Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

EFEKTIVITAS KONSENTRASI GIBERELIN DAN KONSENTRASI PUPUK HAYATI TERHADAP PRODUKTIVITAS OKRA (Abelmoschus esculentus) Muhammad Chabib Ichsan; Iskandar Umarie; Guruh Fani Sumantri
AGRITROP Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v16i2.1806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian konsentrasi fitohormon Giberelin GA3 dan konsentrasi pupuk hayati dan juga kombinasi kedua variabel tersebut terhadap produksi okra (Abelmoschus esculentus). Penelitian ini dilaksanakan di Pedukuhan Plendu, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Dimulai tanggal 22 November 2017 sampai tanggal 12 Maret 2018. Dengan ketinggian +89 meter di atas pemukaan laut (mdpl). Penelitian dilakukan secara faktorial dengan pola dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial terdiri dari dua faktor yaitu faktor pertama konsentrasi pemberian Giberellin GA3 yaitu : tanpa perlakuan giberelin GA3, Giberellin GA3 125 ppm, Giberellin GA3 250 ppm, dan Giberellin GA3 375 ppm. Faktor kedua konsentrasi pemberian pupuk hayati yaitu: tanpa perlakuan pupuk hayati K-Bioboost, pupuk hayati 40ml/l, pupuk hayati 80 ml/l, dan pupuk hayati 120 ml/l, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas interaksi antara Giberellin  GA3 pada konsentrasi 375 ppm dan pupuk hayati K-Bioboost pada konsentrasi 40 ml/l air terhadap produksi okra menghasilkan jumlah buah sebesar 33 buah per tanaman dengan peningkatan efektifitas sebesar 51% dan sebanyak 836 buah per petak dengan peningkatan efektifitas sebesar 48%. Berat buah diperoleh produksi seberat 5,21 gram per tanaman dengan peningkatan efektifitas sebesar 17% dan seberat 7343 gram per petak dengan peningktan efektifitas sebesar 45%, dengan konversi berat buah okra sebesar 22,25 ton per hektar.
POTENSI HASIL DAN KONTRIBUSI SIFAT AGRONOMI TERHADAP HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. MERRIL) PADA SISTEM TUMPANSARI TEBU-KEDELAI Iskandar Umarie; Moh Holil
AGRITROP Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v14i1.402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sepuluh varietas kedelai yang mempunyai potensi hasil yang baik padasistem pertanaman tumpangsari tebu kedelai, untuk mengetahui hubungan antar komponen hasil sepuluh varietas tanaman kedelai pada system pertanaman tumpangsari tebu kedelai dan untuk mengetahui hubungan komponen hasil sepuluh varietas tanaman kedelai yang mana mempengaruhi hasil  pada sitem pertanaman tumpang sari tebu kedelai. Penelitian ini dilaksanakan dikebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember dari bulan November 2015 sampai bulan Februari 2016 dengan ketinggian ± 89 meter diatas permukaan laut. Materi tanaman berupa 10 varietas kedelai yaitu Gepak Kuning, Gema, Agromulyo, Anjasmoro, Wilis, Kaba, Sinabung, Tanggamus, Dering-1 dan Burangrang yang ditanam dilapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tiga ulangan. Hasil analisis ragam tinggi tanaman, umur berbunga, luas daun, luas daun spesifik, jumlah buku, umur panen, jumlah cabang produktif, jumlah cabang, jumlah polong, jumlah biji, bobotbiji, berat 100 biji, indeks bobot kering biji dan indeks panen menunjukkan bahwa ada perbedaan yang nyata pada semua komponen hasil, kecuali pada luas daun dan luas daun spesifik. Dan pada analisis varian menunjukkan menunjukkan karakter biomasa jumlah cabang produktif, jumlah polong pertanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji, indeks bobot kering biji, indeks panen dan  berat 100 biji mempunyai varian  genetik yang luas, dari semua karakter biomas yang dievaluasi mempunyai nilai heritabilitas yang tinggi adalah tinggi tanaman, umur berbunga, luas daun, jumlah buku, umur panen, jumlah cabang produktif, jumlah cabang,  jumlah polong, jumlah biji, bobot biji, berat 100 biji, dan indeks panen,serta pada karakter biomas, Jumlah Cabang Produktif, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, berat 100 biji dan bobot biji per tanaman,mempunyai nilai duga kemajuan genetik yang luas. Seleksi dapat diterapkan pada karakter biomas Jumlah Cabang Produktif, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman,dan berat 100 biji. Di antara komponen hasil yang diamati, jumlah polong, indeks bobot kering dan indeks panen menunjukkan korelasi positif sangat nyata dengan bobot biji, koponen  hasil jumlah biji menunjukkan  korelasi positif nyata dengan bobot biji, serta komponen  hasil  tinggi tanaman, umur berbunga, luas daun  spesifik, jumlah buku, jumlah cabang produktif, jumlah cabang dan berat 100 biji.menunjukkan korelasi positif  tidak nyata dengan  bobot biji dan komponen hasil umur panen dan luas daun berkorelasi negative tidak nyata dengan bobot biji.
Pemberdayaan Dasa Wisma 03 Perumahan Puri Bunga Nirwana, Melalui Pelatihan Urban Farming Wiwit Widiarti; Iskandar Umarie; Muhammad Hazmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 8, No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v8i1.8068

