Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Berpidato dengan Menerapkan Metode Demonstrasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Campalagian Marwah Al Mukarramah; Anshari Anshari; Sakaria Sakaria
Cakrawala Indonesia Vol 11 No 1 (2026): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v11i1.2387

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan berpidato siswa melalui penerapan metode demonstrasi. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini mengacu pada teori keterampilan berbicara dan berpidato yang dikemukakan oleh Henry Guntur Tarigan, Safari, serta teori metode demonstrasi menurut Joyce & Weil. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini berjumlah 32 siswa kelas VIII C. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes keterampilan berpidato. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan pada keterampilan berpidato siswa. Pada siklus I, nilai rata-rata siswa mencapai 70,96 dengan tingkat ketuntasan sebesar 37,50%. Kemudian pada siklus II terjadi peningkatan yang lebih baik, dengan nilai rata-rata 82,18 dan ketuntasan belajar mencapai 100%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan metode demonstrasi efektif dalam membantu siswa meningkatkan penguasaan materi, intonasi, ekspresi, kelancaran berbicara, serta rasa percaya diri saat berpidato.
Pengembangan Kompetensi Literasi dan Ekspresi Kreatif Melalui Pelatihan Menulis Sastra di SMA Negeri 9 Gowa Aswati Asri; Asis Nojeng; Fitriansal Fitriansal; Sakaria Sakaria; Nur Hasbi
Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/intisari.v4i1.367

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan SMA Negeri 9 Gowa dalam memperkuat kompetensi literasi produktif dan ekspresi kreatif siswa, khususnya melalui praktik menulis sastra. Literasi siswa tidak cukup dikembangkan melalui kegiatan membaca, tetapi perlu diarahkan pada kemampuan menulis, menafsirkan pengalaman, mengolah imajinasi, dan mengekspresikan gagasan secara kreatif. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan kompetensi literasi dan ekspresi kreatif siswa melalui pelatihan menulis puisi dan cerpen. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif, edukatif, dan aplikatif melalui tahapan koordinasi mitra, identifikasi kebutuhan, penyusunan perangkat pelatihan, pelaksanaan pelatihan menulis sastra, pendampingan revisi karya, apresiasi karya, publikasi sederhana, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan pemahaman tentang literasi sastra, kemampuan menemukan ide, keterampilan menulis puisi dan cerpen, kesadaran pentingnya revisi, serta keberanian membacakan dan mempresentasikan karya. Karya siswa yang dihimpun dalam portofolio atau antologi sederhana menjadi luaran konkret kegiatan sekaligus embrio pengembangan budaya literasi kreatif sekolah. Dengan demikian, pelatihan menulis sastra terbukti relevan sebagai strategi penguatan literasi, kreativitas, kepercayaan diri, dan apresiasi karya siswa.
Pengembangan Model Pembelajaran SNC Berbasis Teori Strukturalisme, Generativisme, dan Nativisme untuk Meningkatkan Membaca Pemahaman Siswa Sekolah Dasar Nurhaedah Nurhaedah; Jufri Jufri; Sakaria Sakaria
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8562

Abstract

This study aims to develop an SNC (structuralism, generativism, and nativism) learning model for fifth grade elementary school students. The study uses a research and development (R&D) approach with a 4D development model consisting of the Define, Design, Develop, and Disseminate stages. The developed model is assessed through validity and practicality tests. The validity test involved learning model experts and subject matter experts, while the practicality test was conducted through observation of the learning process, teacher responses, and student responses. The average score of the model validation test by two validators was 3.64, which is in the highly valid category. The results of the practicality test based on the observation results showed that the model was highly practical. The results of the SNC model practicality test based on teacher questionnaire responses covering the aspects of clarity, ease, suitability, and usefulness showed an average score of 3.48, which is in the very practical category. The results of the student response questionnaire for the practicality test of the model showed an average score of 3.46, which is in the very practical category. Thus, the SNC learning model is recommended as an alternative learning model in elementary schools. Abstrak Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran SNC (struktural, nativism, dan generativism) di kelas 5 Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan jenis research and development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang terdiri dari tahap Define, Design, Develop, Disseminate. Penilaian model yang dikembangkan dilakukan melalui uji validitas dan kepraktisan. Uji validitas melibatkan ahli model pembelajaran dan ahli materi, sedangkan uji kepraktisan dilakukan dengan observasi pelaksanaan pembelajaran, respons guru, dan respons peserta didik. Rerata skor uji validasi model oleh dua validator menunjukkan nilai 3,64 atau berada pada kategori sangat valid. Hasil uji kepraktisan berdasarkan hasil observasi menunjukkan kategori sangat praktis. Hasil uji kepraktisan model SNC berdasarkan respons angket guru yang memuat aspek kejelasan, kemudahan, kesesuaian, dan kemanfaatan menunjukkan rerata nilai 3,48 atau berada pada kategori sangat praktis. Hasil angket respons peserta didik untuk uji kepraktisan model menunjukkan rerata nilai 3,46 atau berkategori sangat praktis. Adapun efektivitas model pengembangan ini yakni mengoptimalkan keterlibatan aktif siswa dalam memahami teks yang kompleks, sekaligus menumbuhkan kemandirian literasi yang berkelanjutan di level pendidikan dasar. Penelitian ini memberikan kebaruan dalam cara memandang proses membaca pemahaman siswa SD, bukan sekadar sebagai aktivitas mekanis-reseptif, melainkan sebagai proses kognitif kompleks yang memanfaatkan potensi alami kebahasaan (Language Acquisition Device) untuk membedah struktur teks dan membangun makna baru secara generatif. Dengan demikian, keterkaitan ketiga teori linguistik ini dalam model SNC menciptakan sebuah ekosistem pembelajaran yang holistik; mulai dari pemanfaatan potensi biologis anak, penguasaan sistem tanda yang teratur, hingga pencapaian kemandirian kognitif dalam merekonstruksi makna bacaan di tingkat pendidikan dasar. Model pembelajaran SNC di SD Inpres Bira 2 Makassar mengintegrasikan tiga pilar linguistik untuk meningkatkan membaca pemahaman: Nativisme mengoptimalkan potensi alami otak (LAD) dalam menyerap bahasa, Strukturalisme melatih ketelitian siswa membedah pola kalimat secara sistematis, dan Generativisme mendorong kemampuan siswa mentransformasikan teks menjadi pemahaman konsep yang mendalam. Sinergi ini memastikan siswa tidak hanya mampu mengenali struktur kebahasaan, tetapi juga secara kritis memproduksi makna dari setiap bacaan. Sehingga, model pembelajaran SNC layak direkomendasikan sebagai alternatif model pembelajaran di sekolah dasar.