Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

KOMPLEKSITAS PENANGANAN COVID-19 PEMERINTAH KABUPATEN BREBES Titi Rahmawati; Muhammad Syaifulloh; Hilda Kumala Wulandari; Azizah Indriyani; Dedi Romli Triputra
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kinerja pemerintah daerah di masa pandemi Covid-19 dihadapkan pada penataan anggaran alokasi umum untuk memaksimalkan kinerja pemerintah daerah sehingga pertimbangan skala waktu dalam lima tahun terakhir menjadi alasan terbaik mengapa pemerintah membuat anggaran tersebut. Namun di sisi lain, pemerintah akan bertemu dengan kondisi rill di lapangan yang tidak bisa diprediksi arahnya dan malah bergerak ke arah yang berlawanan dari apa yang direncanakan pemerintah sebelumnya. Oleh karena itu, ketepatan alokasi anggaran, kebijakan publik yang cermat dan manajemen publik yang menjadi jalan tengah sekaligus alat agar pemerintah dapat menemukan solusi yang paling tepat dalam pandemi Covid-19 ini. Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa kompleksitas keuangan publik dengan intervensi pemerintah tinggi; manajemen publik dengan karakteristik birokrasi mesin dan birokrasi profesional; dan kebijakan publik dengan pendekatan kelembagaan dengan jenis penyesuaian optimalisasi yang memiliki tingkat pelatihan yang rendah. 
Pengaruh Inklusi Keuangan, Literasi Keuangan, dan Payment Gateway terhadap Pengelolaan Keuangan Kecamatan Wanasari Anisa Darojatu Aula; Hilda Kumala Wulandari; Anisa Sains Kharisma; Dumadi Dumadi
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 2: Januari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i2.10999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh dari inklusi finansial, pemahaman tentang keuangan, dan penggunaan payment gateway (QRIS) dalam pengelolaan keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Wanasari. UMKM memainkan peranan penting dalam ekonomi nasional, tetapi masih menghadapi berbagai masalah, terutama dalam hal pengelolaan keuangan yang efisien dan efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan distribusi kuesioner kepada 185 responden yang merupakan pelaku UMKM di Kecamatan Wanasari. Data yang terkumpul dianalisis dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26, melalui serangkaian prosedur seperti uji validitas dan reliabilitas, pengujian asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, serta pengujian hipotesis guna memperoleh kesimpulan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik Secara keseluruhan, ketiga variabel independen ini juga menunjukkan dampak yang signifikan terhadap pengelolaan aspek keuangan.
Pengaruh Fear of Missing Out (FOMO), Persepsi Imbal Hasil, dan Financial Self-Efficacy terhadap Keputusan Investasi Saham pada Mahasiswa di Kabupaten Brebes Savitri Zulfa Masfufah; Roni Roni; Anisa Sains Kharisma; Hilda Kumala Wulandari; Dumadi Dumadi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9927

Abstract

Fenomena ketimpangan antara inklusi keuangan yang masif dan tingkat literasi finansial yang rendah akibat lonjakan investor baru dalam dinamika pasar modal saat ini ditempatkan sebagai pijakan krusial yang menginisiasi arah penelitian ini. Penelitian ini diarahkan untuk mengevaluasi peran fear of missing out (FOMO), persepsi imbal hasil, serta financial self-efficacy terhadap keputusan investasi saham pada mahasiswa di Kabupaten Brebes. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui pengadopsian kerangka Theory of Planned Behavior (TPB) sebagai pijakan teoritis yang relevan. Purposive sampling diterapkan guna menjaring 114 responden sebagai sampel penelitian. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan mengoperasikan metode Partial Least Square (PLS) berbasis variance. Hasil bootstrapping mengonfirmasi variabel FOMO, persepsi imbal hasil, dan financial self-efficacy memberikan kontribusi positif terhadap keputusan investasi saham, baik dalam pengujian secara parsial maupun simultan. Posisi ketiga variabel tersebut sebagai faktor determinan yang mengakselerasi pengambilan keputusan investasi pada investor muda ditegaskan melalui temuan ini. Urgensi literasi keuangan yang terencana dan berkelanjutan direkomendasikan oleh hasil studi guna mengendalikan bias akibat dominasi financial self-efficacy dan persepsi imbal hasil, sekaligus dipergunakan untuk memitigasi dampak negatif dari tekanan emosional FOMO dalam setiap keputusan investasi saham yang diambil. Melalui temuan ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman terkait aspek psikologis dan literasi keuangan secara lebih mendalam, sehingga mampu mendukung terbentuknya perilaku investasi yang lebih bijak dan rasional di kalangan generasi muda Indonesia.
Pengaruh Impulse Buying, Peer Influence, dan Financial Technology terhadap Financial Anxiety Generasi Z (Studi Empiris pada Mahasiswa di Kabupaten Brebes) Zahra Aulanisa; Anisa Sains Kharisma; Hilda Kumala Wulandari; Roni Roni; Dumadi Dumadi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9930

