Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Masyarakat di Kelurahan Kolo Untuk Mendukung Kota Bima Bersih, Indah, Sehat dan Asri (BISA) Darmin Darmin; Juraidin Juraidin; M. Noris; Eka Puzi Lestari; Nurilah Kuswanti; Almagfirah Almagfirah; Christien Gloria Tutu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4096

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya preventif penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan indikator PHBS dalam tatanan rumah tangga oleh masyarakat Kelurahan Kolo, Kota Bima, guna mendukung terciptanya lingkungan yang sehat, bersih, dan asri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 210 kepala keluarga (KK) yang dipilih secara acak di wilayah kerja Puskesmas Kolo pada 14–22 Maret 2025. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan wawancara langsung. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 indikator PHBS, dua indikator dengan tingkat kepatuhan terendah yaitu pemberian ASI eksklusif (60%) dan tidak merokok dalam rumah (41,90%). Meskipun demikian, delapan indikator lainnya mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan kemajuan dalam penerapan PHBS di masyarakat meskipun tantangan tetap ada, terutama dalam mengubah perilaku merokok dalam rumah dan meningkatkan kesadaran ibu mengenai pentingnya ASI eksklusif. Pendekatan edukatif yang lebih intensif dan berbasis komunitas diperlukan, dengan mempertimbangkan faktor sosial, budaya, dan ekonomi dalam perumusan strategi intervensi guna meningkatkan efektivitas program PHBS secara berkelanjutan.
Ketahanan dan Kemandirian Pangan Fungsional Berbasis Kearifan Lokal “Uma Lengge” Dalam Mewujudkan Asta Cita dan SDGs: Penelitian Darmin Darmin; Muhd Firmansyah; Gufran Gufran; Mastorat Mastorat; Adnan Adnan; Nasrullah Nasrullah; Jufrin Jufrin; Erham Erham; Juraidin Juraidin; Ahmad Ahmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6116

Abstract

Ketahanan pangan menjadi prioritas utama pembangunan nasional Indonesia sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya mengakhiri kelaparan dan mencapai ketahanan pangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi sosiokultural untuk memahami peran Uma Lengge dalam ketahanan pangan dan budaya masyarakat Desa Maria Utara. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap interaksi masyarakat dalam pengelolaan Uma Lengge di Desa Maria Utara, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uma Lengge bukan sekadar lumbung pangan tradisional, melainkan sistem holistik yang mendukung kedaulatan pangan, ketahanan budaya, dan pembangunan berkelanjutan. Strukturnya yang terdiri dari tiga tingkatan (ro awa, ro woha, ro ese) serta norma adat menciptakan pengelolaan pangan mandiri sekaligus melestarikan kearifan lokal. Nilai kolektif seperti kejujuran, tanggung jawab, dan solidaritas memperkuat ketahanan pangan serta membentuk tata kelola masyarakat yang partisipatif dan adil. Selain itu, keselarasan Uma Lengge dengan prinsip Asta Cita menunjukkan potensinya sebagai model adaptif dalam pembangunan modern.
PEMANFAATAN PANGAN FUNGSIONAL LOKAL SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN DAN EDUKASI TENTANG GIZI PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOLO Darmin Darmin; Nur Faujiah; Arini Arini; Rhosmiati Rhosmiati; Eka Puji Lestari; M. Noris
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Juli
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v4i2.4209

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih tinggi di Indonesia, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya Kota Bima. Rendahnya pengetahuan ibu tentang pola makan sehat menjadi salah satu faktor penyebab utama. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki bayi dan balita terkait bahaya stunting serta memperkenalkan makanan tambahan (PMT) berbasis pangan fungsional lokal berupa puding ubi ungu. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kolo melalui tahapan persiapan, survei, penyuluhan, pengukuran antropometri, dan pemberian PMT. Sebanyak 49 ibu mengikuti penyuluhan, dan 33 balita menerima PMT. Metode edukasi yang digunakan mencakup penyuluhan interaktif mengenai stunting, pemberian materi gizi, serta pelatihan pengolahan makanan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting dan pentingnya gizi seimbang. PMT yang diberikan diterima dengan baik oleh balita dan terbukti memiliki manfaat dalam mendukung pertumbuhan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa kombinasi penyuluhan gizi dan inovasi PMT berbasis pangan lokal dapat menjadi strategi yang efektif dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan di tingkat masyarakat.
Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) : Menu Gizi Seimbang Isi Piringku Darmin; Juraidin; Muslimah; Aulya Rizkyna Putri; Arif Ramadhan; Lulu Mufidah; Distiqamah; Nurul Mifta Amalia; Wulan Apriati
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 4 No 1 (2026): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v4i1.3539

