Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Petani Melalui Pertanian Jagung Hibrida Berbasis Organik di Kecamatan Sungai Betung Bengkayang Astar, Ismail; Suyanto, Agus; Setiawan, Setiawan; Widarti, Sri; Sutikarini, Sutikarini; Rosalina, Shinta
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qp4ghb67

Abstract

Farmer poverty and food insecurity are key social determinants that directly affect community health status. Sungai Betung Sub-district, Bengkayang Regency, has substantial agricultural potential that remains underutilized, resulting in low farmer income, food insecurity, and elevated health risks from chemical pesticide exposure among farmers and their families. This community service program aimed to improve farmer community health through empowerment in organic-based hybrid maize cultivation. Methods included community health education, practical organic farming training (organic fertilizer and Local Microorganism/MOL production), technical field mentoring, and market access facilitation to support income improvement and household food security. The four-month program (March–June 2025) involved 9 students, and the Agricultural Extension Center (BPP). Results demonstrated an average knowledge increase of 51.6% across six measured health domains, enhanced nutritious food production capacity, and established marketing partnerships that support household income improvement. This program affirms that organic-based agricultural empowerment is an effective promotive-preventive strategy for improving rural community health status.
Perbaikan Tanah Sulfat Masam melalui Aplikasi Biochar Diperkaya Daun Kelor dan Kalium untuk Produksi Terong Astar, Ismail; Rahayu, Sri; Oktarianti, Sherly; Setiawan, Setiawan; Suyanto, Agus
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.12

Abstract

Tanah sulfat masam merupakan kendala utama dalam pengelolaan lahan pertanian karena kemasaman tinggi dan keterbatasan hara yang menghambat produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh aplikasi biochar dari sekam padi yang diperkaya ekstrak daun kelor (MLE), dikombinasikan dengan pupuk kalium (KCl), terhadap sifat kimia tanah dan produktivitas tanaman terong ungu (Solanum melongena L.). Percobaan dilakukan dengan rancangan acak lengkap faktorial menggunakan tiga dosis biochar-MLE (5, 10, 15 t ha⁻¹) dan tiga dosis KCl (100, 200, 300 kg ha⁻¹), masing-masing diulang tiga kali. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi dosis tertinggi (15 t ha⁻¹ biochar-MLE + 300 kg ha⁻¹ KCl) secara signifikan meningkatkan pH tanah (dari 4,58 menjadi 5,50), kapasitas tukar kation, karbon organik, serta ketersediaan unsur hara N, P, K, Ca, dan Mg, dan sekaligus menurunkan kejenuhan Al dan H pertukaran. Perlakuan tersebut juga memperbaiki pertumbuhan vegetatif dan komponen hasil tanaman, termasuk tinggi tanaman, jumlah buah, bobot, dan ukuran buah. Aplikasi kombinasi biochar diperkaya ekstrak daun kelor dan pupuk K menunjukkan sinergi fungsional secara agronomis, yaitu perbaikan sifat kimia tanah yang saling melengkapi dan meningkatkan ketersediaan hara, tanpa dimaknai sebagai interaksi statistik antar perlakuan. Temuan ini mendukung penggunaan amandemen berbasis biomassa untuk restorasi kesuburan tanah secara berkelanjutan pada lingkungan lahan basah terdegradasi.
Pengaruh Slow-Release Organic Fertilizer Berbasis Kotoran Ayam terhadap Sifat Kimia Tanah Aluvial Masam dan Pertumbuhan Selada (Lactuca sativa L.) Rahayu, Sri; Astar, Ismail; Setiawan, Setiawan; Suyanto, Agus
Agrikultura Vol 37, No 1 (2026): April, 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v37i1.69919

Abstract

Tanah aluvial masam dicirikan oleh pH rendah, kapasitas tukar kation yang terbatas, serta kandungan aluminium dapat ditukar yang tinggi, yang membatasi ketersediaan hara dan pertumbuhan tanaman hortikultura. Keterbatasan ini menuntut strategi pengelolaan tanah yang tidak hanya mampu menyediakan hara, tetapi juga meningkatkan sifat kimia tanah secara berkelanjutan. Pupuk lepas lambat (slow-release organic fertilizers/SROF) merupakan pendekatan yang menjanjikan karena mampu melepaskan hara secara bertahap sekaligus memperbaiki kondisi tanah dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pupuk organik lepas lambat yang diformulasikan dari kotoran ayam, abu sekam padi, dan pati singkong dalam memperbaiki sifat tanah dan pertumbuhan selada (Lactuca sativa L.). Percobaan dilakukan di rumah kaca Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Panca Bhakti Pontianak pada bulan Januari - Maret 2025, menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima taraf dosis SROF (0; 2,5; 5,0; 7,5; 10,0; dan 12,5 g/tanaman), masing-masing dengan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi pola pelepasan hara (N, P, dan K), sifat kimia tanah, pertumbuhan dan biomassa tanaman. Analisis data dilakukan menggunakan analisis varians (ANOVA) taraf nyata 1% dan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf nyata 5%. Pupuk menunjukkan pola pelepasan hara yang terkendali hingga 60 hari. Aplikasi SROF secara signifikan meningkatkan pH tanah (dari 3,57 menjadi 5,20), menurunkan Al dapat ditukar (dari 0,79 menjadi 0,30 cmol(+) kg-1), serta meningkatkan kandungan karbon organik, kapasitas tukar kation, kejenuhan basa, dan ketersediaan hara. Perbaikan tersebut secara signifikan meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang akar dan biomassa, dengan hasil optimal pada dosis 10–12,5 g/tanaman. Penelitian ini menunjukkan bahwa SROF berbasis kotoran ayam efektif sebagai amelioran tanah sekaligus sumber hara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas tanah aluvial dan produktivitas selada pada tanah masam.