This study aims to develop an SNC (structuralism, generativism, and nativism) learning model for fifth grade elementary school students. The study uses a research and development (R&D) approach with a 4D development model consisting of the Define, Design, Develop, and Disseminate stages. The developed model is assessed through validity and practicality tests. The validity test involved learning model experts and subject matter experts, while the practicality test was conducted through observation of the learning process, teacher responses, and student responses. The average score of the model validation test by two validators was 3.64, which is in the highly valid category. The results of the practicality test based on the observation results showed that the model was highly practical. The results of the SNC model practicality test based on teacher questionnaire responses covering the aspects of clarity, ease, suitability, and usefulness showed an average score of 3.48, which is in the very practical category. The results of the student response questionnaire for the practicality test of the model showed an average score of 3.46, which is in the very practical category. Thus, the SNC learning model is recommended as an alternative learning model in elementary schools. Abstrak Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran SNC (struktural, nativism, dan generativism) di kelas 5 Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan jenis research and development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang terdiri dari tahap Define, Design, Develop, Disseminate. Penilaian model yang dikembangkan dilakukan melalui uji validitas dan kepraktisan. Uji validitas melibatkan ahli model pembelajaran dan ahli materi, sedangkan uji kepraktisan dilakukan dengan observasi pelaksanaan pembelajaran, respons guru, dan respons peserta didik. Rerata skor uji validasi model oleh dua validator menunjukkan nilai 3,64 atau berada pada kategori sangat valid. Hasil uji kepraktisan berdasarkan hasil observasi menunjukkan kategori sangat praktis. Hasil uji kepraktisan model SNC berdasarkan respons angket guru yang memuat aspek kejelasan, kemudahan, kesesuaian, dan kemanfaatan menunjukkan rerata nilai 3,48 atau berada pada kategori sangat praktis. Hasil angket respons peserta didik untuk uji kepraktisan model menunjukkan rerata nilai 3,46 atau berkategori sangat praktis. Adapun efektivitas model pengembangan ini yakni mengoptimalkan keterlibatan aktif siswa dalam memahami teks yang kompleks, sekaligus menumbuhkan kemandirian literasi yang berkelanjutan di level pendidikan dasar. Penelitian ini memberikan kebaruan dalam cara memandang proses membaca pemahaman siswa SD, bukan sekadar sebagai aktivitas mekanis-reseptif, melainkan sebagai proses kognitif kompleks yang memanfaatkan potensi alami kebahasaan (Language Acquisition Device) untuk membedah struktur teks dan membangun makna baru secara generatif. Dengan demikian, keterkaitan ketiga teori linguistik ini dalam model SNC menciptakan sebuah ekosistem pembelajaran yang holistik; mulai dari pemanfaatan potensi biologis anak, penguasaan sistem tanda yang teratur, hingga pencapaian kemandirian kognitif dalam merekonstruksi makna bacaan di tingkat pendidikan dasar. Model pembelajaran SNC di SD Inpres Bira 2 Makassar mengintegrasikan tiga pilar linguistik untuk meningkatkan membaca pemahaman: Nativisme mengoptimalkan potensi alami otak (LAD) dalam menyerap bahasa, Strukturalisme melatih ketelitian siswa membedah pola kalimat secara sistematis, dan Generativisme mendorong kemampuan siswa mentransformasikan teks menjadi pemahaman konsep yang mendalam. Sinergi ini memastikan siswa tidak hanya mampu mengenali struktur kebahasaan, tetapi juga secara kritis memproduksi makna dari setiap bacaan. Sehingga, model pembelajaran SNC layak direkomendasikan sebagai alternatif model pembelajaran di sekolah dasar.