Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penguatan Literasi Keuangan bagi Ibu Rumah Tangga melalui Program Edukasi Digital Irna Eliyana; Muhammad Lukman; Pipit Aprianti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (PEMAS) Vol. 2 No. 1 (2024): November 2024
Publisher : Yayasan Ran Edu Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63866/pemas.v2i1.58

Abstract

Literasi keuangan merupakan keterampilan penting bagi ibu rumah tangga dalam mengelola keuangan keluarga secara efektif. Namun, rendahnya akses terhadap edukasi keuangan menyebabkan banyak ibu rumah tangga mengalami kesulitan dalam perencanaan anggaran, pengelolaan utang, dan pemahaman produk keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan ibu rumah tangga melalui program edukasi digital berbasis ceramah dan pendampingan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan instrumen kuesioner dan wawancara semi-terstruktur. Program ini diikuti oleh 30 ibu rumah tangga di Desa Bulujaran Lor, yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi tertentu. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat literasi keuangan peserta, dengan peningkatan rata-rata skor post-test sebesar 25% dibandingkan pre-test. Analisis wawancara juga mengungkapkan bahwa peserta lebih sadar akan pentingnya pengelolaan keuangan dan mulai menerapkan strategi perencanaan anggaran serta pengendalian pengeluaran. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model edukasi keuangan berbasis digital yang dapat diterapkan pada kelompok masyarakat dengan akses terbatas terhadap pelatihan keuangan formal. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis digital dapat menjadi alternatif efektif dalam meningkatkan literasi keuangan ibu rumah tangga. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi efektivitas program dengan cakupan peserta yang lebih luas dan evaluasi dampak jangka panjangnya terhadap perilaku keuangan keluarga.
PKM Peningkatan Kompetensi Digital melalui Pelatihan Website di Pondok Pesantren Nurul Wahid al Wahyuni Abdul Karim; Ismail Yahya; Muhammad Lukman; Syaiful Islam
SINAR: Sinergi Pengabdian dan Inovasi untuk Masyarakat Vol 1 No 02 (2025): April
Publisher : CV. Laskar Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65678/sinar.v1i02.123

Abstract

Ruang Lingkup Penelitian ini mencakup peningkatan kompetensi digital santri di Pondok Pesantren Nurul Wahid al Wahyuni melalui pelatihan pembuatan website. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan keterampilan teknologi informasi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membekali para santri dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam pembuatan website, sehingga mereka dapat lebih mandiri dan mampu bersaing di era digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan pelatihan partisipatif, yang terdiri dari sesi teori dan praktik secara langsung menggunakan platform CMS (Content Management System) seperti WordPress. Pelatihan dilaksanakan selama beberapa sesi dengan materi yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman peserta. Hasil Penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep dasar pengembangan website serta kemampuan dalam membuat dan mengelola website sederhana. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan motivasi untuk terus belajar teknologi digital. Kesimpulan, pelatihan ini berhasil meningkatkan kompetensi digital para santri di bidang pembuatan website. Program semacam ini sangat bermanfaat dan dapat menjadi model untuk diterapkan di pondok pesantren lain guna mendukung literasi digital di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan
Perlindungan Hukum Terhadap Anak Dari Perkawinan Beda Agama Dalam Memeluk Agama Dari Prespektif Hukum Islam Himatul Ulya; Muhammad Faiz; Putri Umala; Muhammad Rian; Muhammad Lukman
Jaksa : Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Politik Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Politik
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jaksa.v2i3.1894

Abstract

When two people, a woman, a man, have different beliefs, marry while practicing their respective religions, it is known as an interfaith marriage. However, interfaith unity raises unique problems, especially those related to children's rights. Marriage results in the birth of a child. In essence, sons or daughters who have offspring from a marriage bond must receive protection from laws in the social and state environment. This journal uses empirical or sociological research methods to find out how society and the law respond to interfaith marriages and the religious choices made by their descendants. Primary and secondary data regarding child safety and religious freedom—namely, that parents have no right to force their children to convert to their religion—were collected from legal materials found in books, journals, and online sources. That parents who have different beliefs are prohibited from forcing their children to practice their religion, especially if there are differences of opinion that have a negative impact on the children themselves. So, as parents, we must care for and advise with high dedication to our sons and daughters about religion and set a good example for them, and the state must defend the rights of children regardless of the child's legitimacy, religious beliefs, physical and mental health, or position. in a social environment.