Claim Missing Document
Check
Articles

PENENTUAN BILANGAN KROMATIK LOKASI GRAF THORN DARI GRAF RODA W 3 Elva Rahimah; Lyra Yulianti; Des Welyyanti
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.1.1-8.2018

Abstract

Abstrak. Misalkan G = (V; E) graf terhubung. Bilangan kromatik dari graf G adalahbilangan asli terkecil k sedemikian sehingga G mempunyai suatu pewarnaan-k titik sejati.Bilangan kromatik dari G dinotasikan dengan (G). Misalkan (G) = k, ini berarti titiktitikdi G paling kurang diwarnai dengan k warna dan tidak dapat diwarnai dengan k1warna, sementara jika titik-titik di G diwarnai dengan k warna maka tidak ada titik yangbertetangga mempunyai warna yang sama.Kelas warna pada G dinotasikan dengan S, merupakan himpunan titik-titik yangberwarna i dengan 1 i k. Misalkan = fSi1; S2; ; Sg merupakan partisi terurutdari V (G). Berdasarkan suatu pewarnaan titik, maka representasi v terhadap disebutkode warna dari v, dinotasikan dengan c(v). Kode warna ck(v) dari suatu titik v 2V (G) didenisikan sebagai k-vektorc(v) = (d(v; S1); d(v; S2); ; d(v; S));dimana d(v; Si) = minfd(v; x)jx 2 Sikg untuk 1 i k. Jika setiap titik yang berbedadi G memiliki kode warna yang berbeda untuk suatu , maka c disebut pewarnaanlokasi dari G. Minimum dari banyaknya warna yang digunakan pada pewarnaan lokasidari graf G disebut bilangan kromatik lokasi. Pada tulisan ini akan dibahas bilangankromatik lokasi graf thorn dari graf roda W3.Kata Kunci: Kelas warna, kode warna, bilangan kromatik lokasi, graf thorn, graf roda
PENENTUAN BILANGAN KROMATIK LOKASI GRAF THORN DARI GRAF JAHANGIR Th(J9(l1, l2,..., l9)) Abdi Musra; Lyra Yulianti; Des Welyyanti
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.1.341-344.2019

Abstract

Bilangan kromatik lokasi pada graf pertama kali dikaji oleh Chartrand dkk (2002). Konsep ini merupakan pengembangan dari konsep dimensi partisi dan pewarnaan graf. Misalkan c adalah suatu pewarnaan titik pada graf G dengan c(u) 6= c(v) untuk u dan v yang bertetangga di G. Misalkan Ci adalah himpunan titik-titik yang diberi warna i, yang selanjutnya disebut kelas warna ke-i, maka Π = {C1, C2,..., Ck} adalah himpunan yang terdiri dari kelas-kelas warna ke-i dari V(G). Kode warna cΠ(v) dari v adalah k-pasang terurut (d(v,C1), d(v,C2),..., d(v,Ck)) dengan d(v,Ci) = min {(d(v,x) | x ∈ Ci} untuk 1 ≤ i ≤ k. Jika setiap titik pada G mempunyai kode warna yang berbeda, maka c disebut pewarnaan lokasi G. Banyaknya warna minimum yang digunakan untuk pewarnaan lokasi disebut bilangan kromatik lokasi dari G, dan dinotasikan dengan χL(G).Kata kunci : graf Th(J9(l1, l2,..., l9)), bilangan kromatik lokasi.
BILANGAN KROMATIK LOKASI GRAF TAK TERHUBUNG DENGAN GRAF LINTASAN DAN GRAF LINGKARAN SEBAGAI KOMPONEN-KOMPONENNYA Suci Rahma Putri; Des Welyyanti; Narwen Narwen
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.3.159-165.2018

Abstract

Misalkan Si, merupakan himpunan titik-titik yang berwarna i dengan 1 ≤ i ≤ k maka Π = {S1, S2, · · · , Sk} adalah himpunan yang terdiri dari kelas-kelas warna di V (G). Berdasarkan suatu pewarnaan titik, maka representasi v terhadap Π disebut kode warna dari v, dinotasikan dengan cΠ(v). Kode warna cΠ(v) dari suatu titik v ∈ V (G) didefinisikan sebagai k-vektor,cΠ(v) = (d(v, S1), d(v, S2), · · · , d(v, Sk))dimana d(v, Si) = min{d(v, x)|x ∈ Si} untuk 1 ≤ i ≤ k. Jika setiap titik yang berbeda di G memiliki kode warna yang berbeda untuk suatu Π, maka c disebut pewarnaan lokasi dari G. Bilangan bulat positif terkecil k sedemikian sehingga G mempunyai kpewarnaan lokasi dinamakan bilangan kromatik lokasi dari G, dan dinotasikan dengan χL(G). Penelitian ini akan memperluas mengenai bilangan kromatik lokasi dapat diaplikasikan pada semua jenis graf termasuk graf tak terhubung. Khususnya akan ditentukan bilangan kromatik lokasi graf tak terhubung dengan graf lintasan (Pn) dan graf lingkaran (Cm) sebagai komponen-komponennya dimana graf lintasan dengan n titik dan graf lingkaran dengan m titik.Kata Kunci: Kelas warna, Kode warna, Pewarnaan lokasi, Bilangan kromatik lokasi, Graf tak terhubung, Graf lingkaran, Graf lintasan
PENENTUAN BILANGAN KROMATIK LOKASI PADA GRAF TANGGA SEGITIGA DIPERUMUM T rn UNTUK n = 2 dan n = 3 Sutra Lidya Pritama; Des Welyyanti; NARWEN NARWEN
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 4 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.4.54-61.2019

