Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Akuntansi Multiparadigma

POLITIK PENAMAAN DALAM PELAPORAN KORPORAT PASCAIMPLEMENTASI INTEGRATED REPORTING Nina Febriana Dosinta; Handi Brata
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2020 - Agustus 2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2020.11.1.09

Abstract

Abstrak: Politik Penamaan dalam Pelaporan Korporat Pascaimplementasi Integrated Reporting. Penelitian ini bertujuan mengkaji perubahan dan menggali unsur politik pada pelaporan korporat di Indonesia pascaterlaksananya integrated reporting. Penelitian ini menerapkan metode analisis konten kritis pada integrated reporting, annual report, dan sustainability reporting pada beberapa perusahaan tahun 2009-2018. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan pelaporan korporat yang bersifat semu. Walau ketiga perusahaan telah berhasil dalam menerapkan integrated reporting dengan kurun waktu 4-7 tahun, tidak menjamin bahwa pengadopsiannya dapat dilakukan secara kontinu. Oleh karena itu, pemegang saham selaku ‘penguasa tertentu’ selayaknya menekan perusahaan untuk menjaga keberlangsungan perusahaan di masa depan. Abstract: Politics of Naming in Corporate Reporting After Integrated Reporting Implementation. This study aims to examine changes and explore the political elements in corporate reporting in Indonesia after the implementation of integrated reporting. This study applies a critical content analysis method in integrated reporting, annual report, and sustainability reporting in several companies in 2009-2018. The results show a pseudo change in corporate reporting. Although all three companies have succeeded in implementing integrated reporting with a span of 4-7 years, it does not guarantee that the adoption can be carried out continuously. Therefore, shareholders as 'certain authorities' should pressure the company to maintain the company's sustainability in the future.
HARUSKAH VALUE CREATION HANYA TERDAPAT PADA INTEGRATED REPORTING? Nina Febriana Dosinta; Handi Brata; Elok Heniwati
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.064 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2018.04.9015

Abstract

Abstrak: Haruskah Value Creation Hanya Terdapat pada Integrated Reporting? Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah Integrated Reporting (IR) layak dijadikan media tunggal untuk mengungkapkan value creation, atau ada alternatif lain. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana pada pelaporan berkelanjutan beberapa perusahaan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa value creation yang merupakan esensi dari IR tidak harus diungkapkan dalam IR. Hal ini disebabkan karena pengungkapan multiple capitals, value creation, dan informasi keberlanjutan tidak hanya diungkapkan dalam IR. Informasi ini juga terdapat dalam annual report dan laporan berkelanjutan pada perusahaan yang tidak menyajikan IR.                                                                                        Abstract: Must Value Creation be Only Included in Integrated Reporting? This research aimed to review whether Integrated Reporting (IR) can became the only medium for disclosing value creation, or there is another alternative. This research used discourse analysis at several companies reporting in Indonesia. The research findings showed that the value creation, that essential in IR, didn’t have to be disclosed in IR. This was due to disclosures of multiple capitals, value creation and sustainability information were not only disclosed in IR. It could be seen in the annual report and sustainability report of the company which doesn’t make IR.
MANIFESTATION OF SDG IN CORPORATE REPORTING: WHAT ABOUT INTEGRATED REPORTING? Dosinta, Nina Febriana; Yunita, Khristina; Astarani, Juanda
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2025 - Agustus 2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2025.16.1.11

Abstract

Abstrak - Tantangan Pelaporan Terintegrasi: Pelaporan Akuntansi dan Tujuan Pembangunan BerkelanjutanTujuan Utama - Penelitian ini mengeksplorasi tantangan pelaporan terintegrasi berkenaan akuntansi keberlanjutan dan tujuan pembangunan berkelanjutan.Metode – Penelitian ini menggunakan metode analisis konten. Objek penelitian adalah pelaporan perusahaan jasa keuangan tahun 2016-2024.Temuan Utama – Penelitian ini menemukan bahwa pelaporan korporat tidak kontinu dalam mengadopsi secara penuh pelaporan terintegrasi. Internalisasi akuntansi keberlanjutan, dan prioritas tujuan pembangunan berkelanjutan memperkuat keberlanjutan perusahaan yang tercermin pada pelaporan perusahaan bagian keberlanjutan. Penekanan pada asas tujuan pembangunan berkelanjutan tercermin pada pelaporan korporat yang tidak mengadopsi penuh pelaporan terintegrasi.Implikasi Teori dan Kebijakan – Penelitian ini menyarankan kerangka akuntansi yang menekankan akuntansi keberlanjutan dan pelaporan SDGs. International Accounting Standard Board dapat mempertimbangkan hasil penelitian ini untuk mengembangkan kerangka akuntansi yang lebih komprehensif.Kebaruan Penelitian - Penelitian ini mengeksplorasi tantangan pelaporan terintegrasi berkenaan akuntansi keberlanjutan dan tujuan pembangunan berkelanjutan pada pelaporan perusahaan jasa keuangan. Abstract - Integrated Reporting Challenges: Sustainability Accounting and Sustainable Development Goals ReportingMain Purpose – This study explores the challenges of integrated reporting regarding sustainability accounting and sustainable development goals.Method – This study utilises the content analysis method. The study object is a financial services company reporting from 2016 to 2024.Main Findings – This study found that corporate reporting is not consistent in fully adopting integrated reporting. The internalisation of sustainability accounting and the prioritisation of sustainable development goals strengthen corporate sustainability, which is reflected in corporate sustainability reporting. The emphasis on the principles of sustainable development goals is reflected in corporate reporting that does not fully adopt integrated reporting. Theory and Practical Implications – This study proposes an accounting framework that emphasises sustainability accounting and SDG reporting. The International Accounting Standards Board may consider the results of this study to develop a more comprehensive accounting framework. Novelty – This study explores the challenges of integrated reporting regarding sustainability accounting and sustainable development goals in financial services company reporting.
MALLEABLE MENTAL ACCOUNTING DAN MAKNA KEBAHAGIAAN SELAMA PANDEMI COVID-19 Brata, Handi; Hartiningsih, Dinda Maulidya; Dosinta, Nina Febriana
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2022 - Agustus 2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.13.1.02