Abstract

Pemberdayaan masyarakat melalui edukasi gizi merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang pola makan sehat sejak usia dini. Program edukasi gizi seimbang dengan konsep Isi Piringku bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa sekolah dasar mengenai komposisi makanan yang tepat dalam satu porsi makan. Kegiatan ini dilaksanakan pada siswa di tiga sekolah, yaitu SDN 63 Kota Bima, SDN 66 Kota Bima, dan SDIT At-Tadzkir Kota Bima, dengan jumlah responden sebanyak 65 orang. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, serta penggunaan media edukasi seperti leaflet, poster, dan alat peraga. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pre-test sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan rendah (64,6%), sedangkan yang memiliki pengetahuan tinggi hanya 35,4%. Setelah diberikan edukasi, terjadi peningkatan pada hasil post-test, dimana responden dengan pengetahuan tinggi meningkat menjadi 58,5%, sementara pengetahuan rendah menurun menjadi 41,5%. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi gizi seimbang dengan pendekatan Isi Piringku efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Keberhasilan kegiatan ini juga didukung oleh metode penyampaian yang interaktif serta antusiasme siswa selama proses pembelajaran.Dengan demikian, program pemberdayaan masyarakat melalui edukasi gizi seimbang Isi Piringku dapat menjadi strategi promotif dan preventif dalam meningkatkan pengetahuan gizi sejak dini. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam lingkungan sekolah untuk mendukung pembentukan perilaku hidup sehat pada anak.
Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) : Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Dalam Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs): Pengabdian Darmin Darmin; Muhd Firmansyah; Gufran Gufran; Mastorat Mastorat; Adnan Adnan; Nasrullah Nasrullah; Jufrin Jufrin; Erham Erham; Ahmad Ahmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5928

Abstract

Progam Pengabdian kepada masyarakat ini yakni Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) : Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Dalam Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) bertujuan untuk menerapkan sistem pengelolaan dan manajemen sampah berkelanjutan berbasis teknologi tepat guna di Desa Kaboro, Kecamatan Lambitu, Kota Bima. Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan ini melibatkan mitra sasaran yang terdiri atas Badan usaha Milik Desa (BUMDES) dan Pemerintahan Desa Kaboro dalam proses edukasi, perancangan, dan implementasi alat pengelola sampah, seperti mesin pencacah dan tungku pemanas plastik sebagai bentuk pengelolaan sampah berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah, serta kemampuan warga dalam mengoperasikan alat secara mandiri setelah pelatihan. Program ini berkontribusi pada pemberdayaan komunitas, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) di tingkat lokal. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa integrasi teknologi sederhana dengan kearifan lokal dapat menjadi solusi nyata dalam pengelolaan sampah plastik.
Peningkatan Kesadaran Lingkungan melalui Program Penghijauan Berbasis Partisipasi Masyarakat di Desa Karumbu Juhriati; Darmin; Sutriawan; Ummu Rofikah; Hairil Akbar; Sudirman; Muhd Firmansyah
Journal of Excellence Humanities and Religiosity Vol. 3 No. 2: Juli (2026)
Publisher : Journal of Excellence Humanities and Religiosity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34304/joehr.v3i2.561

Abstract

Rendahnya ketersediaan ruang terbuka hijau pada fasilitas publik menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang masih ditemukan di berbagai wilayah pedesaan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas lingkungan, kenyamanan masyarakat, serta kesadaran terhadap pentingnya pelestarian lingkungan hidup. Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima merupakan salah satu wilayah yang masih memiliki keterbatasan vegetasi peneduh pada lingkungan sekolah dan instansi pemerintahan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan melalui program penghijauan berbasis partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, sosialisasi lingkungan, penyediaan bibit pohon, dan penanaman pohon secara gotong royong. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juli 2025 dengan melibatkan pemerintah desa, tenaga pendidik, peserta didik, dan masyarakat. Sebanyak 100 bibit pohon buah lokal berhasil ditanam pada berbagai fasilitas publik di Kecamatan Langgudu. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam mendukung pelestarian lingkungan serta meningkatnya kepedulian terhadap pentingnya penghijauan sebagai upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, dan edukatif bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Penghijauan Berkelanjutan Berbasis Pohon Buah Lokal di Desa Waduwani Nur Husnul Khatimah; Darmin; Mastorat; Umar Sagaf; Juhriati; Sarman; Syafruddin; Ilham; Wahyudinsyah; Jufrin
Journal of Excellence Humanities and Religiosity Vol. 3 No. 2: Juli (2026)
Publisher : Journal of Excellence Humanities and Religiosity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34304/joehr.v3i2.597