Abstract

Misalkan terdapat graf G = (V, E) suatu graf terhubung. Misalkan Π = {S1, S2, · · · , Sk} merupakan partisi dari V (G) ke dalam kelas-kelas warna yang saling bebas, dimana Si merupakan himpunan titik-titik yang berwarna i dengan 1 ≤ i ≤ k. Berdasarkan suatu pewarnaan titik, maka representasi v terhadap Π disebut kode warna dari v, dinotasikan dengan cΠ(v). Kode warna cΠ(v) dari suatau titik v ∈ V (G) didefinisikan sebagai k-vektor, cΠ(v) = (d(v, S1), d(v, S2), · · · , d(v, Sk)), dimana d(v, S1) = min{d(v, x)|x ∈ Si} untuk 1 ≤ i ≤ k. Jika setiap titik yang berbeda di G memiliki kode warna yang berbeda terhadap Π, maka c disebut pewarnaan lokasi. Oleh karena itu suatu pewarnaan lokasi G adalah pewarnaan yang membedakan setiap titik di G berdasarkan jaraknya terhadap kelas warna yang dihasilkan. Minimum dari banyaknya warna yang digunakan pada pewarnaan lokasi dari graf G disebut bilangan kromatik lokasi, dinotasikan χL(G). Pada tulisan ini akan dibahas bilangan kromatik lokasi dari graf tangga segitiga diperumum T rn untuk n = 2 dan n = 3.Kata Kunci: Bilangan kromatik lokasi, Kelas warna, Kode warna, Graf tangga segitiga diperumum T rn
BATAS ATAS RAINBOW CONNECTION NUMBER PADA GRAF BUCKMINSTERFULLERENE Fitri - Anggalia; LYRA YULIANTI; DES WELYYANTI
Jurnal Matematika UNAND Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.11.1.1-11.2022

Abstract

Misalkan G adalah suatu graf terhubung tak trivial. Suatu pewarnaan c :E(G) → {1, 2, ..., k}, k ∈ N pada graf G adalah suatu pewarnaan sisi di G sedemikiansehingga setiap sisi bertetangga boleh berwarna sama. Misalkan u, v ∈ V (G) dan Padalah suatu lintasan dari u ke v. Suatu lintasan P dikatakan rainbow path jika tidakterdapat dua sisi di P berwarna sama. Graf G disebut rainbow connected dengan pewarnaan c jika untuk setiap u, v ∈ V (G) terdapat rainbow path dari u ke v. Jika terdapat k warna di G maka c adalah rainbow k-coloring. Rainbow connection number dari graf terhubung dinotasikan dengan rc(G), didefinisikan sebagai banyaknya warna minimal yang diperlukan untuk membuat graf G bersifat rainbow connected. Dalam makalah ini akan ditentukan batas atas Rainbow Connection Number pada Graf Buckminsterfullerene.Kata Kunci: Graf Buckminsterfullerene, Rainbow connection number
BILANGAN KROMATIK LOKASI PADA GRAF LOBSTER Ln,m,1 DENGAN n = 2, 3, 4 DAN m = 3 Mega Silvia; Des Welyyanti; Efendi Efendi
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.3.94-103.2018

Abstract

Misalkan G = (V, E) graf terhubung dan c suatu k-pewarnaan sejati dari G. Kelas warna pada G dinotasikan dengan Si, merupakan himpunan titik-titik yang berwarna i dengan 1 ≤ i ≤ k. Misalkan Π = {S1, S2, · · · , Sk} merupakan partisi terurut dari V (G) berdasarkan suatu pewarnaan titik, maka representasi v terhadap Π disebut kode warna dari v dinotasikan dengan cΠ(v). Kode warna cΠ(v) dari suatu titik v ∈ V (G) didefinisikan sebagai vektor-k :cΠ(v) = (d(v, S1), d(v, S2), · · · , d(v, Sk))dimana d(v, Si) = min{d(v, x|x ∈ Si)} untuk 1 ≤ i ≤ k. Jika setiap titik yang berbeda di G memiliki kode warna yang berbeda untuk suatu Π, maka c disebut pewarnaan lokasi dari G. Minimum dari banyaknya warna yang digunakan pada pewarnaan lokasi dari graf G disebut bilangan kromatik lokasi dari G dinotasikan dengan χL(G). Graf Lobster adalah graf yang diperoleh dengan menambahkan 1 titik anting pada graf ulat yang berderajat 1. Graf lobster dilambangkan dengan L(m, n, k) untuk m ≥ 1 dan n ≥ 2, dimana n adalah banyaknya titik di lintasan utama, m adalah banyaknya titik berjarak 1 dari lintasan utama, k adalah banyaknya titik berjarak 2 dari lintasan utama. Pada tulisan ini akan dibahas bilangan kromatik lokasi pada graf lobster Ln,m,1 dengan n = 2, 3, 4 dan m = 3.Kata Kunci: Kelas warna, kode warna, bilangan kromatik lokasi, Graf Lobster
DIMENSI METRIK DAN DIMENSI PARTISI DARI GRAF TANGGA SEGITIGA TRn UNTUK n = 2; 3 Febria Angraini; Des Welyyanti; Syafruddin .
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.2.46-52.2018

