Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Study Trafficability Mesin Thresher Roda Tiga Produksi Bengkel Peni Sukoharjo di Lahan Sawah Ampri Lylyanto Khusna; Gunomo Djoyowasito; Sandra Malin Sutan
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2020.008.01.08

Abstract

Sistem pemanenan padi secara mekanis pada lahan sawah di beberapa wilayah di Indonesia perlu mempertimbangkan kondisi lahan, lebih khusus lagi pada daya sangga lahan (trafficability) untuk menumpu mesin-mesin pemanen tersebut seperti tergenangnya sawah. Trafficability adalah kemampuan daya dukung lahan dan traksi untuk operasi kendaraan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mencari lahan sawah yang bisa dilewati mesin tresher supaya mesin tersebut bisa ditempatkan didekat lahan sawah yang akan dipanen berdasarkan perbandingan tekanan pada roda tresher dibandingkan dengan uji penetrasi tanah pada masing-masing petak sawah. Metode penelitian yang digunakan ialah mengukur parameter pengamatan yaitu parameter design dan parameter tanah. Pada parameter design, mengukur spesifikasi mesin power tresher roda tiga yaitu gaya pada masing-masing roda, tekanan pada masing-masing roda,  titik pusat beban, dan sudut guling power tresher. Sedangkan pada parameter tanah, mengukur penerasi tanah dan kemiringan lahan pada 15 petak sawah pengamatan. Hasil pengamatan menunjukkan mesin tresher roda tiga memiliki panjang 3,23 m, lebar 1,62 m, dan tinggi 1,63 m dan tenaga penggerak mesin diesel 20 hp. Titik pusat beban dari mesin tresher berada pada sumbu x 129,4 cm, sumbu y 81,02 cm dan sumbu z 69,73 cm. Tekanan pada roda belakang kiri sebesar 1,1227 kg/cm2, pada belakang kanan sebesar 1,07169 kg/cm2, dan pada roda depan sebesar 0,81114 kg/cm2 dan mesin tresher roda tiga dapat melewati lahan sawah yang memiliki nilai penetrasi lebih dari 1,1227 kg/cm2 dengan kadar air tanah maksimal sebesar 39,42%.
Pengkajian Beras Pecah Kulit (Brown Rice) Dalam Kemasan Vakum (Vacuum Packaging) Berdasarkan Ketebalan Plastik Kemasan Jenis Nylon Yusuf Hendrawan; Ary Musthofa Ahmad; Gunomo Djoyowasito; Meilani Eka Marantika
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.639 KB)

Abstract

Beras pecah kulit (Brown Rice) merupakan beras yang hanya dihilangkan sekamnya, dilakukan satu kali pengilingan tanpa dipoles menjadi beras putih dan masih memiliki kulit ari. Sehingga beras pecah kulit memiliki gizi yang lebih lengkap dibandingkan beras giling. Namun memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi dibandingkan beras sosoh sehingga lebih mudah apek selama masa penyimpanan sehingga dibutuhkan cara penyimpanan yang tepat untuk menjaga penurunan mutu beras selama penyimpanan salah satunya dengan dikemas secara vakum (Vacuum Packaging). Pengemasan vakum merupakan salah satu teknologi pengemasan yang mampu menurunkan reaksi oksidasi pada produk karena pengemasan dilakukan secara vakum atau menghilangkan udara dari dalam kemasan. Jenis kemasan dan ketebalan plastik kemasan yang digunakan juga mampu menghambat kerusakan pada produk. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji beras pecah kulit selama penyimpanan vakum berdasarkan ketebalan kemasan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai cara pengemasan beras pecah kulit secara tepat. Rancangan percobaan yang dilakukan adalah Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara faktorial dengan dua faktor yaitu varietas perlakuan (beras pecah kulit, beras sosoh I dan beras sosoh II) dan ketebalan kemasan (plastik vakum 75 mikron, 100 mikron dan 120 mikron) sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan yang masing-masing diulang 3 kali yang akan disimpan pada suhu ruangan selama 2 bulan dan diamati 15 hari sekali. Parameter yang diuji yaitu perubahan berat, kadar air, densitas, kadar lemak dan organoleptik aroma. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan sidik ragam ANOVA, uji lanjut BNJ dan perlakuan terbaik diperoleh menggunakan Multiple Attribute. Berdasarkan hasil penelitian, ketebalan plastik kemasan jenis nylon memberikan pengaruh nyata terhadap perubahan berat, kadar air, densitas, dan kadar lemak. Selama penyimpanan perubahan berat dan kadar air cenderung meningkat, densitas dan kadar lemak cenderung menurun, nilai kesukaan panelis terhadap aroma beras juga cenderung menurun. Perlakuan terbaik yaitu pada beras sosoh II dengan kemasan 120 mikron dengan perubahan berat terendah (0,164%), nilai kadar air terendah (12,751%), nilai densitas tertinggi (0,820 gr/cm3), nilai kadar lemak (0,23%), dan nilai kesukaan panelis tinggi (5,3 atau suka).
Analisis Performansi Solar Water Heater pada Rangkaian Instalasi Pengering Kabinet Retno Damayanti; Affan Zahirul Fawazi; Gunomo Djoyowasito
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2022.010.03.10

