Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) Berbantuan Komik Digital terhadap Keterampilan Membaca dan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SD Wahyuniari, Ni Gusti Agung Dewi; Ardana, I Made; Gunamantha, I Made
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 6 No. 3 (2023): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jippg.v6i3.66101

Abstract

Penerapan model-model serta metode pembelajaran inovatif masih jarang dilakukan, media pembelajaran kurang bervariatif, sehingga memicu timbulnya rasa bosan serta siswa menjadi kurang tertarik pada pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan komik digital terhadap keterampilan membaca dan hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas V SD. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan The Posttest Only Control Group Design. Sampel yang digunakan adalah sampel total.  Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode tes. Tes yang digunakan adalah tes keterampilan membaca dan tes hasil belajar Bahasa Indonesia. Uji hipotesis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis MANOVA. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ditemukan bahwa terdapat perbedaan secara simultan keterampilan membaca dan hasil belajar Bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TTW berbantuan komik digital dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan kooperatif. Terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan membaca Bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TTW berbantuan komik digital dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan kooperatif, dan Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TTW berbantuan komik digital dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan kooperatif.
Model Pembelajaran Project Based Learning terhadap Pemahaman Konsep IPA dan Sikap Ilmiah Siswa Kelas IV SD Ni Nyoman Ayu Sugiartini; I Made Gunamantha; I Made Ardana
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 7 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jippg.v7i2.73267

Abstract

Penyampaian materi pembelajaran, guru masih menggunakan metode ceramah dan tidak diimbangi dengan model yang inovatif serta media yang mendukung, guru hanya menggunakan papan tulis, sehinga tidak ada kontribusi siswa dalam proses pembelajaran atau dapat dikatakan proses pembelajaran masih bersifat teacher centered. Siswa masih kesulitan dalam menuangkan pikiran atau gagasan suatu masalah yang diberikan oleh guru, karena dalam pembelajaran IPA tidak hanya materi yang dijelaskan namun siswa dituntut untuk mampu melakukan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan pemahaman konsep IPA dan sikap ilmiah siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PjBL dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yaitu eksperimen semu (quasi experiment) yang menggunakan subjek kelas IV SD sejumlah 173 siswa. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah tes dan kuesioner dengan menggunakan instrumen berupa lembar kuesioner dan tes. Metode analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah menggunakan MANOVA. Hasil analisis menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan dalam sikap ilmiah antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PjBL berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA dan sikap ilmiah siswa. Implikasi dalam penelitian ini yaitu model pembelajaran PjBL lebih efektif untuk mengembangkan pemahaman konsep IPA dan sikap ilmiah siswa dibandingkan model pembelajaran konvensional.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING BERBASIS ETNOSAINS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA N.P.F.V. Dewi; N. Dantes; I.M. Gunamantha
PENDASI Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia Vol 7 No 2 (2023): Agustus, PENDASI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnal_pendas.v7i2.2393

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) berbasis etnosains terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPA siswa SD gugus II kecamatan kuta utara tahun ajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan quasi experimental design dengan rancangan The Posttest Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 186 siswa. Sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 56 siswa. Penentuan sampel menggunakan Teknik random sampling. Variabel bebas pada penelitian ini adalah model pembelajaran CTL berbasis etnosains, sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPA. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah MANOVA. Berdasarkan analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan yang simultan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CTL berbasis etnosains dan kelompok siswa yang bukan dibelajarkan dengan model pembelajaran CTL berbasis etnosains, dengan F hitung sebesar 37,125 dan signifikansi < 0,05, 2) Terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CTL berbasis etnosains dan kelompok siswa yang bukan dibelajarkan dengan model pembelajaran CTL berbasis etnosains dengan F hitung sebesar 65,616 dan signifikansi < 0,05, dan 3) Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CTL berbasis etnosains dan kelompok siswa yang bukan dibelajarkan dengan model pembelajaran CTL berbasis etnosains dengan F hitung sebesar 22,941 dan signifikansi <0,05.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERORIENTASI TRI HITA KARANA TERHADAP SIKAP PEDULI LINGKUNGAN DAN HASIL BELAJAR IPA N.P.L.S. Devi; I.B.P. Arnyana; I.M. Gunamantha
PENDASI Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia Vol 7 No 2 (2023): Agustus, PENDASI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnal_pendas.v7i2.2399

