Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Massage Effleurage Dalam Menurunkan Nyeri Persalinan Normal Di Puskesmas Lembanna Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba nurul hidayah bohari; Haerani Haerani; Ernawati Ernawati; andi resma aulia
JMNS Vol. 4 No. 1 (2022): Edisi May 2022
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v4i1.84

Abstract

Persalinan normal terjadi pada kehamilan cukup bulan dan berjalan secara spontan disaat permulaan dengan janin menunjukan kepala sebagai ujung depan (Vertex Presentation), proses tersebut berakhir dalam waktu 18 jam tanpa komplikasi apapun. Massage effleurage adalah pijat lambat dari perut atau bagian tubuh lain selama kontraksi. Tujuan untukmengetahui bagaimana gambaran pengetahuan ibu tentang massage effleurage dalam menurunkan nyeri persalinan di puskesmas lembanna kecamatan kajang kabupaten bulukumba. metode penelitian kuantitatif dan desain penelitian deskriptif.. Pendekatan yang digunakan adalah crosssectional . sampel dalam penelitian ini adalah ibu bersalin di Puskesmas Lembanna. Hasil dari penelitian ini adalah pengetahuan pada ibu bersalin yang paling banyak pada kategori baik sebanyak 27 reponden (90%), kategori cukup sebanyak 3 responden (3%), dan kategorikurang sebanyak 0 responden (0%).Kesimpulan dari hasil penelitian Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Massage Effleurage Dalam Menurunkan Nyeri Persalinan Di Puskesmas Lembanna Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba adalah yang paling tertinggi kategori terbaik.
DESKRIPSI PELAKSANAAN BIDAN TERHADAP INISIASI MENYUSU DINI DI PUSKESMAS BISSAPPU KABUPATEN BANTAENG Nurul Hidayah Bohari; Haerani; Anita sari; Indarwita
JMNS Vol. 3 No. 1 (2021): Edisi May 2021
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Inisiasi menyusu dini merupakan kemanpuan bayimulai menyusu sendiri segera setelah bayi lahir.Pada prinsipnya IMD merupakan kontak langsung antara kulit ibudan bayi,Bayi segera ditenkurapkan di dadaatau perut ibu setelah seluruh badan bayi dikeringkan,kecuali telapak tangannya.Keduatelapak tangan bayi dibiarkan terkena cairan ketuban karena bau yang dikeluarkan yangakan menuntun bayi menemukan putting susu (siswossuharjo dan chakrawati 2010:11)Tujuan : Untuk mendeskripsikan Untuk mendeskripsikan penatalaksanaan bidan terhadap inisiasi menyusui dini di puskesmas bissappu kecamatan bantaeng tahun 2017.Metode :Penelitian deskriptif (Hidayat A 2011).Populasi dalam penelitian ini berjumlah 15 orang dan sampel dalam penelitian ini berjumlah15 orang.Tehnik sampling menggunakan tehnik total sampling yaitu dijadikan sampel.Hasil : Berdasarkan hasil pra survey yang dilakukan di puskesmas Bissappu kecamatan bissappu kabupaten bantaeng,dari 15 responden didapatkan 10 responden yyang melakukan IMD(66,6%),dan terdapat5 petugas kesehatan yang tidak melakukan IMD (33,3%),Di puuskesmas bissappu kecamatan bissappu kabupaten bantaeng tahun 2017.Kesimpulan : Dari hasil penelitian dan pembahasan.Maka dapat diambil kesimpulan bahwapelaksanaan IMD di puskesas bissappu kabupaten bantaeng dari 15bidan hanya 10 orang yang melakukan IMD karena dia selalu melakukan pelatihan.Dan terdapat 5 petugaskesehatan yang tidak melakukan IMD (33’3%),karena faktor ibu,faktor bayi dan faktor keadaan patologis padapayudara,Bidan jarang mengikuti pelatihan.
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG KEBUTUHAN NUTRISI PADA MASA NIFAS DI PUSKESMAS TANETE KABUPATEN BULUKUMBA Haerani; Sumarni; Indra Inranda; fitri
JMNS Vol. 3 No. 1 (2021): Edisi May 2021
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengingat pentingnya nutrisi, Departemen Kesehatan mempunyai program yang berkaitan dengan kesehatan bagi ibu dan anak dengan meningkatkan nutrisi bagi ibu nifas yang berhubungan dengan kebutuhan nutrisi pada masa nifas. Akan tetapi ada salah satu faktor yang dapat menjadi masalah dan dapat menghambat proses kebutuhan nutrisi ibu yaitu faktor ibu hanya mengurus anak dengan ibu lebih memperhatikan nutrisi anak atau makanan yang dikonsumsi anaknya. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang kebutuhan nutrisi masa nifas pada tingkat yang baik, cukup dan kurang. Metode penelitian deskriptif, lokasi penelitian di Puskesmas Tanete pada bulan Mei-Juli tahun 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas dengan sampel sebanyak 40 orang dengan teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling. Adapun hasil dari 40 responden terdapat 2 responden (5%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik, 22 responden (55%) memiliki pengetahuan cukup, dan 16 responden (40%) memiliki pengetahuan kurang karena mayoritas responden bekerja sebagai ibu rumah tangga yang hanya mengurus suami dan anak.
Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Bahaya Pada Masa Nifas Di Poskeslu Jalanjang Kabupaten Bulukumba Husnul Khatimah; Kurniati Akhfar; Nurul Hidayah Bohari; Haerani Haerani
JMNS Vol. 4 No. 2 (2022): Edisi November 2022
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v4i2.98

