Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Fakta Gaya Hidup Lansia Dengan Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Tungoi Darmin Darmin; Suci Rahayu Ningsih; Windi Wulandari Kadir; Anggi Mokoagow; Meylanni Mokodongan; Rahayu Sapii
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 1 (2023): Februari 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i1.728

Abstract

Penyakit hipertensi menjadi salah satu penyebab kematian dini pada masyarakat secara global. Penyakit hipertensi memiliki prevalensi tertinggi kedua dari 10 penyakit paling menghawatirkan setelah ISPA, di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Jenis penelitian yaitu Deskriptif-Kuantitatif. Menggunakan analisis Chi-square model univariat secara cross-sectional, Penyajian data dalam tabel distribusi beserta narasi. Populasi sebanyak 45 orang. Sampel sebanyak 45 orang, ditentukan berdasarkan prinsip nonprobability sampling yaitu total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup lansia hipertensi termasuk tidak sehat (64,25), dimana cenderung mengonsumsi natrium (82.2%), tidak beraktivitas fisik (62.2%), dan mengonsumsi lemak jenuh (55.6%), dan merokok (42.4%). Dapat di simpulkan bahwa gaya hidup lansia termasuk dalam gaya hidup yang tidak sehat, serta lansia hipertensi di temukan lebih banyak pada perempuan. Disarankan agar lansia diberikan self-efficacy untuk melakukan pengendalian hipertensi dengan terapi obat tradisional karena dinilai lebih ekonomis dan kurang efek samping.
Sosialisasi Pelaksanaan Sekolah Sehat Darmin Darmin; Fachry Rumaf; Moh Rizki Fauzan; Suci Rahayu Ningsih; Trinurjana Husain; Faramita Mamonto
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.409 KB)

Abstract

Efforts to improve the quality of educational services can be carried out through the implementation of healthy schools. The implementation can be focused on how to create a school environment without causing illness, both physically and spiritually. This service activity is a form of socialization using educational methods in parallel, with lecture and discussion techniques, regarding actions that can be taken to implement healthy schools. duration of activity for 30 minutes, and a break of 10 minutes for each topic. The results of this socialization have given student participants an understanding of the principles of healthy schools. In this activity, participants already know about maintaining a clean environment, the learning process does not cause commotion and harassment among friends, and they have learned a lot about methods for choosing hygienic and nutritious food through identification of the physical appearance of snacks and snack packaging. It can be concluded that healthy schools must be socialized frequently and intensely or given to school children early. Improving the quality of health services through the participation of health workers is urgently needed in building and accompanying the implementation of healthy schools, according to the participants of the Kenya School Health Project.
PROMOSI KESEHATAN TENTANG BAHAYA PERILAKU MEROKOK BAGI KESEHATAN MASYARAKAT DI DESA LOBONG Sarman Sarman; Darmin Darmin; Moh. Rizki Fauzan; Fachry Rumaf; Jikrun Jaata
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.12848

Abstract

Perilaku Merokok merupakan hal sangat merugikan terhadap kesehatan, akan tetapi terdapat peningkatan perilaku merokok di Indonesia.Tren peningkatan usia mulai merokok tertinggi dan terbanyak berada pada usia 15-19 tahun. Hal ini menunjukkan tren merokok di Indonesia didominasi oleh remaja, namun perilaku merokok di daerah pedesaan di dominasi oleh semua usia seperti remaja, dewasa dan usia tua. Survey awal dilakukan oleh dosen dan mahasiwa di desa lobong didapatkan data 72,9 persen atau 43 dari 59 responden merupakan perokok, dari jumlah perokok tersebut rata rata masih minim pengetahuan tentang bahaya merokok bagi kesehatan. Kegiatan promosi ini menggunakan metode ceramah dan pembagian leaflet tentang bahaya merokok bagi kesehatan. Dari kegiatan ini di evaluasi dengan mengunakan quisioner pre dan post test untuk mengetahui peningkatan pegetahuan masyarakat sebelum dan sesudah promosi dilakukan. Hasil pengabdian kepada masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat yaitu terlihat ada perbedaan persentase nilai minimum dan maximum pengetahuan sebelum di berikan promosi kesehatan sebesar 3.00-9.00 dan sesudah di berikan promosi menjadi 9.00–14.00 Sementara untuk nilai minimum dan maximum sikap sebelum promosi sebesar 3.00-6.00, dan sikap nilai minimum dan maksimum sesudah sebesar 6.00-9.00. Pengetahuan dan sikap akan berdampak pada perubahan perilaku untuk mengurangi konsumtif rokok bahkan berhenti merokok. Promosi kesehataan tentang perilaku merokok dapat mempengaruhi pengetahuan dan sikap untuk perubahan perilaku merokok.
IDENTIFIKASI FAKTOR RISIKO GIZI KURANG PADA ANAK BALITA Alkhair Alkhair; Dea Zara Avila; Nur Husnul Khatimah; Muammar Iksan; Darmin
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i1.113