Abstract

Kelompok mayarakat yang bisa menjadi penggerak urban farming adalah Dasa Wisma di tingkat RT. Salah satu Dasa Wisma yang aktif melakukan kegiatan kemasyarakatan adalah Dasa Wisma 03 Perumahan Puri Bunga Nirwana, yang berdiri pada tahun 2010 beranggotakan 10 KK, berlokasi di Cluster Pondok Indah blok C dan F. Kegiatan Dasa Wisma 03 sangat bervariasi diantaranya pertemuan rutin anggota setiap bulan  yaitu tanggal 5. Dalam pertemuan rutin ada beberapa kegiatan yang dilakukan yaitu arisan, simpan pinjam, penyampaian informasi untuk warga diantaranya informasi ke RTan, posyandu atau informasi lain, pemungutan iuran warga juga dilakukan saat pertemuan dasa wisma. Dalam pertemuan juga  disampaikan update informasi berkaitan dengan kegiatan ekonomi kelompok yang dilakukan. Kegiatan lain yang pernah dilakukan oleh Dasa Wisma 03 adalah produksi telur asin dari telur ayam  yang dilakukan pada tahun 2012. Salah satu upaya pemberdayaan Dasa Wisma 03, yaitu dengan memaksimalkan sumberdaya lahan yang dimiliki untuk kegiatan ekonomis. Solusi yang diberikan adalah merancang pengembangan potensi lahan yang ada melalui urban farming yang memiliki dua fungsi, yaitu fungsi ekonomi dan edukasi. Memanfaatkan potensi lahan yang dimiliki Dasa Wisma 03, berarti memberikan sumber pendapatan bagi anggota dasa wisma.  Adapun nilai tambahnya adalah memberikan edukasi pada para ibu yang tergabung dalam Dasa Wisma 03 bagaimana melakukan sebuah usaha bisnis.  Rencana kegiatan meliputi pelatihan urban farming, pembuatan rak hidroponik,  monitoring dan evaluasi. Adapun luaran pengabdian masyarakat yang ditargetkan adalah publikasi pada jurnal terindeks sinta 5-6 dan fasilitas urban farming di dasa wisma 03 Perumahan Puri Bunga Nirwana Kabupaten Jember.
Karakteristik Fisiologi Tanaman Kedelai pada Perlakuan Frekuensi Penyiangan dan Pengendalian Hama pada Tumpangsari Tebu-Kedelai Iskandar Umarie; Wiwit Widiarti; Oktarina Oktarina; Yoga Nurhadiansyah; Agus Budiawan
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.749 KB) | DOI: 10.37637/ab.v4i2.721

Abstract

Salah satu Penyebab rendahnya produktivitas kedelai petani adalah penerapan teknologi yang masih rendah, serta teknik budidaya dan pengendalian organisme pengganggu tanaman  yang tidak optimal. Cara untuk meningkatkan produksi kedelai adalah melalui peningkatan produktivitas lahan yaitu dengan cara tumpangsari. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh frekuensi penyiangan dan pengendalian hama terhadap karakter fisiologi tanaman kedelai yang ditumpangsarikan dengan tebu. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Jember, dengan ketinggian tempat 89 meter di atas permukaan laut, mulai bulan Januari  sampai Juni 2020. Penelitian dilakukan dalam bentuk percobaan lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Faktor Pertama adalah  Frekuensi Penyiangan Gulma, sebanyak 3 level, yaitu: P1: Penyiangan 1 kali,P2: Penyiangan 2 Kali, P3: Penyiangan 3 Kali,  dan faktor kedua adalah Pengendalian Hama sebanyak 4 level yaitu: H0 = Insektisida Kimia yang berbahan aktif Deltametri 25  yang berbahan aktif Deltametri 25  yang berbahan aktif Deltametri 25 dengan konsentrasi 1 ml/l, H1 = Insektisida Nabati Ekstrak Daun Tembakau dan Daun jarak dengan konsentrasi 2 ml/l,  H2 = Insektisida Nabati Ekstrak Daun Sirsak dengan konsentrasi 300 ml/l, H3 = Insektisida Nabati Ekstrak Daun Mimba dengan konsentrasi 100 ml/l.  Hasil penelitian menunjukkan Interaksi antara frekuensi penyiangan dan pengendalian hama yang terbaik adalah frekuensi penyiangan dua kali (15 hst dan 30 hst) dengan pengendalian hama insektisida nabati ekstrak  sirsak dengan konsentrasi 300 ml/l  dan pengendalian hama satu kali (15 hst) insektisida nabati ekstrak daun Mimba dengan konsentrasi 100 ml/l  merupakan kombinasi perlakuan terbaik.
Prosesing Dan Legalitas Kopi Dalam Pemberdayaan UMKM Di Desa Panduman Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember Wiwit Widiarti; Menik Chumaidah; Iskandar Umarie
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 7, No 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v7i1.5268

