Ketut Tono Pasek Gelgel
Laboratorium Mikrobiologi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Identifikasi dan Prevalensi Jamur Curvularia pada Anjing dan Kucing di Kabupaten Badung, Bali Tahun 2020 Sudipa, Putu Henrywaesa; Gelgel, Ketut Tono Pasek; Jayanti, Putu Devi
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (3) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.3.432

Abstract

Curvularia adalah genus Pleosporalean monophyletic dengan banyak jenis spesies, termasuk jenis fitopatogenik, jamur patogen pada hewan dan manusia. Curvularia juga menyebabkan phaeohyphomycosis yang mana ditemukan pada invertebrata, vertebrata berdarah dingin, burung dan spesies mamalia termasuk ruminansia, kuda, anjing, kucing dan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui prevalensi Curvularia pada anjing dan kucing. Sampel diambil dengan cara menggunakan teknik sitologi kulit dengan menggunakan plester selotip (tape) yang ditempelkan pada bagian tubuh yang mengalami infeksi jamur kemudian ditempelkan pada gelas objek yang sudah diberikan beberapa tetes pewarna methylene blue. Sampel menggunakan 34 sampel (26 ekor anjing dan 8 ekor kucing) dan sampel diperiksa dibawah mikroskop cahaya dengan pembesaran 100 kali. Pemeriksaan mikroskopis sampel melihat karakteristik jamur, terutama pigmentasi, septasi, morfologi, ukuran hifa, konidiofor dan konidia. Dari data jenis jamur yang teridentifikasi kemudian data ditabulasi dan dijelaskan secara deskriptif. Hasil yang didapatkan adalah prevalensi Curvularia pada anjing adalah 19%, pada kucing 50% dan total infeksi Curvularia dari seluruh sampel berjumlah 26%. Culvularia yang teridentifikasi adalah tipe konidia tipikal yang bentuk konidiumnya obovoid, melengkung, agak membengkak pada satu sel, gelap, dan dindingnya tebal dan tipe konidia atipikal yang bentuknya lurus dan menyempit ke arah ujung, konidiofor tidak bercabang, dan berbentuk zigzag serta jumlah septa berjumlah 3-4 atau eusepta.
Isolasi dan Identifikasi Escherichia coli Babi Penderita Porcine Respiratory Disease Complex Serta Uji Sensitivitas Terhadap Antibiotik Pratanto, Aditya; Suarjana, I Gusti Ketut; Gelgel, Ketut Tono Pasek
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (1) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.1.105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi Escherichia coli dari babi penderita Porcine Respiratory Disease Complex (PRDC) serta untuk mengetahui pola kepekaan E. coli terhadap kanamycin, doxycycline dan kotrimoksazol. Bakteri E. coli juga merupakan indikator resistensi antimikrob karena mampu menghasilkan Extended Spectrum Broad Lactamase (ESBL). Sampel dalam penelitian ini adalah swab nasal babi yang menunjukkan gejala klinis PRDC yang diambil sebanyak 21 sampel. Sampel diambil dari dua kabupaten di Bali yaitu Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan. Isolasi E. coli dilakukan pada 21 media Eosin Methylene Blue Agar yang selanjutnya dikultur pada Sheep Blood Agar. Kemudian dilakukan dengan penegasan identifikasi bakteri melalui Pewarnaan Gram dan uji biokimia. Selanjutnya dilakukan uji sensitivitas E. coli terhadap kanamycin, doxycycline dan kotrimoksazol menggunakan metode modifikasi Kirby-Bauer dengan difusi cakram. Penelitian ini bersifat observasional dan data hasil penelitian yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 21 isolat ditemukan empat (19%) isolat terdapat E. coli beta hemolitik. Hasil uji sensitivitas terhadap kanamycin empat isolat sensitif (100%). Uji sensitivitas terhadap doxycycline empat isolat resistan (100%). Uji sensitivitas terhadap kotrimoksazol satu isolat intermedier (25%) dan tiga isolat resistan (75%). Ditemukan E. coli ? hemolitik yang berpotensi patogen pada saluran pernapasan babi penderita PRDC dan isolat E. coli sensitif terhadap kanamycin dan resistan terhadap doxycycline dan kotrimoksazol.
Bakteri Klebsiella sp. Asal Babi Penderita Porcine Respiratory Disease Complex Resistan Terhadap Ampicillin dan Peka Sulfamethoxazole-Trimethoprim dan Kanamycin Nazara, Agustina Lesmauli; Suarjana, I Gusti Ketut; Gelgel, Ketut Tono Pasek
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (1) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.1.66

