Wirdanengsih Wirdanengsih
Postgraduate Student At The School Of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan Indonesia, Lecturer Of UniversitasNegeri Padang, Indonesia

Published : 30 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Makna Simbolik Upacara Khatam Quran Anak-Anak pada Perguruan Quran Awaliyah (PQA) di Nagari Balai Gurah Sumatera Barat Wirdanengsih Wirdanengsih; Sofyan Sauri; Dasim Budimansyah; Edi Suresman
Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2017): Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan | Juni 2017
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jkp.v13i1.16

Abstract

Upacara Khatam Quran anak- anak di Balai Gurah  kecamatan IV Angkat Kabupaten Agam Sumatera Barat merupakan upacara inisiasi kepada anak-anak yang telah mampu membaca dengan baik dan benar dan dilakukan setahun sekali oleh lembaga pendidikan masyarakat non formal yaitu Perguruan Quran Awaliyah (PQA) sehingga anak-anak di nagari Balai gurah yang berumur 9 tahun keatas umumnya sudah pandai mengaji dengan baik dan benar, sedangkan di beberapa daerah di negeri ini angka melek membaca Alquran masih tinggi dan dinagari ini pelaksanaan Khatam Secara rutin diselenggarakan sejak tahun 1923.Maka tujuan penelitian untuk mendiskripsikan  dan menjelaskan makna upacara Khatam Quran ini.Penelitian ini  dianalisis dengan teori interpretative simbolik yang dikemukaakan oleh Clifford Gertz yang menyatakan makna kegiatan masyarakat berasal dari kebudayaan  yang dihasilkan oleh manusia itu sendiri, akarnya pada penafsiran  masyarakat yang digambarkan  melalui sistem simbol  beserta jaringan simbol dari setiap kegiatan  dan praktek)  yang dilakukan masyarakat.
Perilaku Sehat dan Sakit Masayarakat pada Masa Pandemi Covid-19 Hijratul Fera; Wirdanengsih Wirdanengsih; Lia Amelia
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 5 No 2 (2023): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2023)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v5i2.118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perilaku sehat dan sakit Masyarakat Nagari Rambatan pada masa pandemi Covid-19. Masyarakat Nagari Rambatan menggunakan pengobatan tradisional dalam penyembuhan penyakit, selain itu masyarakat juga berupaya untuk menjaga kondisi fisik mereka agar tetap sehat sehingga terhindar dari penyakit. Penelitian ini dianalisis dengan teori aksi oleh Talcott Parsons. Pendekatan penelitian yang dilakukan yaitu pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus. Pemilihan informan dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan 16 orang informan yang terdiri dari masyarakat Nagari Rambatan, penyintas Covid-19 dan petugas kesehatan. Pengumpulan data dilakukan secara observasi partispasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Untuk mengkaji kredibilitas dari penelitian dilakukan teknik triangulasi data. Teknik triangulasi yang dilakukan yaitu triangulasi sumber, dan analisis data yang dipakai yaitu model analisis data Mile and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku sakit masyarakat Nagari Rambatan pada masa pandemi Covid-19 adalah menggunakan pengobatan tradisional, seperti mengkonsumsi jahe, kunyit, serai, kencur, kulit manis, bawang putih, lengkuas, dan ketumbar, dan pengobatan modern dengan berkunjung ke Puskesmas Rambatan II untuk melakukan pemeriksaan, sedangkan perilaku sehat yang masyarakat Nagari Rambatan terapkan adalah mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, makan dengan menu seimbang, melakukan aktivitas fisik, dan istirahat yang cukup.
Perangkat Badikie pada Tradisi Mandoa dalam Upacara Kematian di Nagari Campago Weni Astuti; Wirdanengsih Wirdanengsih
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 5 No 2 (2023): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2023)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v5i2.121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fungsi perangkat badikie dalam tradisi mandoa upacara kematian di Nagari Campago Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori Struktural Fungsional Radcliffe-Brown. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif tipe etnografi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah informan 25 orang yaitu urang siak terdiri dari 3 tuangku, 5 labai, 3 tukang dikie, katik terdiri dari 2 orang, niniak mamak terdiri dari 3 orang, datuak terdiri dari 1 orang, tamu undangan dan tuan rumah terdiri dari 5 orang, pegawai nagari terdiri dari 3 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam dan studi dokumen. Agar data yang diperoleh dapat dipercaya kebenaran dan keabsahan maka dilakukan triangulasi data. Dalam triangulasi, penulis melakukan triangulasi sumber. Kemudian data yang dikumpulkan dianalisis dengan memakai model analisis interaktif Miles dan Huberman dengan langkah-langkah: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa dalam badikie mandoa terdapat perangkat badikie yang terdiri dari tuangku, labai dan tukang dikie. Tuangku, labai dan tukang dikie berperan dalam memimpin doa-doa kematian dan doa dikie mulai dari mandoa manigo hari sampai dengan mandoa terakhir yaitu maatuih hari. Tuangku memiliki fungsi sebagai pemimpin doa kematian dalam ritual badikie mandoa. Selanjutnya labai memiliki fungsi sebagai pemimpin doa khusus yang akan dibacakan dalam badikie. Labai juga memiliki fungsi dalam memimpin proses mancabiak kain kafan sampai dengan memandu pemakaman jenazah. Selanjutnya tukang dikie memiliki fungsi sebagai orang yang akan mentaranumkan doa dikie.
Harmonisasi Sosial Masyarakat Beragam Sukubangsa Edwin Akbar Prakoso; Wirdanengsih Wirdanengsih
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 6 No 1 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2024)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v6i1.166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis harmonisasi sosial pada masyarakat dengan keberagaman sukubangsa di Kelurahan Wirotho Agung. Kelurahan Wirotho Agung terdiri atas beragam sukubangsa yaitu orang Jawa, orang Minangkabau, orang Batak, dan orang Melayu. Hubungan di antara perbedaan tersebut terlihat harmonis tanpa adanya konflik di permukaan. Menarik untuk mengkaji keharmonisan tersebut. Teori yang dipakai sebagai alat analisis yaitu teori struktural fungsional skema AGIL dari Talcott Parsons. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling, informan berjumlah 15 orang terdiri dari perangkat kelurahan dan masyarakat Kelurahan Wirotho Agung dengan kriteria yaitu orang Jawa, orang Minangkabau, orang Batak, dan orang Melayu yang telah berumur lebih 17 tahun dan bertempat tinggal di Kelurahan Wirotho Agung minimal selama 15 tahun. Pengumpulan data dilakukan secara observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harmonisasi masyarakat Kelurahan Wirotho Agung dalam keberagaman sukubangsa yaitu Pertama, masyarakat mengutamakan kebersamaan dalam keberagaman sukubangsa dengan saling tolong menolong dalam kegiatan yang dilakukan oleh warga dan saling berbaur satu sama lain. Kedua, masyarakat tidak membeda-bedakan hak setiap sukubangsa, masyarakat saling menghargai terhadap perbedaan latar belakang yang dimiliki setiap sukubangsa. Ketiga, masyarakat menghindari konflik antara sukubangsa.
Pembangunan Pariwisata di Sekitar Slum Area Perkotaan:Dari Marginalisasi Menuju Transformasi Delmira Syafrini; Nurlizawati Nurlizawati; Wirdanengsih Wirdanengsih; Bunga Dinda Permata
Jurnal Kawistara Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.78942

