Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PERAN DINAS KOPERASI USAHA KECIL MENENGAH DAN PERDAGANGAN DALAM PEMBERDAYAAN UMKM DI KOTA BANDA ACEH Zakaria Zakaria; Achmad Mustofa; Nurhayami Nurhayami
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpe.v4i1.22613

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tujuan untuk mengetahui Peran Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan dalam Pemberdayaan UMKM di Kota Banda Aceh. Kemudian kendala yang dihadapi Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subyek penelitian ini adalah 9 informan yaitu Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perdagangan UKM dan 8 pelaku UMKM. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka, observasi dan wawancara. Sedangkan analisis data menggunakan analisis model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian penelitian menunjukkan peran Dinas Koperasi dan Perdagangan UMKM dalam pemberdayaan UMKM di Banda Aceh. Departemen telah berhasil melakukan upgrade UMKM dari mikro menjadi kecil. Keberhasilan ini melalui pelatihan-pelatihan yang sering diberikan dinas kepada UMKM dan langsung diberikan pembinaan. Kemampuan atau skill pelaku UMKM meningkat karena sering mengikuti pelatihan. Oleh karena itu Dinas menjalankan perannya untuk menjalankan visi dan misinya seperti UMKM atau UMKM maju ke tahun 2022. Program Pemberdayaan UMKM yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan Perdagangan UMKM Kota Banda Aceh adalah bantuan permodalan, bantuan pemasaran, peningkatan SDM sumber daya, peningkatan penggunaan teknologi dan kenyamanan. Izin. Sedangkan kendala yang dialami pelayanan adalah kurangnya komitmen pelaku usaha dalam menjalankan usahanya. Jadi mereka sering berpindah tempat dan berganti produk. Dalam memajukan bisnis harus ada komitmen untuk menjalaninya, agar omzet meningkat di masa yang akan datang. Selanjutnya terdapat kendala dari pemilik UMKM seperti kesulitan dalam memasarkan produknya sehingga omzet dan pendapatannya berkurang, kemudian datangnya Covid-19.Kata kunci: Peran, Dinas UKM dan Perdagangan, Pemberdayaan UMKM
Dampak Pariwisata Gunung Geurute Aceh Jaya Dalam Peningkatkan Pendapatan Pedagang Cut Hayatul Magfirah; A. Razak; Achmad Mustofa
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6038

Abstract

Pariwisata merupakan sektor strategis dalam meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pariwisata Gunung Geurute Aceh Jaya terhadap peningkatan pendapatan pedagang serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 10 pedagang, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pariwisata di kawasan Gunung Geurute memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan pedagang. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mendorong berkembangnya aktivitas perdagangan yang menjadi sumber utama pemenuhan kebutuhan ekonomi rumah tangga, termasuk biaya pendidikan dan kebutuhan keluarga lainnya. Meskipun pendapatan pedagang bersifat fluktuatif, kondisi ekonomi secara umum mengalami perbaikan dibandingkan sebelum berdagang di kawasan tersebut. Faktor pendukung meliputi tingginya kunjungan wisatawan, aksesibilitas yang memadai, serta ketersediaan infrastruktur seperti jalan dan area parkir. Sementara itu, faktor penghambat mencakup keterbatasan fasilitas parkir di beberapa titik, kondisi cuaca yang tidak menentu, keterbatasan fasilitas dasar, serta belum optimalnya dukungan dan program pemberdayaan dari pihak terkait. Dengan demikian, pariwisata Gunung Geurute Aceh Jaya memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan pendapatan pedagang lokal, meskipun masih memerlukan peningkatan pengelolaan dan penyediaan sarana pendukung untuk menjamin keberlanjutan ekonomi.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Pada Dindin Shop Banda Aceh Marcela Ananda Anatasya; Irma Anggraini; Nazaruddin Nazaruddin; Mirja Mursalin; A. Razak; Achmad Mustofa
Neraca: Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol. 11 No. 2 (2026): Neraca: Jurnal Pendidikan Ekonomi
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/neraca.v11i2.12665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada Dindin Shop Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif . Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Dindin Shop Banda Aceh berjumlah 33 karyawan. Sampel dalam penelitian ini adalah 33 karyawan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu semua populasi dijadikan sampel. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana dengan menguji hipotesis menggunakan uji T. Berdasarkan hasil uji regresi yang diperoleh Y= 13.477 + 1.001 X. Koefisien bernilai positif dan signifikan, sehingga arah pengaruh gaya kepemimpinan (X) terhadap kinerja karyawan (Y) dapat dikatakan positif. Hasil diperoleh dari uji t pada taraf signifikan 0,05 diperoleh nilai thitung > dari pada ttabel (5,331 > 1,696). Koefisien determinasi (r2) sebesar 47,8% yang menunjukkan bahwa variabel gaya kepemimpinan mempengaruhi kinerja karyawan Dindin Shop Banda Aceh. Sedangkan hasil selebihnya dipengaruhi variabel lain yang tidak termasuk kedalam penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan Pada Dindidn Shop.
Pendapatan Petani Kopi dan Peran Tengkulak di Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah Salma Tiara; Musfiana Musfiana; T.M. Jamil; Ruaida Ruaida; Sakdiyah Sakdiyah; Achmad Mustofa
Neraca: Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol. 11 No. 2 (2026): Neraca: Jurnal Pendidikan Ekonomi
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/neraca.v11i2.12699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tengkulak terhadap petani kopi, pertimbangan petani kopi menjual hasil panen kepada tengkulak, serta dampak penjualan kopi kepada tengkulak bagi petani kopi. Subjek pada penelitian adalah petani kopi yang terikat dengan tengkulak sedangkan objek pada penelitian ini adalah praktik tengkulak dalam penetapan harga kopi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam kepada 10 orang petani kopi dan 3 tengkulak yang dipilih sebagai responden. Data dianalisis secara naratif untuk menggambarkan fenomena yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama tengkulak berperan penting dalam sistem pemasaran kopi sebagai penyedia modal, sebagai pembeli tetap, pembeli hasil panen, penentu harga, dan sekaligus perantara distribusi. Kedua, pertimbangan utama petani kopi menjual kepada tengkulak adalah petani merasa diuntungkan karena kemudahan, kecepatan dan tanpa biaya tambahan, kesepakatan lisan mengikat petani kepada tengkulak, ikatan utang menjadi faktor pengikat penjualan, faktor sosial dan budaya dalam relasi petani kopi dan tengkulak dan hubungan kepercayaan menjadi landasan transaksi dan juga menjual kepada tengkulak karena faktor keadaan bukan karena menguntungkan harga. Ketiga, penjualan kopi kepada tengkulak memberikan dampak keterbatasan menjual kepada pihak lain, ketidakstabilan harga kopi yang diterima petani, pemotongan utang hasil penjualan dan pendapatan bersih yang rendah. Mengingat temuan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa keberadaan tengkulak berperan sentral sekaligus memperkuat ketergantungan ekonomi petani. Sehingga diperlukan penguatan kelembagaan koperasi dan akses pasar alternatif untuk meningkatkan kesejahteraan petani kopi.