posttest menunjukkan bahwa rata-rata skor kelompok eksperimen adalah 75,87, sedangkan kelompok kontrol 67,83. Uji-t menunjukkan bahwa thitung ≥ ttable(2,05 ≥ 1,67) pada taraf signifikansi 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pembuatan alat eksperimen sederhana dalam model Discovery Learning secara signifikan meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi model Discovery Learning dengan keterlibatan siswa dalam pembuatan media eksperimen memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif, kreatif, dan bermakna.
Analisis Potensi Etnosains pada Masyarakat Asli Kecamatan Lore Utara Sebagai Sumber Belajar Fisika Cresia Kartina Hiwauna; Nurasyah Dewi Napitupulu; Muslimin Muslimin; Gustina Gustina; Ielda Paramita; Wahyuni N. Laratu
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 14 No. 1 (2026): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v14i1.5627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi etnosains pada Masyarakat Asli Kecamatan Lore Utara sebagai sumber belajar fisika menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam kepada 2 Tokoh Adat, 2 Masyarakat, dan 5 Guru IPA/Fisika, serta dokumentasi. Penelitian berfokus pada unsur budaya lokal seperti alat musik tradisional (gendang/kanda dan suling/tulali), tarian daerah (tarian dondi), dan rumah adat (Sou tambi), yang dikaji berdasarkan kesesuaian nilai etnosains terhadap konsep IPA SMP dan Fisika SMA. Hasil penelitian kesesuaian etnosains dengan konsep fisika SMA/IPA SMP menunjukkan unsur budaya lokal berkaitan langsung dengan konsep getaran dan gelombang, resonansi, gaya dan gerak, Hukum Newton, Hukum Hooke Dan Elastisitas, Prinsip Bernoulli, tekanan serta perpindahan kalor. Berdasarkan penilaian tingkat potensi etnosains Kecamatan Lore Utara sebagai sumber belajar Fisika SMA/IPA SMP meliputi kriteria: relevansi kontekstual, keterkaitan dengan konsep fisika SMA/IPA SMP, nilai edukatif, ketersediaan dan keterjangkauan, kesesuaian kurikulum, serta potensi pengembangan media/modul menunjukkan budaya lokal masyarakat Lore Utara memperoleh rentang skor rata-rata 8,75-10,75 dengan tingkat Berpotensi-Sangat Berpotensi. Sehingga, budaya lokal masyarakat Lore Utara berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang tidak hanya memperkuat pemahaman konsep fisika, tetapi juga mendukung pelestarian budaya, peningkatan kualitas pendidikan berbasis lingkungan serta karakter lokal.
Analisis Penalaran Saintifik Siswa pada Materi Hukum Newton Yuniarti Hadu; Muhammad Jarnawi; Haeruddin Haeruddin; Gustina Gustina
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 14 No. 1 (2026): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v14i1.5901

Abstract

Penalaran saintifik merupakan kemampuan penting dalam pembelajaran fisika, namun berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemampuan tersebut pada materi Hukum Newton masih rendah dan analisis spesifik mengenai profil kemampuan penalaran siswa pada materi ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran saintifik siswa pada materi Hukum Newton. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan dukungan data kualitatif melalui wawancara terhadap 27 siswa kelas XI MIA 1 SMA Negeri 1 Lakea. Instrumen penelitian berupa tes penalaran saintifik yang mencakup tujuh indikator serta wawancara untuk memperkuat temuan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran saintifik siswa didominasi kategori sedang sebesar 59,3%, diikuti kategori rendah sebesar 22,2%, dan kategori tinggi sebesar 18,5%. Indikator penalaran induktif memperoleh capaian tertinggi dengan kategori cukup, sedangkan indikator lainnya masih berada pada kategori kurang hingga sangat kurang. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa lebih mudah menarik kesimpulan dari contoh konkret dibandingkan melakukan penalaran yang lebih kompleks. Oleh karena itu, pembelajaran fisika perlu lebih menekankan kegiatan eksperimen dan pemecahan masalah kontekstual untuk meningkatkan kemampuan penalaran saintifik siswa.