Abstract

Energi matahari sebagai sumber energi terbarukan dapat dimanfaatkan menjadi energy termal untuk proses pengeringan. Pengeringan menggunakan instalasi solar water heater, penukar panas, dan ruang pengering bahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui data temperatur air keluar dari solar water heater dan menghitung energi dan efisiensi penyerapan panas pada kolektor solar water heater. Penelitian dilakukan dengan mengukur temperatur, intensitas cahaya matahari, debit air dan kecepatan angin selama proses pengeringan. Penelitian dilakukan selama 7 hari dimulai pada pukul 08.00-16.00 WIB. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata temperatur fluida air keluar dari solar water heater sebesar 51.3 °C, rata-rata temperatur yang didapatkan ruang pengering sebesar 36.7 °C. Hasil energi rata-rata tertinggi pada sistem solar water heater terjadi pada hari pertama dengan nilai 927.5 J. Energi rata-rata tertinggi pada kolektor terjadi pada hari pertama dengan nilai 478.2 J dengan efisiensi kolektor 41.94%.
PERUBAHAN SIFAT FISIK BUAH TOMAT SETELAH PROSES TRANSPORTASI Ida Ayu Widhiantari; Sandra Sandra; Gunomo Djoyowasito
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.993 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v7i2.69

Abstract

During the activities of transportation of tomatoes can be damaged due to the vibration frequency of transport machinery and also the transport time. The presence of vibration during the transportation process of tomato fruit can affect change in texture of tomatoes. Optimization is used in this study in order to obtain optimum quality of tomato fruits after simulation transport. Optimization by using Response Surface Methodology (RSM) methods Central Composite Design (CCD) with two independent variables are the vibration frequencies (3 Hz, 6Hz, and 9Hz) and the duration of vibration (90, 120, and 150 minutes) as well as the texture of tomatoes as a response. The optimum conditions obtained in the vibration frequency of 2,32 Hz and transport simulation time 133,42 minutes with optimum texture value of tomatoes is 0,147768 with a value of desirability that 0,928.
PENGARUH JENIS KEMASAN DAN FREKUENSI PENGGETARAN TERHADAP KERUSAKAN MEKANIS BUAH APEL MANALAGI (Malus sylvestris) Lita Puspita Rizka Perdana; Gunomo Djoyowasito; Elka Musyarofatunnisa; Sandra Sandra
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.788 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v7i1.102