Abstract

Abstrak. Dimensi metrik dari graf G adalah kardinalitas minimum dari himpunanpenyelesaian. W yang merupakan himpunan bagian dari V (G) dikatakan himpunanpenyelesaian jika representasi setiap titik di G terhadap W berbeda. Selanjutnya, di-mensi partisi dari graf G adalah kardinalitas minimum dari partisi pembeda. yangmerupakan himpunan terurut k-partisi dari V (G) dikatakan partisi pembeda jika repre-sentasi setiap titik di G terhadap berbeda. Pada tulisan ini akan ditentukan dimensimetrik dan dimensi partisi dari graf tangga segitiga Trn untuk n = 2; 3.Kata Kunci: Dimensi metrik, Dimensi partisi, Graf tangga segitiga
Dimensi Partisi Graf Lobster Muthia Muhana; Des Welyyanti; Narwen Narwen
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.1.215-218.2019

Abstract

Misalkan terdapat k partisi dengan himpunan terurut S = {S1, S2, ..., Sk} dari himpunan titik V (G) pada graf terhubung G = (V, E), representasi partisi v ∈ V terhadap S adalah koordinat r(v | S) dengan:r(v | S) = (d(v, S1), d(v, S2), ..., d(v, Sk))untuk d(v, Si) menyatakan jarak antara titik v dengan himpunan Si dimana i = [1, k]. Partisi S dari V (G) disebut resolving partition dari G jika ∀v ∈ V (G) memiliki representasi partisi yang berbeda untuk setiap pasangan terurut dari u, v ∈ V maka r(u | S) 6= r(v | S). Resolving partition dengan kardinalitas minimum dari V (G) disebut dimensi partisi dari G, dinotasikan dengan pd(G). Pada penulisan ini akan dibahas tentang penentuan dimensi partisi untuk Graf Lobster.Kata Kunci: Partisi, Resolving Partition, Dimensi Partisi, Graf Lobster
GRAF KOPRIMA DARI SUBGRUP DI GRUP SIMETRI REFI ALKADAR; YANITA YANITA; DES WELYYANTI
Jurnal Matematika UNAND Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.10.1.93-98.2021

Abstract

Perkembangan studi tentang keterkaitan antara struktur aljabar dengan teori graf telah membuahkan banyak hasil, salah satunya adalah graf koprima. Misalkan TG adalah graf koprima dari grup berhingga G. Himpunan titik dari TG adalah semua unsur dari grup G, dan dua titik yang berbeda x, y di G dikatakan bertetangga jika dan hanya jika f pb(|x|, |y|) = 1. Pada makalah ini akan ditentukan karakteristik graf koprima dari subgrup di grup simetri. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan analisis dilakukan dengan melihat pola graf koprima yang dibangun dari semua subgrup di grup simetri-n dengan 2 ≤ n ≤ 4. Adapun hasil yang diperoleh adalah setiap subgrup yang berorde hasil perkalian dari dua bilangan prima yang berbeda membentuk graf 3-partit lengkap, dan setiap subgrup yang memiliki unsur-unsur berorde sama atau kelipatannya membentuk graf bintang.Kata Kunci: Graf Koprima, Grup Simetri
BILANGAN KROMATIK LOKASI UNTUK GRAF POHON PISANG Bn,k MELATI NUR; DES WELYYANTI; NARWEN NARWEN
Jurnal Matematika UNAND Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.9.2.70-75.2020

Abstract

Penelitian ini mengkaji kembali makalah [1] tentang penentuan bilangan kromatik lokasi untuk graf pohon pisang, χL(Bn,k). Misalkan Sk adalah graf bintang dengan k titik. Graf pohon pisang, Bn,k adalah suatu graf yang dibentuk oleh n buah graf bintang Sk dengan n ≥ 1 dan k ≥ 2, dimana satu daun dari setiap graf bintang Sk dihubungkan ke suatu titik baru yang disebut dengan titik akar. Bilangan kromatik lokasi dari Bn,k adalah minimum dari banyaknya warna yang digunakan sedemikian sehingga Bn,k mempunyai pewarnaan lokasi, dinotasikan dengan χL(Bn,k). Kata Kunci: Bilangan Kromatik Lokasi, Graf Bintang, Graf pohon pisang