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pengembangan pariwisata yang dilakukan di sekitar kawasan Slum Area perkotaan, serta dampaknya terhadap transformasi kawasan dan komunitas lokal, dengan studi kasus kawasan pemukiman kumuh yang dihuni komunitas Nelayan di Pantai Purus Kota Padang. Hal ini menarik, karena kawasan di sekitar Pantai Purus dulunya diidentikkan dengan slum area yang dihuni oleh komunitas nelayan dengan streotipe yang negative, namun saat ini tumbuh menjadi lokasi pariwisata pantai andalan Kota Padang, bahkan nelayan menjadi bagian penting pembentuk dayatarik dan sense of place dalam pariwisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan tipe studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati proses interaksi yang terjadi antara penduduk lokal dengan wisatawan, serta mengamati bagaimana mereka terlibat dalam berbagai aktivitas wisata. Sementara itu wawancara dilakukan dengan 22 informan, yang berasal dari berbagai kalangan, seperti pengambil kebijakan, komunitas yang tinggal di sekitar pantai, pedagang dan wisatawan  untuk mengetahui bagaimana proses pengembangan pariwisata, yang berdampak pada transformasi kawasan dan komunitas yang tinggal di sekitar Pantai Purus. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata telah mengubah kawasan ini, dari kawasan yang kumuh yang dihindari menjadi lokasi yang dikunjungi. Nelayan yang dulunya merasa menjadi kelompok yang menolak pembangunan pariwisata karena menjadi kelompok marginal, namun saat ini bertranformasi menjadi komunitas pendukung pariwisita. Pariwisata tidak hanya mengubah ruang dan fisik kawasan tetapi juga kehidupan sosial ekonomi dan budaya komunitas nelayan yang tinggal di sekitar kawasan. 
Disfungsi Taman Kota Imam Bonjol Padang Melani Y.F; Wirdanengsih Wirdanengsih
Jurnal Perspektif Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v8i2.973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis disfungsi yang terjadi di taman kota Imam Bonjol Padang. Penelitian ini penting untuk dilakukan di taman kota Imam Bonjol Padang karena kurangnya kesadaran pengunjung akan pentingnya menjaga dan melestarikan sehingga diperlukan pemahaman kepada pengunjung akan pentingnya menjaga dan melestarikan taman kota agar tetap indah dan tidak melakukan tindakan yang dapat merusak keindahan taman. Penelitian ini menggunakan teori struktural fungsional Robert K. Merton yang menaruh perhatian besar akan dampak suatu tindakan manusia terhadap masyarakat yang dapat bersifat fungsional dalam arti meningkatkan fungsi masyarakat tetapi dapat pula bersifat disfungsional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pemilihan informan purposive sampling dengan jumlah informan 7 orang dengan kriteria informan yaitu pengunjung, pengelola, dan pemerintah terkait yang berhubungan dengan taman kota Imam Bonjol Padang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi non partisipan yang mana peneliti mengamati secara langsung aktivitas pengunjung, wawancara dilakukan secara mendalam dengan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan disfungsi taman kota Imam Bonjol Padang dan studi dokumentasi berupa dokumen, foto saat melakukan penelitian di taman dan juga beberapa data sekunder yang di dapatkan dari website. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disfungsi yang terjadi di taman kota Imam Bonjol Padang diantaranya Pertama, pungutan liar. Kedua, yaitu adanya aktivitas seksual dan yang ketiga yaitu pengrusakan fasilitas taman.
Beyond the binary: a rational choice analysis of women's agency in marriages with transgender women in Indonesia Rina Minita Gusliana; Delmira Syafrini; Fatmariza Fatmariza; Wirdanengsih Wirdanengsih
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1205000