Abstract

Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan serta terbatasnya upaya penghijauan di tingkat desa menjadi salah satu tantangan dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, asri, dan berkelanjutan. Kondisi tersebut mendorong pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat berupa penghijauan berkelanjutan berbasis pohon buah lokal di Desa Waduwani, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan sekaligus mendukung pemanfaatan ruang terbuka hijau yang produktif. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, sosialisasi pentingnya penghijauan, koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat, distribusi bibit, serta penanaman pohon secara partisipatif. Kegiatan melibatkan 120 peserta yang terdiri atas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), pemerintah desa, Karang Taruna, dan masyarakat setempat. Sebanyak 300 bibit pohon buah lokal, meliputi mangga, jambu, sawo, dan sirsak, ditanam di sepanjang wilayah Desa Waduwani. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan program penghijauan. Hasil monitoring pascakegiatan menunjukkan tingkat keberhasilan tumbuh tanaman sebesar 85%, yang mengindikasikan bahwa sebagian besar bibit mampu beradaptasi dan tumbuh dengan baik pada lokasi penanaman. Program ini memberikan manfaat ekologis berupa peningkatan tutupan vegetasi, perbaikan kualitas lingkungan, serta potensi manfaat ekonomi melalui pemanfaatan hasil tanaman buah pada masa mendatang. Dengan demikian, penghijauan berkelanjutan berbasis pohon buah lokal dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan desa yang berkelanjutan
Dampak Program Makan Bergizi (MBG) Terhadap Kejadian Underweight Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Rasanae Timur Kota Bima Juraidin; Darmin; Nurismutiaraquranis; Abel Oktaviani; Harlina Natalia; Ros Diani; Airin; Aldy
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1145

Abstract

Masalah gizi balita seperti  Underweight pada balita merupakan salah satu masalah gizi yang dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan anak. Kondisi ini terjadi akibat kurangnya asupan gizi yang cukup dalam jangka waktu tertentu sehingga berat badan anak berada di bawah standar usianya. Salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi masalah gizi balita adalah melalui Program Makan Bergizi (MBG). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak Program Makan Bergizi (MBG) terhadap kejadian underweight pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rasanae Timur Kota Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional. Populasi penelitian berjumlah 868 balita usia 12–59 bulan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita merupakan penerima MBG, yaitu sebanyak 726 balita (83,6%), sedangkan yang tidak menerima MBG sebanyak 142 balita (16,4%). Status underweight menunjukkan bahwa mayoritas balita berada pada kategori normal, yaitu sebanyak 799 balita (92,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p=0,000 (<0,05) yang berarti terdapat hubungan signifikan antara Program Makan Bergizi dengan kejadian underweight pada balita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Program Makan Bergizi memberikan dampak positif dalam membantu menurunkan kejadian underweight pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rasanae Timur Kota Bima.
Determinan Epidemiologis Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-12 Bulan di Kota Kotamobagu: Epidemiological Determinants of Stunting Incidence in Children Aged 6-12 Months in Kotamobagu Municipality Sarman; Darmin
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 3 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.587 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i3.1616

Abstract

Stunting masih merupakan satu masalah gizi di Indonesia yang belum terselesaikan. Stunting akan menyebabkan dampak jangka panjang yaitu terganggunya perkembangan fisik, mental, intelektual, serta kognitif. Prevalensi kejadian stunting di Kota Kotamobagu pada tahun 2018 sebanyak 29,03%, tahun 2019 sebanyak 5,6%, dan tahun 2020 sebanyak 5,3%. Tujuan penelitian menganalisis determinan epidemiologis kejadian stunting pada anak usia 6-12 bulan di Kota Kotamobagu. Jenis penelitian observasional analitik dengan menggunakan rancang bangun case control study. Populasi seluruh ibu yang memiliki anak usia 6-12 bulan yang stunting dengan total anak sebanyak 219. Sedangkan populasi kontrol adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 6-12 bulan yang tidak stunting sebanyak 3583. Besar sampel untuk masing-masing kelompok kasus adalah 49 orang dan kelompok kontrol adalah 98 orang. Sehingga besar sampel secara keseluruhan adalah 147 anak. Teknik pengambilan sampel yaitu Simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah tinggi badan ibu (p=0,048;OR=2,148), riwayat anemia saat hamil (p=0,036;OR=2,251), dan berat badan lahir (p=0,006;OR=2,885). Variabel yang tidak berhubungan adalah status imunisasi, riwayat penyakit diare, dan riwayat penyakit ISPA. Variabel dominan berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 6-12 bulan adalah berat badan lahir (p=0,001, OR=3,629; 95% CI:1,671-7,881). Diharapkan kepada seluruh Puskesmas di Kota Kotamobagu untuk menjalin kerja sama lintas sektor untuk mengatasi permasalahan stunting dan upaya peningkatan pengetahuan ibu mengenai asupan gizi saat hamil.
Analysis of the Free Nutritious Meal (MBG) Program Menu Using the Importance–Performance Analysis (IPA) Method Ferdiansyah Ferdiansyah; Darmin Darmin; Nur Husnul Khatimah; Muammar Iksan
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 7, No 1 (2026): Medical Scientific Journal (MESINA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v7i1.11375

