Claim Missing Document
Check
Articles

Digital Marketing dalam Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Kerupuk Singkong Desa Petung Kabupaten Gresik: Digital Marketing in Increasing Competitive Advantage “Kerupuk Singkong Ma'yah” Petung Village Gresik District Has, Dwi Faqihatus Syarifah; Yuliati, Luluk; Wulandari, Dwi
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i4.6662

Abstract

The rapid development of technology has an impact on changes in behavior and people’s lives in all sectors. Technological progress cannot be avoided. Therefore, we must be able to use it wisely to support productivity in life, both in the sectors of Government, Culture, Education, and the Economy. The method used in the implementation of community service is ( socialization is carried out by exposing digital marketing materials; (2) education, namely providing an understanding of the importance of labeling on product packaging; (3) training and practice of making labels and Instagram social media for promotion and market product so that the marketing reach os its product is more comprehensive. This community service activity concludes that the socialization, education, training, and practice participants went well and succeeded; the cassava cracker business owner has put a unique name label (Krusava Ma’Yah) on the cracker packaging and has an Instagram @_krusava ma’yah, which was created and made by the trainees. It is hoped that the improvement in the condition of business actors after assistance will be able to increase the competitive advantage of cassava cracker product.
ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING THE PURCHASE DECISION OF HEALTHYFOOD Ariestiningsih, Eka Srirahayu; Syarifah Has, Dwi Faqihatus; Suprapti, Suprapti; Herawati, Arny; Latief, Thalita Syafa Syafiqoh
FIRM Journal of Management Studies Vol 8, No 2 (2023): FIRM JOURNAL OF MANAGEMENT STUDIES
Publisher : President University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33021/firm.v8i2.4645

Abstract

Healthy food is consumed to meet nutritional needs in accordance with health standards in order to increase intelligence and a healthy lifestyle. This study aims to determine the factors that most influence on healthy food buying decisions, from internal factors (age, lifestyle and knowledge) and external factors (product, promotion, price and place). In this research delimitation (restrictions) is carried out so that it is more controlled and relevant to what will be proven. The realization is that the age variable is not included in the factor analysis because it is a characteristic of the respondents, the place variable is also not analyzed because the marketing is done online. This correlational quantitative research uses primary and secondary data collected through interviews, documentation and questionnaires to 68 respondents, namely healthy food consumers. Data processing using the KMO-MSA method and interpretation of factor analysis, the results formed factor 1 (price, lifestyle, knowledge) and factor 2 (product and promotion). The Component Transformation Matrix shows the value of Component 1 and 2 whose correlation value is > 0.5, namely 0.735, it is concluded that the five variables are feasible for analysis. To find out the most influential factor, a multiple logistic regression test was carried out, the result is that the product has an Exp(B) value of 4.797, meaning that consumers have a tendency to buy because of the product 4.797 times. Meanwhile, promotions have an Exp(B) value of 8.991, meaning that consumers have a tendency to buy 8.991 because of promotions carried out by producers.
The effectiveness of moringa leaves extract to prevent stunting at toddlers aged 23-59 months Budiono, Nugrahadi Dwi Pasca; Has, Dwi Faqihatus Syarifah
Science Midwifery Vol 13 No 1 (2025): April: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i1.1872

Abstract

Background: Stunting remains a critical public health challenge, particularly in low- and middle-income countries, where inadequate nutrition affects child growth and development. One of the main factors causing stunting is chronic malnutrition in early life. Moringa (Moringa oleifera) leaves are rich in essential nutrients, including proteins, vitamins, and minerals, which are vital for growth. This study investigates the effectiveness of Moringa leaves extract in preventing stunting among toddlers aged 23–59 months. Method’s: This study involved 40 participants who were in kebomas sub-district, gresik district. A randomized controlled trial was conducted with an intervention group receiving Moringa leaves extract supplementation and a control group receiving standard nutrition. Anthropometric measurements, including height-for-age Z-scores (HAZ), were recorded at baseline and after a 6-month intervention period. The results indicate a significant improvement in HAZ scores in the intervention group compared to the control group (p < 0.05). Additionally, children who received Moringa supplementation showed better appetite, improved hemoglobin levels, and enhanced overall nutritional status. Conclusion: These findings suggest that Moringa leaves extract can be an effective, affordable, and sustainable strategy for preventing stunting in vulnerable populations. However, further research is needed to determine the optimal dosage and long-term effects. Integrating Moringa supplementation into nutrition programs could be a promising approach to combating childhood stunting and improving global child health outcomes.
PERAN KADER ANEMIA SISWA SMA NEGERI 1 KEBOMAS DALAM MENCEGAH ANEMIA MELALUI AGITASI DAN MONITORING KEPATUHAN KONSUMSI TTD Ariestiningsih, Eka Srirahayu; Rahma, Fella Amelia; Khasanah, Nur Faizatul; Has, Dwi Faqihatus Syarifah; Munisah, Munisah; Ratnaningrum, Dyah Satyarini
Ghidza Media Jurnal Vol. 6 No. 1 (2025): Ghidza Media Jurnal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ghidzamediajurnal.v6i1.9785