Abstract

Masa nifas (peurperium) dimulai sejak 1 jam setelahlahirnyaplasentasempai dengan 6 minggu (42 hari) setelah itu. Pelayanan pacsa persalinan harus terselenggara pada masa itu untuk memenuhi kebutuhan ibu dan bayi, yang meliputi upaya pencegahan, deteksi dini dan pengobatan komplikasi dan penyakit yang mungkin terjadi. Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang bahaya pada masa nifas di wilayah Poskeslu Jalanjang Kabupaten Bulukumba. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objektif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas di Poskeslu Jalanjang Kabupaten Bulukumba yang berjumlah 30 ibu nifas berdasarkan data pada bulan Mei-Juni 2017. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 ibu nifas di Poskeslu Jalanjang Kabupaten Bulukumba. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 30 responden yang ditemui oleh peneliti, responden yang memiliki pengetahuan kurang tentang bahaya pada masa nifas lebih banyak dibanding yang berpengetahuan cukup dan baik, hal ini merupakan sebagian kecil dari pengetahuan ibu nifas tentang bahaya pada masa nifas yang dapat diukur pengetahuannya. Pengetahuan tentang bahaya pada masa nifas sangat penting untuk diketahui oleh ibu agar bila timbul gejala yang mengarah pada bahaya pada masa nifas dapat segera terdeteksi dan ditangani dengan tepat. Diantara 30 responden yang menunjukkan pengetahuan kurang lebih banyak setelah dilakukannya survey di lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua ibu memiliki pengetahuan yang baik tentang bahaya pada masa nifas.
Optimalisasi Tumbuh Kembang Bayi Melalui Edukasi, Terapi Pijat Bayi (Baby Massage) Di Dusun Tombolo Kelurahan Bontoramba Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Tahun 2022 Haerani Haerani; kurniati kurniati; dewi purnama sari sari
JCS Vol. 4 No. 2 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jcs.v4i2.46

