Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

ANALISIS DETERMINAN PENDAPATAN ASLI DAERAH WILAYAH TAPAL KUDA JAWA TIMUR Liska Liska; Endah Kurnia Lestari; Regina Niken Wilantari
JEP (Jurnal Ekonomi Pembangunan) Vol 11, No 1 (2021): JEP (Jurnal Ekonomi Pembangunan)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.103 KB) | DOI: 10.57206/jep_uho.v11i1.27640

Abstract

The regional development process is the most important thing in the community economy. Therefore economic development is a regional economic success. With the existence of regional development, it shows the success of local revenue. This study aims to determine how much influence the independent variables have on the dependent variable. This type of research is explanatory which aims to explain the relationship between the independent variables and the dependent variable. The independent variables in this study are investment, population, development revenue. While the dependent variable is in the form of Regional Original Income in the Horseshoe Region of East Java. The method used in this research is panel data regression with the Fixed Effect Model (FEM) approach. Based on the research results, it shows that investment has a positive and significant effect on Regional Original Income. Total Population has a positive and significant effect on Regional Original Income. Development revenue has a positive and significant effect on Regional Original Income.
PENINGKATAN KUALITAS SDM MELALUI SEKOLAH PAMONG DI DESA PAKISAN KABUPATEN BONDOWOSO Endah Kurnia Lestari; Agus Luthfi; Herman Cahyo Diartho; Fivien Muslihatinningsih; Duwi Yunitasari
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 6 No 2 (2023): Aptekmas Volume 6 Nomor 2 2023
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/apts.v6i2.6427

Abstract

Village development can be achieved if it is balanced with an increase in the quality of human resources for village officials who are qualified and visionary. One of the villages in Bondowoso Regency, namely Pakisan Village, Tlogosari District, has the potential for natural and economic resources that have not been managed properly so that the village is not yet advanced and independent. One of the obstacles that has made Pakisan Village, Tlogosari Subdistrict, not yet advanced and independent is the not yet optimal village development planning system built by village officials. This causes natural and economic potential not to be managed properly. One of the things that is done to realize village development planning is the quality of human resources for village officials who must have a professional and visionary attitude. In reality, there are still many village governments that still have low professionalism and a lack of innovation and creativity. So that the management of village potential is still not optimal. Village potential in Pakisan Village, Tlogosari District, Bondowoso Regency is the strength and capability of the village which can provide benefits if managed properly to improve the welfare of the local community. Support for developing and increasing the capacity of village officials in government management in Pakisan Village, Tlogosari District, Bondowoso Regency also comes from universities, in this case the University of Jember, especially the Institute for Research and Community Service (LP2M). One form of this support is to provide assistance and hold training and discussions as a means to increase the capacity of village apparatus in Pakisan Village, Tlogosari District, Bondowoso Regency who are professional, creative and innovative.
Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi terhadap Tingkat Fertilitas di Provinsi Jawa Timur Mahardika Bagus Sugiarto; Fivien Muslihatinningsih; Endah Kurnia Lestari
Jurnal Ekuilibrium Vol 5 No 2 (2021): JEK Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jek.v5i2.27014

