Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penanaman Budaya Literasi Membaca dan Numerasi Melalui Penyuluhan Wawasan Bacaan dan Tahfizh Al-Quran Serta Lomba PHBI Mohamad Riyadi; Anggar Titis Prayitno; Daswa; Dilla Dzahrotul Aeni; Eva Fauziyah
Transformatif : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tranformatif.v5i1.8410

Abstract

Reading literacy and numeracy literacy are skills that play an essential role in facing the challenges of the 21st century. This service aims to instill a culture of reading literacy and numeracy literacy in teachers, parents and students who take part in Al-Quran Reading and Tahfizh Program activities at Irmas Baeturrahmah, Kalibuntu Village, Regency Cirebon. Based on observations and interviews, there needs to be activities that can increase insight into reading and tahfizh Al-Quran in the form of counseling and can increase reading literacy and numeracy literacy among students in the form of competitions. The results of the service show that counseling provides motivation to improve learning of the Al-Quran and competitions can be held with high public interest.
Pelatihan Pengisian Instrumen Penilaian Prasyarat Akreditasi pada Satuan PAUD di Kabupaten Cirebon Prayitno, Anggar Titis; Sumarni, Sumarni; Syafari, Rahayu
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2024): April : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Gajah Putih, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jppmi.v3i2.910

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki tujuan untuk memberikan konsep-konsep dasar yang bermakna bagi anak melalui pengalaman nyata, memungkinkan mereka mengekspresikan aktivitas dan rasa ingin tahu secara optimal. Oleh karena itu, pentingnya memiliki satuan PAUD yang berkualitas yang dibuktikan dengan akreditasi dari BAN PAUD dan PNF. Tantangan di satuan PAUD yang belum terakreditasi disebabkan oleh kurangnya pemahaman pendidik dan pengelola terhadap instrumen dan dokumen yang diperlukan, kurangnya tata kelola manajemen lembaga, serta pemahaman dan perencanaan pembelajaran yang belum optimal. Metode yang diimplementasikan untuk mengatasi permasalahan ini melibatkan pelatihan pengisian instrumen akreditasi bagi pendidik dan pengelola. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta dapat mengunggah dokumen-dokumen sesuai dengan delapan standar secara online melalui SISPENA, dengan menggunakan password masing-masing PAUD. Melalui adanya status akreditasi dari satuan PAUD, masyarakat dapat lebih percaya untuk menyekolahkan anak usia dini di sekolah-sekolah tersebut.
Teachers' Perspectives on Using YouTube as a Source of Mathematics Learning Assistance: Content Analysis of YouTuber Jerome Polin Prayitno, Anggar Titis; Sumarni, Sumarni; Lestari, Imeldrif Tri; Nurmalasari, Nurmalasari
PRISMA Vol 13, No 2 (2024): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v13i2.4395

Abstract

The aim of this research is to determine students' perceptions of the mathematics teaching style presented via the Jerome Polin YouTube Channel and to determine the mathematical understanding abilities of students who use the Jerome Polin YouTube Channel as a source of mathematics learning. This research is a qualitative descriptive research. The research instruments used by researchers in this study were tests of mathematical understanding abilities and student perception questionnaires. The population in this study were mathematics teachers and high school students in classes X and XI in high schools in Kuningan and Majalengka Regencies. The sample from this research was high school mathematics teachers for class X and XI in high schools in Kuningan and Majalengka districts. Data collection techniques were carried out by administering tests and response questionnaires.The data analysis technique in this research uses a flow model of analysis which includes: data reduction, data presentation, verification and drawing conclusions. The research results showed that students' responses to the use of YouTube in mathematics learning were in very positive criteria, with an average score of 82%. Viewed from all aspects, YouTube videos used in mathematics learning can be used as media in the learning process. Meanwhile, the results of students' mathematical understanding tests showed that the average percentage of indicators of students' mathematical understanding abilities was 51.25% of the maximum value, namely 100%.
Pendekatan Steam Berbasis Quizizz terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Ubaidah, Nila; Kusmaryono, Imam; Prayitno, Anggar Titis
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2020: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.779 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pendekatan STEAM berbasis Quizizz terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi peluang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ditentukan melalui purposive sampling dan berdasarkan tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Subjek yang diambil untuk penelitian ini berjumlah 6 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini mulai dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data divalidasi oleh 3 validator. Hasil dari penelitian ini adalah, siswa dengan kemampuan pemecahan masalah yang tinggi dapat memahami masalah; merencanakan penyelesaian dengan baik; menyelesaikan masalah sesuai rencana; dan dapat memeriksa ulang hasil. Siswa dengan kemampuan pemecahan masalah sedang, terkadang belum bisa memahamimasalah secara baik, siswa belum dapat merencanakan solusi dan melakukan pengecekan ulang dengan baik. Siswa dengan kemampuan pemecahan masalah yang rendah cenderung tidak memahami masalah; tidak dapat merencanakan penyelesaian; tidak dapat menyelesaikan masalah sesuai rencana; dan tidak dapat memeriksa ulang hasil.
Pelatihan Peningkatan Kemampuan Literasi dan Numerasi di Sekolah Dasar Negeri Paninggaran Kuningan Taufik, Azin; Anggar Titis Prayitno; Rahayu Syafari; Nuranita Adiastuty
Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 01 (2025): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v8i01.10529

