Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PELATIHAN SNI SO 17025: 2008 BAGI TENAGA LABORATORIUM Gunamantha, I Made; Yuninggrat, Ni Wayan; Ayuni, Ni Putu Sri
International Journal of Community Service Learning Vol. 1 No. 1 (2017): May 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.673 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v1i1.11903

Abstract

Laboratorium adalah penyedia jasa yang bergerak di bidang pengujian mutu wajib didukung oleh tenaga teknis yang kompeten. Tenaga Penguji Laboratorium memiliki salah satu tugas melayani masyarakat. Masyarakat menghendaki mutu hasil pengujian laboratorium terus ditingkatkan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tenaga penguji laboratorium harus senantiasa mengembangkan diri dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan adanya jaminan mutu terhadap hasil pengujian laboratorium dan tuntutan diberikan pelayanan prima. Seiring dengan perkembangan dan kemajuan dunia, tuntutan standardisasi mutu pelayanan laboratorium tidak dapat dielakkan lagi. Pada saat ini, SNI 17025:2008 merupakan sebuah standar yang sangat populer di kalangan praktisi laboratorium. SNI 17025:2008 adalah persyaratan kompetensi laboratorium. Namun demikian, masih banyak praktisi laboratorium yang kurang memahami SNI 17025:2008 karena terbatasnya kesempatan dan mahalnya biaya pelatihan. Pengabdian masyarakat ini dimaksudkan untuk memberikan pelatihan tentang pemahaman sistem manajemen mutu laboratorium SNI ISO 17025: 2008 bagi tenaga laboratorium pengujian. Hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahama, wawasan, dan pengalaman peserta; membantu peserta untuk melakukan gap analisis antara kondisi yang ada di laboratoriumnya saat ini dengan tuntutan persyarata ISO 17025; dan melengkapi kompetensi peserta sebagai tenaga laboratorium pengujian.
PELATIHAN TEKNIK PENGGUNAAN BAHAN KIMIA UNTUK PENINGKATKAN KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM KIMIA Lasia, I Ketut; Gunamantha, I Made; Budiada, I Ketut
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.601 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v3i1.9150

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan penggunaan bahan kimia, menambah  pengetahuan  sifat dan karakter bahan kimia yang memiliki  potensi  dapat menimbulkan bahaya baik terhadap kesehatan  maupun bahaya kecelakaan, dan dapat meningkatkan budaya keselamatan dan keamanan. Sasaran kegiatan ini adalah mahasiswa semester awal Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Undiksha. Untuk mencapai tujuan tersebut maka digunakan metode pendampingan dengan praktek dan diskusi. Data hasil kegiatan dideskripsikan  secara aktual dan sistematis dalam kontek analisis deskriptif. Hasil yang diperoleh terjadi peningkatan keterampilan penggunaan bahan kimia, penambahan  pengetahuan  tentang sifat dan karakter  bahan  kimia yang berbahaya bagi kesehatan, dan mulai tercipta budaya keselamatan dan keamanan dalam praktikum kimia
TEKNOLOGI TEPAT GUNA PENGOLAHAN LIMBAH TEKSTIL BAGI INDUSTRI TENUN BINTANG TIMURTEKNOLOGI TEPAT GUNA PENGOLAHAN LIMBAH TEKSTIL BAGI INDUSTRI TENUN BINTANG TIMUR Yuningrat, Ni Wayan; Ayuni, Ni Putu Sri; Martiningsih, Ni Wayan; Gunamantha, I Made; Widana, Gede Agus Beni
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.317 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v7i1.12673

