Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu Dan Pola Konsumsi Balita Dengan Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Manyar Kabupaten Gresik Ika Nuzuliyah; Dwi Faqihatus Syarifah Has; Eka Srirahayu A
Ghidza Media Jurnal Vol 1 No 1 (2019): Ghidza
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ghidzamediajurnal.v1i1.1078

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study was to analyze the correlation between knowledge of mother's nutrition and consumption patterns of toddlers to nutritional status. This research is an analytic observational research with cross sectional approach. Samples were taken as many toddlers using simple of random sampling. The Data collected using questionnaires knowledge of nutritional, FFQ (Food Frequency Questionnaire) and nutritional assessments through measurements of body weight and age. Data were analyzed by using Chi Square Test and Linier Regretion Test. The Result showed a significant correlation between knowledge of mother's nutrition (p = 0.008) and consumption patterns of children under five (p = 0.017) to nutritional status. Analysis multivariate test showed the relate variable was the consumption pattern of children under five (p = 0.032). The conclutions there nutritional status were influenced the consumption patterns of toddlers. Keywords: Knowledge, consumption patterns, nutritional status, children under five ABSTRAK Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan gizi ibu dan pola konsumsi balita dengan status gizi balita. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Observasional Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel diambil sebanyak 100 balita dengan menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner pengetahuan gizi, kuesioner FFQ (Food Frequency Quesionare) dan penilaian status gizi melalui pengukuran berat badan dan umur. Analisa data menggunakan uji Chi Square dan uji Regresi Linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi ibu (p= 0,008) dan pola konsumsi balita (p= 0,017) dengan status gizi balita. Analisa uji multivariat menunjukkan variabel yang paling berpengaruh adalah pola konsumsi balita (p= 0,032). Kesimpulan dari penlitian ini yaitu masalah status gizi yan terjadi pada balita lebih dipengaruhi oleh pola konsumsi balita. Kata kunci : Pengetahuan, pola konsumsi, status gizi, balita
RELATIONSHIP OF BODY IMAGE, DIET, AND NUTRITIONAL KNOWLEDGE IS BALANCED WITH THE NUTRITIONAL STATUS OF SMA YASMU MANYAR KABUPATEN GRESIK Faridatul Kurnia Dewi Siswadi; Dwi Faqihatus Syarifah Has; Eka Srirahayu Ariestiningsih
Ghidza Media Jurnal Vol 2 No 1 (2020): Ghidza
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ghidzamediajurnal.v2i1.2237

Abstract

The results of monitoring Nutritional Status (PSG) 2018, explained that obesity and obesity in young women aged 12-18 years decreased from 38.5% to 19.4% in overweight, and 6.7% to 4.7% in the skinny. Malnutrition and more nutritional problems in Indonesia are still common in adolescence, especially in young women. There are several factors that affect nutritional status such as body image, diet, and balanced nutritional knowledge. Tjuan from the study to analyze the relationship of body image, diet, and nutrition balanced with the nutritional status of students in Yasmu Manyar High School, Gresik Regency. This type of quantitative research uses Cross Sectional design. The number of samples as many as 45 people with sampling techniques using purposive sampling. Analyze data using Kendall-Tau. The results showed most respondents had postive body image (100%), less diet (95.5%), good nutritional knowledge (86.6%). Kendall-Tau test results between body image, diet, and nutritional knowledge balanced with nutritional status obtained a p value of 0.415 each; 0,499; 0,910. Concluded that there is no relationship between body image, diet, and nutritional knowledge balanced with the nutritional status of students at Yasmu Manyar High School in Gresik Regency. Therefore, there needs to be counseling on balanced nutrition, monitoring the nutritional status of adolescents in schools, and hopefully students to pay more attention to their intake and diet.
ANALYZE ROLE OF THE ASCRIPTION OF RESPONSIBILITY ON THE CAUSATIVE FACTORS AND EFFORTS TO PREVENT STUNTING IN TODDLERS IN BALONGPANGGANG DISTRICT GRESIK Eka Srirahayu Ariestiningsih; Dwi Faqihatus Syarifah Has; Guruh Kurniawan
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 6, No 1 (2022): JHSS (Journal of Humanities and Social Studies)
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v6i1.4978