Abstract

The high rate of population growth is a serious obstacle for Indonesia so that success in carrying out development needs to be increased in high quantity so that it can support the rate of growth in the economy. The purpose of this study is to determine and analyze the influence of socio-economic factors on fertility levels in East Java Province. The data used in this study is secondary data obtained from BPS and browsing internet websites as a support. The unit of analysis in this study is the effect of social economic factors on fertility levels. Fertility level is a driving variable and variables from social factors (poverty, health, education, employment, per capita income) in 2014-2018 are independent variables. While the method used in this study is multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that poverty no significant positive effect on fertility in East Java. Health has no significant positive effect on fertility in East Java. Education has a significant negative effect on fertility in East Java. Employment has a significant negative effect on fertility in East Java. Income has a significant negative effect on fertility in East Java.
Pengujian Empiris Konsep Forward Premium Puzzle Antara ASEAN-5 dan Jepang Nur Halimah; Siswoyo Hari Santoso; Endah Kurnia Lestari
Jurnal Ekuilibrium Vol 2 No 2 (2018): JEK Volume 2 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori uncovered interest rate parity menyatakan bahwa tingkat suku bunga yang naik akan membuat nilai tukar terdepresiasi relatif terhadap negara lain. Namun, secara empiris tingkat suku bunga yang naik akan menyebabkan nilai tukar terapresiasi relatif terhadap negara lain. Konsep yang menyatakan penyimpangan dari teori UIP disebut sebagai konsep forward premium puzzle. Konsep tersebut telah banyak diteliti baik di negara maju maupun negara berkembang yang salah satunya di kawasan ASEAN. Dengan terbentuknya perjanjian Chiang Mai antara ASEAN+3 mengindikasikan adanya integarasi keuangan yang lebih efisien dan efektif di kawasan tersebut sehingga penelitian konsep FPP relevan di lakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi dari konsep FPP dan bagaimana pergerakannya selama periode penelitian tahun 2001Q1 hingga 2015Q4. Metode yang digunakan dua alat analisis yang terdiri dari regresi data panel serta ARCH/GARCH. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa koefisien β memiliki nilai negatif yang mengindikasikan eksistensi dari konsep FPP. Sedangkan pada semua objek penelitian menunjukkan adanya efek GARCH dengan pergerakan yang konstan pada jangka panjang di empat negara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina dengan Thailand. Sementara negara Singapura tidak menunjukkan pergerakan yang konstan pada jangka panjang.
Analisis Pola Pertumbuhan Sektor Ekonomi Kabupaten Banyuwangi Tahun 2011-2015 Edo Adytia Candra; Endah Kurnia Lestari; Petrus Edi Suswandi
Jurnal Ekuilibrium Vol 3 No 2 (2019): JEK Volume 3 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui klasifikasi pertumbuhan sektor perekonomian di Kabupaten Banyuwangi berdasarkan laju pertumbuhan PDRB dan kontribusi tiap sektor terhadap PDRB. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari publikasi BPS yang mencakup: laju pertumbuhan PDRB tahun 2011-2015 dan kontribusi per sektor terhadap PDRB tahun 2011-2015. Metode analisis data menggunakan analisis Tipologi Klassen. Hasil analisis Tipologi Klassen menunjukkan bahwa sektor yang termasuk ke dalam kategori sektor maju dan tumbuh pesat antara lain sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan; sektor Konstruksi; dan sektor Jasa Pendidikan. Sementara sektor yang termasuk sektor maju tapi tertekan adalah sektor Pertambangan dan Penggalian. Sektor yang termasuk ke dalam sektor potensial dan masih dapat berkembang adalah sektor Industri Pengolahan; Pengadaan Listrik dan Gas; Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang; Perdagangan Besar dan Eceran; Repasari Mobil dan Sepeda Motor; Transportasi dan Pergudangan; Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum; Real Estate; Jasa Perusahaan; Administrasi Pemerintahan; dan Jasa lainnya. Sedangkan sektor Informasi dan Komunikasi; Jasa Keuangan dan Asuransi; dan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial termasuk ke dalam sektor relatif tertinggal.
Pengaruh Program Keluarga Berencana Terhadap Kondisi Kehidupan Sosial dan Ekonomi Pada Keluarga Akseptor KB di Desa Sidodadi Kabupaten Jember Ahrian Febia Syubhi; Fivien Muslihatiningsih; Endah Kurnia Lestari
Jurnal Ekuilibrium Vol 7 No 2 (2023): JEK Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jek.v7i2.40375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program KB terhadap kondisi sosial dan ekonomi keluarga akseptor KB di Desa Sidodadi Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisa data berdasarkan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian didapatkan, bahwa dorongan untuk mengikuti program KB bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga dengan mengatur jarak kelahiran, sehingga keluarga akseptor dapat memiliki waktu luang untuk mencari pekerjaan diluar aktivitas merawat anak Ada dua pandangan yang bertolak belakang mengenai pengaruh program KB terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Bagi keluarga yang bukan akseptor KB, program KB sedikit sekali pengaruhnya terhadap perubahan sosial ekonomi mereka, karena program KB hanyalah sebagai upaya dalam mewujudkan keluarga sejahtera, namun sejatinya semua itu kembali kepada masing-masing keluarga yang menjalan-kan dan mendirikan rumah tangga. Bagi keluarga yang mengikuti program KB beranggapan bahwa program KB sangat berpengaruh terhadap perubahan sosial ekonomi.
Pengaruh Besaran Perekonomian, Tingkat Upah dan Inflasi Terhadap Kesempatan Kerja di Provinsi Jawa Timur Tahun 2014-2018 Endah Kurnia Lestari; Sunlip Wibisono; Dimas Sa'bandianto
Jurnal Ekuilibrium Vol 6 No 1 (2022): JEK Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jek.v6i1.24933

