Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Community Empowerment

GEMES STUNTING (GERAKAN EDUKASI MENYUSUI ASI EKSKLUSIF UNTUK MENCEGAH STUNTING SECARA DINI) DI POSKESDES REMBIGA KECAMATAN SELAPARANG KOTA MATARAM Lestari, Cahaya Indah; Pamungkas, Catur Esty; Amilia, Rizkia
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.32298

Abstract

ABSTRAK                                                                            ASI  atau  yang  disebut  Air  Susu  Ibu  adalah  air  susu  yang  dihasilkan  oleh  ibu  dan mengandung zat gizi yang telah diperlukan si bayi untuk kebutuhan maupun perkembangan si bayi. Usia 6 bulan pertama pada bayi hanya diberikan ASI saja tanpa tambahan campuran susu lainnya  seperti  susu  formula  dan  tanpa  tambahan  makanan  padat  lainnya,  misalnya  biscuit, bubur nasi, pisang, dan lain-lain (Nuradhiani, 2020) Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu terkait ASI Ekslusif. Lokasi pengabdian di Poskesdes Rembiga  Kecamatan Selaparang Kota Mataram. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, pemberian leaflet dan metode pre-post test dalam bentuk kuesioner. Subyek pengabdian kepada masyarakat ini adalah seluruh ibu hamil dan ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan sejumlah 15 orang. Instrumen yang digunakan adalah power point, leaflet dan kuesioner. Berdasarkan hasil pretest dan posttest dari kegiatan yang dilakukan dapat dilihat terjadi peningkatan pengetahuan remaja putri dari nilai pretest dalam kategori kurang sebesar 46 % (7 orang) meningkat menjadi sebagian besar kategori pengetahuan cukup dan baik sebesar 60 % (9 orang) pada saat posttest.Kata kunci: Pendidikan Kesehatan; Stunting; ASI Eksklusif. ABSTRACTBreast milk or what is known as Mother's Milk is the milk produced by the mother and contains the nutrients needed by the baby for their needs and development. For the first 6 months, babies should only be given breast milk without any additional mixed milk such as formula and without any solid food additions, such as biscuits, rice porridge, bananas, etc (Oktarina & Sudiarti, 2014). The purpose of this community service activity is to increase mothers' knowledge about Exclusive Breastfeeding. The location of the service is at the Rembiga Poskesdes in Selaparang District, Mataram City. The methods used in this activity include lectures, distribution of leaflets, and a pre-post test in the form of a questionnaire. The subjects of this community service are all pregnant mothers and mothers who have babies aged 0-6 months totaling 15 people. The instruments used are PowerPoint, leaflets, and questionnaires. Based on the results of the pretest and posttest from the conducted activities, there was an increase in knowledge among female adolescents from a pretest score in the 'poor' category of 46% (7 people) to mostly being in the 'sufficient' and 'good' knowledge categories at 60% (9 people) during the posttest.Keywords: Health Education; Stunting; MP-ASI.
INTEGRASI SKRINING GANGGUAN KESEHATAN MENTAL IBU PASCAPERSALINAN DALAM KURIKULUM KEBIDANAN Harahap, Ana Pujianti; Makmun, indriyani; Amini, Aulia; Rospiah, Evi Diliana; Cahyaningtyas, Dwi Kartika; Amilia, Rizkia; Pamungkas, Catur Esty
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36792

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Gangguan kesehatan mental pada ibu pascapersalinan merupakan masalah penting yang perlu dideteksi sejak dini, namun integrasinya dalam kurikulum kebidanan masih terbatas. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan dosen kebidanan dalam mengintegrasikan skrining kesehatan mental ibu pascapersalinan ke dalam mata kuliah Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui, sehingga mahasiswa mampu melakukan deteksi dini sesuai kompetensi bidan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi melalui presentasi, ceramah interaktif, dan sesi tanya jawab, serta workshop berbasis simulasi pasien dan kerja kelompok. Mitra kegiatan terdiri dari 10 dosen dan 1 laboran kebidanan yang diadakan pada bulan November tahun 2025. Evaluasi dilakukan melalui observasi keterampilan praktik dan partisipasi aktif dalam diskusi, serta umpan balik akhir mengenai kesiapan mengajarkan skrining kepada mahasiswa. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan keterampilan praktik peserta sebesar 85% dan peningkatan pemahaman konsep skrining sebesar 90%, diikuti kesiapan seluruh peserta untuk mengimplementasikan materi dalam pembelajaran. Pengabdian ini membuktikan efektivitas metode sosialisasi dan workshop dalam membekali dosen kebidanan dengan kompetensi skrining kesehatan mental ibu pascapersalinan secara sistematis.Kata kunci: Integrasi; Kesehatan Mental; Pascapersalinan; Skrining. ABSTRACTMental health disorders in postpartum mothers are a significant issue that needs early detection, but their integration into the midwifery curriculum is still limited. This service aims to improve the understanding and skills of midwifery lecturers in integrating postpartum maternal mental health screening into the Postpartum and Breastfeeding Midwifery Care course, so that students are able to perform early detection according to the competencies of midwives. The implementation methods include socialisation through presentations, interactive lectures, and question-and-answer sessions, as well as simulation-based patient workshops and group work. The activity partners consist of 10 lecturers and 1 midwifery laboratory technician, and the event will be held in November 2025. Evaluation was conducted thru observation of practical skills and active participation in discussions, as well as final feedback on the students' readiness to teach screening. The service results showed an 85% increase in participants' practical skills and a 90% increase in their understanding of screening concepts, followed by all participants' readiness to implement the material in their teaching. This service proves the effectiveness of socialization methods and workshops in equipping midwifery lecturers with the competence to systematically screen postpartum maternal mental health. Keywords: Integration; Mental Health; Postpartum; Screening.