Abstract

Permasalahan yang sering dijumpai pada buah apel Manalagi adalah kerusakan mekanis. Salah satu yang harus diperhatikan selama penanganan pasca panen adalah transportasi. Penanganan yang tidak optimal selama transportasi menyebabkan buah yang sampai ke konsumen tidak sesegar buah aslinya bahkan kehilangan kualitas akibat benturan dan memar pada permukaan buah. Kerusakan secara mekanis akan mempercepat laju respirasi buah sehingga otomatis akan mempengaruhi kandungan secara kimiawi. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan cara pengemasan yang optimal. Pengemasan menjadi salah satu faktor penentu kesuksesan sebuah industri pangan nasional. Bahan yang sering dimanfaatkan dalam pengemasan buah apel adalah styrofoam. Namun, seiring bertambahnya pemanfaatan styrofoam untuk mengemas buah-buahan maka meningkat pula limbah yang dihasilkan. Bahaya dari dampak styrofoam sangat buruk bagi lingkungan karena limbah kemasan styrofoam sampai saat ini masih belum dapat diatasi pemusnahannya. Sehingga, diperlukan sebuah kemasan alternatif yang bersifat organik yang mampu mengurangi kerusakan mekanis dan tidak mencemari lingkungan. Bahan yang digunakan dalam pembuatan kemasan organik adalah batang eceng gondok, pelepah pisang, dan gliserol sebagai plasticizer. Dalam proses penggetarannya digunakan frekuensi sebesar 2,667 Hz, 3,1 Hz, dan 3,933 Hz. Penggunaan kemasan organik dapat menjaga nilai susut bobot buah apel 0,8% lebih baik jika dibandingkan dengan buah yang dikemas styrofoam. Pada frekuensi 2,667 Hz buah apel yang dikemas kemasan organik menghasilkan nilai kerusakan rata-rata 65 mm. Berbeda halnya dengan styrofoam pada frekuensi yang sama, yaitu 2,667 Hz menghasilkan kerusakan rata-rata 64,1 mm.
MODIFIKASI ASPEK RASIO SUDU KINCIR ANGIN DAN GEAR RASIO PADA AERATOR BEBASIS TEKNOLOGI POMPA SPIRAL BERTENAGA AIR wenny andriyani; Gunomo Djoyowasito; Rifaldi Aprilianto; Ary Mustofa Ahmad; Musthofa Lutfi
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.136 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v7i1.107

Abstract

Peningkatan produktivitas tambak udang di Indonesia dilakukan dengan tetap menjaga kualitas air tambak menggunakan aerator. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecepatan putar dengan modifikasi aerator yang memanfaatkan teknologi pompa spiral yang kemudian digerakkan oleh kincir angin. Metode penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu: (1) Pembuatan rancangan modifikasi aspek rasio dan gear rasio (2) Persiapan Komponen kincir angin dan gear rasio, (3) Perakitan alat, (4) Uji kinerja alat. Modifikasi dilakukan pada kebutuhan kecepatan putar aerator dengan aspek rasio kincir angin dan gear rasio. Aspek rasio yang digunakan pada sudu kincir angin sebesar 0,833 dan 2,167, sementara gear rasio yang digunakan adalah 1:10 dan 1:5. Parameter yang diukur adalah kecepatan angin, kinerja aerator (kecepatan putar kincir angin, kecepatan putar pompa spiral, daya, debit, tinggi tekan), dan kualitas air (oksigen terlarut). Hasil uji kinerja alat dengan kecepatan angin berkisar antara 0,62 - 4,65 m/s. Kecepatan putar teoritis yang terukur adalah sebesar 45,4632. Sementara untuk reduksi putar memiliki nilai rata-rata sebesar 0,41. Daya teoritis terkecil yang dihasilkan oleh kecepatan angin terkecil, yaitu sebesar 0,62 m/s. Daya yang dihasilkan sebesar 0,1967 Watt. Kemudian daya, debit air, dan tinggi tekan rata-rata 24.02834 watt, 15.52008 cm3/s, 30.16 cm. Sementara oksigen terlarut yang dihasilkan berkisar antara 4,4 – 11,9 mg/L. Aerator dengan aspek rasio 0,833 dan gear rasio 1:10 serta aerator dengan aspek rasio 2,167 dan gear rasio 1:5 mampu menghasilkan kecepatan putar, daya, dan debit air yang lebih baik. Namun, untuk tinggi tekan aerator yang belum dimodifikasi menghasilkan nilai yang lebih tinggi. Sementara kedua aerator mampu menghasilkan oksigen terlarut berkisar 4 – 11 mg/L.
RANCANG BANGUN DAN UJI KINERJA MESIN PERAJANG TEMBAKAU MESIN PERAJANG TEMBAKAU SEMI MEKANIS SISTEM KAYUH Sandra Sandra; Yoga Aditya Pratama; Gunomo Djoyowasito; Ary Mustofa Ahmad
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.509 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v7i2.144

