Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Improving Gender Literacy and Bullying Prevention through Strengthening Cultural Arts for Women's Empowerment and Child Protection in Denai Sarang Burung Village Arlina Nurbaity Lubis; Eva Syahfitri Nasution; Hairani Siregar; Syarifah; Ramadani
Neo Journal of economy and social humanities Vol 4 No 4 (2025): Neo Journal of Economy and Social Humanities
Publisher : International Publisher (YAPENBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56403/nejesh.v4i4.359

Abstract

Denai Sarang Burung Village has an important social issue to consider, namely child protection. One of the challenges faced by the community is cases of bullying that occur among children and adolescents. To anticipate and prevent this, an approach based on local wisdom and cultural arts is needed. The implementation of this community service activity successfully applied a participatory and collaborative approach, which encouraged the active involvement of the community, especially women, children, adolescents, and the village government as the main partners. In the implementation of community service activities, there was an increase in community knowledge, especially related to improving gender and bullying in an effort to strengthen a gender-based inclusive economy through women's empowerment and child protection.  The formation of the Youth Monday Dance Studio under the name "Lentera USU Dance Studio" in Denai Sarang Burung Village was inaugurated attended by the Village Head and his staff, Babinsa, Bhabinkamtibmas and all elements of the Denai Sarang Burung Village Community. The selection of the name Lentera USU Dance Studio is expected that this dance studio will bring light and inspiration to children and adolescents in particular and the community in general about the importance of skills for children and adolescents for their future.
PERSEPSI KUALITAS PELAYANAN PADA PASIEN LSL POSITIVE HIV/AIDS, DI KOTA MEDAN Tukiman; R Kintoko Rochadi; Syarifah
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 7 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v7i2.343

Abstract

Info Artikel ABSTRAK Received month 06, 2025 Revised month 00, 9999 Accepted month 00, 999 Latar Belakang: Kelompok lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL) merupakan populasi kunci dalam epidemi HIV di Indonesia, namun masih menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses layanan kesehatan, termasuk stigma, kurangnya privasi, serta keterbatasan fasilitas dan tenaga kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi LSL yang hidup dengan HIV terhadap kualitas layanan kesehatan di Puskesmas Kota Medan serta mengidentifikasi faktor yang mendukung dan menghambat pemanfaatan layanan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap 21 LSL positif HIV dan empat petugas program VCT di Puskesmas Helvetia, Padang Bulan, Teladan, dan Medan Deli. Data dianalisis secara tematik melalui proses koding manual untuk mengidentifikasi pola dan tema utama. Hasil: Layanan seperti edukasi, pendampingan, konseling, dan penjangkauan dinilai bermanfaat, terutama berkat kerja sama dengan LSM Medan Plus, Galatea, dan PKBI. Namun, hambatan seperti kurangnya privasi saat pendaftaran dan pengambilan obat, serta kekhawatiran bertemu orang yang dikenal masih dirasakan. Hubungan yang positif dengan petugas kesehatan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan pasien. Kesimpulan: Meskipun layanan kesehatan bagi LSL HIV positif di Kota Medan telah berjalan cukup baik, perbaikan masih diperlukan terutama dalam aspek privasi, kenyamanan, dan pelibatan aktif komunitas LSL dalam sistem layanan, guna meningkatkan akses, kepatuhan, dan kualitas hidup mereka secara berkelanjutan.