Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a vital role in local economic development; however, business owners often face challenges regarding financial management, digital marketing, product innovation, and production capacity. These issues were identified at the "Kopi Japan" MSME in Japan Village, Dawe District, Kudus Regency. This community service initiative aimed to enhance the business management capabilities and competitiveness of the partner enterprise by strengthening financial management, digital marketing, product innovation, and the implementation of production technology. The implementation method comprised an initial survey, identification of partner needs, coordination, training, practical sessions, mentoring, technology implementation, monitoring, and evaluation. Activities included training on preparing financial reports based on SAK EMKM (Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities), calculating the cost of goods sold, digital marketing, utilizing social media and online marketplaces, developing coffee products, improving packaging, and using coffee processing machinery. The results demonstrated improvements in the partner's ability to maintain financial records, calculate production costs, utilize digital media for marketing, develop product variations, and increase production capacity. The partner also received tangible outputs, including financial report templates, social media business accounts, coffee processing equipment, packaging designs, innovative products, and digital promotional content. The initiative demonstrates that an integrated approach—combining training, mentoring, and technology implementation—can strengthen the capacity and competitiveness of MSMEs rooted in local potential.Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi lokal, namun pelaku usaha masih menghadapi berbagai kendala dalam pengelolaan keuangan, pemasaran digital, inovasi produk, dan kapasitas produksi. Permasalahan tersebut juga ditemukan pada UMKM Kopi Japan di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha dan daya saing mitra melalui penguatan manajemen keuangan, pemasaran digital, inovasi produk, dan penerapan teknologi produksi. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, identifikasi kebutuhan mitra, koordinasi, pelatihan, praktik, pendampingan, penerapan teknologi, monitoring, dan evaluasi. Kegiatan mencakup pelatihan penyusunan laporan keuangan berbasis SAK EMKM, perhitungan harga pokok produksi, digital marketing, pemanfaatan media sosial dan marketplace, pengembangan produk kopi, perbaikan kemasan, serta penggunaan mesin pengolah kopi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mitra dalam melakukan pencatatan keuangan dan menghitung harga pokok produksi, pemanfaatan media digital untuk pemasaran, pengembangan variasi produk, serta peningkatan kapasitas produksi. Mitra juga memperoleh sejumlah luaran berupa template laporan keuangan, akun bisnis media sosial, mesin pengolah kopi, desain kemasan, produk inovatif, dan konten promosi digital. Kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan terpadu melalui pelatihan, pendampingan, dan penerapan teknologi dapat memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM berbasis potensi lokal.