Abstract

Research on non-normative family forms has largely focused on same-sex relationships or transgender individuals’ personal identities, while little attention has been given to marriages between transgender women and women in socially conservative settings. This study examines women’s motives for marrying transgender women, the strategies couples use to sustain their households, and community responses to these unions in Kaur Regency, Indonesia. The research employs an interpretive phenomenological approach to explore how women interpret and rationalize their marital decisions within a context characterized by strong marital expectations, limited relational options, and persistent social stigma. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and document analysis involving seven transgender women–women couples and several supporting informants. The findings reveal that women’s marital decisions were shaped by reflective evaluations of relational safety, emotional stability, and prior experiences in heterosexual relationships. Household sustainability was maintained through adaptive practices such as open communication, negotiated economic responsibilities, and flexible gender roles. Community reactions were characterized by ambivalence, combining normative stigma with pragmatic tolerance when couples were perceived as maintaining social harmony. These findings extend rational choice perspectives by demonstrating how emotional security and relational stability function as central criteria in marital decision-making under socially constrained conditions.
Strategi Pengurus Panti Asuhan dalam Pemenuhan Hak-Hak Anak Asuh Mila Natasya; Wirdanengsih Wirdanengsih
Jurnal Perspektif Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Perpsketif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v9i2.1177

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi dalam memenuhi hak-hak anak di panti asuhan sangat beragam. Banyak panti asuhan yang beroperasi dengan sumber daya yang terbatas, baik dari segi finansial maupun material. Feneomena ini menarik untuk diteliti karena mengungkapkan bagaimana strategi panti asuhan yang menjadi kunci keberlangsungan panti asuhan dalam memenuhi kebutuhan anak asuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi panti asuhan dalam meningkatkan pemenuhan hak-hak asuh anak. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan tipe deskriptif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive yaitu pengurus, pengasuh, anak asuh, masyarakat, dan perwakilan dinas sosial sebanyak 22 informan. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Triangulasi data yang digunakan yaitu triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Teknik analsisis data Matthew Milas dan Huberman dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori fungsionalisme structural oleh Talcon Prarsons. Hasil penelitian menunjukkan strategi pengurus Panti Asuhan dalam pemenuhan hak-hak anak asuh yaitu (1) menjalin kerjasama dengan pemerintah dan donator untuk mendapatkan bantuan finasial. (2) menjalin kerjasama dengan tenaga kesehatan. (3memfasilitasi anak untuk mendapatkan pendidikan di sekolah negeri dan swasta. (4) menjalin kerjasama dengan lembaga untuk meningkatkan keterampilan anak asuh.
Strategi Keluarga dalam Pemenuhan Pangan: Studi Kasus Keluarga di Kelurahan Cupak Tangah Kecamatan Pauh Anggela Mahesti; Wirdanengsih Wirdanengsih
Jurnal Perspektif Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Perpsketif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v9i2.1477