Abstract

Financial anxiety menjadi salah satu permasalahan yang semakin banyak dialami oleh Generasi Z seiring meningkatnya tekanan ekonomi, perubahan pola konsumsi, pengaruh lingkungan sosial, serta perkembangan teknologi keuangan digital yang sangat pesat. Kondisi ini dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis dan kualitas pengambilan keputusan keuangan individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh impulse buying, peer influence, dan financial technology terhadap financial anxiety pada Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 mahasiswa Generasi Z di Kabupaten Brebes yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Squares (PLS) berbantuan aplikasi SmartPLS 4. Hasil pengujian model pengukuran menunjukkan seluruh konstruk memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa impulse buying memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap financial anxiety. Sebaliknya, peer influence dan financial technology terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial anxiety. Temuan ini mengindikasikan bahwa tekanan sosial dari lingkungan pertemanan serta kemudahan akses layanan keuangan digital lebih dominan dalam meningkatkan kecemasan finansial dibandingkan perilaku pembelian impulsif. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan financial anxiety pada tingkat moderat. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi dan manajemen keuangan, pengendalian pengaruh sosial, serta pemanfaatan teknologi keuangan secara lebih bijaksana guna mengurangi tingkat financial anxiety pada Generasi Z dan meningkatkan kesejahteraan finansial mereka secara berkelanjutan.
Pengaruh Persepsi Fluktuasi Harga Emas, Ekspektasi Inflasi, dan Literasi Keuangan terhadap Keputusan Investasi Emas (Studi Empiris Nasabah Pegadaian Unit Ketanggungan) Desi Nur Amelia; Roni Roni; Dumadi Dumadi; Hilda Kumala Wulandari; Anisa Sains Kharisma
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10411

Abstract

Investasi emas merupakan instrumen keuangan yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mempertahankan nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi dan tekanan inflasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi fluktuasi harga emas, ekspektasi inflasi, dan literasi keuangan terhadap keputusan investasi emas pada nasabah PT Pegadaian (Persero) Unit Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling sebanyak 172 responden yang telah melakukan investasi emas dari total populasi 300 nasabah, menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima kategori dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi melalui perangkat lunak IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi fluktuasi harga emas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi emas. Ekspektasi inflasi berpengaruh positif dan signifikan serta menjadi variabel dengan kontribusi pengaruh paling dominan dengan nilai beta terstandarisasi sebesar 0,767. Literasi keuangan berpengaruh negatif dan signifikan, mengindikasikan bahwa investor dengan pemahaman keuangan lebih tinggi cenderung mempertimbangkan diversifikasi instrumen investasi lainnya. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi emas dengan nilai koefisien determinasi sebesar 86,1%. Temuan penelitian menegaskan bahwa keputusan investasi emas terbentuk melalui pertimbangan persepsi kondisi ekonomi, ekspektasi perubahan makroekonomi, serta kapasitas individu dalam memahami dan memanfaatkan informasi keuangan sebagai landasan pengambilan keputusan yang rasional.
Pengaruh Pembelajaran Akuntansi Keuangan, Penggunaan E-Wallet dan Flexing terhadap Perilaku Hedonis Mahasiswa Akuntansi di Kota Cirebon Putri Wulandari; Anisa Sains Kharisma; Hilda Kumala Wulandari; Nasiruddin Nasiruddin; Roni Roni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10510

