Claim Missing Document
Check
Articles

On the metric dimension of Buckminsterfullerene-net graph Yulianti, Lyra; Welyyanti, Des; Yanita, Yanita; Fajri, Muhammad Rafif; Saputro, Suhadi Wido
Indonesian Journal of Combinatorics Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Indonesian Combinatorial Society (InaCombS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ijc.2023.7.2.2

Abstract

The metric dimension of an arbitrary connected graph G, denoted by dim(G), is the minimum cardinality of the resolving set W of G. An ordered set W = {w1, w2,..., wk} is a resolving set of G if for all two different vertices in G, their metric representations are different with respect to W. The metric representation of a vertex v with respect to W is defined as k-tuple r(v|W) = (d(v,w1), d(v,w2),..., d(v,wk)), where d(v,wj) is the distance between v and wj for 1 ≤ j ≤ k. The Buckminsterfullerene graph is a 3-reguler graph on 60 vertices containing some cycles C5 and C6. Let B60t denotes the tth  B60 for 1 ≤ t ≤ m and m ≥ 2. Let vt be a terminal vertex for each B60t. The Buckminsterfullerene-net, denoted by H:=Amal{B60t,v| 1 ≤ t ≤ m; m ≥ 2} is a graph constructed from the identification of all terminal vertices vt, for 1 ≤ t ≤ m and m ≥ 2, into a new vertex, denoted by v. This paper will determine the metric dimension of the Buckminsterfullerene-net graph H.
Dimensi Metrik Dari Graf Palem mellany, mellany; YULIANTI, LYRA; WELYYANTI, DES
Jurnal Matematika UNAND Vol. 12 No. 4 (2023)
Publisher : Departemen Matematika dan Sains Data FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmua.12.4.276-282.2023

Abstract

Penelitian ini bertujuan mencari dimensi metrik dari garf palem CkPlSm, untuk k ≥ 3,l ≥ 2 dan m ≥ 2. Graf Palem CkPlSm merupakan graf yang dibangun oleh tiga graf, yaitu Graf Lingkaran Ck, Graf Lintasan Pl , dan Graf Bintang Sm. Penelitian ini diperoleh bahwa dimensi metrik graf palem adalah m, dim(H) = m.
Bilangan Kromatik Lokasi Graf Helm Hm Dengan 3 ≤ m ≤ 9 Lessya, Kelson Novrianus; Welyyanti, Des; Yulianti, Lyra
Jurnal Matematika UNAND Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Departemen Matematika dan Sains Data FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmua.12.3.222-228.2023

Abstract

Misalkan G = (V, E) adalah graf terhubung dan c suatu k−pewarnaan dari G. Kelas warna pada G adalah himpunan titik-titik yang berwarna i, dinotasikan dengan Si untuk 1 ≤ i ≤ k. Misalkan Π = {S1, S2. · · · , Sk} merupakan partisi terurut dari V (G) kedalam kelas-kelas warna yang saling bebas. Berdasarkan pewarnaan titik, maka representasi titik v terhadap Π disebut kode warna dari v, dinotasikan dengan cΠ(v) dari suatu titik v ∈ V (G) didefinisikan sebagai k−pasang terurut, yaitu: cΠ(v) = (d(v, S1), d(v, S2), · · · , d(v, Sk)) dengan d(v, Si) = min{d(v, x)|x ∈ Si} untuk 1 ≤ i ≤ k. Jika setiap titik pada G memiliki kode warna yang berbeda terhadap Π, maka c disebut pewarnaan lokasi. Banyaknya warna minimum yang digunakan disebut bilangan kromatik lokasi, dinotasikan dengan χL(G). Pada tulisan ini akan dibahas bilangan kromatik lokasi graf helm Hm dengan 3 ≤ m ≤ 9.
Metric Dimension of Maple Leaf Graph Welyyanti, Des; Mulyani Putri, Susi; Pratama Sandy, Ikhlas
EKSAKTA: Berkala Ilmiah Bidang MIPA Vol. 27 No. 01 (2026): Eksakta : Berkala Ilmiah Bidang MIPA (E-ISSN : 2549-7464)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA), Universitas Negeri Padang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/eksakta/vol27-iss01/622