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang terjadi setiap fase kehidupan, salah satu kelompok yang memiliki risiko terhadap anemia adalah remaja putri. Pemerintah Indonesia telah berupaya serius dalam mengatasi anemia, yakni diterbitkan Surat Edaran Dirjend Kesmas Kemenkes RI Nomor H.K.03.03/V/0595/2016 mengenai pemberian TTD pada remaja putri dan WUS. Tujuan kegiatan ini mendorong peningkatan konsumsi TTD, melalui optimalisasi peran dan pemberdayaan Kader Anemia. Metode yang digunakan, dilakukan dengan analisis situasi, kegiatan agitasi dan edukasi yang dilakukan pada 88 siswi dan 22 Kader Anemia, pendalaman materi kader, serta monitoring dan evaluasi. Hasil PkM menunjukkan bahwa efektivitas peningkatan konsumsi TTD terbukti adanya peningkatan pengetahuan sebelum (73,6%) dan sesudah (95,4%) kegiatan agitasi dan edukasi, serta peningkatan kepatuhan konsumsi TTD (85,2%). Disimpulkan bahwa peran Kader Anemia dapat mengubah sikap kepatuhan konsumsi TTD.
Pemberdayaan Keluarga Rawan Pangan Melalui Penguatan Aspek Kognitif Dan Psikomotor Sebagai Upaya Peningkatan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Mulyorejo Surabaya Mar’ah Has, Eka Mishbahatul; Ulfiana, Elida; Hadisuyatmana, Setho; Syarifah. Has, Dwi Faqihatus
Indonesian Journal of Community Dedication in Health (IJCDH) Vol. 1 No. 01 (2020): IJCDH Vol 01 No 01
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.148 KB) | DOI: 10.30587/ijcdh.v1i01.2085

Abstract

Malnutrisi masih menjadi masalah gizi utama anak di Indonesia. Malnutrisi dan rawan pangan hampir tidak dapat dipisahkan. Rawan pangan didefinisikan sebagai suatu kondisi ketidakmampuan untuk memperoleh pangan yang cukup dan sesuai untuk hidup sehat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penguatan kemampuan kognitif dan psikomotor keluarga rawan pangan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi balita di wilayah kerja Puskesmas Mulyorejo, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya. Metode pendekatan yang akan dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan informasi dan ketrampilan yang sederhana, murah dan mudah untuk diaplikasikan oleh ibu dari keluarga rawan pangan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi balitanya. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat akan dilakukan secara bertahap, meliputi: 1)Pendidikan kesehatan melalui tatap muka dan diskusi, 2)Pelatihan pemilihan bahan, pengolahan, dan penyajian makanan bergizi untuk balita, serta 3). Monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilaksanakan di awal, proses, dan akhir kegiatan dengan cara berikut: 1) Pre-test: diberikan kuesioner untuk di jawab oleh peserta, 2) Proses: dilakukan saat pelatihan; ceramah, diskusi, demonstrasi berdasarkan respon dan keaktifan peserta serta Post-test: diberikan kuesioner setelah selesai mengikuti pelatihan. Dari hasil evaluasi kegiatan masyarakat didapatkan hasil peningkatan kemampuan kognitif dan psikomotor dengan rata rata 75%. Hasil evaluasi ini membuktikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil dan sesuai dengan target. Kata kunci: Pemberdayaan, Keluarga Rawan Pangan, Peningkatan Kognitif dan Psikomotor
Effectiveness of peer education based on social cognitive theory in preventing anemia among adolescent girls at the State Senior High School 1 Kebomas Gresik Ariestiningsih, Eka Srirahayu; Syarifah Has, Dwi Faqihatus; Kurniawan, Bhagaskoro Ardhianto; Yuliati, Luluk Yuliati; Laurita, Hilda Putri; Arifani, Maghfiratun Nisa
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 2 (2025): June
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i2.2576