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan sikap peduli lingkungan dan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Problem Based Learning berorientasi Tri Hita Karana. Jenis penelitian ini yaitu quasi-experimental dengan non equivalent post-test only control group design. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas III SD. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan tes pilihan ganda. Analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial (manova dan anova). Hasil analisis menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh model pembelajaran PBL berorientasi tri hita karana terhadap sikap peduli lingkungan siswa diperoleh (Fhitung =17,072, sig 0,000<0,05), 2) tenrdapat pengaruh model pembelajaran PBL berorientasi tri hita karana terhadap hasil belajar IPA diperoleh (Fhitung =8,828, sig 0,004 <0,05) dan 3) terdapat pengaruh secara simultan model pembelajaran PBL berorientasi tri hita karana terhadap sikap peduli lingkungan dan hasil belajar IPA. Dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning berorientasi tri hita karana dapat meningkatkan sikap peduli lingkungan dan hasil belajar IPA.
KONTRIBUSI POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DITINJAU DARI EFIKASI DIRI N.K.D.S. Yanthi; N.K. Suarni; I.M. Gunamantha
PENDASI Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia Vol 8 No 2 (2024): Agustus, PENDASI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnal_pendas.v8i2.3337

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kontribusi pola asuh orang tua terhadap hasil belajar IPA ditinjau dari efikasi diri. Jenis penelitian ini adalah ex post facto dengan analisis ANAVA dua jalur (Two Way Anova). Hasil penelitian menunjukkan kontribusi pola asuh orang tua otoriter sebesar 8,07%, pola asuh orang tua demokratis sebesar 10,15%, dan pola asuh permisif sebesar 9,13% terhadap hasil belajar IPA. Kontribusi pola asuh otoriter terhadap hasil belajar IPA ditinjau dari efikasi diri tinggi sebesar 75,37%, pola asuh demokratis terhadap hasil belajar IPA ditinjau dari efikasi diri tinggi sebesar 93,39%, dan pola asuh permisif terhadap hasil belajar IPA ditinjau dari efikasi diri tinggi sebesar 82,21%. Kontribusi pola asuh otoriter terhadap hasil belajar IPA ditinjau dari efikasi diri rendah sebesar 60,92%, kontribusi pola asuh demokratis terhadap hasil belajar IPA ditinjau dari efikasi diri rendah sebesar 75,71%, dan kontribusi pola asuh otoriter terhadap hasil belajar IPA ditinjau dari efikasi diri rendah sebesar 64,62%.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN MINAT BELAJAR DENGAN TINGKAT STRES AKADEMIK SISWA SEKOLAH DASAR L.D. Debyo; N.K. Suarni; I.M. Gunamantha
PENDASI Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia Vol 8 No 2 (2024): Agustus, PENDASI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnal_pendas.v8i2.3359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan kausal kecerdasan emosional dan minat belajar dengan tingkat stres akademik siswa kelas V SD. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD yang berjumlah 214 siswa yang seluruhnya menjadi sample penelitian. Jenis dari penelitian ini adalah penelitian expost facto korelasional. Data kecerdasan emosional, minat belajar dan stres akademik diperoleh melalui kuesioner dan pencatatan dokumen. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, regresi linier sederhana, dan regresi linear ganda. Seluruh analisis penelitian berbantuan SPSS 25. for Windows. Berdasarkan penelitian ditemukan: 1) terdapat hubungan kecerdasan emosional dengan tingkat stres akademik siswa sebesar 50,6%; 2) terdapat hubungan minat belajar dengan tingkat stres akademik siswa sebesar 40,7%; 3) terdapat hubungan kecerdasan emosional dan minat belajar dengan tingkat stres akademik siswa sebesar 51,6% secara simultan. Kesimpulan, terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dan minat belajar dengan tingkat stres akademik siswa Kelas V SD secara terpisah dan simultan. Dengan demikian sekolah dapat menyelenggarakan pengembangan program pembelajaran emosional serta guru dan wali kelas dapat memberikan dukungan psikososial kepada siswa.
Mathematics Teaching Tools for Implementing the Independent Curriculum Stage B Class 4 Putra, I Gede Diyana; I Wayan Suastra; I Made Gunamantha
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2024): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v8i3.68726