Abstract

Pada umumnya industri tekstil khususnya tenun menggunakan zat warna sintetis untuk proses pencelupannya, dengan pertimbangan warna yang dihasilkan akan lebih menarik dan tidak mudah pudar. Zat warna yang telah selesai digunakan dalam pencelupan seringkali dibuang langsung ke lingkungan tanpa diolah terlebih dahulu. Hal ini juga dilakukan oleh industri bintang timur, yang mana zat warna hanya ditampung dalam tanah yang digali sedalam 1 meter, sedangkan lokasinya dekat dengan persawahan. Kegiatan pengabdian diawali dengan identifikasi pengetahuan peserta tentang karakteristik, bahaya, penanggulangan dan penanganan awal zat warna tekstil melalui kuisioner. Sosialisasi alat pengolahan limbah dilakukan melalui penyerahan reaktor fotokatalitik fixed bed TiO2-batu apung dan dilanjutkan dengan demonstrasi pengoperasiannya menggunakan zat warna sisa pencelupan. Berdasarkan hasil kuisioner, sebagian besar peserta belum mengetahui karakteristik zat warna tekstil dan proses pengolahan yang diperlukan agar zat warna tekstil tidak mencemari lingkungan. Proses degradasi zat warna tekstil berjalan kurang efektif (26%) yang disebabkan kurangnya sinar matahari yang diperlukan untuk proses fotodegradasi tersebut. Pada umumnya industri tekstil khususnya tenun menggunakan zat warna sintetis untuk proses pencelupannya, dengan pertimbangan warna yang dihasilkan akan lebih menarik dan tidak mudah pudar. Zat warna yang telah selesai digunakan dalam pencelupan seringkali dibuang langsung ke lingkungan tanpa diolah terlebih dahulu. Hal ini juga dilakukan oleh industri bintang timur, yang mana zat warna hanya ditampung dalam tanah yang digali sedalam 1 meter, sedangkan lokasinya dekat dengan persawahan. Kegiatan pengabdian diawali dengan identifikasi pengetahuan peserta tentang karakteristik, bahaya, penanggulangan dan penanganan awal zat warna tekstil melalui kuisioner. Sosialisasi alat pengolahan limbah dilakukan melalui penyerahan reaktor fotokatalitik fixed bed TiO2-batu apung dan dilanjutkan dengan demonstrasi pengoperasiannya menggunakan zat warna sisa pencelupan. Berdasarkan hasil kuisioner, sebagian besar peserta belum mengetahui karakteristik zat warna tekstil dan proses pengolahan yang diperlukan agar zat warna tekstil tidak mencemari lingkungan. Proses degradasi zat warna tekstil berjalan kurang efektif (26%) yang disebabkan kurangnya sinar matahari yang diperlukan untuk proses fotodegradasi tersebut.
PELATIHAN PENGENALAN ISO 9001: 2015 BAGI ALUMNI ANALIS KIMIA UNDIKSHA Gunamantha, I.M; Lasia, Ketut; Kritiyanti, P.L.P
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.586 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i2.31413

Abstract

Pelatihan ini dirancang untuk membantu para peserta memahami esensi dari ISO 9001:2015 sebagai versi terbaru saat ini yang dikeluarkan oleh ISO dan membantu peserta memahami bagaimana menerapkannya pada kondisi aktual di lapangan. Metode kegiatan yang digunakan adalah:  1) ceramah, diskusi, dan penugasan. Kegiatan ceramah dilaksanakan secara daring dengan menggunakan apikasi zoom. Ceramah digunakan dalam penyampaian materi tentang hal-hal pokok dalam setiap klausal ISO 9001:2015 dan interpretasinya. Ilustrasi beserta contoh-contoh dukumen relevan untuk setiap klausal juga diberikan. Hasil dari kegiatan ini berdampak pada pemahaman peserta pada setiap klausal SNI ISO 9001:2015 dan mampu mampu mengidentifikasi kesenjangannya dengan sistem manajemen yang sedang diterapkan saat ini di orgaisasinya. Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan dan sangat aktif dalam mengajukan pertanyaan ataupun kendala yang dihadapi dalam penerapan sistem ini pada organisasinya. Kegiatan ini sangat mengharapkan peserta dapat menularkan pengetahuan yang diperoleh dan berkontribusi pada penerapan ISO 9001:2005 di instansi asalnya.Kata kunci: SNI ISO 9001:2015, Pelatihan, Ceramah, Alumni Analis Kimia
Coastal Development Implications to changes of Coastal Typology in Denpasar City Environment Atmaja, Dewa Made; Gunamantha, I Made; Bharata, Ida Bagus Arya Yoga
Sriwijaya Journal of Environment Vol 10, No 1 (2025): Environmental Impacts
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The physical development that occurs can change natural landscape units and none other than that is the coastal typology in the coastal area of Denpasar City with high development intensity. This research aims to describe the implications of coastal development on changes in coastal typology in Denpasar City. The method in this research design is quantitative descriptive using QGIS tools for analysis and Landsat satellite image data available on Google Earth Pro for the period December 1990, 2005, and 2020. The results of the research show that in development implications for changes in coastal typology that occur in the coastal area of Denpasar City include the addition or widening of the coastline for the anthropogenic coast coastal typology for the 1990-2005 period which was ±21.12 km long and in the 2005-2020 period it was increased to ±5.14 km long. The widening of the coastline in the marine deposition coast typology experienced an increase of ±1.7 km in the 1990-2005 period. Changes that occurred as a result of development implications that occurred during the 1990-2005 period also included the loss of the marine deposition coast typology along ± 10.61 km. Apart from that, in the same period, ± 1.66 km along the coastal typology of build-by organisms disappeared. Residential settlements on Serangan Island, which included the anthropogenic coast typology, also disappeared during this period for ± 1.18 km.
Pemanfaatan Citra Satelit Resolusi Tinggi pada Google Earth Pro dan SIG untuk Deteksi Kerusakan Infrastruktur Jalan dan Bangunan Akibat dari Abrasi di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru Bagus Arya Yoga Bharata, Ida; Atmaja, Dewa Made; Gunamantha, I Made; Christiawan, Putu Indra; Setiabudi, Gede Iwan
Jurnal ENMAP (Environment and Mapping) Vol. 6 No. 01 (2025): Maret 2025, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The coastal environment in some parts of Indonesia's coast is vulnerable to coastal dynamics, one of which is abrasion which threatens the organization at Pebuahan Beach, Banyubiru Village, Negara, Jembrana, Bali Island. The objectives of this research are 1) detecting environmental damage to road infrastructure and buildings resulting from abrasion at Pebuahan Beach, and 2) mapping environmental damage to road infrastructure and buildings resulting from abrasion at Pebuahan Beach. The research carried out was exploratory descriptive research using CSRT data available on Google Earth Pro at 3 different times, namely 2009, 2016, and 2023, which were collected through visual interpretation and digitization on the screen and then analyzed using a spatial approach. The research results showed that 184 buildings were washed away and 28 buildings were damaged during the 2009-2023 period. The percentage of buildings that were washed away and damaged was a total of 30% of buildings affected by abrasion during the 2009-2023 period. Apart from that, damage to road infrastructure covering 675.57 meters was washed away and 268.31 meters was damaged, or if combined, it reached 25% of the existing roads in the Pebuahan Beach residential area during the 2009-2023 period. The continuing damage that occurs makes it necessary to take concrete steps to address the large number of buildings and infrastructure that have been lost.
STUDI POTENSI BIOGAS DARI SAMPAH DAUN PISANG MELALUI PENGURAIAN SECARA ANAEROBIK Gunamantha, Made
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.689 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v3i1.2909