Abstract

Setiap orang tua mengharapkan anaknya dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, sehingga dapat menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan tangguh. Tercapainya pertumbuhan dan perkembangan yang optimal merupakan hasil interaksi berbagai faktor salah satunya dengan stimulasi. Pemijatan (stimulation touch) yang dilakukan dengan benar dan teratur akan sangat besar manfaatnya bagi tumbuh kembang bayi. Klinik bersalin merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan kepada ibu, bayi dan balita termasuk pemantauan tumbuh kembang bayi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di dusun Tombolo yang berada di Kelurahan Bontoramba kecamatan Bontoramba. Berdasarkan analisis situasi pada kedua mitra dalam perkembangan pelayanannya masih mengalami berbagai permasalahan yaitu : pengetahuan masyarakat terutama ibu bayi dan balita sangat rendah mengenai upaya optimalisasi tumbuh kembang bayi dengan pijat bayi (baby massage),kurangnya keterampilan dan keahlian mitra untuk melakukan pijat bayi dan terbatasnya sarana dan prasarana di kedua mitra. Solusi yang ditawarkan adalah edukasi dan pelatihan pijat bayi serta membantu melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan mitra sesuai kemampuan. Kegiatan ini dimulai pada Februari 2022 dan dilaksanakan pada tanggal 28 April 2022 di dusn Tombolo.Kegiatan ini di lakukan out to dor ke rumah masyarakat yang mempunyai bayi d balita. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan ibu sehingga mereka bersemangat untuk melakukan pemijatan bayi.Pendampingan dan pembinaan pada mitra memberikan dampak positif untuk lebih memaksimalkan pelayanan dalam mengoptimalkan tumbuh kembang bayi.
Edukasi Pentingnya Peran Suami Dalam Kepatuhan Pemeriksaan ANC Ibu Hamil Di Pulau Pa’jenekang Kabupaten Pangkep erniawati erni; Sumarni manda; Haerani Rani
JCS Vol. 4 No. 3 (2022): Edisi Oktober 2022
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jcs.v4i3.55

Abstract

Antenatal Care is one of the pillars of safe motherhood in an effort to reduce maternal and fetal morbidity and mortality. To make the program successful, the Indonesian government carries out activities such as antenatal care in improving the health quality of pregnant women. Another program that has been launched by the Government of Indonesia is "Making Pregnancy Safer" where it is expected that the husband's participation, knowledge and involvement can increase during the pregnancy process. But until now there are still many husbands who do not understand their role properly. So it is necessary to make efforts to increase knowledge through counseling about the importance of the husband's role as a facilitator in preparing the process of pregnancy to delivery. Counseling is done using the lecture method using leaflets. Evaluation was carried out before and after the provision of counseling materials. Counseling was carried out for 1 day on Pa'Jenekang Island, Kab. Pangkep became 28 husbands. The results showed that 78.6% experienced an increase in knowledge about the importance of the husband's role as a facilitator while 21.4% had no increase in knowledge. One of the factors that influence the increase in knowledge of the husband's role is age and level of education. Suggestions for health workers should always include husbands in providing KIE in preparation for childbirth by explaining their role in the process of pregnancy and childbirth of the wife.
Penyuluhan Tentang Massage Efflurage Sebagai Solusi Tepat Dalam Mengurangi Nyeri Persalinan Nurul hidayah bohari; Haerani rani; husnul Khatimah; Kurniati Akhfar
JCS Vol. 4 No. 3 (2022): Edisi Oktober 2022
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jcs.v4i3.57

Abstract

Normal delivery occurs at term and runs spontaneously at the beginning with the fetus showing the head as the front end (Vertex Presentation), the process ends within 18 hours without any complications. The birth process is the process of opening and thinning the cervix and the fetus descends into the birth canal. Labor and birth are said to be normal if the expulsion process that occurs at full term of pregnancy (37-42 weeks), is born spontaneously with a back of the head presentation, is not accompanied by complications for both the mother and the fetus. Massage or massage during labor can have a relaxing effect. Relaxation experienced by the mother stimulates the brain to reduce levels of the hormone adrenaline and increase the production of oxytocin, which is an important factor in the emergence of adequate contractions. Massage technique is an instinctive aspect of humans when they feel pain in several parts of the body and this technique creates the first reaction, which is to spread the sore body parts with their hands to reduce pain. This massage aims to increase blood circulation, apply pressure, and warm up the abdominal muscles and promote physical and mental The counseling material consists of the definition of message effleurage, the benefits of message effleurage.
Hubungan Dukungan Suami Terhadap Kepatuhan Dalam Melakukan Ante Natal Care di Puskesmas Ponre Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba Nurul Hidayah Bohari; Haerani Haerani; Kurniati Akhfar
Jurnal Promotif Preventif Vol 5 No 1 (2022): Agustus 2022: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v5i1.456

