Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pragma-Gramatikal Kesantunan Hegemonis Bahasa Bali dalam Awig-Awig Arnawa, Nengah; Gunartha, I Wayan; Sadwika, I Nyoman
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol. 46, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to reveal the relation between pragmatics and grammar, especially in Balinese language, which usually has been widely separated. The data were collected through document recording on a number of manuscripts and interviews with informants spreading out over five districts/cities in Bali Province as a representation of dialectal variation. Based on the theory of semantic structure it revealed that grammatical choice was motivated by pragmatic needs to realize Balinese hegemonic politeness in awig-awig of pakraman of the villages. The grammatical choices were: (1) personification of nouns desa, banjar, or subak, i.e. [+ CONCRETE] given the role as noun [+ HUMAN]. This grammatical choice is motivated by the adherence of members to the adat (custom) institutions. (2) Agents' dissipation to accentuate actions, especially those with negative images. This choice of syntactic structure is motivated by the maxim of wisdom and face-saving to reduce threats to someone.
Konflik Ideologi Adat, Agama dan Kapitalisme dalam Cerpen Bahagia: Kajian Ekokritik Idiologis Ni Nengah Hediani; Ida Ayu Agung Ekasriadi; I Wayan Gunartha
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Tiga (3) Negara: Indonesia, Taiwan dan Jor
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/0qpwab96

Abstract

Penelitian ini mengkaji konflik ideologi adat, agama, dan kapitalisme dalam cerpen “Bahagia” dengan menggunakan pendekatan ekokritik ideologis. Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana pertarungan ideologi membentuk relasi manusia dengan alam serta memicu krisis ekologis dalam teks sastra. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui analisis teks sastra dengan memadukan teori ideologi sastra, teori hegemoni Antonio Gramsci, dan ekokritik ideologis. Data diperoleh melalui pembacaan mendalam (close reading) terhadap cerpen “Bahagia” yang dipublikasikan di harian Republika pada 19 Januari 2020, dengan fokus pada kata, kalimat, dialog, dan bagian naratif yang merepresentasikan nilai ideologis dan relasi ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideologi adat dan agama berfungsi sebagai sistem etika ekologis yang memposisikan alam sebagai entitas sakral dan bernilai intrinsik, sedangkan ideologi kapitalisme tampil dominan dengan mengonstruksi alam sebagai komoditas ekonomi. Dominasi kapitalisme bekerja melalui mekanisme hegemoni yang mendelegitimasi nilai adat dan agama melalui stigmatisasi, normalisasi logika pasar, dan persetujuan sosial. Akibatnya, krisis ekologis direpresentasikan sebagai konsekuensi ideologis, bukan sekadar fenomena alamiah. Penelitian ini menegaskan bahwa sastra berperan sebagai arena kritik ideologis dan ekologis.