Abstract

Desa Panduman merupakan salah satu desa di kecamatan Jelbuk  kabupaten Jember dengan ketinggian 700-800 m dpl. Ketinggian tersebut sangat cocok bagi budidaya kopi. Luasan kebun kopi di dusun Sumbercandik 293 Ha dan mayoritas dimiliki petani. Umumnya kopi yang dihasilkan belum mengalami pengolahan artinya dijual secara glondongan dengan harga yang sangat rendah, akibatnya sebagian petani mengalami kerugian. Permasalahan ini mendorong kami melalui pembentukan kelompok tani kopi (UMKM) untuk  meningkatkan nilai jual kopi melalui prosesing yang bersinergi dengan BUMD. Diskusi awal dilaksanakan pada bulan Pebruari dengan mendatangkan petani untuk menggali permasalahan yang sangat urgen, meliputi : belum adanya pengolahan kopi, banyaknya kotoran kambing dan keberlanjutan program. Program Kemitraan masyarakat stimulus menjawab permasalahan tersebut yang dilaksanakan selama 3 bulan dimulai  bulan Januari – Maret 2021 dengan dibantu  dua orang mahasiswa. Sosialisasi dan pelatihan  dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 2021 di balai desa Panduman diikuti oleh 15 orang terdiri dari Karang Taruna, petani kopi dan BUMD. Materi yang disampaikan meliputi : Prosesing kopi, pembuatan biogas dan pembentukan kelompok Tani. Pendampingan dilakukan melalui diskusi di whast ap grup mengingat masih masa Pandemi Covid 19. Diharapkan melalui pelatihan, petani kopi dusun Sumbercandik dapat lebih sejahtera dengan meningkatnya nilai jual kopi.
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN KOTORAN HEWAN MENJADI PUPUK ORGANIK DAN BIOGAS DI PIMPINAN RANTING MUHAMMADIYAH PANTI KABUPATEN JEMBER Amri Gunasti; Abadi Sanosra; Iskandar Umarie; Nanang Saiful Rizal; Muhtar Muhtar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.8812

