Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Sewagati

Pemanfaatan Mesin Pemipil Jagung untuk Meningkatkan Kinerja Petani Jagung di Desa Petung, Gresik Harus Laksana Guntur; Aida Annisa Amin Daman; Wiwiek Hendrowati
Sewagati Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1019.147 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i2.243

Abstract

Desa Petung, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik termasuk daerah penghasil jagung di Jawa Timur. Namun, para petani jagung mengalami kendala dalam memipil jagung karena masih menggunakan metode konvensional. Tim Pengabdi ITS bersama dengan mitra bekerja sama merancang mesin pemipil jagung dan diberikan kepada petani jagung di Desa Petung. Hal ini bertujuan agar petani dapat memanfaatkan mesin pemipil jagung untuk meningkatkan produktivitas produk jagung pipil. Berdasarkan penelitian terdahulu, kapasitas produksi manusia dalam memipil jagung yaitu sebesar 6 kg dalam satu jam. Pada pengujian mesin pemipil jagung yang telah dilaksanakan, mesin pemipil jagung dengan daya 7,5 HP memiliki kapasitas produksi rata-rata yaitu 1200 kg jagung. Hal ini diharapkan dapat membantu petani jagung untuk menghasilkan jagung pipil dengan waktu yang lebih cepat.
Kajian Potensi Bambu untuk Mendukung Penerapan Co-firing pada Pembangkit Listrik Jawa Bali Hamdan Dwi Rizqi; Harus Laksana Guntur; Ary Bachtiar Krishna Putra; Tri Vicca Kusumadewi; Arman Hakim Nasution; Puti Sinansari; Fredy Kurniawan
Sewagati Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.056 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i1.277

Abstract

Untuk menunjang penerapan co-firing salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menyiapkan keterediaan sumber daya biomassa dalam jumlah besar. Biomassa yang cukup potensial di Indonesia adalah Bambu. Bambu adalah salah satu produk hutan bukan-kayu yang dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan, Untuk mendukung pemanfaatan bambu sebagai bahan pendukung co-firing pada pembangkit listrik Jawa Bali, maka diperlukan kajian sebagai dasar penentuan kebijakan terkait Potensi Bambu untuk menunjang penerapan co-firing dalam mendukung pembangkit listrik Jawa Bali. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan Untuk mendukung penerapan co-firing tersebut dibutuhkan kurang lebih 9 Juta Ton biomassa/tahun untuk mendukung penerapan Co-Firing di 52 PLTU PLN di Indonesia. Bambu dirasa memiliki potensi yang cukup besar karena memiliki nilai konversi kalor yang cukup tinggi dibandingkan dengan biomassa lainnya. Potensi ini di dukung juga oleh ketersediaannya yang cukup melimpah dan perawatannya yang tidak rumit sehingga sangat berpeluang untuk memenuhi kebutuhan pasokan biomassa untuk mendukung penerapan co-firing pada pembangkit listrik Jawa Bali.
Implementasi dan Sosialisasi Mini Laboratorium Sistem Pembangkit Tenaga Surya di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Robandi, Imam; Candra Riawan, Dedet; Wirjodirdjo, Budisantoso; Guntur, Harus Laksana; Putri, Vita Lystianingrum Budiharto; Djalal, Muhammad Ruswandi; Prakasa, Mohamad Almas; Ghazi, Argon Luthfan; Irsad, Muh. Afif Al; Hidayat, Muh. Taufik Imam; Saputra, Reki Aji; Kumala, Arimbi; Satria, Moch. Adri; Himawari, Waseda
Sewagati Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i1.793

Abstract

Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) yang sangat besar, namun belum diikuti dengan pemanfaatan yang optimal. Sistem Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis fotovoltaik menjadi teknologi yang paling mudah diimplementasikan oleh semua kalangan dan di berbagai sektor. Di sektor Pendidikan, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki visi membentuk sumber daya manusia yang memiliki kompetensi keahlian di bidang tertentu, salah satunya teknik instalasi tenaga listrik. Meski begitu, belum banyak SMK yang sudah mulai memperkenalkan pentingnya pemanfaatan EBT pada siswanya. Pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (Abmas) ini diusulkan Implementasi dan Sosialisasi Mini Laboratorium Sistem Pembangkit Tenaga Surya sebagai Media Pembelajaran di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Malang. Mini Laboratorium ini terdiri dari Trainer PLTS yang merupakan mereplika sistem PLTS stand-alone dalam skala laboratorium yang cukup untuk proses pembelajaran. Trainer PLTS ini terdiri dari sistem fotovoltaik, beserta komponen pendukung berupa Solar Charger Controller (SCC), baterai, dan inverter. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi implementasi dan sosialisasi mini laboratorium. Dari hasil pelaksanaan abmas diperoleh peningkatkan pemahaman dan keterampilan para siswa dan guru terkait pemanfaatan teknologi EBT dalam bentuk trainer PLTS.
Implementasi Trainer PLTS sebagai Media Pembelajaran di SD Muhammadiyah 4 Surabaya Robandi, Imam; Guntur, Harus Laksana; Wirjodirdjo, Budisantoso; Djalal, Muhammad Ruswandi; Prakasa, Mohamad Almas; Ramadhani, Akhmad; Imam, Muhammad Taufik; Dian, Faizal; Al Irsad, Muhammad Afif; Muchyiddin, Muhammad Imam; Imron, Khafit; Natha, Kanidra; Kurniawan, Muhammad; Aulia, Dzacky; Himawari, Waseda; Haque, Gabriel
Sewagati Vol 8 No 6 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i6.2240