Abstract

Labor is the driving force of the wheels of development. The number and composition of the workforce will continue to change along with the demographic process. Workers are residents with a minimum age limit of 15 years without a maximum age limit. Manpower development has many dimensions and is interrelated. The main problem in the development of the national manpower policy is the achievement of full employment and the improvement of the living structure of the community. The aim of this research is that the government is expected to focus more on developments (GRDP), especially in the manufacturing sector, which has a high rate of employment. The data used in this study is secondary data obtained from BPS and browsing internet websites as a support. While the method used in this research is panel data regression analysis method with REM method with the help of Eviews 9 software. The results of this study indicate that the GRDP variable (X1) has a significant and positive effect on TPAK, the Minimum Wage variable (X2) has a significant and negative effect. against TPAK. Employment opportunities in Java are influenced by 99.6% by HDI, GRDP, UMP and inflation while the remaining 0.4% is influenced by other factors.
Keragaan Data Gula Tebu di Indonesia Duwi Yunitasari; Nanik Istiyani; Endah Kurnia Lestari
Jurnal Ekuilibrium Vol 1 No 2 (2017): JEK Volume 1 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri gula Indonesia pernah mencapai kejayaan pada tahun 1930-an dengan menjadi eksportir gula terbesar didunia setelah Kuba. Namun pada perkembangan selanjutnya, industri gula Indonesia lambat laun mengalamipenurunan kinerja sehingga menjadi salah satu importir gula utama (Susilohadi et al.2012). Data menunjukkanadanya peningkatan laju impor GKP selama 1998-2015. Peningkatan laju impor tersebut salah satunyadisebabkan oleh adanya peningkatan defisit GKP dan konsumsi GKP. Peningkatan laju konsumsi GKP yang lebihbesar dibandingkan dengan peningkatan laju produksi GKP mengakibatkan Indonesia belum mencapaiswasembada gula. Dengan adanya keragaan data yang ditampilkan, kita bisa mengetahui bagaimana potensipergulaan ke depan. Baik mengenai luas lahan, jumlah penduduk, produksi gula dan produktivitas gula.
Analisis Pertumbuhan Sektor Pariwisata Kabupaten Banyuwangi Lina Ariani; Endah Kurnia Lestari; Sebastiana Viphindrartin
Jurnal Ekuilibrium Vol 2 No 2 (2018): JEK Volume 2 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan ekonomi menjadi hal penting pada dewasa ini tidak terkecuali di wilayah regional. Hal ini tentu saja karena kemakmuran suatu wilayah ditentukan seberapa besar nilai tambah yang ada di wilayah tersebut. Besarnya laju pertumbuhan ekonomi pada suatu daerah merupakan salah satu faktor untuk mengukur keberhasilan pembangunan ekonomi daerah tersebut. Peningkatkan pertumbuhan ekonomi salah satunya dengan mengoptimalkan potensi sektor pariwisata. Poin penting dalam sektor pariwisata disini adalah sumber daya yang menjadi faktor pertumbuhan ekonomi. Berkembangnya sektor pariwisata diartikan sebagai aspek pariwisata yang terkelola dengan baik dan merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi. Semakin meningkat sektor pariwisata pada suatu wilayah menunjukkan kesempatan akan terus tumbuh dan berkembang akan semakin besar. Semakin besar kesempatan tersebut dalam suatu wilayah, berarti proses pembangunan wilayah tersebut sedang berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Banyuwangi Tahun 2010-2014. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis Shift Share Esteban Marquillas. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sektor pariwisata mempunyai keunggulan kompetitif dan berspesialisasi.
Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Konsentrasi Spasial Industri di Wilayah Kabupaten Jember (Studi Kasus: Subsektor Industri Makanan, Minuman, dan Tembakau) Yuli Wulandari; Endah Kurnia Lestari; I Wayan Subagiarta
Jurnal Ekuilibrium Vol 1 No 2 (2017): JEK Volume 1 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan sektor industri ini merupakan suatu fungsi dari tujuan pokok kesejahteraan rakyat. Pendekatankonsentrasi spasial dalam kebijakan nasional maupun regional pada sektor industri mampu mendorongspesialisasi produk serta meningkatkan efesiensi dan produktivitas sektor industri yang tentunya akanmemberikan dampak positif terhadap pertumbuhan perekonomian.Tujuan dari penelitian ini adalahmengidentifikasi tingkat konsentrasi spasial dan menganalisis faktor-aktor yang mempengaruhi konsentrasispasial pada subsektor industri makanan, minuman, dan tembakau di wilayah Kabupaten Jember. Metodepengumpulan data adalah metode dokumentasi yang bersumber dari BPS dan Disperindag Kabupaten Jember.Analisis yang digunakan adalah indeks Herfindhal dan Regresi Linier Berganda dengan menggunakan data panelyaitu tahun 2011-2015. Berdasarkan hasil analisis, diketahui konsentrasi spasial subsektor industri makanan,minuman, dan tembakau di Kabupaten Jember berada di Kecamatan Wuluhan, Kecamatan Ambulu, danKecamatan Kalisat. Dari hasil regresi linier berganda data panel disimpulkan bahwa variabel tingkat persaingan,kekuatan aglomerasi, dan kepadatan penduduk berpengaruh positif signifikan terhadap konsentrasi subsektorindustri makanan, minuman, dan tembakau di wilayah Kabupaten Jember.