Abstract

Penelitian ini mengungkap bagaimana keluarga dalam konteks budaya Minangkabau beradaptasi menghadapi keterbatasan ekonomi, fluktuasi harga bahan pokok dan resiko kerawanan pangan melalui strategi pemenuhan pangan berbasis sumber daya lokal. Penelitian ini bertujuan menjelaskan strategi keluarga di Kelurahan Cupak Tangah dalam memenuhi kebutuhan pangan dengan memanfaatkan lahan kosong, ternak kecil, hasil panen dan jaringan sosial sebagai upaya mempertahankan keberlangsungan pangan rumah tangga. Kajian ini menghadirkan perspektif baru dengan mengaitkan praktik pemenuhan pangan keluarga pada budaya Minangkabau dan menganalisisnya melalui kerangka AGIL untuk memahami bagaimana keluarga menjalankan fungsi adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi, serta pemeliharaan pola dalam situasi ekonomi yang tidak stabil. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif tipe studi kasus dengan informan purposive sebanyak 11 ibu rumah tangga dari latar pedagang, petani dan peternak bersifat non partisipatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga menerapkan berbagai strategi seperti pemanfaatan lahan untuk menanam sayuran dan buah, beternak, menjual sebagian hasil panen, menyimpan pangan jangka panjang, serta menerapkan pola pengelolaan pangan yang efisien. Nilai gotong royong, praktik berbagi hasil dan budaya matrilineal Minangkabau memperkuat pemenuhan pangan melalui dukungan sosial dan pewarisan nilai. Implikasi penelitian menegaskan bahwa strategi berbasis keluarga mampu meningkatkan pemenuhan pangan dan memperkuat ekonomi rumah tangga. Temuan ini menjadi dasar penting bagi upaya pemberdayaan keluarga dalam mengurangi kerentanan pangan dan mendukung pencegahan stunting di wilayah berpendapatan rendah.
Mengungkap Akar Masalah: Fenomena Nikah Dini di Desa Bukit Putus Luar Kabupaten Pesisir Selatan Asnifar Yulia Witra; Wirdanengsih Wirdanengsih
Jurnal Perspektif Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Perpsketif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v9i2.1486

Abstract

Penelitian ini mengangkat permasalahan mengenai tingginya angka pernikahan dini di Desa Bukit Putus Luar, Kecamatan Linggo Sari Baganti. Praktik ini marak dilakukan secara tidak tercatat (nikah siri) karena berada di bawah batas usia minimal 19 tahun sesuai Undang-Undang Perkawinan, dan telah diterima sebagai norma sosial yang dominan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor pendorong dari fenomena ini dan menguraikan dampak negatifnya terhadap remaja putri. Penelitian berlangsung di Desa Bukit Putus Luar kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan pada bulan Agustus s.d Oktober 2025. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi Interpretif (Hermeneutik), untuk memahami secara mendalam esensi dan makna pengalaman hidup. Kerangka analisis penelitian ini diperkuat oleh Teori Fenomenologi Sosial Alfred Schutz, khususnya konsep-konsep seperti stock of knowledge at hand, typification, dan lifeworld (dunia kehidupan). Data dikumpulkan melalui teknik observasi non partisipatif, wawancara mendalam , dan studi dokumen dengan menggunakan teknik analisis data interaktif dari Miles dan Huberman. Teknik dipilih secara purposive dengan kriteria perempuan nikah dini dalam rentang usia 16-17 tahun. Hasil penelitian menunjukkan praktik pernikahan dini didorong oleh mekanisme sosial budaya yang kuat, berpusat pada upaya menjaga kehormatan keluarga dan menghindari aib akibat pergaulan remaja, serta faktor tingkat pendidikan yang rendah dan keterbatasan ekonomi. Kebaruan penelitian ini terletak pada penekanan bahwa pernikahan dini telah mengakar kuat sebagai strategi sosial budaya untuk menjaga martabat keluarga semata, yang berimplikasi menyoroti adanya kontradiksi dan pertentangan kuat antara aturan hukum negara dengan hukum tak tertulis masyarakat adat dalam menyikapi isu pernikahan anak.