Abstract

Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis fotovoltaik merupakan teknologi yang paling mudah diimplementasikan oleh berbagai kalangan. PLTS memiliki berbagai aplikasi di sektor-sektor seperti perumahan, industri, dan lingkungan akademik. Lingkungan akademik dianggap sebagai tempat yang ideal untuk eksperimen test-bed karena banyaknya akademisi yang memiliki semangat dan kemampuan yang tinggi. Oleh karena itu, pengenalan Energi Baru Terbarukan (EBT) perlu diperkuat di tingkat pendidikan dasar, khususnya di Sekolah Dasar (SD). Tujuannya adalah untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang mulai tertarik dalam pengembangan teknologi EBT sejak dini. Dalam kegiatan pengabdian ini, diusulkan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang menerapkan trainer PLTS sebagai media pembelajaran di SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Surabaya. Tujuan dari pengabdian ini adalah mendukung proses pengembangan dan pembelajaran bagi siswa dan tenaga pendidik, serta mensosialisasikan pentingnya EBT kepada masyarakat. Trainer PLTS ini merupakan replika sistem PLTS stand-alone dalam skala laboratorium yang cukup untuk keperluan pembelajaran. Trainer ini terdiri dari tiga modul, yaitu modul kontrol utama, modul solar panel, dan modul lampu halogen. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup sosialisasi dan implementasi trainer PLTS. Hasil dari pelaksanaan program ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa serta guru terkait pemanfaatan teknologi EBT melalui trainer PLTS.
Pemanfaatan Gelombang Laut Untuk Menggerakkan Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut pada Kapal Nelayan Hendrowati, Wiwiek; Guntur, Harus Laksana; Alhadi, Kafi Hannan; Solichin, Moch.; Yuniarto, Muhammad Nur; Sutantra, I Nyoman; Harto, Budi
Sewagati Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i2.2330

Abstract

Para nelayan yang terletak di pesisir pantai utara kota Probolinggo, setiap hari harus melaut untuk menjaring ikan. Selama melaut, para nelayan membutuhkan listrik yang sangat banyak sehingga memerlukan biaya bahan bakar yang mahal. Sementara itu di laut terdapat sumber energi yang dapat dimanfaatkan yaitu energi gelombang laut. Berdasarkan dari permasalahan tersebut, maka Tim Abmas KKN, Departemen Teknik Mesin, ITS tahun 2024, merancang mekanisme Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL), yang dipasang pada kapal nelayan. Mekanisme ini terdiri dari turbin air, susunan roda gigi, generator dan frame. Turbin air dipasang menyentuh air, sehingga dapat bergerak karena aliran arus laut. Gerakan rotasi dari turbin air dihubungkan dengan generator dan menghasilkan listrik. Kemudian listrik yang dihasilkan dapat disimpan di battery dan digunakan selama melaut. Karena kapasitas dari generator kecil, maka mekanisme ini bisa dipasang beberapa sehingga dapat memenuhi kebutuhan listrik selama di laut. Pemakaian mekanisme PLTGL ini, mampu mereduksi biaya operasional setiap harinya.
Rancang Bangun Mesin Pengaduk Multifungsi guna Meningkatkan Potensi dan Membantu UMKM dengan Kebutuhan Pencampuran Bahan yang Terdapat di Kota Blitar, Jawa Timur Alhadi, Kafi Hannan; Hendrowati, Wiwiek; Guntur, Harus Laksana; Solichin, Moch.; Yuniarto, Muhammad Nur; Sutantra, I Nyoman; Wikarta, Alief; Pramono, Agus Sigit; Sutikno, Sutikno; Syaifudin, Achmad; Harto, Budi
Sewagati Vol 9 No 4 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i4.2495

Abstract

Salah satu kendala utama yang dihadapi oleh UMKM adalah keterbatasan teknologi dan peralatan yang memadai. Banyak pengusaha kecil masih menggunakan cara manual dalam proses produksi, yang tentunya akan memakan waktu lama dan tenaga lebih besar. Selain itu, kualitas produk yang dihasilkan sering kali tidak konsisten, karena bergantung pada keterampilan pekerja dan alat-alat sederhana. Hal ini mengakibatkan terhambatnya kemampuan UMKM untuk meningkatkan skala produksi dan bersaing dengan perusahaan yang lebih besar. UMKM yang menjadi sasaran dalam rancangan kegiatan abmas ini adalah UMKM yang melibatkan proses pencampuran bahan dalam menjalankan usahanya. Contoh UMKM yang menjadi sasaran utama dalam abmas ini adalah UMKM yang bergerak pada bidang konstruksi level menengah ke bawah yang memerlukan bantuan alat pengaduk cat, UMKM yang memproduksi sabun cair, UMKM yang memproduksi lem perekat, hingga UMKM yang memproduksi makanan seperti kerupuk puli bawang, roti, donat yang notabene memerlukan proses pencampuran bahan. Pada Abmas dan KKN ini tim telah berhasil merancang 3 alat mixer untuk pencampuran bahan dan mendistribusikan kepada UMKM yang membutuhkan melalui kerja sama dengan Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kota Blitar.