Abstract

The results of the Indonesian Basic Health Research noted that the prevalence of stunting in 2018 was 30.8%, 2019 as many as 27.67%. Because the procentage of stunting events in Indonesia ia still very high and the health problems of children and toddlers shuld be addressed. The aims of this research to analyze the Role of the Ascription of Responsibility on the causative factors and efforts to prevent stunting in toddlers, because it is based on the high cases of short and very short children in the working area of the Dapet Public  Health Center, Balongpanggang District, Gresik. There are 238 sample, consist of : 4 Posyandu Cadres, 2 health workers. 2 Lectures and  230 toddler mother with stunting 115 sample and non stunting 115 sample. The statistical test used in this study was an exact fisher test with a significant rate of 5%.Role of parents variable is a significant variable, with sig 0,041 so it can be concluded that there is a significant and meaningful relationship or comparison between parent role variables and stunting, especially toddler mothers.On parent role variables, researchers analyzed the factors of the most comparison on parent role variables. Based on calculations using Kendal Tau test statistics, the following results were obtained.There arecomparationbetween exclusiveBreastfeedingand Breastfeeding Companion Food with stunting incidents in children aged 12-59 months Balongpanggang district Gresik.Provide education to pregnant women when visiting the Public Health Centre Balong Panggang and Polindes in order to consume PMT that has been given. Provide education to women, about nutrition in order to prepare nutrition during pregnancy well so as not to occur deficiency carbo during pregnancy.
Pengaruh Terapi Musik Klasik Terhadap Tingkat Depresi Lansia Di Langkap Burneh Bangkalan Faisal Fathul Muin; Diah Jerita Eka Sari; Dwi Faqihatus Syarifah Has
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v3i1.4122

Abstract

Proses menua ditandai dengan terjadinya berbagai perubahan atau regresi (penurunan fungsi), yang meliputi fisik, psikologis, dan sosial. Perubahan-perubahan tersebut akan menimbulkan masalah pada lansia. Salah satu masalah gangguan emosional pada lansia yaitu depresi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi musik klasik terhadap tingkat depresi pada lansia di Masyarakat Langkap Burneh Bangkalan. Desain penelitian yang digunakan adalah Pra-Eksperiment One Group Pre-Post Test Design. Populasi 34 lansia. Jumlah sampel diambil 31. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Uji statistik menggunakan Wilcoxon dengan p=0,05. Hasil penelitian sebelum perlakuan didapatkan hampir setengah lanjut usia mengalami depresi ringan dan depresi sedang (45,2%), dan setelah perlakuan didapatkan sebagian besar tidak depresi/minimal (80,6%). Hasil uji statistic didapatkan p=0,000 (p < α 0,05) berarti H0 ditolak. Ada pengaruh terapi musik klasik terhadap tingkat depresi pada lansia di Desa Langkap Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan.
Implementasi Program “Senar Kuat” Sebagai Model Upaya Cegah Stunting Melalui Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Dahanrejo Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik Eka Srirahayu Ariestiningsih; Dwi Faqihatus Syarifah Has; Guruh Ardhianto Kurniawan; Fathmawati Widodo Putri; Ristiawati Ristiawati; Nabilah Firyal Nariswari; Anika Fauzana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.7188