Abstract

Abstrak - Malleable Mental Accounting dan Makna Kebahagiaan Selama Pandemi Covid-19Tujuan Utama - Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana makna kebahagiaan dan strategi coping yang dipilih seseorang bisa mengurangi efektivitas kerja mental accounting dalam pengelolaan keuangan pribadi.Metode - Penelitian ini menerapkan metode studi kasus exploratory. Beberapa mahasiswa menjadi informan melalui wawancara secara daring.Temuan Utama - Makna kebahagiaan tergantung pada konsepsi mental seseorang. Konsepsi ini menjadi framing effect yang baik untuk menjustifikasi pembelian pribadi. Keberadaan akun mental yang ambigu dari aktivitas self-love melemahkan fungsi mental accounting dalam mengendalikan pengeluaran tambahan sehingga memicu overspending dan defisit anggaran mental.Implikasi Teori dan Kebijakan – Penelitian ini memperluas literatur akuntansi dari konteks kesejahteraan mental dan pandemi. Penelitian ini juga menampilkan evaluasi kebijakan coping dan implikasinya pada keuangan pribadi.Kebaruan Penelitian – Isu pandemi menjadi konsepsi mental yang kuat untuk terjadinya mallealble mental accounting tetapi self-control dapat ditingkatkan kembali jika putusan pembelian dievaluasi dengan dua prinsip emotional value yang diberikan dalam penelitian ini. Abstract - Malleable Mental Accounting and Meaning of Happiness During Covid-19 PandemicMain Purpose – This study aims to understand how the meaning of happiness and the chosen coping strategy impair the mental accounting effectiveness in managing personal finance.Method – This study applied an exploratory case study method. Some students became informants through online interviews. Main Findings – The meaning of happiness depends on the personal mental conception. This concept is a good framing effect for purchase justification. An ambiguous mental account, related to self-love activities, hampers the mental accounting to control extra expenditures which triggers overspending and a mental budget deficit.Theory and Practical Implications – This study extends accounting literature in the contexts of pandemics and mental well-being. This study evaluates the coping policy and shows its implications on personal finance.Novelty – Pandemic issues are strong mental conceptions to allow malleable mental accounting, but one’s self-control can be re-activated if the buying decision is evaluated using two principles of emotional value given in this study.
Co-Authors ., Rusliyawati Ade Maulidianti Adelia Angelina Agustina Sarimastini Andini, Novia Anisah, Nur Wafa Archilues, Maria Cyntia Ariya Sapta Putra Auro Osti Berliana Hutabarat Azmi, Ika Nur Ceci Lia Chen Chen, Ceci Lia Damayanti, Fera Destriani, Mutiara Dewi, Anis Kusuma Elok Heniwati Elvariany, Karina Erni Panca Kurniasih Fahmi , Muhammad Fariastuti Djafar, Fariastuti Fariastuti Fariastuti Febriani, Adelia Felmadefi, Renita Ferrary, Melissa Fibrianti, Ika Gowira, David Hamsyi, Nur Fitriana Hamzani, Umianty Hamzani, Umiaty Handi Brata Handi Brata Hartiningsih, Dinda Maulidya Haryono Haryono Helmi, Syarif M Helmi, Syarif Muhammad Hotben, Hotben Ikhsan, Syarbini Iqbal, Ichsan Ira Grania Mustika Juanda Astarani Juanda Astarani Juanda Astarani Julianto, Hery Kartika , Metasari Kenny, Cristian Khristina Yunita Kusuma, Dewi Agustine Leorinita, Gita Luthfi’ya, Ghina Ayu Maria Cyntia Archilues Maryati Maryati Maulidianti, Ade Metasari Kartika, Metasari Muhammad Fahmi MUHAMMAD FAHMI Muhammad Imran Syafe'ie Muhsin Muhsin Musfikianty, Rindy Nella Yantiana Nur Fitriana Hamsyi Pratama, Muhammad Rahmadi Putra, Adirama Chrisna Ramadhani, Reni Rejeki, Ires Azri Sari Rusmita Sari Rusmita Sari, Bella Mega Sarimastini, Agustina Situmorang, Yohana Deswita Surianti Surianti, Surianti Syarif M. Helmi Syarif Muhammad Helmi Titik Susanti Tyas, Farradesty Cahyaning Umiaty Hamzani Valentino, Gland William Veithzal Rivai Zainal Vinata, Velia Vitriyan Espa Wahyuni Wahyuni wahyuni wahyuni Yantiana, Nella Yocelyn Yulianto Yulianto, Yocelyn Yunita , Khristina