Abstract

ABSTRAKAda dua hal yang di identifikasi sebagai problem yang perlu segera ditangani di Pimpinan Ranting Muhammadiyah Panti. Pertama, adanya tumpukan sampah organik yang berasal dari limbah rumah tangga. Kedua, limbah yang berasal dari kotoran sapi, yang berpotensi mencemari udara, air serta tanah. Tujuan kegiatan ini adalah agar masyarakat yang ada disekitar Pimpinan Ranting Muhammadiyah mampu mengaplikasian program pembuatan pupuk organik dan biogas untuk skala rumah tangga. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan dengan cara Menjalin komunikasi dan kerjasama dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat, mengidentifikasi jumlah timbulan sampah organik, mengidentifikasi jumlah kotoran hewan serta melaksanakan pelatihan pembuatan pupuk organik dengan metode Takakura. Mitra sasaran adalah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Panti, berada dibawah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Panti serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jember. Dari kegiatan ini sekitar 60 persen anggota masyarakat yang tergabung dalam program ini sudah mahir membuat pupuk organik. Sedangkan sisanya 40 persen sudah mengaplikasikan tetapi masih perlu ditingkatkan keterampilannya, baik urutan proses maupun beberapa kesalahan kecil. Dalam proses pembuatan biogas diketahui bahwa 45 persen masyarakat yang tergabung dalam program ini sudah mahir mengaplikasikan teknologi pembuatan biogas, selebihnya 55 persen harus mendapat pendampingan lebih lanjut dari Tim PKMS Universitas Muhammadiyah Jember dan MPM Kabupaten Jember.   Kata kunci: sampah organik; pupuk organik; biogas; kotoran hewan. ABSTRACTThere are two things that have been identified as problems that need to be addressed immediately at the Branch Leadership of Muhammadiyah Panti. First, there is a pile of organic waste that comes from household waste. Second, waste that comes from cow dung, which has the potential to pollute the air, water and soil. The purpose of this activity is so that the community around the Muhammadiyah Branch Leadership is able to apply the program for making organic fertilizers and biogas for household scale. The method of implementing this activity is carried out by establishing communication and cooperation with the Community Empowerment Council, identifying the amount of organic waste generated, identifying the amount of animal waste and carrying out training on making organic fertilizer using the Takakura method. The target partners are the Branch Leaders of Muhammadiyah (PRM) Panti, under the leadership of the Muhammadiyah Panti Branch and the Regional Leadership of Muhammadiyah (PDM) Jember Regency. From this activity, about 60 percent of community members who are members of this program are proficient in making organic fertilizers. While the remaining 40 percent have applied but still need to improve their skills, both in the sequence of processes and some minor mistakes. In the process of making biogas, it is known that 45 percent of the people who are members of this program are proficient in applying biogas production technology, the remaining 55 percent must receive further assistance from the PKMS Team of Muhammadiyah University of Jember and MPM of Jember Regency. Keywords: organic trash; organic fertilizer; biogas; animal waste
Analysis of the Physiological Characteristics of Peanut Plants (Arachis hypogaea L) on the frequency of tillage and optimization of plant populations Iskandar Umarie; Wiwit Widiarti; Riska Rahayu; Ida Sugeng Suyani
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 20 No 2 (2022): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v20i2.3075

Abstract

Peanut production in Indonesia is still low and there has been a decline in peanut production over the last five years. The low production of peanuts in Indonesia is caused by, among other things, varieties, spacing, fertilization, and attacks of pests and diseases. This research was conducted in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Muhammadiyah University of Jember, Jember, East Java, Indonesia. The research was conducted in the form of a field experiment designed in a factorial split plot. Main plot is the frequency of tillage, the main plot is 3 levels, namely: No Tillage, T1: Minimum tillage, T2: Maximum tillage and subplots is population optimization with 3 levels, namely: P1: plant population 830,000 tons/ ha, P2: plant population 714,000 tan/ha, P3: plant population 625,000 tan/ha, each treatment was repeated 3 times. The results showed that the frequency of tillage in peanut plantations had a significant effect on the physiological character of peanut plants. Minimum tillage is the best tillage treatment because it has a significant effect on leaf area index and plant leaf area. Population optimization in peanut plantations has a significant effect on the physiological character of peanut plants. Populations of 830,000 tan/ha and 714,000 tan/ha were the best plant population treatments because they had an effect on plant growth rate and leaf area. The interaction of the frequency of tillage with the peanut population has a significant effect on the physiological character of the peanut plant. The interaction between minimum tillage and peanut population of 830,000 tan/ha was the best treatment combination because it had a significant effect on plant growth rate parameters.
Identifikasi Nitrat, Karotenoid Dan Vitamin C Pada Tanaman Sawi Hijau (Brassica Chinensis L) Di Beberapa Ketinggian Tempat Budidaya Yang Berbeda Ahmad Undi Witonoa; Iskandar Umarie; Bagus Tripama
AGRITROP Vol 20, No 2 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v20i2.5941

Abstract

Tujuan riset ini adalah identifikasi kandungan nitrat, karotenoid, dan vitamin C pada tanaman sawi hijau (Brasica chinensis L) yang dipengaruhi oleh beberapa ketinggian tempat budidaya yang berbeda. Jenis penelitian cross sectional dengan teknik sekali bidik (one snapshot) digunakan dalam penelitian ini. Sampel penelitian adalah sawi hijau yang diambil dari beberapa titik yang memiliki ketinggian berbeda, yaitu dataran rendah (Desa Pabean, Dringu, Probolinggo), sedang (Desa Curahdami, Sukorambi, Jember) dan tinggi (Desa Kandang Tepus, Senduro, Lumajang). Analisis data dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil identifikasi nitrat, karotenoid dan vitamin C diperoleh ketinggian tempat mempunyai pengaruh positif dan bermakna terhadap kandungan nitrat, karotenoid dan vitamin C dengan kecenderungan bahwa semakin tinggi tempat budidayanya maka kandungan nitrat, karotenoid vitamin C juga akan semakin meningkat.
PENINGKATAN KEAHLIAN TUKANG DALAM MENERAPKAN TEKNOLOGI FEROSEMEN DAN TULANGAN BETON DARI BAMBU Amri Gunasti; Muhtar Muhtar; Rofi Budi Hamduwibawa; Aditya Surya Manggala; Iskandar Umarie; Nely Ana Mufarida; Abadi Sanosra; Eko Budi Satoto; Erna Ipak Rahmawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14923