Abstract

 ABSTRAK                                              Tahun 2017 WHO menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga prevalensi stunting tertinggi di Asia, pada angka 36,4 persen. Angka tersebut lebih rendah 5,6 persen, dari hasil Riskesdas tahun 2013, 37,2 persen, tahun 2018, 30,8 persen (Kemenkes, 2018), hasil survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019, mencapai 27,7persen (itsojt, 2021). Dari data survei BKKBN turun menjadi 24,4 persen (Purbaya, 2022). WHO menetapkan angka 20 percent sebagai standar batas maksimal toleransi (Eko, 2022), olehnya itu perlu kerja keras untuk menurunkan stunting. Kabupaten Gresik prevalensi stunting balita, 11,1 Persen (2019), 12,4 persen (2020). Dahanrejo adalah desa yang berada di wilayah Kecamatan Kebomas Gresik, ditetapkan sebagai desa Zero Stunting  (Dinkes Gresik, 2020). Kondisi tersebut yang melatarbelakangi tim berkewajiban melakukan pendampingan dalam mempertahankan predikat desa zero stunting. Tujuan kegiatan adalah keberhasilan menyosialisasikan program “Senar Kuat” yang merupakan salah satu dari empat program Pemerintah Daerah Gresik dalam upaya cegah stunting, memfasilitasi pembukaan ruang konseling gizi dan kesehatan reproduksi melalui media sosial Instagram serta memperkenalkan produk healthy food berbahan kelor. Metode yang digunakan adalah observasi dan pendalaman, sosialisasi, implementasi serta memfasilitasi program, selanjutnya mengedukasi dan pendampingan kepada warga. Tim menyosialisasikan program “Senar Kuat” karena Informasi tentang program tersebut belum tersebar dan belum dipahami oleh warga desa Dahanrejo.Kesimpulan nya adalah Tim Universitas Muhammadiyah Gresik sebagai bagian dari tatanan Penta Helix , dimana terdapat pelibatan lima unsur yaitu pemerintah, masyarakat, akademisi, pengusaha, dan media dalam pembangunan nasional dalam upaya cegah stunting telah berkontribusi bersama masyarakat dan pemerintah melakukan pendampingan, mengedukasi, mumbuka ruang konsultasi melalui media sosial Instagram @sesigizi.id.               Kata kunci: Senar Kuat, Stunting, Media Sosial Instagram, Healthy Food  ABSTRACT                                   In 2017, WHO placed Indonesia as the third country with the highest stunting prevalence in Asia, at 36.4 percent. This figure is 5.6 percent lower than the results of Riskesdas in 2013, 37.2 percent, in 2018, 30.8 percent .(Kemenkes, 2018), the results of the 2019 Indonesian Toddler Nutritional Status (SSGBI) survey, reached 27.7 percent (itsojt, 2021). From the BKKBN survey daa, it fell to 24.4 percent(Purbaya, 2022). WHO sets the figure of 20 percent as the standard maximum tolerance limit (Eko, 2022) therefore it takes hard work to reduce stunting. Gresik Regency prevalence of stunting under five, 11.1 percent (2019), 12.4 percent (2020). Dahanrejo is a village located in the district of Kebomas Gresik, designated as Zero Stunting village  (Dinkes Gresik, 2020). This condition motivated the team to provide assistance in maintaining the title of a zero stunting village. The purpose of the activity is the success of socializing the "Senar Kuat" program which is one of the four Gresik Regional Government programs in an effort to prevent stunting, facilitating the opening of a nutrition and reproductive health counseling room through Instagram social media and introducing healthy food products made from Moringa. The method used is observation and deepening, socialization, implementation and facilitating the program, then educating and providing assistance to residents. The team socialized the “Senar Kuat” program because the information about the program had not been spread and had not been understood by the residents of Dahanrejo village.The conclusion is that the Muhammadiyah Gresik University Team as part of the Penta Helix order, where there is the involvement of five elements, namely the government, the community, academics, entrepreneurs, and the media in national development in an effort to prevent stunting have contributed together with the community and the government to provide assistance, educate, open space consultation via social media Instagram @sesigizi.id Keywords: Senar Kuat, Stunting, Social media,  Instagram, Healthy Food
OPTIMALISASI MASYARAKAT PEDULI LINGKUNGAN DAN KESEHATAN (MAS DILAN) UNTUK MENCIPTAKAN DESA TANGGUH COVID-19 Dwi Faqihatus Syarifah Has; Eka Srirahayu Ariestiningsih; Luluk Yuliati
ACADEMICS IN ACTION Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : President University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33021/aia.v4i2.3799