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi produksi biogas dari sampah daun pisang dan karakteristik residu yang dihasilkan dalam potensinya sebagai pupuk. Daun pisang dipilih karena merupakan komponen sampah biorganik utama khususnya pada sampah yang ditimbulkan di wilayah perkotaan di Bali. Percobaan dilakukan melalui perlakuan awal terhadap substrat daun pisang.yang telah dikecilkan ukurannya. Perlakuan awal dilakukan dengan merendam substrat dalam  larutan NaOH 0%, 0,25%, 0,75%, 1,25%, dan  1,75% (selanjutnya dinyatakan sebagai P0, P1, P2, P3, dan P4) dengan rasio larutan/daun pisang (1 L:250 gr) selama 1 hari pada temperatur udara sekitar sebelum diinkubasi dalam digester yang telah diisikan inokulum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biogas yang dihasilkan sangat tergantung pada kondisi perlakuan awal.  Produksi biogas komulatif dari masing-masing digester berturut-turut untuk P0, P1, P2, P3, dan P4 adalah 1438, 2159, 2255, 2443, dan 2722 mL. Adapun biogas yield (L/kg VS) yang dihasilkan dari masing-masing perlakuan  berturut-turut untuk P0, P1, P2, P3, dan P4 adalah 146; 220; 229; 248; dan 277 L biogas per kilogram volatile solid (VS) substrat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan semakin meningkatnya konsentrasi NaOH yang diberikan dalam perlakuan awal, biogas yield yang dihasilkan juga semakin meningkat.
PENGARUH PENAMBAHAN SLUDGE LIMBAH PENGOLAHAN LINDI TERHADAP DATA ANALISIS PROKSIMAT DAN NILAI KALOR BRIKET ARANG LIMBAH BIOMASSA Gunamantha, Made
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.686 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v4i2.6051

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan sludge terhadap data analisis proksimat dan nilai kalor briket arang limbah biomassa. Sampel sludge diperoleh dari fasilitas pengolahan lindi di tempat penimbunan akhir (TPA) Bengkala Singaraja. Limbah bambu dan jerami yang digunakan, diperoleh dari pengerajin bambu dan lahan pertanian di sekitar di kota Singaraja. Sampel sludge dikeringkan di bawah sinar matahari selama 3 (tiga) hari, ditumbuk hingga halus, dan diayak dengan saringan 25 mesh. Limbah bambu dipotong kecil-kecil hingga panjang dan lebar maksimal 3 x 3 cm sedangkan jerami dipotong-potong hingga panjang makismalnya 10 cm. Selanjutnya kedua limbah biomassa tersebut diarangkan secara terpisah. Arang yang diperoleh ditumbuk dan diayak dengan saringan 25 mesh. Briket dibuat dari masing-masing arang tersebut dengan variasi penambahan sludge 0%, 4%, 8%, 12%, 16%, 20%, 24%, 28%, 32%, 36%, dan 40%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan sludge mengakibatkan peningkatan kadar abu pada briket dan penurunan pada kadar volatile matter dan nilai kalornya.
FOTODEGRADASI METHYL ORANGE DALAM REAKTOR FIXED BED BATU APUNG-SEMEN Yuningrat, N.W.; Retug, N.; Gunamantha, I.M.
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 5 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.99 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v5i1.8275