Abstract

Tobacco is a very promising export commodity for Indonesia. With a high selling price, tobacco can improve the economic level of the tobacco farming community. Problems that are often faced in the tobacco processing process are long and less efficient crafting processes. Therefore we need a tool to support an effective and efficient crafting process. The making of tools is done in Malang creative art welding workshop and tool testing is carried out in the power laboratory and agricultural machinery. The purpose of making this tool is to make the semi-mechanical tobacco chopper system paddle and test the performance of the chopper machine. The working principle of this machine is that the blade shaft that is connected to the pedaling pedal will rotate when the pedal is moved and will slice the leaves of tobacco that enter through the leaf input section. From the results of engine performance tests that have been made obtained the value of engine efficiency is 94% and the average capacity of 21.92 kg / hour and the power needed by the engine is 0.228 HP
PENDUGAAN REDUKSI UKURAN BERBASIS MODEL ALGORITMA PERHITUNGAN BALIK PADA PENEPUNGAN CANGKANG RAJUNGAN MENGGUNAKAN BALL-MILL Vibi Rafianto; Gunomo Djoyowasito; Mochammad Bagus Hermanto; Yusuf Wibisono
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.516 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v9i1.217

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan salah satu hewan laut yang banyak terdapat di perairan Indonesia. Limbah cangkang rajungan memiliki kadar protein (32,95%), serat kasar (10,89%), kalsium (22,93%), dan fosfor (0,78%). Kandungan kalsium yang tinggi membuat cangkang rajungan dapat diolah untuk mendapatkan senyawa hidroksiapatit, yang bisa dipergunakan untuk pupuk lepas lambat. Sebelum dikonversi menjadi senyawa hidroksiapatit, diperlukan proses pengecilan ukuran atau penepungan dari cangkang rajungan. Proses penepungan dapat dilakukan menggunakan Ball-Mill, tetapi belum ada penelitian secara khusus yang membahas tentang mekanisme penepungan cangkang rajungan menggunakan Ball-Mill. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan parameter penggilingan dari model kinetik pada penggilingan cangkang rajungan sehingga didapatkan prediksi pengecilan ukuran partikel tepung cangkang rajungan. Dalam penelitian ini, Ball-Mill tipe batch digunakan untuk menggiling 1,5 kg cangkang rajungan kering dengan rasio diameter bola yang berbeda. Estimasi parameter pemecahan dilakukan menggunakan model algoritma penghitungan balik, dengan estimasi parameter pemecahan secara berurutan ɑ; α; δ; γ; 𝜙 = 1,1 ; 1,9 ; 1000 ; 0,5 ; 0,6 pada perlakuan A, dan α; δ; γ; 𝜙 adalah 8,8 ; 6,4 ; 1000 ; 0,6 ; 8,8 pada perlakuan B. Dengan menggunakan parameter tersebut dapat disimulasikan antara lama waktu penggilingan dengan ukuran partikel yang dihasilkan.
Pengaruh Waktu dan Suhu Pengeringan terhadap Kandungan Pati pada Pembuatan Bubuk Umbi Talas (Colocasia esculenta L. Schott) untuk Bioplastik Musthofa Lutfi; Alin Rosyidatul Afidah SR; Sandra Malin Sutan; Gunomo Djoyowasito
Rona Teknik Pertanian Vol 12, No 1 (2019): Volume 12, No. 1, April 2019
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v12i1.13003