Abstract

Prevalensi kasus covid-19 di dunia pertengahan september 2020 mencapai 29.1555.581 dan kematian tercatat 929.544 jiwa dengan tersebar ke 216 negara sehingga case fatality rate sebesar 3,17%. Salah satu upaya untuk menurunkan kasus Covid-19 dan memperkecil faktor resiko adalah berperilaku hidup sehat dengan mematuhi protokol kesehatan. Untuk mewujudkan Desa Sehat dan Tangguh hadapi Covid-19, salah satunya adalah dengan implementasi Program Mas Dilan (Masyarakat Peduli Lingkungan dan Kesehatan). Tujuan program ini adalah terbentuknya perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran diri sehingga dapat menolong dirinya pribadi di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Setiap rumah tangga dianjurkan untuk melaksanakan semua perilaku kesehatan. Adapun langkah langkah kegiatan yang akan dilakukan adalah : (1). Observasi permasalahan lingkungan dan kesehatan di desa Kramatinggil, (2). Sosialisasi Program Mas Dilan, (3) Penyuluhan dan Edukasi PHBS dan Desa Tangguh Covid-19, (4) Pelatihan Kader Mas Dilan, (5) Pendampingan Kader Mas Dilan, (6) Fasilitasi dan Pembentukan Kader Mas Dilan (7) Pembuatan buku saku (8) Monitoring dan Evaluasi Program. Monitoring evaluasi dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada Kader Mas Dilan. Kader Mas Dilan diberi beberapa pertanyaan terkait kesehatan lingkungan dan tim juga memberikan pertanyaan yang sama sebelum memberikan edukasi kepada Kader Kesehatan. Hasil nya dari 6 Kader Mas Dilan semuanya (100%) ada peningkatan nilai pre test dan post test. Hal ini menunjukan bahwa dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini, kader posyandu lebih memahami dan mendapat banyak ilmu tentang stunting serta metode edukasi yang aman, nyaman dan efektif pada saat masa Pandemi Covid-19.
NUTRISI ANAK DAN PENDAPATAN KELUARGA: PERSPEKTIF DAMPAK SOSIAL EKONOMI SAAT PANDEMI COVID-19 Dwi Faqihatus Syarifah Has; Genoveva Genoveva; Eka Srirahayu Ariestiningsih
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 5, No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.446 KB)

Abstract

Dampak sosial ekonomi dari pandemi COVID-19 menyebabkan sebanyak 6,7 juta balita menderita gizi buruk yang berbahaya pada tahun 2020. Sektor-sektor utama yang berisiko runtuh atau berkurangnya efisiensi setelah COVID-19 termasuk sistem pangan, gizi anak-anak, dan pendapatan keluarga. Gresik, salah satu kota industri paling berkembang di Jawa Timur, secara efektif mengalami lockdown ekonomi selama sebulan dan dampak sosial ekonominya sudah terasa. Beberapa perusahaan memiliki kebijakan untuk memotong gaji, mengurangi karyawan bahkan ada yang menutup perusahaannya untuk sementara waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kebutuhan gizi anak dan pendapatan keluarga selama Pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan uji analisis faktor yang melibatkan 112 responden. Sampel penelitian didistribusikan secara acak menggunakan sampel non-purposive. Berdasarkan data yang dianalisis, gizi anak dan pendapatan keluarga merupakan dua faktor yang memiliki perbandingan kuat yang sama kuatnya dengan dampak sosial ekonomi saat pandemi Covid-19 dengan sig 0,002. Gizi anak memiliki korelasi sebesar 0,770 dan pendapatan keluarga sebesar 0,709 dan> 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa kedua faktor tersebut memiliki hubungan yang kuat dan saling mempengaruhi. Implementasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak tersebut adalah : 1) mengintensifkan program pemerintah dalam mendukung MP-ASI yang optimal untuk bayi dan anak, 2) mengampanyekan praktek kebersihan dan pencegahan serta pengendalian infeksi di perusahaan. Dengan dua kegiatan yang saling mendukung ini diharapkan sektor korporasi dapat terus beroperasi dan menunjang pendapatan keluarga. Kata kunci: Nutrisi Anak, Pendapatan Keluarga, Sosial Ekonomi, Covid-19
ANALYZE ROLE OF THE ASCRIPTION OF RESPONSIBILITY ON THE CAUSATIVE FACTORS AND EFFORTS TO PREVENT STUNTING IN TODDLERS IN BALONGPANGGANG DISTRICT GRESIK Eka Srirahayu Ariestiningsih; Dwi Faqihatus Syarifah Has; Guruh Kurniawan
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 6, No 1 (2022): JHSS (Journal of Humanities and Social Studies)
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v6i1.4978