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik batu apung dan semen yang digunakan sebagai bed dalam reaktor fixed bed dan efektivitasnya dalam mendegradasi methyl orange akibat pengaruh pH larutan dan sinar dalam sistem reaksi. Bed yang digunakan adalah batu apung berukuran kecil dengan perekatan semen dalam cetakan stainless steel berukuran 5x16x16 cm. Fotodegradasi methyl orange dijalankan pada pH larutan 7 dan diberikan sinar 2 buah lampu UV Sankyo Denky FT10T8BLB FL10BLB 10 W 325 nm selama 1, 2, 3, 4, 5, 6 dan 7 jam. Methyl orange disirkulasi pada temperatur kamar dari tangki penampungan menuju reaktor fixed bed menggunakan pompa dengan debit sebesar 6,89 mL/detik. Batu apung dan semen yang digunakan sebagai bed dianalisis bentuk dan unsur yang dikandungnya dengan menggunakan SEM EDX. Konsentrasi methyl orange sebelum dan setelah proses fotodegradasi diukur dengan menggunakan spektrofotometer UV Visibel Shimadzu 1240. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batu apung memiliki bentuk yang tidak beraturan dengan kandungan unsur tertinggi berupa Si sedangkan semen yang digunakan sebagai perekat memiliki bentuk seperti butiran yang homogen dengan kandungan unsur tertinggi Ca. Fotodegradasi methyl orange berjalan optimum pada pH 3 untuk waktu penyinaran 7 jam sebesar 40,37%. Degradasi methyl orange berlangsung efektif dengan adanya sinar dibandingkan tanpa penyinaran. Reaksi fotodegradasi methyl orange mengikuti kinetika reaksi orde satu semu dengan nilai k sebesar 0,0378 jam-1. Kata kunci : batu apung-semen, fotodegradasi, methyl orange, reaktor fixed bed Abstract The objectives of this research were to know the characterization of pumice stone and cement used in fixed bed reactor. The fixed bed used was made from pumice stone with a gluing cement in 5x16x16 cm stainless steel mold. Methyl orange photodegradation were carried out with pH 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13,and 14 and irradiated by 2 lamps of UV Sankyo Denky FT10T8BLB FL10BLB 10 W 325 nm for 1, 2, 3, 4, 5, 6 and 7 hours. Methyl orange was circulated at room temperature from its reservoir to fixed bed reactor by a pump with 6.89 mL/s. Pumice stone and cement were analyzed by SEM EDX to know its characterization. Methyl orange concentration before and after photodegradation were measured by UV Visible Spectrophotometer Shimadzu 1240. The result showed that pumice stone has irreguler shape with the highest material is Si and cement has homogeneous granule with the highest material is Ca. The best fotodegradation of methyl orange with UV irradiation at pH 3. Methyl orange photodegradation follows pseudo first order kinetics with reaction constant 0,0378 hour-1. Keywords : fixed bed reactor, methyl orange, pumice stone-cement, photodegradation
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING BERBASIS ETNOSAINS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA N.P.F.V. Dewi; N. Dantes; I.M. Gunamantha
PENDASI Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia Vol 7 No 2 (2023): Agustus, PENDASI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnal_pendas.v7i2.2393

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) berbasis etnosains terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPA siswa SD gugus II kecamatan kuta utara tahun ajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan quasi experimental design dengan rancangan The Posttest Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 186 siswa. Sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 56 siswa. Penentuan sampel menggunakan Teknik random sampling. Variabel bebas pada penelitian ini adalah model pembelajaran CTL berbasis etnosains, sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPA. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah MANOVA. Berdasarkan analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan yang simultan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CTL berbasis etnosains dan kelompok siswa yang bukan dibelajarkan dengan model pembelajaran CTL berbasis etnosains, dengan F hitung sebesar 37,125 dan signifikansi < 0,05, 2) Terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CTL berbasis etnosains dan kelompok siswa yang bukan dibelajarkan dengan model pembelajaran CTL berbasis etnosains dengan F hitung sebesar 65,616 dan signifikansi < 0,05, dan 3) Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CTL berbasis etnosains dan kelompok siswa yang bukan dibelajarkan dengan model pembelajaran CTL berbasis etnosains dengan F hitung sebesar 22,941 dan signifikansi <0,05.