Abstract

Pemeriksaan kehamilan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan adalah 1 kali pada trimester I, 1 kali pada trimester II dan 2 kali pada trimester III hal ini dilakukan untuk mendeteksi secara dini komplikasi kehamilan melalui program Making Pregnancy Safer (MPS) telah ditetapkan target untuk cakupan K1 95 % dan K4 93 %. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan kepatuhan dalam melakukan Ante Natal Care di Puskesmas Ponre Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik korelasional dengan rancangan penelitian menggunakan pendekatan Cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil primigravida trimester III yang melakukan pemeriksaan Ante Natal Care di KIA Puskesmas Ponre, Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling, dan sampel yang diperoleh sebanyak 32 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisa data untuk variabel bivariat menggunakan uji chi – square. Hasil penelitian menunjukkan dukungan suami berada pada kategori kurang yaitu 20 responden (62,50%), kepatuhan ibu hamil dalam melakukan Ante Natal Care berada pada kategori tidak patuh yaitu 17 responden (53,13 %), dan hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan kepatuhan dalam melakukan Ante Natal Care dengan nilai p value < dari ά (0,001 <0,05)
Pendampingan Remaja Dalam Pencegahan Dismenorea Melalui Senam Dismenorea Di Kabupaten Bulukumba: Pendampingan Remaja Dalam Pencegahan Dismenorea Melalui Senam Dismenorea Di Kabupaten Bulukumba Jusni; Arfiani arfi; Kurniati Akhfar kurni; Haerani rani
JCS Vol. 5 No. 2 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jcs.v5i2.74

Abstract

Adolescence is a dynamic phase of development in a person's life. This period is a transition period from childhood to adulthood which is marked by accelerated physical, mental, emotional, and social development. One of the changes that occur when they reach adulthood in young women is the occurrence of menstruation, although menstruation is a natural process experienced by women, this becomes a major problem in society if menstrual disorders occur. The activity of assisting adolescents in controlling dysmenorrhoea pain through dysmenorrhoea exercise in Bulukumba Regency aims to increase the knowledge of young women about dysmenorrhea and how to control it. This community service is carried out by providing information about dysmenorrhea and mentoring on how to do dysmenorrhea exercises with a total of 20 participants. This community service uses communicative technique methods with three approaches, namely lectures, demonstrations, questions and answers and discussions. The results of adolescent mentoring activities in controlling dysmenorrhea through dysmenorrhoea exercise are very influential in improving midwifery care services for adolescents to increase adolescent knowledge and skills in controlling dysmenorrhea independently. With this assistance, it is expected to be able to increase the knowledge and skills of adolescents about dysmenorrhoea exercise as an effort to control dysmenorrhea so that productive youth programs can be realized.
The Effectiveness of Giving Olive Oil Against the Occurrence of Diaper Rash in Infants Aged 0 to 12 Months Nurul Hidayah Bohari; Haerani; Kurniati Akhfar; Husnul Khatimah
Jurnal Life Birth Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Life Birth
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jlb.v7i2.1024

Abstract

Babies are not used to the problems that will attack their body condition, especially problems that can occur on the skin. All babies have very sensitive skin in the first month of life. The condition of the skin in babies which is relatively thinner makes babies more susceptible to infection, irritation and allergies. Objective: To determine the effectiveness of giving olive oil to the incidence of diaper rash in infants aged 0 to 12 months. Method: quasy experimental with one group pretest posttest design. The population in this study were infants aged 0 to 12 months who experienced diaper rash in the working area of the Moti Health Center, Gantarang Keke District, Bantaeng Regency, totaling 20 people. The sampling technique uses total sampling. the research time was 1 month, namely June 1-30 2021. Meanwhile, the treatment was carried out for 3-7 days with a frequency of 3 times a day. Data analysis used the Wilcoxon test. Results: the mean diaper rash pre test was 1.45 with a standard deviation of 0.51 and the diaper rash post test was 0.45 with a standard deviation of 0.68. The median for pre diaper rash was 1.45 and post diaper rash was 0.38. Meanwhile, the table also shows that the value of p = 0.001 <0.05, which means that olive oil is effective for diaper rash. Conclusion: the Wilcoxon test shows a p value of 0.000 <0.05, so it can be concluded that olive oil is effective in reducing the incidence of diaper rash in infants aged 0 to 12 months