Abstract

Gizi kurang merupakan salah satu penyebab utama kematian bagi anak-anak secara global, di Indonesia saat ini telah terjadi di Sebagian besar kabupaten dan kota. Asupan gizi yang kurang dapat berakibat pada daya tahan tubuh yang buruk sehingga rentan terhadap penyakit dan infeksi. Kabupaten Bima menjadi salah satu kabupaten dari 5 kabupaten di Provinsi NTB dengan angka prevalensi tertinggi kejadian gizi kurang pada anak balita hingga 3 tahun terakhir. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Bajo Kabupaten Bima. Jenis penelitian adalah survei analitik dengan rancangan case control study, Populasi adalah semua anak balita di wilayah kerja Puskesmas Bajo sebanyak 83 orang. Sampel penelitian sebanyak 74 orang yang dibedakan atas kasus dan kontrol dengan perbandingan 1 : 1 pada kepercayaan 95 persen sehingga didapatkan masing-masing 37 anak balita, Analisis data mengacu pada prinsip uji Chi-Square. Faktor asupan energi, protein dan pola asuh berisiko tinggi dengan hubungan yang signifikan dengan kejadian gizi kurang dengan nilai OR > 1 dan nilai P ≥ nilai α (0.05). Disimpulkan bawa, faktor asupan energi, asupan protein dan pola asuh yang kurang baik pada anak balita secara langsung dapat menimbulkan atau menyebabkan serta memicu kejadian gizi kurang pada anak balita.
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANSIA DI DESA BUMBUNGON KECAMATAN DUMOGA KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Echa Effendy Siswanto Amir; Agustin A; Darmin D
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 1 (2022): November
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.66 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan yang dialami oleh lansia juga dapat menyebabkan kesulitan tidur serta dapat mempengaruhi kosentrasi dan kesiagaan, dan juga meningkatkan resiko-resiko kesehatan, serta dapat merusak fungsi sistem imun. Kekurangan tidur pada lansia  memberikan pengaruh terhadap fisik, kemampuan kognitif dan juga kualitas hidup. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia di Desa Bumbungon Kecamatan Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow. Metode Penelitian: Rancangan penelitian yaitu deskriptif analitik dengan menggunakan metode cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 52 responden. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian dengan menggunakan uji korelasi spearman rho menunjukkan kedua variabel Sig. 2-tailed adalah 0,002 dengan kesimpulan bahwa ada korelasi atau hubungan antara kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia.. Kesimpulan:Hal ini berarti terdapat hubungan yang sedang antara kecemasan dengan kualitas tidur pada Lansia di Desa Bumbungon Kecamatan Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow.
RIWAYAT BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA DIBAWAH DUA TAHUN DI KOTAMOBAGU St. Rahmawati Hamzah; Alhidayah A; Khafia Khairun Nisa Mokodompit; Darmin D
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 1 (2022): November
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.384 KB)