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pola kepekaan bakteri Klebsiella sp. asal babi penderita Penyakit Respirasi Kompleks pada Babi atau Porcine Respiratory Disease Complex (PRDC) terhadap antibiotik ampicillin, sulfamethoxazole-trimethoprim dan kanamycin. PRDC adalah penyakit saluran pernapasan pada babi yang disebabkan oleh multimikrob, salah satunya adalah bakteri Klebsiella sp. Klebsiella sp. merupakan bakteri Gram negatif yang mempunyai kemampuan memproduksi enzim Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) yang menyebabkan resistansi terhadap antibiotik golongan beta-lactam. Penelitian ini menggunakan sampel isolat bakteri Klebsiella sp. bersifat ? hemolitik sebanyak tiga sampel yang telah diisolasi dan diidentifikasi secara konvensional dengan uji primer dan uji biokimiawi. Metode yang digunakan adalah metode difusi cakram menurut Kirby-Bauer dengan membuat suspensi bakteri yang kekeruhannya sesuai standar McFarland 0,5. Kemudian dilanjutkan dengan mengukur diameter killing zone (mm) yang terbentuk pada masing-masing paper disc. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disesuaikan dengan tabel standar diameter killing zone masing-masing antibiotik. Pola kepekaan yakni resistan, intermediet, dan sensitif disajikan dalam tabel persentase. Hasil yang diperoleh dari tiga sampel Klebsiella sp. menunjukkan yakni ketiga sampel resistan terhadap ampicillin 100%, terhadap sulfamethoxazole-trimethoprim sensitif 100%, dan terhadap kanamycin sensitif 100%. Klebsiella sp. resistan terhadap ampicillin, dan ketiga sampel sensitif terhadap sulfamethoxazole-trimethoprim dan kanamycin.
Isolasi dan Identifikasi Klebsiella sp. Asal Rongga Hidung Babi Penderita Porcine Respiratory Disease Complex Bolla, Nelci Elizabeth; Suarjana, I Gusti Ketut; Pasek Gelgel, Ketut Tono
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (6) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.6.917

Abstract

Penyakit saluran pernapasan pada babi dikenal dengan nama porcine respiratory disease complex (PRDC). Penyakit ini disebabkan oleh berbagai agen penyakit antara lain bakteri, virus, dan parasit atau gabungan agen tersebut sehingga dikenal sebagai multi microbial disease. Klebsiella sp. merupakan salah satu bakteri yang berpotensi patogen menyebabkan terjadinya PRDC pada babi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri Klebsiella sp. yang berpotensi patogen pada saluran pernapasan atas babi penderita PRDC. Penelitian ini menggunakan sampel swab rongga hidung babi yang menunjukkan gejala klinis penyakit saluran pernapasan atas dengan jumlah 21 sampel yang berasal dari Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan. Isolasi Klebsiella sp. dilakukan pada media Eosin Methylene Blue Agar (EMBA) dan Sheep Blood Agar (SBA). Identifikasi bakteri selanjutnya dilakukan dengan pewarnaan Gram, uji katalase, uji oksidase, Triple Sugar Iron Agar (TSIA), Sulfide Indole Motility (SIM), Methyl Red Voges Proskauer (MRVP), Simmon Citrate Agar (SCA) dan uji gula-gula seperti sukrosa, laktosa, glukosa, dan manitol. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabung Eppendorf, cotton swab, cool box, masker, hands glove, cawan petri, hot plate, magnetic stirrer, inkubator, autoclave, osse, laminar air flow, bunsen, gelas beker, labu Erlenmeyer, tabung reaksi, objek gelas, mikroskop, kertas label, timbangan digital, aluminium foil, kamera, gunting dan alat tulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 21 sampel yang diisolasi, tiga sampel menunjukkan hasil positif bakteri Klebsiella sp. dengan kemungkinan spesies yaitu K. Pneumoniae. Dapat disimpulkan bahwa ditemukan bakteri Klebsiella sp. pada saluran pernapasan atas babi penderita PRDC sebanyak 14% (tiga dari 21 sampel) yang berasal dari Kabupaten Badung.
Toksisitas Ekstrak Daun Sirih Merah pada Tikus Putih Penderita Diabetes Melitus (TOXICITY OF RED BETEL EXTRACT IN DIABETIC WHITE RAT ) Anak Agung Sagung Kendran; Ketut Tono Pasek Gelgel; Ni Wayan Linda Pertiwi; Made Suma Anthara; Anak Agung Gde Oka Dharmayuda; Luh Dewi Anggreni
Jurnal Veteriner Vol 14 No 4 (2013)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.25 KB)