Abstract

The Free Nutritious Meal (MBG) Program is designed to support students’ nutritional needs through the provision of safe, nutritious, and acceptable school meals. The success of the program depends not only on nutritional adequacy and food safety but also on menu acceptability and the extent to which service performance meets beneficiaries’ expectations. This study aimed to analyze the importance and performance of MBG menu attributes and to identify priority areas for improvement using Importance–Performance Analysis (IPA). A descriptive quantitative cross-sectional study was conducted from May to June 2026 in Wera District, Bima Regency. A total of 175 students aged 17–18 years who had received and consumed MBG meals were recruited using purposive sampling. Data were collected using a five-point Likert-scale questionnaire assessing the importance and performance of ten menu attributes. The analysis included mean scores, gap analysis, conformity levels, and Cartesian IPA mapping. The mean importance score was 4.72, while the mean performance score was 4.20, resulting in an average gap of ?0.52 and an overall conformity level of 88.93%. The largest gaps were identified in fruit and vegetable availability (?0.70) and menu variety (?0.68). Nutritional completeness, fruit and vegetable availability, and food taste were classified as high-priority attributes for improvement. Food hygiene, ingredient freshness, and food safety were categorized as attributes whose performance should be maintained. Overall, the MBG menu was rated positively, although its performance had not fully met students’ expectations. Improvement efforts should prioritize nutritional completeness, fruit and vegetable provision, and food taste, while menu variety should be evaluated continuously. This study assessed students’ perceptions and did not measure changes in nutritional status or academic performance. 
Co-Authors Abel Oktaviani Adnan Agustin A Agustin Agustin Ahmad Ahmad Airin Aldy Alhidayah A Aliyah Putri Dadu Alkhair, Alkhair Almagfirah Almagfirah Anggi Mokoagow Arif Ramadhan Arini Arini Aulya Rizkyna Putri Christien Gloria Tutu Dea Zara Avila Distiqamah Dwi Rezeki Auliah Echa Effendy Siswanto Amir Eka Puji Lestari Eka Puzi Lestari Erham Erham Fachry Rumaf Fanisha Simbuang Simbuang Faramita Mamonto Fauzan, Moh Rizki Ferdiansyah Ferdiansyah Gilang Saputra Bida Gufran Hairil Akbar Hairil Akbar Harlina Natalia Helkim Sarino Laode Manika Henny Kaseger Heriyana Amir Ilham Jefri Monoarfa Jikrun Jaata Juhriati Juhriati Juraidin Juraidin Juraidin Juraidin Juraidin Juritno Harmi Gaib Kaseger, Henny Khafia Khairun Nisa Mokodompit Lulu Mufidah M. Noris Mastorat Mastorat Mastorat Meylanni Mokodongan Muammar Iksan Muammar Iksan Muh Fitrah Muhammad Ichsan Hadiansyah Muhammad Ichsan Hadiansyah Muhd Firmansyah Muhd Firmansyah Muslimah Muzayyana, Muzayyana Nasrullah Nelby Nur Magfirah Mokodompit Mokodompit Ns. Suci Rahayu Ningsih Nur Arfatunnisah Nur Faujiah Nur Husnul Khatimah Nur Husnul Khatimah Nurilah Kuswanti Nurismutiaraquranis Nursahida hida Nurul Mifta Amalia Putra Jufriyandi Mokodompit Rahayu Sapii Rhosmiati Rhosmiati Ririn Damopolii Ros Diani Sagaf, Umar Sarman Sarman Sitti Nurul Hikma Saleh Strahmawati Hamzah Sudirman Sudirman Sudirman Sutriawan Syafruddin Trinurjana Husain Ummu Rofikah Wahyudinsyah walliyudin walliyudin Walliyudin Walliyudin Windi Wulandari Kadir Wulan Apriati Zuarda Jumainap Rumjani