Abstract

The results of the Indonesian Basic Health Research noted that the prevalence of stunting in 2018 was 30.8%, 2019 as many as 27.67%. Because the procentage of stunting events in Indonesia ia still very high and the health problems of children and toddlers shuld be addressed. The aims of this research to analyze the Role of the Ascription of Responsibility on the causative factors and efforts to prevent stunting in toddlers, because it is based on the high cases of short and very short children in the working area of the Dapet Public  Health Center, Balongpanggang District, Gresik. There are 238 sample, consist of : 4 Posyandu Cadres, 2 health workers. 2 Lectures and  230 toddler mother with stunting 115 sample and non stunting 115 sample. The statistical test used in this study was an exact fisher test with a significant rate of 5%.Role of parents variable is a significant variable, with sig 0,041 so it can be concluded that there is a significant and meaningful relationship or comparison between parent role variables and stunting, especially toddler mothers.On parent role variables, researchers analyzed the factors of the most comparison on parent role variables. Based on calculations using Kendal Tau test statistics, the following results were obtained.There arecomparationbetween exclusiveBreastfeedingand Breastfeeding Companion Food with stunting incidents in children aged 12-59 months Balongpanggang district Gresik.Provide education to pregnant women when visiting the Public Health Centre Balong Panggang and Polindes in order to consume PMT that has been given. Provide education to women, about nutrition in order to prepare nutrition during pregnancy well so as not to occur deficiency carbo during pregnancy.
PENGARUH PENERAPAN JAM KERJA TERHADAP RISIKO STRES KERJA PADA KARYAWAN PT. MOTIVE MULIA PLANT MASPION Muhammad Zuhair Ujab; Dwi Faqihatus Syarifah Has
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2023): Avicenna: Jurnal Ilmiah
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v18i2.5479

Abstract

ABSTRAK Background: Work stress is condition that pushes oneself, one's soul beyond the limits of everyone's abilities, so that if it is not treated permanently it will have an impact on health. Indonesia's stress level rose 9% earlier to just 64%. Work stress is a major problem in Indonesia. People who are stressed at work can become chronically stressed and anxious. Research objectives: To analyze the effect applying working time to the risk of work stress at PT. Motive Mulia Plant Maspion. Method: Observational method with cross-sectional research method. total of 110 employees and 53 random samples. Questionnaires about working time and work stress were used research instruments, and simple logistic regression statistical tests were used analytical tests. Results: Most employees work during normal working hours, not less than 28 people or (52.8%) and most employees experience mild work stress, not less than 41 people or (77.4%). Statistical test results show that the value of P < significant; 0.037; to 0.05. Conclusion: Implementation of a work schedule has a significant effect on the risk of work stress for employees of PT. Motive Mulia Plant Maspion.  employee who has worked more than the agreed number of hours must apply for overtime compensation.   Keywords : Cement, Worker, Working Hours, Work Stres
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEMAMPUAN PENGISIAN KMS OLEH KADER POSYANDU DENGAN KETEPATAN MENENTUKAN STATUS GIZI BALITA DI DESA SINGOSARI Dewi Khumairok; Eka Srirahayu Ariestiningsih; Dwi Faqihatus Syarifah Has
Ghidza Media Jurnal Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Ghidza Media
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ghidzamediajurnal.v5i1.6615

Abstract

Menurut hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, prevalensi balita wasted (gizi buruk dan gizi kurang) adalah 7,1%, dan masih belum memenuhi target nasional dalam angka penurunan stunting. Tujuan dari riset ini yakni guna mengetahui hubungan pengetahuan dan kemampuan pengisian KMS oleh kader posyandu dengan ketepatan menentukan status gizi balita. Metode riset ini memakai jenis penelitian dengan metode survei analitik. Populasi sebanyak 60 kader posyandu. Analisis data memakai uji chi- square. Hasil riset dengan nilai p = 0,000<0,05. Kesimpulan riset ini yakni terdapat hubungan antara pengetahuan serta kemampuan pengisian KMS dengan ketepatan menentukan status gizi balita oleh kader posyandu. Kata Kunci : Pengetahuan, Kemampuan Pengisian, KMS, dan Kader