Abstract

Stunting cases in Indonesia are still a serious problem with a prevalence of 24,4%, this figure has not met the WHO recommended target of 20%. Stunting data in North Sulawesi shows a prevalence rate of 21.6% and in Kotamobagu it is 25,1%. One of the factors causing stunting cases is low birth weight (LBW). The aim of the study was to analyze the relationship between low birth weight and the incidence of stunting in children under two years old in Kotamobagu. The type of research used is an analytic observational design with a case control study design with a retrospective approach. The research samples were 44 cases and 44 controls. The sampling technique uses Simple random sampling. Data were collected using a structured instrument and analyzed univariately and multivariately with the Chi-Square test. There is a relationship between low birth weight and the incidence of stunting in children under two years of age (OR=40,600; 95% CI, 8,622-191,178 p=0,000). This means that LBW children have a 40,6 times greater risk of being stunted compared to children born with normal weight. Because the OR value> 1, low birth weight (LBW) is a risk factor for stunting in children under two years old in Kotamobagu City. It is suggested to health workers and stakeholders in Kotamobagu to provide assistance and empower nutrition intake for pregnant women and continue to intensify the movement for the first 1000 days of life.
PENYULUHAN KESEHATAN DESA RATATOTOK SATU, KECAMATAN RATATOTOK KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Ns. Suci Rahayu Ningsih; Darmin D; Alkhair A; Sarman S; Moh. Rizki Fauzan
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 2 (2023): Maret-April
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on the results of interviews with stakeholders, it was found that there were high problems from several identified problems in Ratatotok Satu Village, Ratatotok District, Southeast Minahasa Regency, hypertension, diabetes mellitus (DM), waste problems, mining waste, dust and safety problems. The U-S-G (Urgency, Seriousness, Growth) method is a tool for compiling priority issues to be resolved. This is done by determining the level of urgency, seriousness and development of the issue by determining a value scale of 1-5. The issue that has the highest total score is a priority issue is Hypertension. The selected alternative solutions to hypertension are counseling about hypertension, making herbal medicines (non-pharmacological) using chayote to reduce hypertension, making leaflets/posters for health promotion and increasing physical activity through healthy gymnastics and sports. The presentation of the results of the interventions that have been carried out after MMD I went smoothly so that the selected alternative solutions to problems can be realized properly in accordance with the planned program.
PENYULUHAN KESEHATAN DESA RATATOTOK SATU, KECAMATAN RATATOTOK KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Ns. Suci Rahayu Ningsih; Darmin D; Alkhair A; Sarman S; Moh. Rizki Fauzan
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 2 (2023): Maret-April
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on the results of interviews with stakeholders, it was found that there were high problems from several identified problems in Ratatotok Satu Village, Ratatotok District, Southeast Minahasa Regency, hypertension, diabetes mellitus (DM), waste problems, mining waste, dust and safety problems. The U-S-G (Urgency, Seriousness, Growth) method is a tool for compiling priority issues to be resolved. This is done by determining the level of urgency, seriousness and development of the issue by determining a value scale of 1-5. The issue that has the highest total score is a priority issue is Hypertension. The selected alternative solutions to hypertension are counseling about hypertension, making herbal medicines (non-pharmacological) using chayote to reduce hypertension, making leaflets/posters for health promotion and increasing physical activity through healthy gymnastics and sports. The presentation of the results of the interventions that have been carried out after MMD I went smoothly so that the selected alternative solutions to problems can be realized properly in accordance with the planned program.
Risiko Pernikahan Dini dan Konvergensi Pencegahan Stunting Pada Remaja di Desa Karampi Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima darmin darmin; Walliyudin Walliyudin; Gufran Gufran; Alkhair Alkhair; M. Noris; Muammar Iksan; Dea Zara Avila; Nur Husnul Khatimah; Muh. Fitrah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i3.1434

Abstract

The issue of early marriage and stunting is currently a national issue because it is related to the quality of human resources in the future, so there is a need for handling and prevention efforts. The purpose of this community service activity is to prevent early marriage and convergence to prevent stunting in adolescents. Socialization and counseling on the risks of early marriage and convergence for stunting prevention were carried out in Karampi Village, Langgudu District, Bima Regency, West Nusa Tenggara Province. The community service program process is carried out consisting of 3 stages which include the data collection stage, the socialization and education stage, as well as the reflection and evaluation stage. The community service sample includes 63.46% female participants and 36.53% male participants. Data analysis used a paired sample t test to determine the level of public understanding before (pretest) and after (posttest) socialization and counseling. The results of community service show that the level of understanding after outreach and counseling on the risks of early marriage is around 85.96% and the convergence for stunting prevention is around 89.81%.  
Edukasi Anti-Narkoba dan Penyuluhan Hukum Bagi Siswa dan Remaja di Desa Kerampi Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima: Anti Narkoba, Penyuluhan Hukum, Remaja walliyudin walliyudin; Darmin Darmin; Gufran Gufran; Muh. Fitrah; M. Noris
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama pengabdian masyarakat ini adalah untuk membangun kesadaran dan pemahaman yang mendalam tentang bahaya narkoba, dampak hukum dan kesehatan serta memotivasi perubahan sikap dan perilaku positif terkait penyalahgunaan narkoba di kalangan siswa, remaja, dan masyarakat umum. Metode pengabdian yang digunakan adalah penyuluhan hukum dengan melibatkan narasumber dari Kepolisian Hukum, praktisi, dan ahli kesehatan masyarakat. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan interaktif yang melibatkan diskusi, presentasi, dan simulasi situasi hukum terkait narkoba. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pendidikan anti-narkoba berhasil mencapai tujuannya. Peserta mengalami peningkatan pemahaman tentang jenis narkoba yang dilarang, dampak negatifnya terhadap kesehatan, serta konsekuensi hukum yang dihadapinya. Peserta merasa lebih bertanggung jawab terhadap kesehatan pribadi dan masyarakat. Materi yang disampaikan juga memberikan pengetahuan tentang strategi pencegahan, yang membantu peserta mengembangkan keterampilan hidup sehat dan menghindari pergaulan berisiko.