Abstract

ABSTRAKHasil survey menunjukkan bahwa para tukang di Desa Sukogidri Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember belum memiliki keterampilan memanfaatan teknologi ferosemen dan beton bertulang bambu sebagai bahan bangunan yang tahan terhadap gempa. Solusi yang diberikan pada para Tukang diantaranya 1) memberikan informasi mengenai gempa dan dampak yang ditimbulkan terhadap rumah dan bangunan, 2) memberikan pelatihan pemanfaatan teknologi ferosemen, 3) memberikan tindak lanjut pelatihan pemanfaatan bambu sebagai tulangan beton. Mengingat intensitas terjadinya gempa sangat masif maka kegiatan  Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) mendesak untuk dilaksanakan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan tukang dalam menerapkan teknologi ferosemen dan beton bertulang bambu. Tahapan pelaksanaan kegiatan dilakukan mulai dari observasi, koordinasi lapangan, penyampaian teori teknologi ferosemen dan beton bertulang bambu, praktek membuat ferosemen, praktek membuat beton bertulang bambu, praktek membuat beton bertulang bambu, penguatan kelompok tukang. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan, maka dilakukan pretest sebelum dimulai pelaksanaan program dan postest setelah kegiatan. Dari kegiatan  ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan tukang meningkat setelah dilakukan praktek membuat ferosemen dan praktek membuat beton bertulang bambu. Kata kunci: ferosemen; tulangan bambu; tukang; beton. ABSTRACTThe results of the survey indicated that the construction employees in Sukogidri Village, Ledokombo District, Jember Regency lacked the skills necessary to use ferrocement technology and bamboo-reinforced concrete as earthquakeresistant building materials. The solutions supplied to the construction workers included 1) providing information about earthquakes and their effects on buildings and residences, 2) providing training on the use of ferrocement technology, and 3) providing follow-up training on the use of bamboo as concrete reinforcement. Program kemitraan masyarakat stimulus (PKMS) must be implemented immediately due to the magnitude of the enormous earthquake. This activity aims to enhance the skills of construction employees in the application of ferrocement and bamboo-reinforced concrete. Observation, field coordination, delivery of ferrocement technology theory and bamboo reinforced concrete, practice of producing ferrocement, practice of producing bamboo reinforced concrete, practice of producing bamboo reinforced concrete, and strengthening of construction worker groups are the stages of implementing the activities. Before the program begins, a pretest and a post-test are administered to measure the efficacy of the activity. After practicing creating ferrocement and bambooreinforced concrete, the capability of construction employees will increase, according to this activity. Keywords: ferrocement; bamboo reinforcement; builders; concrete.
Pendugaan Nilai Heritabilitas Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) Lokal Jember Hasil Mutasi Sinar Gamma Akbar Rafsanjani; Iskandar Umarie; Bejo Suroso; Hidayah Murtiyaningsih; Laras Sekar Arum
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat keragaman genetik dan fenotip dari sorgum varietas lokal hasil mutasi sinar gamma. (2) Untuk mengetahui tingkat heritabilitas dari sorgum varietas lokal hasil mutasi sinar gamma. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktor tunggal yaitu genotipe sorgum lokal Jember hasil mutasi sinar gamma Faktor kedua yaitu dosis iradiasi sinar gamma. Hasil penelitian menunjukan nilai (KKG) dan (KKF) dari karakter agronomis tinggi tanaman, diameter batang, jumlah anakan, Panjang penikel, jumlah biji, berat total biji dan berat 1000 biji memiliki nilai yang tinggi, sedangkan umur berbunga dan jumlah daun memiliki nilai yang rendah. Karakter komponen hasil yang memiliki kriteria heritabilitas tinggi adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, umur berbunga, panjang penikel, berat 1000 biji, jumlah anakan dan jumlah biji sedangkan karakter berat total biji memiliki kriteria heritabilitas sedang. karakter yang memiliki nilai KKG dan heritabilitas tinggi lebih besar dipengaruhi oleh faktor genetik. Dengan demikian, penampilan fenotipe karakter tersebut akan terekspresi sebagai pengaruh genetik dan sedikit dipengaruhi lingkungan.