Abstract

The Merdeka Curriculum has been prepared to be fully implemented in 2024. These changes often affect the learning instruments used in class.  In facing these changes, schools need to develop additional learning tools in implementing the Independent Curriculum. The aim of this research is to provide a more comprehensive, in-depth and contextual learning experience for students in understanding basic mathematical concepts. This research is development research that develops mathematics learning instruments for fourth grade students in implementing the Merdeka Curriculum. The population of this research was 168 students. Randomly, the experimental group only consisted of 30 students, while the students selected as the control group were 26 students. This product was developed using the Plomp development model which consists of 5 stages; initial observation, preparation of product design, product realization, testing, evaluation and revision, and implementation. The research instruments used in this research were observation sheets, questionnaires, pretest and posttest, and interview guidelines. The final product contains learning objectives, learning modules, and assessment instruments. The data analysis techniques used in this research are normality test, homogeneity test, t test, and n-gain score. The n-gain results show the product is in the medium category.  The results of the t-test showed an increase which showed an increase from the pre-test to post-test scores. This means there is change. that valid, practical and effective learning instruments can be developed in improving students' cognitive learning outcomes. Implications of this research can be used to solve practical problems, improve existing systems, or develop new theories.
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis Melalui Pendekatan Saintifik Berbasis Pembelajaran Treffinger Hermayuni, Ni Made Tri Dhana; Lasmawan, I Wayan; Gunamantha, Made
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v6i1.44008

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah siswa pada mata pelajaran matematika rendah. Rendahnya kemampuan pemecahan masalah dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti rendahnya motivasi belajar siswa dan metode belajar yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan saintifik berbasis pembelajaran treffinger terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari kemampuan berpikir kritis siswa SD kelas IV. Penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian eksperimen. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah factorial design (rancangan faktorial) 2x2 dan desain penelitian Post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV sekolah dasar yang berjumlah 157 siswa. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu observasi, wawancara, dan tes. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu lembar soal. Teknik yang digunakan untuk menganalis data yaitu analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif, dan statistic inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan saintifik berbasis pembelajaran treffinger dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.  Siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan saintifik berbasis pembelajaran treffinger lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan saintifik berbasis pembelajaran treffinger lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendekatan saintifik berbasis pembelajaran treffinger terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa.
Model Discovery Learning Berbasis Masalah Kontekstual Mempengaruhi Hasil Belajar IPA dan Self Regulated Learning Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Tapa, I Gede Wana; Dantes, Nyoman; Gunamantha, I Made
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v7i2.60595

Abstract

Hasil belajar IPA pada sekolah dasar masih rendah dikarenakan cara belajar siswa yang masih kurang efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa sehingga perlunya penerapan model pembelajaran yang bagus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model discovery learning berbasis masalah kontekstual terhadap hasil belajar IPA dan self regulated learning siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan rancangan penelitian pretest posttest control group design. Populasinya yaitu Kelas V SD sebanyak 252 orang siswa. 53 siswa terpilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling. Metode tes objektif pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar IPA dan metode non tes berupa kuesioner untuk mengukur self egulated learning siswa. Data dianalisis menggunakan Manova dan Anava. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh secara simultan model discovery learning berbasis masalah kontekstual terhadap hasil belajar IPA dan self regulated learning siswa diperoleh (F sama dengan 31,105; sig. kurang 0,05). Terdapat pengaruh model discovery learning berbasis masalah kontekstual terhadap hasil belajar IPA (Fhitung sama dengan 19,512 lebih dari Ftabel sama dengan 4,030). Terdapat pengaruh model discovery learning berbasis masalah kontekstual terhadap self regulated learning siswa (Fhitung sama dengan 35,441 lebih dari Ftabel sama dengan 4,030). Penerapan model discovery learning berbasis masalah kontekstual berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar IPA dan self regulated learning siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together terhadap Hasil Belajar IPA ditinjau dari Abilitas Akademik pada Siswa Kelas V SD Pramartha, I Putu Aris; Dantes, Nyoman; Gunamantha, I Made
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v7i2.61576

Abstract

Hasil belajar IPA siswa rendah. penyebab dari rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas V diduga oleh metode pembelajaran yang monoton. Guru yang aktif dalam menjelaskan materi, sehingga siswa terlihat pasif/ hanya mendengarkan materi yang dijelaskan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) dan abilitas akademik terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswa kelas V SD berjumlah 104. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 64 orang yang diambil secara random. Metode pengumpulan data menggunakan tes. Data dianalisis dengan menggunakan analisis ANAVA dua jalan dan dilanjutkan dengan uji scheffe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran NHT terhadap hasil belajar IPA (p kurang dari 0,05). Terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan abilitas akademik terhadap hasil belajar IPA (p kurang dari 0,05). Pada kelompok siswa yang memiliki abilitas akademik tinggi, tedapat pengaruh model pembelajaran kooperatif NHT terhadap hasil belajar IPA (p kurang dari 0,05). Pada kelompok siswa yang memiliki abilitas akademik rendah, terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif NHT terhadap hasil belajar IPA (p kurang dari 0,05). Dengan demikian kombinasi model pembelajaran sangat menentukan hasil belajar siswa.