Abstract

Perilaku hedonis pada mahasiswa akuntansi menjadi fenomena yang semakin relevan di era digital, khususnya di tengah pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon yang stabil dan meningkatnya penetrasi teknologi finansial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran akuntansi keuangan, penggunaan e-wallet, dan flexing terhadap perilaku hedonis mahasiswa akuntansi di Kota Cirebon yang dilandasi Theory of Planned Behavior (TPB). Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan pendekatan regresi linear berganda. Populasi penelitian berjumlah 1.622 mahasiswa akuntansi dari berbagai perguruan tinggi di Kota Cirebon, dengan sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik proporsional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert 1–5. Uji instrumen menunjukkan bahwa seluruh variabel valid dan reliabel. Hasil uji asumsi klasik membuktikan bahwa model regresi terbebas dari masalah normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran akuntansi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku hedonis (sig. 0,120 > 0,10), meskipun memiliki koefisien negatif yang mengindikasikan arah hubungan yang berlawanan. Sebaliknya, penggunaan e-wallet berpengaruh positif dan signifikan (sig. 0,004 < 0,10), begitu pula flexing yang berpengaruh sangat signifikan (sig. 0,000 < 0,10). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap perilaku hedonis dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,514 atau 51,4%. Kesimpulannya, perilaku hedonis mahasiswa lebih dominan dipengaruhi oleh faktor sosial dan teknologi digital daripada faktor akademik, sehingga diperlukan strategi penguatan pengendalian diri dan literasi keuangan.
Pengaruh Financial Knowledge, Penggunaan Pinjaman Online, dan Pengelolaan Utang, terhadap Risiko Gagal Bayar Pinjaman Generasi Z Kecamatan Losari Nurbaeti Rizkiyah; Roni Roni; Dumadi Dumadi; Anisa Sains Kharisma; Hilda Kumala Wulandari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10604

Abstract

Kemajuan teknologi keuangan (fintech) yang pesat telah memfasilitasi aksesibilitas pinjaman untuk Generasi Z. Namun, perkembangan ini secara bersamaan meningkatkan risiko gagal bayar yang disebabkan oleh pemahaman yang tidak memadai dan manajemen keuangan yang tidak memadai. Investigasi ini bertujuan untuk memeriksa dampak literasi keuangan, pemanfaatan pinjaman online, dan praktik pengelolaan utang terhadap kejadian gagal bayar pinjaman di kalangan Generasi Z yang tinggal di Kabupaten Losari. Kerangka metodologis yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, menggabungkan pendekatan deskriptif dan verifikatif secara terpadu. Populasi target penelitian ini terdiri dari individu Generasi Z di Kabupaten Losari, dengan ukuran sampel 100 responden yang dipilih melalui teknik sampling acak sederhana. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner online yang terstruktur, diikuti dengan analisis menggunakan regresi linier ganda yang didukung oleh SPSS versi 22. Temuan menunjukkan bahwa, secara terpisah, pengetahuan keuangan memberikan pengaruh negatif dan signifikan secara statistik terhadap risiko gagal bayar, sedangkan pemanfaatan pinjaman online dan manajemen utang menunjukkan korelasi positif dan signifikan secara statistik dengan risiko gagal bayar. Secara kolektif, ketiga variabel independen menunjukkan efek yang signifikan pada kemungkinan gagal bayar pinjaman, sebagaimana dibuktikan dengan nilai koefisien determinasi (R^2) sebesar 79,5%. Hasil ini menggarisbawahi kebutuhan kritis untuk meningkatkan literasi keuangan dan mengatur penggunaan platform pinjaman digital guna mengurangi kerentanan keuangan di kalangan kelompok yang lebih muda.