Abstract

The Merdeka Curriculum has been implemented in most schools in Indonesia, from PAUD to SMA. One form of assessment in this curriculum is the Computer-Based National Assessment (ANBK), which includes various types of assessments, including the Minimum Competency Assessment (AKM), learning environment surveys, and character surveys. In AKM, students are expected to master literacy and numeracy skills through questions with relatively long texts, which often make it difficult for many students to understand and solve the questions satisfactorily. As a solution, it is important for schools to intensively introduce the types of AKM questions to students and get them used to, both independently and in groups, solving numeracy literacy-based questions using interactive e-books. This community service program was carried out for one day at SDN Paninggaran Darma, Kuningan Regency, and focused on introducing AKM questions based on numeracy literacy. During the activity, grade 5 students showed that they were not familiar with the questions, so they still faced difficulties in solving the problems. The evaluation was conducted by asking students to complete 5 AKM questions based on numeracy literacy directly in class. The conclusion is that students already have an understanding of various types of Minimum Competency Assessment questions based on numeracy literacy and show an increase in their ability to solve questions in the moderate category. To improve students' numeracy literacy skills, routine efforts need to be made to introduce these questions during the daily learning process, so that they can better apply these skills in their daily lives. Suggestion: Students already understand various types of Minimum Competency Assessment questions that focus on numeracy literacy and show an increase in their ability to solve questions with a moderate level of difficulty. In order for students' numeracy literacy skills to continue to develop and be applied in their daily lives, it is important to continue
Pengembangan E-Modul Berbasis Experiential Learning Ditinjau dari Gaya Belajar untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Adiastuty, Nuranita; Prayitno, Anggar Titis; Nurmalasari, Nurmalasari
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 3 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i3.3116

Abstract

This research aims to develop an experiential learning-based e-module on algebraic forms to enhance the mathematical creative thinking abilities of junior high school students. The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model consisting of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The e-module is developed using Canva and Corel Draw, then converted into an interactive flipbook through the Heyzine platform. A validation sheet is used to assess the validity level of the developed e-module. The resulting data is analyzed descriptively quantitatively. The validation results by material and media experts show a validity level of 85% (very valid). The practicality of the e-module was assessed by teachers at 88.89% and by students at 81.15% (very practical). The effectiveness test was conducted through pre-tests and post-tests on 29 students of class VII A at SMPN 2 Jalaksana, which showed an increase in the average score from 69.8 to 90.2 with an N-gain of 0.7 (moderate category). These results indicate that the developed e-module is suitable for use as an effective interactive learning media that can enhance students' creative mathematical thinking skills.  
Pengembangan E-Modul Berbasis Problem Based Learning untuk Memfasilitasi Berpikir Komputasional Matematis Siswa Prayitno, Anggar Titis; Nurhayati , Nunu; Damayanti, Alpina Suci
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.3126

Abstract

Kemampuan berpikir komputasional menjadi salah satu keterampilan penting untuk diasah sedini mungkin, terutama dalam konteks pembelajaran matematika, agar siswa tidak hanya menghafal konsep, tetapi juga mampu menganalisis, memecahkan masalah secara logis, dan berpikir sistematis. Atas dasar hal tersebut, penelitian ini difokuskan pada pengembangan media pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL) sebab mendorong keterlibatan siswa dalam proses pencarian solusi melalui masalah nyata, sehingga lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir tersebut, khususnya pada materi Sistem Persamaan Linear Satu Variabel (SPLSV) karena konsep ini menuntut siswa memahami dan menerapkan langkah-langkah sistematis dalam menyelesaikan persoalan matematika. Research and Development (R&D) merupakan metode yang digunakan dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian terdiri dari 32 siswa kelas VII A di SMP Negeri 1 Kramatmulya. Teknik pengumpulan data meliputi angket, wawancara, observasi, serta tes yang telah diuji validitasnya. Analisis data mencakup uji kevalidan, kepraktisan, dan N-gain. Hasil validasi e-modul oleh dua ahli materi menunjukkan persentase 89,88% dan dua ahli media sebesar 81,25%, keduanya berada dalam kategori sangat valid. Kepraktisan e-modul diperoleh dari angket guru dan siswa dengan hasil 95,31% dan 84,30%, yang tergolong sangat praktis. Uji efektivitas melalui N-gain menunjukkan rata-rata peningkatan kemampuan berpikir komputasional siswa sebesar 0,6 yang termasuk kategori sedang. Dengan demikian, e-modul berbasis PBL dinyatakan valid, praktis, dan mampu meningkatkan kemampuan berpikir komputasional siswa. Penelitian selanjutnya disarankan berfokus pada peningkatan kemampuan berpikir algoritma melalui pengembangan media atau pendekatan yang menekankan pada penyusunan langkah sistematis dan pemecahan masalah logis.
Pelatihan Keterampilan Mengajar guru Sekolah Menengah Melalui Pengembangan Perangkat Pembelajaran Prayitno, Anggar Titis; Taufik, Azin; Nurmalasari, Nurmalasari
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia Vol 4 No 6 (2025): Agustus: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Gajah Putih, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jppmi.v4i6.1136