Abstract

This study determines the metric dimension of the Maple Leaf Graph (Mₚ) for 2 ≤ p ≤ 9 using the concepts of vertex distance and resolving sets. By analyzing the distance representation of each vertex with respect to a resolving set, the minimum resolving set is identified, defining the metric dimension of the graph. Calculations were performed manually to ensure consistency and accuracy.The analysis reveals a tiered linear reduction pattern, where the metric dimension does not increase linearly with p. The main findings are summarized in three theorems: for p = 2 and p = 3, the metric dimension of the Maple Leaf Graph equals p; for p = 4, 5, and 6, it equals p – 1; and for p = 7, 8, and 9, it equals p – 2. These results introduce a new class of graphs and provide theoretical insights into the behavior of metric dimension in multi-cycle constructions, thereby contributing to the development of combinatorial graph theory.
Bilangan Kromatik Lokasi Pada Graf Amalgamasi Kipas Berekor Des Welyyanti; Nada Andriani; Lyra Yulianti
Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Vol. 20 No. 1 (2023): Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Volume 20 Nomor 1 Edisi Ma
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Misalkan G adalah graf terhubung dengan himpunan simpul V dan himpunan sisi E, serta c adalah suatu k-pewarnaan dari G. Misalkan P adalah partisi terurut dari V(G) ke dalam kelas warna yang dihasilkan, yaitu P = {S1, S2, ..., Sk}. Berdasarkan pewarnaan simpul, maka representasi simpul v terhadap partisi P disebut kode warna dari v, dan dinotasikan dengan c_P(v). Kode warna c_P(v) dari suatu simpul v yang termasuk dalam V(G) didefinisikan sebagai pasangan terurut sebanyak k buah.
Dimensi Metrik Graf Buckminsterfullerene-Subdivisi dan Buckminsterfullerene-Star Lyra Yulianti; Laila Hidayati; Des Welyyanti
Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Vol. 20 No. 2 (2023): Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Volume 20 Nomor 2 Edisi Ju
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Misalkan terdapat graf Buckminsterfullerene dengan 60 titik. Graf Buckminsterfullerene-subdivisi , dinotasikan , , dikonstruksi dengan cara melakukan operasi subdivisi terhadap satu sisi tertentu di , yaitu penyisipan sebanyak titik di sisi tersebut. Selanjutnya, Graf Buckminsterfullerene-star , dinotasikan , dikonstruksi dengan cara mengidentifikasi masing-masing satu titik daun dari lima graf bintang dengan titik yang bersesuaian di Pada artikel ini akan ditentukan dimensi metrik dari dan untuk .
Dimensi Metrik Amalgamasi Graf Theta Des Welyyanti; Alifaziz Arsyad; Lyra Yulianti
Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Vol. 20 No. 2 (2023): Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Volume 20 Nomor 2 Edisi Ju
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Misalkan G = (V, E) adalah suatu graf terhubung dengan himpunan titik V(G) dan himpunan sisi E(G). Misalkan u dan v adalah titik-titik dalam graf terhubung G, panjang lintasan terpendek dari u ke v pada G dinotasikan d(u, v). Jika S adalah suatu himpunan terurut dari titik-titik dalam graf terhubung G dan titik V E V(G), maka representasi dari titik v terhadap S, dinotasikan r(v | S), adalah vektor d(v, s1), d(v, s2), ..., d(v, sk) untuk setiap si E S. Jika r(v | S) untuk setiap titik V E V(G) berbeda, maka S dinamakan himpunan pembeda dari G. Himpunan pembeda dengan kardinalitas minimum dinamakan himpunan pembeda minimum, dan kardinalitas dari himpunan pembeda minimum dinamakan dimensi metrik (metric dimension) dari G, dinotasikan dim(G). Pada penelitian ini dibahas tentang dimensi metrik amalgamasi graf Theta.
Bilangan Kromatik Lokasi Amalgamasi Graf Theta Des Welyyanti; Uthary Putri Angryanof; Lyra Yulianti
Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Vol. 21 No. 3 (2024): Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Volume 21 Nomor 3 Edisi No
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Misalkan adalah suatu pewarnaan titik pada graf dimana , untuk dan yang bertetangga di . Kode warna dari adalah pasang terurut dimana untuk . Jika setiap titik memiliki kode warna yang berbeda, maka disebut pewarnaan lokasi dari . Banyaknya warna minimum yang digunakan untuk pewarnaan lokasi termasuk bilangan kromatik lokasi dari dan dinotasikan dengan Pada artikel ini akan dibahas mengenai bilangan kromatik lokasi amalgamasi graf theta.
Aplikasi Algoritma Kruskal dalam Menentukan Lintasan Terpendek Kabel Internet di Universitas Andalas Des Welyyanti; Adebli Aulia Zami; Aisyah Khairunnisa Ramadhani; Bunga; Emi Lazola; Fazira Ramadhani; Raisatun Nuha
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 8 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v8i1.11090