Abstract

Anemia remains a significant global public health issue, particularly among adolescent girls. In Indonesia, 48,9% of adolescent girls were anemic in 2018, and East Java reported a prevalence of 42% in 2020. Contributing factors include poor nutrition, unhealthy dietary habits, and low awareness of anemia prevention. This study aimed to evaluate the effectiveness of peer education in enhancing adolescents’ knowledge and awareness of anemia prevention and analyze its behavioral impact based on Social Cognitive Theory (SCT). A mixed-method approach with an explanatory sequential design was employed. Quantitative data were collected from 110 students (grades X and XI) at the State Senior High School 1 Kebomas Gresik between March and April 2025, using pre- and post-tests (20 items) and a validated SCT-based questionnaire (15 items, r = 0,847). Qualitative insights were obtained through in-depth interviews with peer educators, guided by five key SCT-based questions. Statistical analyses included paired t-tests or Wilcoxon tests for knowledge improvement and SEM-PLS for behavioral correlations. Post-intervention results showed a significant increase in knowledge (mean score: 75,06 to 95,28) with a moderate yet significant correlation (r= 0,494; p= 0,000). In conclusion, peer education grounded in SCT proved effective in promoting knowledge transfer and behavioral change, supporting its use as a health education strategy for adolescents.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PROGRAM PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI MASA PANDEMI COVID-19 Syarifah Has, Dwi Faqihatus
Indonesian Journal of Community Dedication in Health (IJCDH) Vol. 1 No. 02 (2021): IJCDH Vol 01 No 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.58 KB) | DOI: 10.30587/ijcdh.v1i02.2522

Abstract

According to the results of Basic Health Research Indonesia stunting prevelansi in 2018 as much as 30.8%, 2019 as much as 27.67%, and still not meeting the national target in the number of stunting decreases. In Kutisari, the prevalence of clowns and stunting toddlers in the region is still relatively high because it has not met the minimum limit of stunting prevalence according to who is <20%. The purpose of this community service activity is the empowerment of posyandu cadres in order to prevent stunting during the COVID-19 pandemic is needed. This activity is conducted in 8 stages: 1) Situation Analysis, (2) Discussion on Solving Health Problems, (3) Socialization to Posyandu Cadres on health services by implementing strict health protocols, (4) Socialization of appropriate and effective methods in online provision (Wa) Group or other social media), (5) Training on making educational videos (6) Training in making leaflets, pocketbooks or other print media as a medium of assistance in providing education to stunting toddler mothers, (7) Healthy Food Product Development (8) Monitoring and evaluation of Community Service Activities. From the results of monitoring and evaluation, it was concluded that posyandu cadres better understand and get a lot of knowledge about stunting prevention counseling and safe, comfortable and effective educational methods during the Covid-19 pandemic. It is expected that this community service activity can run continuously so that it benefits the community. Keywords : Empowerment of Posyandu Cadres, Stunting Prevention, Covid-19 Pandemic
PENGARUH PELAKSANAAN STANDART OPERASIONAL PROSEDUR TERHADAP HASIL PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PADA UPTD LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH DI KABUPATEN TUBAN Anggraheni, Niolis Nuning; Syarifah Has, Dwi Faqihatus
Journal of Public Health Science Research (JPHSR) Vol. 2 No. 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jphsr.v2i2.4438

Abstract

Laboratorium adalah tempat yang dirancang untuk melaksanakan berbagai aktivitas yang terkait dengan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan yang dilakukan di laboratorium sangat erat dengan penggunaan bahan kimia yang bersifat asam, korosif, dan bahan toksik. Kegiatan di laboratorium juga menghasilkan limbah cair dengan kandungan bahan-bahan berbahaya cukup tinggi. Seluruh kegiatan yang berkaitan dengan tindakan pengelolaan limbah infeksius, limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan limbah umum harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan instruksi kerja yang ada dan harus dilakukan evaluasi secara berkala. Oleh sebab itu maka diperlukan penelitian terkait pengaruh pelaksanaan standart operasional prosedur pengolahan limbah cair sehingga limbah cair yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan sekitarUPTD Laboratorium Kesehatan Kabupaten Tuban menghasilkan limbah cair yang berasal dari kegiatan produksi/ pemeriksaan sampel, ruang sterilisasi, kamar mandi/WC, dan pencucian di wastafel seluruhnya dialirkan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan menggunakan saluran air limbah (jaringan perpipaan). Air limbah dari berbagai saluran dialirkan masuk ke bak ekualisasi. Dari ekualisasi air limbah di pompa ke bak input, dalam bak ini terdapat pompa submersible yang bertujuan untuk memompa air limbah menuju reaktor aerob. Di dalam reaktor aerob diisi bakteri areobik yang tumbuh dan melekat pada media, bakteri ini akan menguraikan polutan dalam air limbah. Dari reaktor aerobik, air limbah mengalir ke filtrasi akhir (Clarifier). Air limbah yang telah jernih dialirkan ke kolam parameter, sementara sisa endapan di recycle kembali ke bak ekualisasi untuk diproses ulang. Air dari proses filtrasi akhir mengalir secara gravitasi ke kolam parameter. Klorinasi dilakukan dengan menggunakan klorin tablet untuk disinfeksi air limbah.
HUBUNGAN KELELAHAN (FATIGUE) DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT MEDIKA MULIA TUBAN Megowati, Kirana Warita; Syarifah Has, Dwi Faqihatus
Journal of Public Health Science Research (JPHSR) Vol. 2 No. 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jphsr.v2i2.4439