Abstract

Abstrak. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor usaha di Indonesia yang banyak menghasilkan produk makanan untuk kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Salah satu bagian organ tanaman yang dapat dimanfaatkan adalah umbi. Kategori tanaman untuk jenis umbi-umbian ini sangat beragam. Salah satunya adalah umbi talas. Talas merupakan tanaman yang mengandung kadar pati tinggi yaitu 80%. Pati yang ada pada umbi talas ini sangat potensial untuk dijadikan bahan pembuatan bioplastik. Penelitian ini dilakukan untuk menguji kadar pati pada bubuk talas yang memiliki variasi suhu dan waktu pada pengeringannya. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), yang terdiri dari dua faktor, yaitu: Faktor I : Waktu pengeringan (T) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu T1 = 3 jam, T2 = 4 jam, T3 = 5 jam, dan T4 = 6 jam. Faktor II : Suhu Pengeringan (P) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu P1 = 40°C, P2 = 50°C, dan P3 = 60°C. Berdasarkan hasil penelitian waktu dan suhu pengeringan memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar pati yang diperoleh. Semakin tinggi suhu dan waktu pengeringan maka kadar pati bubuk umbi talas akan semakin rendah. Perlakuan yang paling optimal dan terbaik dalam penelitian adalah perlakuan suhu 40oC waktu 4 jam. Pada perlakuan tersebut diperoleh kadar pati yang tinggi yaitu 76,89%, selain itu pada perlakuan tersebut dapat memperoleh rendemen bubuk umbi talas yang tinggi dalam waktu yang singkat.  The Effect of Time and Temperature of Drying on Starch Content in The Making of Taro Tuber Powder (Colocasia esculenta L. Schott) for Bioplastics Abstract. The agricultural sector is one of the business sectors in Indonesia that produces a lot of food products for the food needs of the Indonesian people. One part of the plant organ that can be used is tuber. The plant categories for these types of tubers are very diverse. One of them is taro tuber. Taro is a plant that contains a high starch content of 80%. Starch in taro tubers is very potential to be used as a material for making bioplastics. This research was conducted to test the starch content of taro powder which has variations in temperature and time on drying. This research method uses a randomized block design (RBD), which consists of two factors, namely: Factor I: Drying time (T) consisting of 4 levels, namely T1 = 3 hours, T2 = 4 hours, T3 = 5 hours, and T4 = 6 hours. Factor II: Drying Temperature (P) which consists of 3 levels, namely P1 = 40 ° C, P2 = 50 ° C, and P3 = 60 ° C. Based on the results of the research the drying time and temperature gave a significant effect on the starch content obtained. The higher the temperature and time of drying, the lower the starch content of powdered taro tuber. The most optimal and best treatment in the study was a treatment temperature of 40oC for 4 hours. In the treatment obtained a high starch content that is 76.89%, in addition to that the treatment can obtain a high yield of taro tuber powder in a short time.
Enhancing Spinach (Amaranthus tricolor L.) Growth Using Maggot Fermentation-Derived Liquid Organic Fertilizer and AB Mix in Drip Fertigation Systems Sugiarto, Yusron; Nugrayani, Thalia Reninang; Hakim, Luchman; Djoyowasito, Gunomo; Zhang, Juan
Journal of Tropical Agricultural Engineering and Biosystems - Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol. 12 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2024.012.02.04

Abstract

Spinach (Amaranthus tricolor L.) is a highly nutritious leafy vegetable widely cultivated for its rich content of vitamins and minerals. To enhance spinach production sustainably, this study investigates the use of liquid organic fertilizer derived from maggot fermentation combined with AB mix nutrients, applied through a drip fertigation system. The study was conducted using three different concentrations: 2.5 ml/L, 5 ml/L, and 7.5 ml/L, with the goal of identifying optimal conditions for maximizing spinach growth. The research utilized a two-factorial, Completely Randomized Design (CRD) with five replications to evaluate the effects of these nutrient combinations on key growth parameters, including plant height, leaf number, leaf area and weight of plants. Results indicated that a concentration of 7.5 ml/L provided the most favorable growth outcomes, with a 46.5 cm increase in plant height and a biomass accumulation of 61.8 grams, representing significant improvements over control treatments. The macro-nutrient content of the maggot-derived POC met national agricultural standards, except for pH, which improved to 7.10 when combined with AB mix. These findings suggest that integrating maggot POC with AB mix offers a cost-effective and environmentally friendly alternative to conventional fertilizers, promoting sustainable agricultural practices. This study contributes to developing efficient cultivation methods for spinach, addressing increasing market demands, and reducing reliance on chemical fertilizers.