Abstract

The aim of this research was to study the toxicity of red betel  (Piper crocatum) extract in diabeticwhite rat based on ALT and AST activities. This research used 20 male white rats, which randomlydivided into five groups, P1: given only aqua; P2: given alloxan 120mg/kg bw; P3: given alloxan 120 mg/kgbw and red betel leaf extract 50 mg/kg bw; P4: given alloxan 120 mg/kg bw and red betel leaf extract 100mg/kg bw; P5: given alloxan 120 mg/kg bw and glibenclamide suspension 1 mg/kg bw. ALT and ASTactivities were measured by using reflovet plus Machine. The collected data were analyzed by usinganalysis of covariance. The result showed no significant  effect (P>0.05) was observed on giving red betelleaf extract in diabetic white rat for ALT and AST activities.  It can be concluded that red betel leaf extractis potential for diabetic treatment in white rat  and it is not toxic for the rat’s ALT and AST activities.
Characteristics of Rumen Fluid, pH and Number of Microbia I Gusti Ketut Suarjana; Ketut Tono Pasek Gelgel; Putu Henrywaesa Sudipa
Journal of Veterinary and Animal Sciences Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Institute for Research and Community Service, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JVAS.2021.v04.i01.p02

Abstract

Abstract. This research purpose is to determine the characteristics of pH rumen fluid and the amount of microbes in the rumen of Bali cattle. The research sample is healthy bali cattle rumen fluid which is slaughtered at Pesanggaran slaughterhouse Denpasar with a total of 30 samples. The research method uses conventional methods and refers to the method according to [6]. The total population of bacterial and fungal colonies was calculated by the pour plate method. Bacterial colonies were cultured on nutrient agar plates and fungi colonies were cultured on sabouraud dextrose agar plates. The Population of Enterobacteriaceae bacterial colonies was calculated by scatter method on Mac Conkey agar plate and Escherichia coli colony on Eosin Methylen Blue agar plate. Rumen liquid pH measurement is directly done with pH indicator strips. The study was conducted observationally and the data obtained were analyzed descriptively. The results showed that the total number of bacteria in the rumen fluid of Bali cattle with an average of 64x104 cfu/g, the number of fungal colonies with an average of 161x105 cfu/ g, the number of Coliform colonies was 23x104 cfu/g, the number of non-Coliform 28x103 cfu/g, E.coli 18x103 cfu/g and the mean The pH of Balinese cattle rumen fluid 6.9. Keywords : Balinese Cattle Rumen Fluid, Coliform, E. Coli , Fungi, non-Coliform, Total Bacteria , pH
Detection of Haemophilus Parasuis from The Respiratory Tract of Pigs I Gusti Ketut Suarjana; I Nengah Kerta Besung; Ketut Tono PG
Journal of Veterinary and Animal Sciences Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Institute for Research and Community Service, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JVAS.2017.v01.i01.p03

Abstract

Study in order to detect the presence of Haemophilus parasuis in pig farms in Tabanan, Badung, and Gianyar Bali have been undertaken. A total of 197samples including nasal and tracheal swabs, organs and synovial fluids were collected from 69, 28 and 100 animals from pig farms in Tabanan, Badung and Gianyar regency, respectively. Samples were collected mainly from animals which showing clinical signs of coughing, asphyxiate, swollen joints and death animals. Isolation and identification of Haemophilus spp was performed following the methods described by Priadi et.al. (2004) and Nedbalkova et al. (2006) with slightly modification. Antimicrobial sensitivity test was performed using the disc diffusion method by Kirby Bauer.Haemophilus parasuis was detected from one sample which shown resistant to streptomycin only and sensitive to ampicillin, doxycycline and kanamycin, respectively.
Identification of Colisepticemia in Broiler Chicken in Tabanan, Bali Devira, Dinda; Ketut Tono Pasek Gelgel; I Ketut Berata
Jurnal Veteriner dan Biomedis Vol. 3 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jvetbiomed.3.1.1-8.

Abstract

Colisepticemia is a condition where Escherichia coli and its toxins have spread to tissues or organs that can cause organ damage or inflammation. Colisepticemia is a sign of acute colibacillosis in poultry which can result in death and in its subacute form is characterized by pericarditis, airsacculitis and perihepatitis. The incidence of colibacillosis in poultry can result in economic losses due to reduced production, increased medical costs, and even death. The aim of this study was to establish a diagnosis of the death of 15 days old broiler chicken. Based on the necropsy results, characteristic anatomical pathology was found in the form of fibrin membranes on the heart and liver, as well as lesions on other organs. Identification and isolation of bacteria in the laboratory using samples from the heart, liver and intestines showed positive results for Escherichia coli. Parasitological examination using feces did not reveal any parasitic agents involved in this case. Based on clinical symptoms, anatomical pathology examination, histopathology, culture and identification of bacteria, it can be concluded that the cause of chicken death was colisepticemia caused by Avian Pathogenic Escherichia Coli (APEC).