Abstract

Rumah sakit merupakan sektor usaha dibidang pelayanan yang mempunyai tuntutan terhadap mutu pelayanan yang semakin hari semakin meningkat, hal ini akan menyebabkan semakin meningkat pula beban kerja yang dapat menimbulkan peningkatan kelelahan kerja. Mutu suatu perusahaan dapat terlihat dari kualitas kinerja karyawannya, semakin baik kinerja karyawan semakin baik pula mutu suatu perusahaan. Kinerja karyawan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya beban kerja dan kelelahan kerja. Pada penelitian ini pengukuran kelelahan kerja menggunakan metode FAS ( Fatigue Asesmen Scale) dan untuk pengukuran beban kerja menggunakan Metode NASA-TLX. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa adanya hubungan kelelahan kerja dan beban kerja terhadap kinerja tenaga kesehatan dirumah sakit medika mulia tuban. Menganalisis tingkat kelelahan dan beban kerja terhadap kinerja tenaga kesehatan dirumah sakit medika mulia tuban. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dimana desain penelitian yang dipilih adalah cross sectional study ( studi potong lintang ), dari penelitian ini untuk pengukuran kelelahan kerja 15,75% tidak pernah mengalami kelelahan, 40,16% kadang mengalami kelelahan, 27,56% teratur mengalami kelelahan, 14,17% sering mengalami dan 2,36% selalu mengalami kelelahan. Pada pengukuran beban kerja didapat kan 11,02% memiliki beban kerja sedang, 23,62% beban kerjanya agak tinggi, 55,12%mempunyai beban kerja tinggi dan 10,24% memiliki beban kerja yang tinggi sekali. Untuk penilaian kinerja karyawan 82, 67% responden mempunyai penilaian kinerja yang baik dan 16,53% responden memerlukan bimbingan .dari hasil data dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara kelelahan kerja dan beban kerja terhadap kinerja tenaga kesehatan di rumah sakit medika mulia tuban
HUBUNGAN PROMOSI KESEHATAN DENGA KESTABILAN GULA DARAH DIABETES TIPE 2 CLUB DIABETES PENSIUNAN YAKES TELKOM JATIM BALI NUSRA Chambali, Achmad; Syarifah Has,, Dwi Faqihatus
Journal of Public Health Science Research (JPHSR) Vol. 2 No. 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jphsr.v2i2.5618

Abstract

Promosi kesehatan menjadi tumpuan harapan keberhasilan peningkatan status kesehatan penderita diabetes melitus terutama dalam menjaga kestabilan kadar gula darah lansia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan promosi kesehatan dengan kestabilan gula darah diabetes tipe 2 Club Diabets Pensiunan Yakes Telkom Jatim Bali Nusra. Desain penelitian adalah analitic correlational observasional dengan desain pra eksperimental semu. Populasi adalah seluruh peserta Club Diabets Pensiunan Yakes Telkom Jatim Bali Nusra sejumlah 59 orang. Jumlah sampel sebanyak 52 pasien diambil dengan random sampling. Variabel bebas penelitian ini adalah promosi kesehatan, sedangkan variabel terikat yaitu kestabilan gula darah diabetes tipe 2. Instrumen yang digunakan penelitian ini adalah lembar kuesioner tentang kuis PHBS dari promosi kesehatan dan lembar rekam medis tentang kestabilan gula darah diabetes tipe 2. Analisis menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95% (p<0,05). Hasil menunjukkan bahwa promosi kesehatan pada penderita diabetes mellitus tipe 2 sebagian besar baik, yaitu 69,2% dan kadar gula darah sebagian besar normal yaitu 51,9%. Ada hubungan promosi kesehatan dengan kestabilan gula darah diabetes tipe 2 Club Diabets Pensiunan Yakes Telkom Jatim Bali Nusra dengan nilai p=0,000 < 0,05. Promosi kesehatan perlu dilaksanakan secara kesinambungan guna meningkatkan manajemen diri penderita dalam mempertahankan kestabilan gula darah