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan lintasan terpendek untuk pemasangan kabel internet yang menghubungkan 30 gedung utama di Universitas Andalas dengan menggunakan algoritma Kruskal dalam kerangka Minimum Spanning Tree (MST). Setiap gedung dimodelkan sebagai simpul, sementara jarak antargedung yang diukur melalui Google Earth dijadikan bobot sisi pada graf. Pembentukan MST dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu perhitungan manual dan implementasi program Python menggunakan library networkx. Kedua metode menghasilkan total panjang kabel minimum yang sama, yaitu 4122,77 meter, sehingga menunjukkan konsistensi serta validitas model dan perhitungan. MST yang diperoleh menggambarkan rute pemasangan kabel internet paling efisien yang mampu meminimalkan total panjang kabel dan mendukung perencanaan infrastruktur kampus secara optimal. Penelitian ini membuktikan efektivitas penerapan teori graf dalam optimasi pembangunan infrastruktur di Universitas Andalas.
Bilangan Kromatik Lokasi Amalgamasi Sisi Graf Lingkaran ?????(???;??,???,?) dengan ?=?,?,?≤?≤?, dan ?≥? Des Welyyanti; Romie Daramenra; Lyra Yulianti
Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Vol. 22 No. 3 (2025): Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Volume 22 Nomor 3 Edisi No
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/limits.v22i3.8855

Abstract

Misalkan G adalah graf terhubung dan П={?1,?2,…,??} adalah partisi terurut dari ?(?). Misalkan ??adalah himpunan kelas warna menggunakan warna 1,2,...,k dimana k bilangan bulat positif. Kode warna ?П(?)pada titikvdi Gterhadap Пdidefinisikan sebagai kvektor ?П(?)=(?(?,?1),?(?,?2),…,?(?,?i)) dimana ?(?,??)=???{?(?,?)|x∈Si}, untuk 1≤?≤?. Jika setiap titik v di graf G mempunyai kode warna yang berbeda, maka c disebut pewarnaan lokasi dari G. Minimum warna yang digunakan untuk pewarnaan lokasi disebut bilangan kromatik lokasi dari G, dinotasikan dengan ??(?). Pada artikel ini akan dibahas bilangan kromatik lokasi amalgamasi sisi graf lingkaran ?????(???;??,???,?) dengan n=3,4,1≤j≤m, dan m≥2.Kata Kunci: Bilangan Kromatik Lokasi, Graf Lingkaran, Amalgamasi Sisi, Kode Warna, Partisi