Abstract

Pengabdian ini berawal dari hasil Penilaian Kinerja Guru di salah satu sekolah yang termasuk dalam kelompok kerja Madrasah Aliyah 3 Cirebon, yang menunjukkan bahwa 60% guru belum memiliki kompetensi yang mencerminkan profesionalisme seorang guru. Berdasarkan temuan tersebut, tim penilai merekomendasikan agar kemampuan mengajar guru ditingkatkan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan mengajar adalah dengan memberikan pelatihan terkait delapan keterampilan dasar mengajar, pelatihan model-model pembelajaran student centered learning, serta penerapannya dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Sebagai langkah konkret untuk mengatasi masalah ini, pelatihan dilaksanakan pada 4 November 2024 untuk keterampilan dasar mengajar, 5 November 2024 untuk model pembelajaran student centered learning, dan pada 6 November 2024 untuk umpan balik serta evaluasi hasil pelatihan melalui penyusunan perangkat pembelajaran. Metode pelatihan yang digunakan meliputi ceramah, tanya jawab, dan simulasi, dengan evaluasi dilakukan dalam dua tahap: selama pelatihan dan setelah pelatihan.
Analysis of students' errors in solving quadratic equation word problems based on Watson's criteria Taufik, Azin; Prayitno, Anggar Titis; Mufida, Tika Nuanatul; Lathifah, Galuh Nuril
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 7 No. 2 (2024): Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/f_m.v7i2.2642

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of low student ability in solving word problems in mathematics, indicating significant challenges in understanding and applying mathematical concepts in real-life contexts. The aim of this study is to describe the errors made by students and the factors contributing to these errors in solving word problems based on Watson's criteria. This research employs a descriptive qualitative approach. The data collection methods used include tests and interviews. A total of 29 tenth-grade students from SMA Negeri Cigugur were given test problems, and subsequently, 16 students were selected as research subjects, representing each of Watson's error criteria. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the most common types of errors made by students include omitted data (OD), inappropriate procedures (IP), such as incorrect procedures, response level conflicts (RLC), and inappropriate data (ID). Some of the factors contributing to these errors include failure to draw conclusions from the obtained data, lack of understanding of quadratic equations, and insufficient student preparation in solving problems. On the other hand, less frequently occurring errors include above other (AO), omitted data (OD), undirected manipulation (UM), and skill hierarchy problems (SHP). The factors causing these less frequent errors are generally related to students' lack of attention to detail and accuracy in problem-solving. This research provides significant contributions as a foundation for teachers to design more effective teaching strategies, particularly in enhancing students' conceptual understanding and problem-solving skills.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Missouri Mathematics Project Berbasis Problem Solving Prayitno, Anggar Titis; Maulidianah, Maulidianah; Riyadi, Mohamad
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i4.2242

Abstract

Kemampuan siswa dalam problem solving matematika yang masih tergolong rendah menjadi alasan utama dilaksanakannya penelitian ini. Salah satu penyebabnya ialah model pembelajaran yang masih terbatas serta belum mampu mendorong siswa menganalisis secara mendalam. Berdasarkan tantangan tersebut, penelitian ini memiliki tujuan untuk menyusun perangkat ajar dengan menggunakan model missouri mathematics project berbasis problem solving. Penerapan pendekatan pengembangan model 4D dari Thiagarajan yang mencakup tahap mendefinisikan, merancang, mengembangkan serta penyebarluasan digunakan dalam penelitian. Namun, tahap penyebaran hasil belum dapat dilakukan karena waktu penelitian yang terbatas. Perangkat yang dirancang pada penelitian ini meliputi RPP, LKS, serta soal tes untuk pemecahan masalah. Data pada penelitian ini dikumpulkan menggunakan instrumen berupa lembar validasi untuk perangkat pembelajaran beserta soal tes. Hasil perolehan rata-rata nilai validator untuk RPP, LKS, serta soal secara berurut ialah 4,38, 4,37, dan 4,18 yang tergolong valid. Sehingga, hasil pengembangan perangkat pembelajaran ini valid serta dapat diimplementasikan dalam kegiatan belajar. Diharapkan adanya tambahan perangkat pembelajaran lain dengan menyisipkan materi lain sesuai dengan jenjang dan karakteristik siswa, serta LKS sebaiknya memuat scaffolding yang mampu memfasilitasi siswa untuk mengkonstruk materi.